PERHATIAN !
CHAPTER INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK PANTAS DITIRU. SELALU BIJAKLAH DALAM MEMBACA.
*
*
*
Pandangan mereka semua mengarah pada satu titik dan akhirnya mengetahui bahwa sesuatu yang jatuh itu adalah manusia. Seketika seluruh pelanggan termasuk para pelayan di kedai ini terkejut dan menjadi heboh.
"Apa.. Apa yang terjadi?!"
"Dia Mati..!!"
Seorang pria berpakaian hitam dengan rompi putih berseru ketika memeriksa tubuh pria yang jatuh itu. Dia kemudian mengarahkan pandangan ke lantai atas dan tersentak saat melihat banyak kupu-kupu bersayap merah yang hinggap pada langkan dan bagian atas pilar.
!!
Dia kembali tersentak saat merasakan ada sesuatu yang bergerak dari kulit leher pria yang dia sentuh. Tiga orang rekan yang bersamanya melihat kulit putih pucat itu mulai robek seperti ada sesuatu dari dalam tubuhnya yang hendak keluar.
!!
Kejadian mengerikan terjadi. Yang keluar dari kulit pria itu adalah kupu-kupu bersayap merah yang sama seperti di atas sana. Hanya saja sayap serangga tersebut masih basah dan perlahan mulai meneteskan cairan merah segar. Semua yang melihatnya tahu bahwa itu adalah darah.
"Ekspresi wajah yang bagus.." gumaman pelan dari pelayan muda itu didengar oleh beberapa pelanggan di sekitarnya.
Tangan yang memegang sekendi arak nampak bergetar, matanya berbinar ketika kembali berujar. "Ekspresi wajah yang sudah lama ingin kulihat.. Ekspresi yang sangat menggairahkan,"
"MENJAUH DARI SANA..!!"
Teriakan seorang pelanggan wanita yang rupanya adalah kultivator sudah terlambat. Jentikan jari dari pelayan muda itu seperti sambaran petir yang keras dan disertai dengan angin kencang.
!!
Setiap jendela dan pintu di kedai itu tertutup rapat tanpa seorang pun yang menyentuhnya. Suasana benar-benar menjadi seperti ledakan gunung berapi.
Banyak kepala dari kalangan manusia biasa yang meledak dan mengagetkan siapa pun yang menyaksikannya. Sebagian bahkan terjatuh dan mencengkeram kuat dada mereka.
!!
Para pendekar dan kultivator yang terperangkap dalam kedai ini bahkan terlambat bereaksi. Kejutan terlalu banyak hingga mereka seakan sulit menerima semuanya.
Ada tiga orang pendekar yang memiliki respon sedikit lebih baik. Mereka menarik pedangnya, namun sayang---sebelum sempat pedang tersebut dihunuskan, tiba-tiba saja pandangan mereka menggelap.
Tubuh tiga orang langsung ambruk tanpa tahu bagaimana hal itu dapat terjadi. Tatapan mereka semua lantas tertuju pada Sang Pelayan yang kini telah memperlihatkan seringai jahatnya.
"Siapa.. Siapa kau sebenarnya?!" Salah seorang pelanggan menunjuk geram ke arah pelayan yang sebelumnya bersikap ramah padanya. Namun dengan cepat dia merasakan sebuah tangan seperti telah menembus dadanya.
!!
Pemuda itu terkejut, matanya melotot tajam dan bertemu pandang dengan binar mata penuh niatan membunuh yang sebelumnya tersembunyi begitu sempurna. Dirinya baru akan bicara saat jantungnya seperti dicengkeram kuat dan berusaha ditarik keluar.
"Mn? Siapa?" suara yang begitu rendah, "Kau bertanya siapa? Tapi aku juga ingin menanyakan sesuatu? Kenapa kalian selalu menyebut Wali Pelindung nona Ling sebagai monster? Apa kalian tidak tahu namanya?"
