Chu Gu Xiang seperti gadis yang nampak berusia 20 Tahun, dia mempunyai wajah cantik dengan rambut hitam panjang. Di Sekte Lembah Iblis, dia terkenal sebagai Iblis Mimpi dan merupakan salah satu dari 'Dua Keputus-asaan'.
"Aiyo... Hanya melindungi sepotong kertas ini saja, kau membuat warga desamu terbunuh. Tsk, tsk, tsk. Tidak baik... Kau Kepala Desa yang kejam." Chu Gu Xiang menginjak pelan pipi kanan seorang pria tua yang sebenarnya merupakan orang yang dia biarkan hidup paling akhir.
Chu Gu Xiang tidak sendirian. Dia membawa sepuluh orang pengikutnya dari Lembah Iblis serta dua orang rekannya, Hei Lian dan Fu Tou. Hanya saja, dia seorang-lah yang tidak menodai tangannya untuk membantai warga Desa Embun ini.
"Jiejie, kepalanya tidak akan pecah jika kau menginjaknya se-pelan itu. Biar aku yang melakukannya," Hei Lian tertawa kecil dan sangat bersemangat, dia baru akan menggantikan Chu Gu Xiang menginjak kepala pria tua itu saat rambut kuncir kudanya ditarik oleh Fu Tou.
"Fu Tou keledai bau! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku..!" Hei Lian memberontak, namun seketika diam saat Chu Gu Xiang berujar dingin.
"Lian'Er. Kau berisik."
!!
Hei Lian memperlihatkan wajah cemberutnya. Pipinya nampak menggelembung. Jika diperhatikan baik-baik, dia masih seperti remaja berusia setidaknya 15 Tahun. Namun perlu diketahui bahwa sudah banyak nyawa yang telah dia ambil.
Aakh!
Chu Gu Xiang menarik rambut kepala desa hingga membuat pria tua itu mengerang kesakitan. Dia pun mengusap pelan pipi yang telah agak berkeriput itu dengan penuh kelembutan.
"Lian'Er. Daripada kau berisik... Jauh lebih baik kau membantuku dengan anak kesayangan Tua Bangka ini yang sedang bersembunyi di bawah lantai rumahnya."
!!
"Ah! Jadi masih ada yang hidup," Hei Lian menepis tangan besar Fu Tou dan segera berlari ke salah satu rumah penduduk. Hanya dalam lima langkah----dia langsung melesat dan lalu terdengar bunyi ledakan besar.
Kepala Desa Embun itu berteriak dengan menyedihkan, "Nona..! Nona kumohon jangan bunuh anakku..! Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau... Tolong... Kumohon tolong lepaskan kami..! Biarkan kami hidup Nona-"
"Dan membuatmu dapat mencari bantuan?" Chu Gu Xiang memotong ucapan pria tua itu dan lalu mendengus, "Hmph. Jangan salah... Alasan kenapa kau masih hidup sekarang adalah karena aku ingin kau melihat desamu rata dengan tanah. Mungkin juga sangat bagus... Jika kau menyaksikan putramu mati tepat di depan matamu,"
Fu Tou tertawa, "Dia itu kepala desa yang buruk. Dia membuat warganya tewas, sementara anaknya sendiri justru disembunyikan. Bukankah lebih baik kita menguliti mereka hidup-hidup?"
Chu Gu Xiang bisa melihat keterkejutan, rasa takut dan mendengar isakan penuh permohonan. Bibirnya tertarik dan membentuk sebuah senyuman manis. Dia mendongakkan kepala pria tua itu hingga bertatapan langsung dengan matanya.
"Kepala Desa... Kau punya ekspresi wajah yang bagus. Terlihat hidup dan penuh keputus-asaan... Sayang sekali aku tidak punya belas kasihan padamu," Chu Gu Xiang melepaskan kasar cengkeraman tangannya dan lalu berjalan menuju tandu miliknya.
Dia sudah merasa puas dengan hal itu dan menyerahkan semuanya kepada Fu Tou dan Hei Lian. Kedua rekannya benar-benar memperlihatkan pertunjukan yang bagus dengan mempermainkan nyawa kepala desa serta anak pria tua itu sebelum membunuh mereka.
Kepala pria tua itu dipenggal dan lalu ditusuk pada sebatang tombak yang ditancapkan di tubuh putranya sendiri. Bendera merah dengan lambang teratai hitam berkibar pada batang tombak tersebut----terlihat sangat indah, namun juga amat mengerikan.
Jujur saja, sebenarnya ada pendekar dan kultivator yang dihadapi oleh rekan-rekan Chu Gu Xiang. Hanya saja kemampuan mereka masih belum cukup hingga harus meregang nyawa. Rasanya seakan tidak ada yang dapat melepaskan diri dari taring Sekte Lembah Iblis.
"......"
Chu Gu Xiang memperhatikan tulisan pada selembar kertas di tangannya saat tandu mulai bergerak. Kertas tersebut merupakan bagian dari Kitab Pembunuh Matahari yang sedang berusaha mereka kumpulkan.
Saat ini Sekte Lembah Iblis telah memiliki sembilan kertas dari isi kitab itu. Sayang, sebelum semua bagiannya lengkap----mereka tidak bisa mempelajarinya. Tiap-tiap lembaran yang telah dikumpulkan itu adalah halaman berbeda----bisa dikatakan tidak saling bersambung satu sama lain.
"Jiejie," Hei Lian melompat naik ke tandu yang membawa Chu Gu Xiang, "Jiejie. Apa kita akan pulang lebih dulu dan memberikan benda itu pada Tetua?"
