Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan lalu berujar malas, "Aku sudah mengatakannya tadi. Kitab Pembunuh Matahari itu diwariskan pada murid kesayangan guruku. Dia pendekar yang hebat, tetapi karena sifatnya yang penuh cinta kasih----warisan itu justru membawa kemalangan untuknya dan membuat dunia kacau. Tidak hanya melihat perguruanku musnah, aku juga diperlihatkan saat tua bangka dan saudara-saudaraku meregang nyawa."
Ling Jian Tou memperhatikan raut wajah Bocah Pengemis Gila. Pria di hadapannya seakan mengasihani kehidupan orang asing, tidak seperti merasa sedih dan kehilangan guru serta saudara terdekatnya.
Ling Chu Zhen pun dapat melihatnya. "Kau tidak berusaha membantu saat perguruanmu diserang? Kau di mana saat itu?"
"ZhenZhen-ku..." Bocah Pengemis Gila menatap Ling Chu Zhen dan lalu mengusap pelan dagunya, dia pun menggelengkan kepala. "Tidak tahu, aku tidak ingat. Tidak mau bicara lagi."
!!
"Kau!" Ling Dong Hun syok berat. Dia sudah sangat serius mendengarkan dan pria bertongkat bambu ini justru tidak mau melanjutkan ceritanya lagi.
Ling Chu Zhen, "Kau pasti masih mengingatnya. Kenapa tidak mau bicara? Ini hal yang sangat penting,"
"Kalian sudah banyak menanyaiku sejak tadi... Aku merasa seperti di sidang. Aku tidak mau, tidak mau lagi." Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya. Tingkahnya tiba-tiba saja berubah. Apalagi sekarang, dia mulai berdiri dan pergi begitu saja.
?!
Keempat anggota dari keluarga 'Ling' itu, termasuk Ling Chu Zhen sendiri sontak kaget dan sulit untuk berekspresi. Pria bertongkat bambu itu memang sudah tidak waras.
Ling Dong Hun, "Tetua? Bagaimana sekarang..? Aku merasa dia seperti masih menyembunyikan sesuatu,"
"Mn, tapi sekarang tidak masalah. Intinya kita tahu bahwa kertas yang dicari dan diperebutkan ini adalah asli. Sekarang yang harus dilakukan ialah mencegah Sekte Lembah Iblis mengumpulkan keseluruhan dari isi kitab itu," Ling Chu Zhen menoleh ke arah Ling Lang Tian, "Temui adikmu dan suruh dia bersiap. Aku dan Pamanmu akan mencari cara bagaimana memusnahkan benda ini. Tidak baik untuk terus menyimpan sesuatu yang dapat membawa bencana,"
"Ayah yakin ingin menghancurkannya?"
"Keluarga 'Ling' kita tidak perlu mengambil bagian untuk mencapai puncak. Kita dapat melakukannya dengan cara sendiri. Hal yang lebih penting tetap mengutamakan keselamatan orang lain..." Ling Chu Zhen memperhatikan kertas tua yang dipegangnya, "... Meskipun aku tidak yakin benda ini dapat dihancurkan begitu saja, tetapi ada baiknya kita mencari caranya."
Ling Jian Tou, "Aku juga akan membantu."
Ling Lang Tian mengangguk, namun kemudian kembali menatap Ling Chu Zhen. "Aku akan segera menemui Qing Zhu'Er, tetapi bagaimana dengan masalah Shuxiang? Apa Ayah tetap pada keputusan di rapat itu?"
"Masalah itu... Xiao'Er sendiri yang akan menentukannya. Aku hanya berharap dia benar-benar mau menyegel kekuatannya. Ini juga untuk kebaikan dirinya sendiri..."
"Tetua...! Tetua...!!"
!!
Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian dan yang lainnya tersentak ketika mendengar suara seruan. Mereka langsung menoleh ke asal suara tersebut dan menemukan tiga orang murid Sekte Pagoda Langit berlari dengan wajah yang pucat serta ketakutan.
Ling Jian Tou berdiri dan segera menghampiri saudara seperguruannya, "Ada apa dengan kalian?"
"Senior..! Tuan Muda Xiao... Tuan Muda Xiao. Dia... Dia benar-benar sudah gila! Kau harus menolong kami..!"
"Senior, tolong kami...! Aku tidak mau belajar di sekte ini lagi jika Tuan Muda Xiao masih ada."
"Senior..!"
!!
Ling Jian Tou sampai dibuat membeku karena ketiga saudaranya menangis terisak sambil memeluk pinggang dan pahanya. Dia tahu bahwa Xiao Shuxiang suka membuat ulah, tapi tidak disangka saudara seperguruannya akan setakut ini.
"Memang apa yang dilakukan Xiao'Er kali ini pada kalian?" Ling Chu Zhen bertanya ketika dia berada di samping murid-muridnya.
"Tetua..!!" salah seorang murid melepaskan pelukannya pada Ling Jian Tou dan lalu memeluk paha Grand Eldernya. Dia membuat Ling Chu Zhen tersentak.
"Tuan Muda Xiao... Dia.. Dia mematahkan tangan saudaraku dan merobeknya.. Aku benar-benar takut..!"
"Tetua, dia menarik urat tangan saudaraku dan memperlihatkannya pada kami. Aku..."
!!
