Ling Chu Zhen melesat cepat dengan mata yang penuh rasa khawatir kepada murid-muridnya.
Dia sebenarnya yakin bahwa Xiao Shuxiang pasti tidak akan membunuh seorang pun dari muridnya, tetapi ini bukan berarti tidak ada yang perlu dirinya khawatirkan.
Kaki Ling Chu Zhen menapak ringan pada helaian daun dan kembali melesat. Dia telah berada di rimbunan pohon bambu dan di atas sini----dia bisa mendengar jeritan pilu murid-muridnya.
"Ini adalah pelatihan untuk menguatkan jiwa kalian, jadi tahanlah. Murid Sekte Kupu-Kupu milikku saja sangat pemberani. Mereka bahkan senang jika aku melakukan ini kepada mereka semua. Harusnya kalian bangga dan bersyukur karena Xiao Shuxiang ini sangat peduli,"
Aakh..!
Benar-benar tidak ada yang bisa melawan Xiao Shuxiang. Beberapa murid sebenarnya sudah mengerahkan segala kemampuan untuk bertarung dengan Koki Alkemis itu, namun yang terjadi justru sebelum pedang mereka menyentuh lengan bajunya----tubuh mereka seketika menjadi kaku.
Xiao Shuxiang hanya memiliki Aura Pendekar dan jujur saja dia tidak perlu menggerakkan jari bila ingin membunuh musuh. Aura Pendekar koki Alkemis itu sudah sangat kuat, bahkan rasanya tidak mampu untuk diukur.
Para murid tidak ingin memikirkan ini, apalagi sampai membayangkannya. Tetapi jika ingin dibicarakan tentang seberapa kuat Aura Pendekar Xiao Shuxiang----maka kemungkinan besar Grand Elder mereka, yakni Ling Chu Zhen pun tidak akan sanggup mengatasinya.
"Xiao'Er..! Apa pun yang kau lakukan, segeralah berhenti..!"
Xiao Shuxiang mendengar suara seruan dan mulai menengadah. Dia melihat Ling Chu Zhen menapakkan kakinya di tanah dan segera menghampirinya.
"Ayah Mertua?" nada suara dan ekspresi wajah Xiao Shuxiang sama seperti biasa, seakan-akan apa yang dirinya lakukan itu bukan sebuah kesalahan.
"Ya Tuhan, Xiao'Er... Kenapa kau lakukan ini?! Lepaskan, ayo lepaskan mereka." Ling Chu Zhen menarik tangan Xiao Shuxiang yang penuh dengan darah murid-muridnya.
"Tetua..!!"
Isakan para murid seketika menyebar. Mereka berkumpul di belakang Ling Chu Zhen dan seperti meminta perlindungan darinya.
Bagi mereka, mengalahkan Xiao Shuxiang sangat mustahil. Koki alkemis itu memang tidak membunuh siapa pun, tetapi rasa sakit yang mereka terima sudah melebihi kematian bagaimanapun orang melihatnya.
Xiao Shuxiang tersentak ketika kedua tangannya dipegang oleh Ling Chu Zhen. Dia sempat berpikir akan dimarahi oleh Tua Bangka ini, tetapi yang terlihat justru Ling Chu Zhen sangat perhatian bahkan mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkan darah pada kedua tangannya.
!!
"A-Ayah Mertua..."
"Kau selalu membuat masalah. Aku pernah mengatakan kau bisa mengajari mereka apa pun, tapi jangan buat mereka takut padamu." Ling Chu Zheng menghela napas, dia mengusap pelan kepala Xiao Shuxiang hingga membuat koki alkemis itu berkedip tak percaya.
"Ayah Mertua, kau... Tidak marah?"
"Apa kau ingin aku memarahimu?"
!!
Xiao Shuxiang berkedip kembali. Melihat Ling Chu Zhen membuatnya teringat pada paman angkatnya, Tetua Sekte Pedang Tengkorak----Lai Kuan Ye.
Meski dia sudah teramat sering membuat masalah dan merusak bangunan sekte itu hanya untuk melampiaskan kekesalan, namun pamannya tidak pernah marah.
