Mereka berempat memperhatikan punggung Xiao Shuxiang yang semakin menjauh.
Ling Chu Zhen pun kembali buka suara dan kali ini mengarahkan pandangannya pada Bocah Pengemis Gila. "Apa kau bisa untuk tidak memakai riasan aneh itu di wajahmu? Kau terlihat seperti habis digampar senampan tepung."
Bocah Pengemis Gila. "Aiya ZhenZhen-ku, ini memang tepung. Tepung khusus yang membuat kulit wajah tetap halus, lembut dan terlindungi paparan sinar matahari. Kau yang tidak tahu soal kecantikan mana mungkin bisa memahaminya."
"Aku tidak peduli, tapi jangan memakai itu jika kau berada di sekte ini." Ling Chu Zhen tidak habis pikir bagaimana bisa Bocah Pengemis Gila pernah belajar di Sekte Pagoda Langit.
Kemungkinan dia dahulu telah dibutakan oleh betapa menyedihkannya penampilan pemuda ini hingga mengangkatnya menjadi murid. Walau pada akhirnya dia tahu bahwa sebenarnya Bocah Pengemis Gila merupakan sosok pendekar yang luar biasa.
Ling Chu Zhen mengembuskan napas pelan, "Biar kularang sekali pun, kau tetap tidak akan mendengarkanku. Haah.. Sudahlah, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu."
Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya, dia bersuara pelan. "Apa tentang Kitab Pembunuh Matahari..?"
"Kau tahu saja. Ayo ikut,"
Bocah Pengemis Gila mengikuti Ling Chu Zhen, Ling Dong Hun dan Ling Jian Tou. Dia berjalan tenang, tidak seperti Xiao Shuxiang yang saat ini merasa gugup karena berjalan hanya berdua dengan Kucing Putihnya.
"......."
"......."
Ling Qing Zhu tidak mengucapkan sepatah kata pun sejak tadi. Gadis berambut putih itu hanya berjalan tenang dengan pandangan yang selalu terarah ke depan. Dia membuat pemuda yang berjalan di sampingnya merasa gelisah di dalam hati.
"......."
"......."
Xiao Shuxiang berusaha menahan diri untuk tidak sampai mengumpati gadis berwajah papan datar yang berjalan di depannya ini.
Jangankan bertanya tentang kabar----ucapan sejenis 'Hai' saja tidak pernah dilontarkan Ling Qing Zhu padanya. Rasanya seakan Kucing Putihnya sama sekali tidak pernah merindukan dirinya.
"Haiih.. Selama tiga bulan aku hanya berkunjung empat kali dan dia selalu seperti ini..." Xiao Shuxiang mencoba untuk tetap tenang walau di pikirannya dia sudah mulai menghitung batas dari kesabarannya sendiri.
Koki Alkemis itu kemungkinan besar tidak menyadari bahwa langkahnya semakin lama kian sejajar dan akhirnya berjalan beriringan dengan Ling Qing Zhu. Bukan Xiao Shuxiang yang mempercepat langkahnya, tetapi Kucing Putihnya sendiri yang sengaja memperlambat langkah.
"......."
"......."
Meski terlihat tenang dengan tatapan mata yang dingin, namun sebenarnya jauh di dalam hati Ling Qing Zhu sedang teramat gugup. Dia sudah sangat gelisah ketika mendengar bahwa Xiao Shuxiang telah kembali.
Sejak awal menatap Wali Pelindungnya tadi----sebenarnya Ling Qing Zhu sudah menyapa dan bertanya kabar. Tapi Xiao Shuxiang mungkin tidak menyadari arti dari tatapan matanya itu.
Pemuda mempesona ini jelas berbeda dari Lan Guan Zhi. Xiao Shuxiang terlalu normal hingga tidak dapat berkomunikasi dengan seorang Ling Qing Zhu hanya lewat tatapan mata saja.
"Kucing Putih..." Xiao Shuxiang akhirnya buka suara karena hitungan dari kesabarannya sudah habis. "Kau yakin tidak mau bicara denganku? Aku ini baru saja kembali. Kau tidak mau menanyakan apa yang sudah kulakukan di Benua Utara?"
"Mn... Kau melakukan apa di Benua Utara?"
Xiao Shuxiang menepuk dahinya pelan. Kucing Putihnya memang bertanya, tetapi nada suara itu datar dan tidak ada rasanya sama sekali. Seakan-akan Ling Qing Zhu hanya mengulang apa yang dia katakan.
