Kabar mengenai pembantaian di Kedai Long Yan seketika menyebar seperti lesatan anak panah. Bahkan dua orang murid Sekte Pagoda Langit yang saat itu berjalan-jalan di sekitar lokasi kejadian langsung kembali ke sekte mereka dan menyebarkan berita ini.
Sebenarnya dalam tiga bulan terakhir, sudah ada empat kejadian yang dapat dikatakan serupa. Pertama adalah pembantaian sebuah keluarga saudagar kaya yang baru terungkap saat tiga hari telah berlalu.
Kedua, adalah pembantaian salah satu Partai Menengah Aliran Putih yang baru diketahui ketika tiga orang murid senior partai tersebut pulang dari menjalankan misi. Ketiga, merupakan pembantaian sebuah desa yang jaraknya sekitar 50 meter dari partai tersebut, kemudian terakhir ialah Kedai Long Yan ini.
Partai Pasak Bumi yang terkenal dengan prinsip mereka sebagai 'Penjaga Keseimbangan' di Benua Tengah bahkan kesulitan mengungkap apa yang sebenarnya diinginkan pelaku dari pembantaian ini dan siapa dalangnya. Hanya saja mereka sudah lama mencurigai satu orang.
Seseorang yang saat ini berada di halaman terluar Sekte Pagoda Langit dan terlihat duduk dengan anggun sambil memainkan Seruling Giok Putihnya.
Kedua matanya terpejam, dia memainkan seruling dengan penuh penghayatan. Bulu mata panjangnya sedikit bergetar, dia mempunyai wajah yang halus, terlihat cerah dan bagai pahatan giok yang indah.
Orang itu mempunyai rambut hitam panjang yang terurai, agak bergelombang dengan sebuah pita merah panjang yang mengikat sebagian rambutnya. Dia memakai tiga lapis pakaian. Bagian terdalam berwarna putih, kemudian merah dan terakhir adalah jubah hitam besar dengan rajutan mawar merah.
Angin yang bertiup sedikit memain-mainkan rambut, pita dan jubah orang yang nampak berusia 23 Tahun itu. Wajahnya yang tenang dan penuh khidmat sangat berbanding terbalik pada setiap nada yang keluar dari Seruling Giok Putihnya.
"Aku tidak kuat lagi.."
"Kapan dia akan menahan kita..?"
"Aku hampir mati.."
Banyak sekali suara rintihan yang berasal dari isi hati ke-30 murid luar Sekte Pagoda Langit. Mereka saat ini tengah duduk di depan pemuda berjubah hitam tersebut tanpa dapat bergerak. Wajah mereka semua pucat, keringat mengucur deras dan gendang telinga mereka tersiksa oleh suara seruling yang bagaikan keledai tercekik ini.
Pemuda yang begitu mempesona di depan mereka tidak lain adalah menantu dari Grand Elder Sekte Pagoda Langit----Ling Chu Zhen. Sosok yang baru saja datang dari Benua Utara dan langsung menangkap mereka untuk dijadikan pendengar dari suara seruling yang sangat buruk itu.
"Kapan ini akan berhenti..?! Aku bahkan tidak bisa menggerakkan tangan untuk menutupi telingaku..!"
"Ya Tuhan, kesalahan apa yang kulakukan pada hidupku sebelumnya hingga harus mengalami penderitaan sekejam ini..?!"
"Tolong..! Siapa pun tolong kami..!"
Para murid itu menangis dan terus menjerit di dalam hati. Mereka benar-benar sial karena lupa dengan jadwal kepulangan pemuda berjubah hitam tersebut. Beberapa murid sebenarnya ada yang ingat, tetapi mereka terlambat bersembunyi.
Di saat para murid itu merasa seperti akan mengalami gangguan pendengaran secara permanen, tiba-tiba saja suara seruling yang bagai keledai terjepit itu mulai berhenti. Terdengar suara hembusan napas lembut dan mata pemuda berjubah hitam tersebut perlahan terbuka.
"Haah.. Rasanya menenangkan.."
"MENENANGKAN BOKONGMU..?!" para murid yang kebanyakan berusia belasan tahun itu berteriak serentak di dalam hati.