Pelayan itu berhasil mengeluarkan sebuah gumpalan daging dari tubuh salah seorang pemuda. Dia mendengar banyak teriakan dan suara penuh kutukan. Hanya saja setiap pendekar yang berani mendekat---jika tubuhnya tidak menjadi kaku, maka kepalanya akan meledak.
!!
"Tidak mungkin?! Kenapa.. Kenapa tubuhku sulit digerakkan?! Sialan!"
"Ukh! Bagaimana ini bisa terjadi?!"
"Sialan! Sebenarnya apa yang kau inginkan?! Siapa kau?!"
Pelayan yang memiliki wajah tampan dan mempesona itu tidak mengatakan apa pun. Dia hanya memperlihatkan senyum seringai dan kemudian tertawa. Dirinya pun berjalan dengan tenang ke lantai dua sambil melewati beberapa orang dan sesekali menepuk pundak meraka.
"Haaah.. Manusia yang kasihan. Aku jadi sedih melihat betapa lemahnya kalian. Rasanya seperti sedang mem-bully anak kecil. Terlalu lemah!"
Pelayan muda itu mulai duduk di pinggiran langkan. Beberapa kupu-kupu bersayap merah miliknya nampak terbang dan seakan sengaja memberinya ruang.
"SIAPA KAU SEBENARNYA?!"
"Berisik," jentikan jari dari pemuda itu membuat pria yang sebelumnya berteriak memuntahkan darah segar. Wajahnya lebih pucat dari biasanya karena dia sangat ingin berteriak kesakitan, tetapi tidak bisa.
"Wali Pelindung nona Ling.. Wali Pelindung nona Ling.. Setiap hari membicarakan tentang orang itu. Apa kalian tidak tahu dia punya nama, huh? Seorang tirani menyukai ketika namanya dielu-elukan, kalian harusnya menyebut namanya. Sebut nama Yang Mulia.. Xiao Shuxiang ini."
!!
Tidak dua atau tiga orang, tetapi ada sekitar sepuluh orang yang tiba-tiba mengerang kesakitan. Organ dalam mereka seperti tengah diaduk dan diremas kuat. Rasa sakitnya tidak terbayangkan.
Tidak banyak yang tahu bahwa seluruh pelanggan di lantai dua telah terbaring tidak bernyawa. Jika dilihat dari atas, pemandangannya indah dengan kupu-kupu bersayap merah. Namun bila diperhatikan lebih teliti, itu adalah sejenis keindahan yang mengerikan.
"Tidak mungkin.. Apa dia sungguh adalah--" seorang kultivator wanita tidak sanggup menyelesaikan kata-katanya. Dia gemetar. Praktiknya memang tinggi, namun seakan tidak berguna di hadapan sosok yang sebelumnya dia anggap pelayan.
"Xiao.. Xiao Shuxiang! Dia.. Apakah benar dia Xiao Shuxiang?!"
!!
"Tidak mungkin. Tidak mungkin dia orangnya. Untuk apa dia kemari?!"
Aaakh..!
Setiap pendekar dan kultivator yang terjebak di kedai Long Yan itu berusaha melepaskan diri. Mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ada yang menyelimuti seluruh tubuh mereka dengan Qi dan lainnya memakai Teknik Pernapasan terkuat mereka.
Hanya saja bukannya lepas, justru tubuh mereka mengalami luka sayatan dan tiba-tiba memuncratkan darah. Pelayan muda yang duduk di langkan itu sendiri sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
"Apa sebegitu inginnya kalian mati, huh?" suaranya lembut, tetapi kemudian berubah dingin. "Baiklah, jika memang itu yang kalian mau. Maka dengan senang hati kukabulkan. Kebetulan hari ini tanganku gatal ingin menguliti,"
!!
Tidak ada yang mampu melawan. Tidak ada senjata yang dapat digunakan. Tingkat praktik yang tinggi bahkan tidak berguna sama sekali.