"Aiya... Sebenarnya kau ini gadis yang seperti apa..?" Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, "Apa kau tidak bisa bertanya sesuai yang kau pikirkan? Katakanlah sesuatu, mengerti?"
"Mn, tentu."
Xiao Shuxiang menunggu setelah ucapan singkat itu dan sama sekali tidak ada yang terlontar setelahnya.
Dia berkedip beberapa kali saat memperhatikan gadis bercadar tipis yang berjalan di sisinya ini. Ling Qing Zhu memang seperti kucing yang hidup di gunung es.
Xiao Shuxiang tidak tahan lagi, "Kau menyebalkan!"
Ling Qing Zhu berhenti melangkah, dia merasa tidak melakukan apa pun, tetapi kenapa pemuda ini mengatainya. "Mn?"
"Aku tidak suka padamu!" Xiao Shuxiang terlihat merajuk, pipinya bergelembung dan dia mulai melangkah pergi.
!
Hanya saja baru satu langkah, pemuda itu spontan merintih karena rambut panjangnya ditarik. Dia pun menoleh dan mendapati bahwa Kucing Putihnya-lah yang menarik sedikit dari rambutnya itu.
Postur tubuh Ling Qing Zhu masih sama, tetap tenang dan tak tergoyahkan. Dia menatap Wali Pelindungnya dan mulai bersuara, "Bagaimana rambutmu bisa... Bergelombang seperti ini?"
?!
Xiao Shuxiang berkedip, pipinya tidak lagi bergelembung. Dia tidak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu dari Kucing Putihnya. Nada suara yang dia dengar pun polos dan penuh rasa ingin tahu.
Segera dirinya mendekat hingga ujung sepatunya nyaris bersentuhan dengan ujung sepatu Ling Qing Zhu. Suara Xiao Shuxiang agar rendah, "Kau suka?"
Ling Qing Zhu sebenarnya terkejut dengan gerakan spontan pemuda ini. Namun rasa keterkejutan itu sama sekali tidak terlihat pada tatapan mata dan raut wajahnya. Dia seakan hanya mempunyai satu ekspresi wajah----ketenangan.
Ling Qing Zhu, "Mn, hanya penasaran."
"......." Xiao Shuxiang memperhatikan dengan seksama tatapan mata dan wajah yang tertutup cadar tipis milik Kucing Putihnya ini. Dia pun menggumamkan sesuatu sebelum berbalik kembali.
Keduanya berjalan beriringan lagi. Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan dagunya dan sesekali memutar-mutar seruling yang ada di tangannya, memainkannya sebelum mengarahkan perhatian pada Ling Qing Zhu.
Gadis berambut putih ini masih amat tenang, namun tangannya tidak berhenti menyentuh rambut Xiao Shuxiang dan beberapa kali menarik-nariknya.
"Mm.. Sepertinya aku perlu menghabiskan banyak waktu denganmu..." Xiao Shuxiang berujar, "... Apa kau bosan akhir-akhir ini?"
"Mn, tidak. Kau belum menjawab pertanyaanku."
"Ling Qing Qi dan teman-temannya yang melakukan ini. Apa kau mau rambutmu juga dibuat sama denganku?"
"Tidak,"
Jujur saja, sebenarnya Xiao Shuxiang menahan diri untuk tidak menepis tangan Ling Qing Zhu. Kucing Putihnya sudah sejak tadi memain-mainkan rambutnya dengan agak kasar dan itu sebenarnya cukup mengganggu.
Ling Qing Zhu baru berhenti dengan aktivitasnya setelah tiba di depan sebuah pintu kamar. Suaranya dingin ketika menyuruh Xiao Shuxiang beristirahat selagi dirinya sendiri pergi untuk memanggil pelayan dan dengan membawa beberapa makanan.
Melihat sikap Kucing Putihnya membuat Xiao Shuxiang menghela napas. Dia memperhatikan punggung Ling Qing Zhu yang makin menjauh dan akhirnya menggeleng. Entah cara apa lagi yang dapat dia gunakan dalam mengatasi gadis tipekal langka semacam itu.
"Haah... Rasa-rasanya kami seakan bukan suami-istri.." Xiao Shuxiang menggumam pelan dan mulai masuk ke dalam kamarnya. Dia pun duduk di depan sebuah meja kecil sambil memutar serulingnya di atas meja.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Heru Sugiarto
Lanjut
2023-05-11
1
Heru Sugiarto
Suami istri misah misah tidurnya?
2023-05-11
1
Melanie Dewi
up
2023-04-16
0