Tubuh mereka akhirnya bisa bergerak, namun sebelum mampu menarik napas lega----tubuh mereka kembali kaku.
"Baiklah, kita ulangi sekali lagi.."
"TIDAAAK..!!"
"Tuan Muda Xiao..!" sebuah seruan terdengar dan menghentikan tindakan pemuda berjubah hitam itu yang baru saja akan meniup serulingnya kembali.
Ada seorang laki-laki yang terlihat berusia 42 Tahun dengan pakaian putih bercorak bunga wisteria merah yang menghampiri pemuda berjubah hitam itu. Dia bergegas kemari saat mendengar bahwa pemuda berambut hitam ini telah datang.
"Mn? Paman Dong Hun? Ada apa?" suara pemuda berjubah hitam itu terdengar jernih, seperti tetesan air. Wajah tampan dan senyuman tipisnya itu sangat mempesona.
Pemuda ini tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Koki Alkemis yang identitasnya bukan hanya merupakan pangeran dari Benua Utara, tetapi juga sosok yang telah menyelamatkan Benua Timur dan Benua Tengah dari kekacauan terbesar.
Ekspresi wajah Xiao Shuxiang tenang, begitu polos tak berdosa dengan sebuah senyuman yang ramah dan bersahabat. Rasanya seakan dia sama sekali tidak memperhatikan penderitaan yang telah dirinya timbulkan.
Ling Dong Hun memperhatikan para muridnya yang berwajah amat pucat dan seperti meminta pertolongan darinya lewat tatapan mata. Dia berusaha untuk terlihat tenang dengan tindakan pemuda di hadapannya ini.
"Tuan Muda Xiao, apa yang sedang kau lakukan ini?" Ling Dong Hun berusaha menahan diri untuk tidak mengatai Xiao Shuxiang. Sungguh, sejak pemuda ini menjadi bagian dari keluarganya----Sekte Pagoda Langit tidak pernah menjadi tenang.
"Paman Dong Hun, aku tentu saja menyapa para penggemarku. Kau lihat? Mereka begitu bahagia karena aku kembali. Benar, kan?" Xiao Shuxiang memperlihatkan senyuman termanisnya.
Dia membuat para murid Sekte Pagoda Langit semakin menjerit di dalam hati.
Tidak ada satu orang pun yang mampu bersuara karena mereka berada dalam Teknik Pengendalian Darah milik Xiao Shuxiang. Pemuda itu membuat mereka tidak mampu bergerak atau pun bicara.
Wajah Ling Dong Hun memucat, "Xiao'Er.. Apa kau tidak lihat ekspresi mereka yang sudah setengah mati itu?!" dia sudah tidak dapat menahan diri lagi, "Hentikan sekarang juga! Kau baru saja datang dan sudah membuat keributan,"
"Paman Dong Hun, apa aku terlihat sangat jahat? Aku sama sekali tidak menyakiti mereka."
"KAU MENYAKITI PENDENGARAN KAMI..!"
Teriakan itu tergambar jelas pada raut wajah setiap murid. Xiao Shuxiang sama sekali tidak berniat melepas mereka. Dia merupakan pemuda yang tampan dan mempesona, tapi sifatnya yang suka bertindak seenaknya ini sangat merugikan mereka.
"Xiao'Er.."
"Paman Dong Hun. Daripada kau marah dan membuat keriput di wajahmu bertambah, lebih baik kau juga ikut duduk dan dengarkan lagu baru milikku. Ayo," Xiao Shuxiang meraih tangan Ling Dong Hun dan memintanya untuk duduk.
"Xiao'Er, tindakanmu ini kelewatan--"
"Jangan menolak, Paman. Selagi aku masih bersikap baik," Xiao Shuxiang segera memotong ucapan Ling Dong Hun dan mendudukkan pria tua itu di barisan paling depan. Dirinya lantas kembali pada tempat duduknya dan terlihat begitu senang.
