Para murid itu menatap Ling Chu Zhen dan Xiao Shuxiang secara bergantian. Salah satu di antara mereka mulai berlutut dan memberi hormat dengan bersujud sebanyak tiga kali.
"Terima kasih, Tetua. Senior Xiao..! Jika tidak diberi penjelasan oleh Tetua, murid ini tidak akan mengerti niat baik Senior Xiao..!"
"Terima kasih, Tetua..! Terima kasih Senior Xiao..!"
Ling Chu Zhen memperhatikan murid-muridnya yang berlutut dan memberi hormat. Dia mengangguk pelan sebelum akhirnya kembali berbicara.
"Aku sebelumnya terlihat tidak peduli dengan masalah yang ditimbulkan Xiao'Er pada kalian, termasuk tidak mengambil tindakan atas ulahnya agar kalian semua bisa berkembang dan mempelajari sesuatu. Namun seperti sebelumnya, tindakan Xiao'Er ini terlalu kelewatan. Hanya saja jika kalian ingin tahu... Beginilah cara dia mendidik para saudara seperguruannya di Sekte Kupu-Kupu. Bahkan apa yang dia lakukan pada kalian termasuk tindakan paling lembut. Percaya padaku, para murid sekte itu yang usianya bahkan di bawah 14 Tahun dan jauh lebih muda dari kalian semua telah kebal mengalami hal semacam ini, termasuk yang terburuk sekali pun..."
Xiao Shuxiang melihat bagaimana Ling Chu Zhen berbicara kepada murid-murid Sekte Pagoda Langit. Dia yakin tidak pernah menceritakan apa pun tentang ulahnya di Sekte Kupu-Kupu. Dia jadi berpikir siapa yang sudah ditemui oleh Ling Chu Zhen. Hanya saja, dia tidak memikirkannya terlalu dalam.
Mungkin saja, Yi Wen, Hou Yong atau Jing Mi yang sudah memberi tahu ayah dari Kucing Putihnya tersebut. Bisa juga teman baiknya, Lan Guan Zhi atau justru kakeknya, Yang Shu.
"......."
Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun, bahkan sampai Ling Chu Zhen meminta semua murid yang ada di sekitarnya untuk kembali ke tempat masing-masing, membersihkan diri dan melanjutkan kelas serta latihan yang tertunda.
"Ayah Mertua..." Xiao Shuxiang baru bicara setelah hanya tersisa dirinya dan Ling Chu Zhen di dalam hutan bambu ini, "Kenapa kau mengatakannya pada mereka? Itu terlihat seperti aku telah berbuat hal yang baik."
"Mn? Kau tidak menyukainya?"
"Tentu saja. Sekarang jadi tidak menarik lagi untuk bermain-main dengan para muridmu,"
Ling Chu Zhen tersenyum samar saat melihat Xiao Shuxiang cemberut.
Dia pun menepuk pelan punggung pemuda itu dan mengajaknya berjalan bersama. "Aku tahu kau menyukai perhatian. Tapi caramu ini terlalu menghebohkan. Apa tidak bisa jika yang wajar saja? Kau dapat mengajari mereka cara berlatih pedang, membagi ilmu alkemis-mu atau hal baik lainnya. Tapi kau ini... Hah.. Aku sampai tidak bisa berkata-kata."
Mendengar Ling Chu Zhen bicara demikian membuat Xiao Shuxiang tersenyum, dia nyaris menepuk lengan pria tua di sampingnya ini dan tertawa. "Ayah, aku suka bersenang-senang. Tapi tidak ingin mencari murid. Baik teknik berpedang maupun kemampuan alkemisku... Tidak sembarangan orang dapat mempelajarinya."
"Aku hanya memberimu permisalan dan tentu tidak akan kularang jika kau mau melakukannya. Di samping itu, aku belum menanyakan kabar kakekmu,"
"Kakek baik-baik saja. Dia ternyata sangat cocok dengan posisinya sebagai 'Kaisar' daripada Tetua Sekte Kupu-Kupu. Dia begitu dicintai rakyatnya, aku bisa membicarakan tentangnya seharian penuh jika Ayah menginginkan,"
"Lalu bagaimana denganmu? Bukankah sebelumnya tetua Yang ingin kau menggantikannya menjadi Kaisar?"