"Mereka ini... Manusia yang aneh." Xiao Shuxiang mendengus pelan dan lalu tersenyum, dia pun menatap Ling Chu Zhen dan kemudian berkata. "Aku terlalu bersemangat hingga sedikit kelewatan. Ayah Mertua, kau jangan marah. Aku tahu, aku salah. Lain kali.. Aku tidak akan membuat mereka berdarah lagi,"
!!
Para murid Sekte Pedang Langit yang mendengarnya nampak terkejut. Napas mereka seperti tercekat, wajah mereka masih sangat pucat dan saat ini benar-benar tidak lega mendengar ucapan barusan.
"Kau masih ingin menyiksa kami?!"
"Tetua..! Tuan Muda Xiao sudah kelewatan. Kami tidak mau diperlakukan seperti ini lagi..!"
Murid-murid itu menangis. Ling Chu Zhen berusaha menenangkan mereka semua, tetapi tetap menaruh perhatian pada Xiao Shuxiang. Alasan mengapa dirinya tidak bisa marah atau pun menghukum koki alkemis ini adalah karena permintaan langsung dari Xiao WeiWei, Zhou Yan, Hu Li dan Lan Guan Zhi.
Keempat orang itu sudah berpesan agar dia harus dapat mengendalikan hati dan berusaha memahami Xiao Shuxiang.
Dia mendengar dari keempat orang itu bahwa menantunya mempunyai sifat suka bertindak seenaknya dan memiliki penyakit haus darah. Yang satu ini jelas adalah hal paling menakutkan.
"... Alasan kenapa Tuan Mudaku dahulu membenci manusia adalah karena tidak seorang pun dari mereka yang mau menerimanya. Sampai sekarang pun, Tuanku masih membenci manusia..."
Ling Chu Zhen teringat pada ucapan Hu Li. Pemuda berambut putih dan berwajah manis itu datang ke kamarnya untuk meminta bantuan sekaligus membuatnya berjanji.
"... Lingkungan Aliran Hitam sangat keras dan penuh darah. Sangat sulit untuk membiasakan diri hidup di lingkungan yang berbanding terbalik, apalagi Tuan Muda Xiao-ku sudah lama hidup dengan banyak kebiasaan buruk dan tidak manusiawi. Tekad Tuanku yang ingin berubah tergantung dari seberapa besar kepercayaan manusia terhadapnya. Jadi, Tetua Ling... Aku meminta bantuanmu untuk menolong Tuan Mudaku. Jangan karena sifat dan kebiasaan buruknya, hingga Anda melihatnya sebagai musuh."
"Putraku perlu bimbingan..."
Ling Chu Zhen mendengar suara Xiao WeiWei dan bayangan wanita cantik itu di kepalanya saat dia membersihkan darah pada tangan Xiao Shuxiang kembali.
"... Xiao'Er adalah anak yang kasar dan dingin sejak kecil. Dia sering melukai kakaknya, Lu'Er dan bahkan pernah melempar batu ke arahku. Awalnya kupikir itu hal normal bagi anak-anak karena sulit mengontrol emosi, tapi ternyata bukan. Xiao'Er memang sangat berbeda,"
Ling Chu Zhen masih ingat dengan jelas bagaimana raut wajah Xiao WeiWei. Dia jujur sangat terkesan pada pribadi wanita itu yang tegar dan penuh aura kebajikan. Wajah cantik, lembut dan mempunyai mata indah yang mengandung ketegasan.
"... Aku baru mengetahui bahwa ternyata Xiao'Er yang tumbuh dewasa merupakan reinkarnasi 'Sang Bintang Penghancur'. Xiao'Er pernah mengatakan putraku yang sebenarnya sudah meninggal saat berusia 7 Tahun. Namun entah kenapa aku justru tidak merasa kehilangan. Aku bahkan lebih takut pada putra asliku daripada Xiao'Er. Meski terkenal sebagai 'Sang Bintang Penghancur' dan ditakuti banyak orang di masa lalu... Xiao'Er justru terlihat seperti anak yang baik bagiku. Rasanya seakan... Dunia sebenarnya telah salah menilainya."