Walau berusia tua dan merupakan salah satu Patriarch di Sekte Pagoda Langit, tetapi tingkat praktik Ling Dong Hun berada di bawah Xiao Shuxiang. Tidak hanya itu, bakat yang dimiliki pemuda berjubah hitam tersebut sangat membuat iri hati.
Sebagai sosok dengan banyak bakat, Xiao Shuxiang harusnya memanfaatkan itu semua untuk menolong orang-orang dan melindungi yang membutuhkan. Tapi jangankan melakukan itu----kegiatan harian pemuda ini jika tidak menjadikan para murid Sekte Pagoda Langit sebagai kelinci percobaan, maka pasti menjadi pengganggu dari para saudaranya yang ada di Benua Utara.
"Baiklah, kita mulai lagi. Ini adalah lagu yang baru kemarin kupelajari,"
"Xiao'Er, tunggu dulu-"
"Paman, kau bisa bicara nanti. Oke?"
!!
Tubuh Ling Dong Hun tidak bisa digerakkan. Jika saja Xiao Shuxiang adalah kultivator biasa, maka sudah sejak tadi dirinya memelintir telinga pemuda tersebut dan menampar keras bokongnya. Berani sekali dia dipaksa mendengarkan alunan musik yang terdengar mengerikan ini?!
Ada seorang murid senior yang melihat kejadian itu dari jarak yang cukup jauh. Dirinya menelan ludah dan kemudian bergegas untuk mencari pertolongan sekaligus menyiarkan kabar bahwa Xiao Shuxiang telah kembali.
Jujur saja, di lingkungan Sekte Pagoda Langit--- hanya ucapan Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian dan Ling Qing Zhu yang akan didengarkan oleh Koki Alkemis itu. Sisanya tergantung pada suasana hatinya yang akan menurut bila sedang dalam kondisi senang.
Masalahnya saat ini, baik Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian dan Ling Qing Zhu tidak bisa ditemui. Mereka sedang berada dalam rapat dan sebenarnya Ling Dong Hun juga awalnya akan ke sana----namun justru malah ditahan oleh Xiao Shuxiang.
"Bagaimana ini..? Siapa yang harus kumintai pertolongan..?" murid senior itu menapakkan kakinya pada salah satu cabang pohon sebelum melompat dan menapak pada cabang pohon yang lain.
Dia berniat pergi ke gerbang terdalam Sekte Pagoda Langit, tempat di mana rapat tersebut berlangsung walau tahu risikonya pasti akan diusir.
Hanya saja saat melesat dengan kecepatan sedang, dirinya tanpa sengaja melihat seorang pria yang memegang tongkat bambu dan nampak bersama dua orang saudara seperguruannya.
?!
Dia tersentak dan seketika teringat bahwa pria yang selalu membawa tongkat bambu itu adalah salah satu orang yang dekat dengan Xiao Shuxiang. Dirinya pun segera melesat turun dan menapakkan kakinya dengan mulus di tanah.
Pria yang dilihat oleh murid senior Sekte Pagoda Langit itu tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Pria berpakaian hitam kemerahan tersebut tengah serius mendengarkan ucapan dua orang yang ada di hadapannya.
Penampilan Bocah Pengemis Gila masih sama. Dia memakai riasan penuh bedak putih yang menutupi wajahnya dan perona pipi yang membuatnya terlihat menggelikan. Xiao Shuxiang sering menyebut riasannya mirip hantu gantung.
"... Kami menyaksikannya sendiri. Itulah yang sebenarnya terjadi,"
"Benar. Selain itu pembantaian tersebut seperti baru saja terjadi. Mayat-mayat di dalam kedai terlihat masih baru dan anehnya orang-orang di sekitar kedai tersebut tidak ada yang menyadari kejadian mengerikan ini,"
Dua murid yang bicara tersebut adalah orang yang sebelumnya berada di pasar Kota Bintang Biduk. Mereka bicara pada Bocah Pengemis Gila dan sama sekali tidak terganggu dengan penampilan Bocah Pengemis Gila.
"Berarti sudah keempat kalinya dalam tiga bulan terakhir ini.." Bocah Pengemis Gila menggumam, dia mengusap pelan dagunya dan nampak berpikir saat sebuah seruan tiba-tiba terdengar.