Pintu dan jendela kedai Long Yan yang tertutup itu menyembunyikan kengerian tak terbayangkan. Sesuatu yang menjadi penanda adalah aroma pekat darah, aura kegelapan yang menyeruak dan raungan dari teriakan menyakitkan.
Tidak butuh waktu lama sampai teriakan yang tumpang tindih itu satu persatu berkurang. Kondisi di dalam kedai terlihat sangat kacau. Darah berceceran di mana-mana dan banyak tubuh yang terbaring kaku dengan tampilan mengerikan.
Sekarang hanya tersisa dua orang di mana salah satunya menarik keluar tulang rusuk yang lain. Orang itu adalah korban terakhir yang mendapat kematian paling lama dan menyiksa dibandingkan yang lainnya.
Serangga bersayap merah yang menjadi penonton dari kejadian mengerikan tersebut mulai bergerak. Mereka terbang dan hinggap pada tiap-tiap tubuh serta gumpalan daging yang berhamburan. Serangga itu tanpa ragu menghisap darah gumpalan daging dan bagian tubuh yang mereka hinggapi.
Ketika tidak ada seorang pun yang tersisa, pelayan muda itu mulai mengembuskan napas pelan dan mulai duduk seperti sebelumnya. Bahkan pemilik dan sesama pelayan di kedai ini tidak luput menjadi korban.
Kenyataannya adalah pelayan tersebut sudah menghabisi semuanya tanpa tersisa satu orang pun. Anehnya, ketika hendak melangkah keluar dan meninggalkan kedai itu---dia disambut oleh pemandangan yang sepenuhnya gelap tanpa terlihat bangunan apa pun.
Kupu-kupu bersayap merah miliknya mulai mengikuti di belakang. Pelayan muda itu dikelilingi oleh serangga-serangga tersebut yang membuat tubuhnya perlahan memudar, sebelum akhirnya menghilang.
Keadaan yang penuh dengan kegelapan serta hanya memperlihatkan kedai Long Yan ini mulai berubah. Suasana perlahan sedikit terang dan lama-kelamaan menjadi jelas.
Berbagai bangunan di sekitar kedai Long Yan mulai terlihat, bahkan tidak sedikit orang yang nampak berlalu-lalang. Rasanya yang barusan terjadi adalah ilusi.
Kedai Long Yan memang yang terpencil di Kota Bintang Biduk, tapi bukan berarti sulit untuk ditemukan. Jadi jika ada kejadian yang mengerikan seperti sebelumnya, maka mustahil orang-orang ini tidak menyadarinya----apalagi dengan suara petir dan teriakan pilu itu.
Hanya saja kemungkinan besar adalah bahwa kegelapan yang sebelumnya menyelimuti kedai Long Yan merupakan sebuah jurus yang mampu menghalangi indra orang lain yang ada di luar bangunan.
"Hm? bau menyengat apa ini...?"
Seorang pemuda yang berjalan bersama dua rekannya terlihat mengerutkan kening saat berjalan di depan kedai Long Yan.
Merasa penasaran, ketiganya mulai mendekati pintu kedai. Semakin dekat, bau menyengat itu kian terasa.
Pintu kedai Long Yan tertutup, tapi tidak dikunci. Jadi saat pemuda itu mulai membuka pintu----dia dan kedua rekannya langsung disambut dengan pemandangan yang sangat mengerikan.
Pembantaian telah terjadi di dalam kedai ini tanpa seorang pun yang tahu. Lebih buruknya, beberapa mayat tergantung dengan organ dalam seperti usus yang mengikat lehernya sendiri. Bukan hanya orang dewasa, bahkan pelayan yang masih anak kecil juga dalam kondisi mengenaskan.
!!
AAAAH...!!
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
kang baca
baru nongol udah ngebantai 🤔🤣🤣
2024-08-14
1
y@y@
⭐👍🏼👍👍🏼⭐
2023-08-02
1
zC
👍👍👍👍👍
2023-06-08
2