Ketiga murid itu kembali menangis keras. Mereka sudah tidak kuat lagi. Dengan susah payah mereka dapat sampai kemari, bahkan saudara seperguruan mereka yang lain mengorbankan diri bertarung dengan Xiao Shuxiang hanya agar mereka bertiga dapat melarikan diri.
"Kami tidak mau lagi...! Tuan Muda Xiao sangat kejam... Dia tidak berperasaan..!" mata murid perempuan itu membengkak dan merah karena terus menangis. Dia seakan tidak peduli pada kecantikannya, termasuk air hidungnya yang mengotori pakaian Ling Chu Zhen.
"Tetua..! Kami lebih baik mati daripada disiksa oleh Tuan Muda Xiao. Lebih baik dihukum cambuk daripada bertemu dengannya..! Dia... Dia benar-benar jahat."
Ling Chu Zhen, "Tenanglah... Tenangkan diri kalian. Aku akan segera mengatasi hal ini. Tou'Er... Kau jaga dan rawat mereka,"
"Baik," Ling Jian Tou mengangguk mengerti. Dia pun memperhatikan saat Ling Chu Zhen mulai melesat pergi.
Ling Lang Tian menggeleng dan terlihat berwajah semakin dingin. Suami dari adiknya itu selalu saja berbuat keributan, sangat liar dan susah diatur. Dia jadi menyesal telah merestui pernikahan mereka.
"Paman Dong Hun, aku akan pergi menemui Qing Zhu'Er. Tolong kau jaga mereka," Ling Lang Tian menyatukan kedua tangannya dan memberi hormat, dia pun pergi meninggalkan Ling Jian Tou yang nampak mengembuskan napas pelan.
Ling Dong Hun menggelengkan kepalanya pelan, "Haah.. Masalah dengan Sekte Lembah Iblis dan Kitab Pembunuh Matahari belum selesai... Sekarang Xiao'Er membuat ulah lagi. Apa dia akan mati jika tidak membuat onar selama sehari?! Haah.."
*.......*
Aaakh..!!
Jeritan memekikkan itu terdengar sangat jauh. Berada di kedalaman hutan bambu buatan Sekte Pagoda Langit. Tempat yang saat ini sudah penuh dengan bercak darah dan murid-murid yang terbaring lemas.
"Aaah.. Jangan..!"
"Aku tidak memperkosamu. Kenapa teriakanmu seperti mendesah begitu?" Xiao Shuxiang mematahkan satu jari lagi dan membuat murid perempuan Sekte Pagoda Langit itu menjerit kembali.
"Aakh! Tu-Tuan Muda Xiao... Ke-kenapa kau melakukan ini..?" murid itu berusaha bicara, suaranya sudah serak dan nyaris menghilang karena lama berteriak.
Mendengar pertanyaan itu membuat Xiao Shuxiang mematahkan satu jari lagi dan lalu tersenyum ramah, "Mm.. Karena sekarang masih siang. Dan aku bosan di kamarku. Seseorang bukankah harus mencari hobi?"
"Aakh! Tolong... Lepaskan aku..! Hobimu mematahkan jari orang lain sangat buruk..! Aaakh..!"
"Aku akan menyembuhkannya lagi, jadi kau tenang saja.." Xiao Shuxiang tersenyum lebar, matanya nampak berbinar. "... Lagi pula pil penyembuh yang kubuat itu sangat banyak dan aku tidak tahu harus melakukan apa dengan mereka. Aku jelas tidak mau menjualnya, itu akan sangat membosankan."
"Ka-Kau sudah tidak waras..!!"
"Ha ha ha, dianggap tidak waras tapi masih sangat tampan... Xiao Shuxiang ini akan menerimanya. Bagaimana? Ayo lanjutkan ke tahap pencabutan tulang."
"Tidak!! To-tolong... Kumohon lepaskan aku..!"
"Aiya, aku sedang mengajarimu dan kalian semua cara bertahan hidup. Suatu hari nanti kalian akan sangat berterima kasih pada Xiao Shuxiang ini,"
"Seringaianmu justru mengartikan yang lain..!!" salah seorang murid berseru walau suaranya serak. Dia terengah-engah dan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri, tetapi tidak bisa.
"Tidak ada pengajaran segila ini..!" murid lainnya juga ikut berseru. Dia masih memegang lutut kanannya yang sebelumnya benar-benar diinjak hingga remuk oleh Xiao Shuxiang.
"Kau Iblis Kejam dan Jahat...!"
"Tapi aku tetap tampan dan mempesona, bukan?"
!!
Melihat para murid Sekte Pagoda Langit terkejut dan meneriakinya membuat Xiao Shuxiang senang. Di tertawa dan dengan gembira melanjutkan hobi ekstrimnya yang membuat orang lain menderita.
Xiao Shuxiang menyukai perasaan ini. Meski tidak sampai meremas organ dalam para murid atau membunuh mereka semua----tetapi bisa mendengar jerit memilukan dan melihat darah segar mengucur keluar karenanya sudah membuat dirinya tenang.
"Aaakh..!"
"Anggap saja ini hadiah pertemuanku untuk kalian semua." bibir Xiao Shuxiang membentuk senyuman yang tipis. Dia terlihat sangat luar biasa mempesona. Sayang tidak demikian dengan tindakan gilanya itu.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Ayahnya Putra Fajar
hobbynya masih sama wkwkwkwkwk
2023-05-31
2
Heru Sugiarto
Emang aneh sih 🤔
2023-05-13
1
Melanie Dewi
kurang kerjaan
2023-04-17
2