"Lian'Er, kau tidak mendengarkan instruksi dari tetua? Kita akan langsung ke perbatasan Kekaisaran Langit Utara. Bukankah alam atas sudah dibuka..?" Chu Gu Xiang berujar tenang sambil terus memperhatikan kertas di tangannya. Dia pun sejenak menoleh ke arah rekannya, "Kau harusnya membersihkan dirimu sebelum naik kemari. Kau mengotori tanduku,"
"Aah... Jiejie, aku akan melakukannya. Akan kubersihkan nanti. Kau tenang saja,"
*
*
"Jadi hari ini alam itu dibuka?" Bocah Pengemis Gila sekarang berada di kediaman milik Grand Elder Sekte Pagoda Langit.
Dia tidak hanya bersama Ling Chu Zhen, tetapi juga Ling Dong Hun, Ling Jian Tou dan Ling Lang Tian. Mereka membahas mengenai masalah Kitab Pembunuh Matahari dan cukup membuat Bocah Pengemis Gila terkesan.
Semua ini bermula dari perang yang melibatkan Partai Pedang Tengkorak. Kekacauan itu berlangsung di dua kekaisaran yakni, Kekaisaran Langit Selatan dan Kekaisaran Langit Tengah.
Ling Chu Zhen, "... Seperti kataku. Salah satu mayat hidup yang dilawan para pendekar di Kekaisaran Langit Selatan membawa tiga bagian dari Kitab Pembunuh Matahari. Seorang kultivator mengenali tulisan tersebut yang mana berakhir dengan perkelahian untuk memperebutkannya,"
"Tsk, kenapa mereka serakah sekali? Itu hanya tiga lembar kertas, kau tahu. Sama sekali tidak berguna." Bocah Pengemis Gila mengerucutkan bibirnya, "Aku saja... Tidak pernah tertarik dengan semua itu,"
Ling Chu Zhen menghela napas, "Karenanya aku memintamu datang. Kau yang paling tahu soal ini. Karena kabar tentang kemunculan kitab itu, dunia dipenuhi ketegangan. Apalagi kudengar, lembaran dari kitab itu tersebar dan buruknya menjadi pusaka turun-temurun yang harusnya menjadi rahasia,"
Ling Lang Tian mengambil sesuatu dari dalam lengan bajunya, dia meletakkan benda tersebut di atas meja. "Aku juga mendapatkan ini saat bertarung dengan salah satu mayat hidup, periksalah."
?!
Bocah Pengemis Gila mengerutkan keningnya. Benda yang diperlihatkan Ling Lang Tian adalah dua lembar kertas usang yang sudah mempunyai bercak darah.
Dia pun mengulurkan tangan dan dengan malas melihat tulisan pada kertas tersebut. "Kertas ini dibuat sangat baik hingga tidak lapuk termakan usia, hebat."
Bocah Pengemis Gila mulai memperhatikan dengan seksama dan seketika tersentak, dia pun meletakkan kertas itu di atas meja.
"Bagaimana?" Ling Jian Tou sedikit tidak sabar.
"Menyebalkan. Kupikir aku akan lupa banyak hal setelah begitu banyak kehidupan telah berjalan, tapi ternyata sampai sekarang aku masih ingat jelas tulisan tua bangka itu. Aku yakin, ini memang tulisannya. Tidak ada kesalahan."
!!
Bukan berita yang baik sebenarnya jika Bocah Pengemis Gila menjawab demikian. Itu berarti lembaran-lembaran yang selama ini diperebutkan banyak pendekar adalah bagian dari isi Kitab Pembunuh Matahari.
Ling Chu Zhen, "Aku sebenarnya berharap isi dari kertas ini palsu dan kabar yang ada hanya taktik orang lain untuk membuat tanah ini gempar. Tapi ternyata..."
Ling Dong Hun menggeleng pelan, "Tetua. Sekarang memang sudah jelas kenapa Sekte Lembah Iblis menampakkan diri. Mereka sudah pasti mengincar isi kitab ini,"
"Haah... Itu berarti nyawaku juga akan dalam bahaya," Bocah Pengemis Gila berujar, dia memang sudah berulang kali memalsukan kematiannya. Tetapi untuk masalah dengan Sekte Lembah Iblis ini----bisa dikatakan dia dan mereka adalah musuh lama.
Ling Lang Tian menatap Bocah Pengemis Gila, nada suaranya dingin. "Kau yakin tidak pernah mempelajari isi dari kitab itu? Bukankah kau juga pendekar yang hebat?"
Bocah Pengemis Gila menggeleng, "Aku baru sangat terkenal saat keluar dari Perguruan. Lagipula hubunganku dengan Tua Bangka itu tidak pernah akur. Kami seperti... Tidak benar-benar terlihat bagai murid dan guru."
Ling Lang Tian mendengus, dia merasa bahwa masa lalu pria bertongkat bambu ini lebih suram daripada kelihatannya.
Hanya saja bila diperhatikan dengan baik, Bocah Pengemis Gila seperti tidak ingin mengungkit-ngungkit kehidupan masa lalunya.
Sebenarnya bukan tidak ingin, tetapi Bocah Pengemis Gila tidak pernah percaya pada siapa pun untuk menjadi pendengar dari kisahnya. Meski Ling Chu Zhen terlihat tua, tetapi tetap saja bagi Bocah Pengemis Gila----dia masih orang baru.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Ayahnya Putra Fajar
kitab pembunuh matahari terus nanti yg lebih bagus kitab pembunuh bintang 🌟 wkwkwkwkwkwk
2023-05-31
2
Heru Sugiarto
Lanjut
2023-05-13
0
Melanie Dewi
up
2023-04-17
1