Xiao Shuxiang menatap Ling Chu Zhen sejenak sebelum kembali berjalan. Dia pun menggeleng pelan, "Ayah sudah lihat bukan apa yang kulakukan di sekte ini? Bayangkan jika aku menggantikan kakek menjadi Kaisar, apa mungkin Benua Utara akan baik-baik saja?"
!!
"Kalau begitu tidak perlu. Berbahaya jika sampai itu terjadi."
"Ha ha ha, yaah... Ayah Mertua sangat bijaksana." Xiao Shuxiang menyukai ini, berbicara dengan Ling Chu Zhen cukup menyenangkan. "Lagipula jika aku menjadi Kaisar, waktuku dengan Kucing Putih akan semakin sedikit. Bagaimana aku bisa memenuhi permintaan Bing'Er yang ingin menjadi seorang 'Bibi Kecil'."
?!
Ling Chu Zhen berkedip, "Bing'Er? Apa yang dia katakan?"
"Mm... Entah siapa yang mengajarinya, tapi BingBing itu meminta bayi padaku. Dia ingin dipanggil 'Bibi Kecil'. Hanya saja, mendengar ini membuat Kucing Putih terus menghindariku. Sikapnya bahkan semakin dingin. Ya ampun... Aku tidak tahu di mana letak kesalahanku."
"Ah..." Ling Chu Zhen membayangkannya. Dia tahu bahwa putrinya pasti sangat malu saat itu. "... Sekarang sepertinya aku mengerti alasan kenapa Qing Zhu'Er selalu menyibukkan diri mengambil banyak misi,"
"Mn? Kenapa..?" Xiao Shuxiang berkedip, terlihat penasaran. Sayangnya Ling Chu Zhen hanya menatapnya dan mengusap punggungnya pelan.
"Xiao'Er... Sepertinya kau harus berusaha lebih keras. Meski kalian sudah menikah, tapi Qing Zhu'Er tidak semudah itu kau dapatkan. Aku yang merupakan ayahnya sendiri bahkan akan sangat beruntung jika dia mau memegang tanganku."
"Tapi aku sering memegang tangan ayahku, termasuk memeluknya. Kenapa Kucing Putih tidak melakukannya? Kalian jangan-jangan..."
"Apa yang kau pikirkan? Aku adalah ayah kandungnya, tapi putriku memang orang seperti itu. Hal yang kita anggap biasa-biasa saja dan sangat wajar... Dia akan menganggap itu hal yang memalukan. Kau dapat bayangkan bagaimana reaksinya,"
!
Xiao Shuxiang menghelas napas, dia menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal. "Aku memang harus berusaha keras, haiih... Apa punya saran?"
"Maaf, aku bukan orang yang romantis. Tanyakan pada teman-temanmu,"
"Mereka juga tidak punya banyak pengalaman tentang itu. Berbeda jika yang kutanyakan adalah tentang teknik berpedang dan kabar pembantaian terkenal,"
"Haah... Dunia kultivator memang suram akan cinta. Jika bukan karena aturan kuno klan-ku, mungkin sampai sekarang aku masih membujang. Entah ini patut disyukuri atau tidak.."
Xiao Shuxiang bisa melihat Ling Chu Zhen menghela napas, dia pun ikut melakukannya. "Yaah... Ayah benar. Jujur saja, sebenarnya tipe gadis yang kusukai itu berusia paling tidak lima ribu tahun dan memiliki nama yang bagus. Semakin tua usianya, makin baik."
!!
Ling Chu Zhen hampir tersandung kakinya sendiri ketika mendengar ucapan dari menantunya. Dia menatap Xiao Shuxiang dengan rasa tidak percaya. Gadis yang berusia se-tua itu tidak mungkin ada. Beda halnya bila gadis tersebut berasal dari kaum Demonic Beast.
"Jadi kau sebenarnya tidak menyukai putriku?"
"Aku suka. Qing Zhu'Er nama yang bagus."
Ling Chu Zhen berkedip, "Shuxiang? Kau menyukai putriku karena namanya bagus? Apa kau tidak tertarik pada wajahnya?"