Ling Chu Zhen mengembuskan napas kala membayangkan air mata jatuh pada wajah cantik Xiao WeiWei.
Dia memperhatikan wajah pemuda di hadapannya dengan seksama dan mengulurkan tangan untuk menepuk pelan pundaknya.
"Ayah Mertua?" Xiao Shuxiang keheranan, dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi pada ayah dari Kucing Putihnya ini. Dia pun tersenyum canggung dan menebak-nebak apa Ling Chu Zhen benar-benar tidak marah padanya.
"Jadilah anak yang baik.."
!!
Xiao Shuxiang tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Ini pertama kalinya dia melihat ekspresi selain wajah kaku, datar dan dingin dari seorang Ling Chu Zhen. Ini sangat langka untuk orang yang berasal dari keluarga 'Ling'.
"Tua Bangka ini tidak minum racun, kan? Atau apa dia sedang mabuk? Kepalanya tersambar petir hingga hangus tidak bersisa?" Xiao Shuxiang berkedip membayangkan semua kemungkinan yang terjadi.
Dia mengulurkan tangan dan meraih tangan Ling Chu Zhen sebelum dengan perlahan melepaskannya.
Suara Xiao Shuxiang kini agak gugup, "Ayah Mertua? Ada apa denganmu? Kau marahi aku saja. Sikapmu yang lembut dan baik ini membuatku takut,"
Ling Chu Zhen tersentak dan kemudian berdeham. Dia pun bersikap seperti biasa dan mulai memperhatikan murid-murid kesayangannya yang malang.
Dirinya pun mengembuskan napas dan mulai berbicara. "Kalian pasti sangat menderita.."
"Tetua, kami jelas sangat menderita..!" salah seorang murid masih setia terisak.
Dia menyayangi Ling Chu Zhen dan Xiao Shuxiang, tetapi Koki Alkemis itu sangat tidak berbelas kasih padanya.
Ling Chu Zhen berkata, "Apa yang dilakukan Xiao'Er ini semata-mata untuk mengajari kalian. Rasa sakit memperkuat jiwa dan menyadarkan akan pentingnya menjadi kuat. Hanya jika kalian kuatlah----maka penindasan semacam ini tidak akan terjadi."
!!
Para murid Sekte Pagoda Langit itu terkejut. Mereka diam dan menatap tidak percaya ke arah Ling Chu Zhen. Suara Tetua mereka begitu tegas dan penuh wibawa. Tidak ada seorang pun yang mengalihkan perhatian darinya.
"Cara Xiao'Er keras, kejam dan menurut aturan sekte ini... Caranya salah. Hanya saja, dibanding semua teori yang kalian dapatkan----Xiao'Er justru langsung membuat kalian bisa merasakannya..." Ling Chu Zhen mengedarkan pandangan dan memperhatikan setiap wajah murid-muridnya.
"... Perasaan menjadi lemah dan tidak berdaya di hadapan kekuatan besar. Perasaan yang memunculkan kebencian. Perasaan untuk membalas rasa sakit yang kalian alami dan perasaan untuk menjadi lebih kuat lagi. Xiao'Er membuat kalian mengalami perasaan semacam itu... Inilah cara dia mendidik kalian untuk menjadi kuat."
!!
Ucapan Ling Chu Zhen tentang perasaan itu sangat benar. Beberapa murid Sekte Pedang Langit merasakannya.
Mereka membenci Xiao Shuxiang. Mereka ingin membalas Koki Alkemis itu dan membuat Xiao Shuxiang merasakan sakit yang sama. Tetapi rupanya... Memang inilah tujuannya.
Jika mereka takut, maka mereka hanya akan terus ditindas. Satu-satunya cara mengubah keadaan adalah mengingat rasa takut itu dan menjadikannya pendorong untuk semakin kuat.
"Tetua..."
"Tuan Muda Xiao..."
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Ayahnya Putra Fajar
hanya menjadi kuatlah kalian tidak akan ditindas
2023-05-31
2
Heru Sugiarto
Lanjut 👍👍
2023-05-13
0
Melanie Dewi
lanjut
2023-04-17
1