"Tuan Muda, Tuan Muda..!"
Bocah Pengemis Gila menoleh dan melihat ada seorang murid Sekte Pagoda Langit berjalan terburu-buru ke arahnya.
"Ada apa denganmu?"
Murid itu terengah-engah dan berusaha mengatur napasnya sebelum kemudian bersuara, "Tuan Muda. Xiao Shuxiang.. Dia.. Anda harus menghentikannya!"
!!
Sudah bukan hal yang aneh lagi ketika melihat ekspresi khawatir murid Sekte Pagoda Langit karena Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu begitu terkenal karena sudah membuat separuh dari murid di tempat ini menderita trauma.
Bocah Pengemis Gila tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang pernah pergi dan saat ini baru kembali. Yang dia tahu pemuda itu tetap tinggal di Sekte Pagoda Langit. Dia sendiri baru turun gunung dan datang kemari untuk menemui Ling Chu Zhen.
Dia sebenarnya belum bertemu dengan ayah dari Ling Lang Tian itu saat dua murid sekte menghampirinya dan membicarakan tentang kejadian di kedai Long Yan. Sekarang, seorang murid kembali datang dengan wajah yang amat mengkhawatirkan.
Bocah Pengemis Gila, "Kau seperti melihat hantu saja. Memang apa yang dilakukan Shuxiang? Apa dia menangkap kalian lagi dan memaksa memakan pil aneh miliknya?"
"Tuan Muda, ini jauh lebih buruk. Dia menyandera Patriarch Ling Dong Hun beserta 30 murid juniorku dan memaksa mereka mendengar suara serulingnya yang benar-benar jelek! Anda harus menghentikannya sebelum mereka semua terkena gangguan pendengaran."
!?
Bocah Pengemis Gila tersentak ketika tangannya tiba-tiba ditarik. Dia tidak mempunyai pilihan selain mengikuti pria yang berwajah lumayan tampan ini.
Dua orang murid yang ditinggalkan Bocah Pengemis Gila sama sekali tidak bergerak dari tempat mereka berdiri. Rasanya ucapan dari senior mereka yang barusan bagaikan petir penanda kematian.
"Xiao... Shuxiang.."
"Dia... Dia kembali..?"
Raut wajah keduanya tiba-tiba memucat. Mereka masih belum melupakan tentang insiden pil bau yang membuat udara di Sekte Pagoda Langit tercemar. Kejadian itu bermula saat Xiao Shuxiang memakai pil buatannya untuk membantu mereka mengatasi tikus dan kecoa di gudang makanan, wilayah murid luar.
"Sepuluh hari penuh kita membersihkan tiap bangunan sekte karena ulahnya."
"Pil buatannya memang efektif membunuh hama. Tapi banyak saudara kita yang muntah-muntah karenanya,"
"Aku demam selama tiga hari karena insiden itu,"
Mengingat kejadian tersebut membuat perut kedua murid Sekte Pagoda Langit itu terasa sakit. Xiao Shuxiang selalu membuat kejutan dan sama sekali tidak ada yang baik. Sekarang pemuda itu kembali dengan kelakuan menyebalkan miliknya.
"Sekte ini dalam bahaya. Ayo beri tahu yang lain untuk segera bersembunyi. Kita tidak akan aman sampai nona Ling Qing Zhu selesai rapat,"
"Yaah, kau benar. Tuan Muda Xiao sulit dihentikan. Dia tidak akan ragu menebas kaki kita bila nekat melawan. Bakat Alkemisnya yang hebat itu justru membuat dia bisa mempermainkan nyawa kita seenaknya,"
"Jangan bicara lagi, ayo pergi..!"
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
kang baca
kirain udah bagusan dikit suaranya ternyata masih sama 🤣
2024-08-14
1
Ayahnya Putra Fajar
wkwkwkwkwkwk koplak banget
2023-05-30
2
forza 💫✨🎗️🪙👑
dari awal syabgak ngerti jln ceritanya..mcnya yg mna..musuhnya yg mna.. membingungkan..sorry di skip ga lanjut baca..
2023-05-13
1