"Mn? Kucing Putih cukup cantik. Tapi jika dibandingkan dengan Ibuku-"
"Putriku itu tidak bisa dibandingkan oleh siapa pun!" Ling Chu Zhen memotong ucapan Xiao Shuxiang, dia terlihat kesal.
"Kau ini Anak Nakal. Lihat baik-baik istrimu mulai sekarang. Perhatikan dia di terang matahari dan di bawah cahaya bulan. Lihat sekitarmu jika dia berjalan. Kau tidak hanya akan melihat orang-orang terpukau, bahkan burung yang terbang pun akan terjatuh karena terpesona olehnya. Aku tidak percaya... Hah.. Kau selama ini sudah banyak menghabiskan waktu, bahkan sampai satu ranjang dengannya tapi belum menyadari ini?! Benar-benar tidak bisa dipercaya,"
"......."
Xiao Shuxiang tertegun, reaksi Ling Chu Zhen agak berlebihan. Dia bahkan masih mendengar gumaman penuh keluhan dari ayah mertuanya ini.
Tua Bangka itu sepertinya tidak tahu bahwa menantunya telah banyak melihat makhluk cantik dari kalangan Elf dan Siren hingga merasa akrab dan biasa-biasa saja ketika bersama dengan Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang, "Ayah Mertua..."
"Putriku yang malang.." Ling Chu Zhen menengadah sejenak sebelum kembali mengembuskan napas.
Dia pun berjalan bersama Xiao Shuxiang untuk waktu yang lama. Kini pembicaraan mereka mengarah pada masalah yang lebih serius.
Ling Chu Zhen membahas tentang kesediaaan Xiao Shuxiang untuk melakukan segel terhadap kekuatannya.
Dia sebelumnya meminta maaf sebab tidak bisa memikirkan solusi yang lebih baik. "... Kau pasti tahu sekte ini sudah banyak kedatangan tamu. Mereka adalah tetua dari berbagai sekte yang meminta agar kekuatanmu disegel. Aku bisa melihat mereka tidak bisa tenang karenanya,"
"......."
Melihat bahwa Xiao Shuxiang diam membuatnya Ling Chu Zhen mengulurkan tangan dan mengusap pelan punggung pemuda itu. "Aku tidak ingin memberatkanmu. Lagipula kita masih menghadapi insiden terkait Kitab Pembunuh Matahari dan Sekte Lembah Iblis. Kekuatanmu tentu saja dibutuhkan. Jika kau tidak mau menggunakannya menolong orang lain, setidaknya kau dapat memakainya untuk melindungi dirimu sendiri."
Xiao Shuxiang seketika berhenti berjalan, raut wajah dan suaranya berubah serius. "Kenapa Ayah mengatakan hal semacam itu? Apa kau percaya bahwa aku tidak akan menyelamatkan orang lain?"
"Di sekteku mempunyai ajaran untuk selalu mendahulukan kepentingan orang awam, kemudian baru diri sendiri. Meski aturan di tempat ini ketat, namun bukan berarti aku akan memaksamu menaati semuanya. Kau mempunyai hak memilih, Xiao'Er. Kau punya hak untuk membuat keputusan. Kau melakukan hal baik atau buruk... Itu terserah padamu."
"Kau ini harusnya membujukku untuk banyak melakukan kebaikan..." Xiao Shuxiang tersenyum, "... Tapi aku suka. Tidak ada pengekangan. Bagus, luar biasa. Lakukanlah. Aku bersedia kekuatanku disegel jika dengan cara itu bisa menenangkan hati para tetua dari berbagai sekte. Kapan kita akan melakukannya?"
"Kau tidak ingin memikirkannya lagi?"
"Hmph, Kucing Putih juga memintaku memikirkannya baik-baik. Aku merasa seperti disayangi..."
Xiao Shuxiang menepuk lembut punggung Ling Chu Zhen dan tersenyum tulus, "Ini adalah keputusanku dan juga pilihanku. Ayah tidak perlu merasa berat hati. Ayo kita lakukan... Penyegelan itu."
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
kang baca
rakyat benua Utara akan migrasi ke benua tengah semua 🤣🤣🤣
2024-08-15
1
Ayahnya Putra Fajar
ini yg penting merasa disayangi
2023-05-31
1
Heru Sugiarto
Lanjut 👍
2023-05-13
0