Di tempat lain, terlihat beberapa cewek dan cowok berkumpul lebih tepatnya mungkin berpesta ria, dekat sebuah kolam renang cukup mewah. Ada yang tertawa, ngobrol santai dan ada yang lagi bermesraan. Bahkan para cewek hanya memakai bikini dan cowok pakai boxer. Diiringi sebuah musik cukup keras, benar-benar pergaulan bebas gak ada takut-takut nya.
Sedangkan dalam sebuah kamar, terdapat dua cewek memaksa satu cewek memakai bikini, bahkan cewek itu sudah memberontak dan menangis sesenggukan.
“Gak, gue gak mau...hiks..hiks...gue gak mau! Maksud kalian apa sih maksa gue pakai pakaian sialan ini!” Luna, yap dia Luna dan yang memaksanya itu Riya dan Kinan, tujuan mereka membawa Luna kesini cuman ingin mempermalukan, Ah sebenarnya bukan hanya itu, tapi atas permintaan seseorang. Entah lah mereka sangat senang sekali melihat Luna malu dan sengsara, emang gak ada otak.
“Lepasin..”
“Lo bisa diam gak Hah...ini itu juga kebaikan lho, jadi cewek jangan sok suci deh...di belakang kita udah di tungguin ama klien Friska!” Sentak Riya emosi, dan jangan lupakan Kinan terus menarik paksa seragam Luna untuk di buka.
“Hiks...hiks...gue gak m-mau!”
“Diam Lo *****! Lo hanya perlu nurut maka kita gak bakal kasar!” tekan Riya sambil mencengkram dagu Luna. Luna benar-benar kacau sekarang. Dia tidak tau kepada siapa minta tolong, bahkan ponselnya saja sudah di buang mereka.
Luna hanya bisa menggumamkan nama Rehan, Zoya bahkan tante Rini. Ia benar-benar di Landa ketakutan sekarang.
...
Di belakang, tampak Friska sedang ngobrol dengan seseorang lelaki cukup tampan.
“Mana gadis yang anda bilang itu nona, kenapa sampai sekarang belum datang juga!” desak lelaki tersebut sudah mulai geram.
“Sebentar lagi tuan, mungkin dia sedang mengganti pakaian” jawab Friska mencoba meyakinkan si tuan itu. “Kenapa mereka lama sekali sih, benar gak bisa di andalkan!” geram Friska dalam hati.
“Jika tidak datang juga, anda sendiri harus menggantikan, saya gak mau tau!”
Friska terbelalak, “jangan dong, anda tenang saja dia pasti akan datang bentar lagi” Friska mengumpati kedua sahabatnya itu beberapa kali, gara-gara mereka ia jadi terpojok sekarang.
Di sisi lain, Mobil yang dikendarai Zoya sudah sampai di depan sebuah Vila Friska. Zoya sudah menceritakan pada Rehan, sebenarnya waktu di sekolah Zoya sempat menguping pembicaraan mereka, makanya ia tau apa yang akan mereka lakukan pada Luna.
Rehan sangat kesal dan marah sekali setelah mendengar cerita Zoya, tega sekali mereka memaksa istrinya untuk dijadikan pemuas nafsu lelaki hidung belang, benar-benar membuat ia murka saja.
Braakk...
Dengan kasar, Rehan mendobrak pintu yang ternyata tak terkunci. Rahangnya mengeras, awas saja jika Luna sampai disentuh. Rehan terus berjalan menyusuri setiap sudut Villa, saat telinga nya mendengar suara music dengan cepat pergi kearah sumber suara yang ternyata di bagian belakang.
“KELUAR KAU PARA SIALAN! DASAR WANITA MURAHAN! KEMBALIKAN LUNA KU!” teriak Rehan menggelegar membuat orang-orang disana menoleh kearah suara tersebut, bahkan suara music juga ikut di hentikan.
Rehan menatap nyalang mereka penuh kemarahan, Zoya yang berada di belakangnya menggerakan dagu kearah Friska yang terlihat sedang kaget.
“Itu dia Friska Han” bisik Zoya sedikit gugup, sebab merasakan hawa dingin di sekitarnya, ternyata Rehan lagi murka ngeri banget njiir.
Rehan menggertak kan rahangnya, kakinya bergerak menghampiri Friska yang di tunjuk Zoya barusan.
“Oh...jadi Lo! Lo gak dengar gue bilang hah! DIMANA LUNA?! LO BAWA KEMANA LUNA GUE HAH!...JAWAAAB SIALAAN!” Rehan yang sudah murka tidak dapat mengendalikan emosi dan menampar Friska.
Plak
Melihat kemarahan Rehan, banyak dari mereka yang segera lari menjauh dari sana. Bahkan lelaki yang berbicara Friska tadi tidak mau ikut campur.
Friska yang merasa kan tamparan panas di pipinya ikut marah, berani sekali lelaki asing ini menampar pipi mulus.
“sialan! Sebenarnya Lo siapa hah? Datang marah-marah dan gara-gara Lo buat teman-teman gue menjauh!”
Rehan tersenyum sinis, kemudian ia mendengar suara seseorang yang sedang ia cari.
“Lepasin gue!” Rehan menoleh kearah sumber suara, dan matanya melotot.
“Brengsek, bangsat Lo semua!”
Di depannya terlihat Luna sedang diseret oleh dua perempuan, mereka Kinan dan Riya saat mendengar suara tadi bergegas keluar dengan tetap memaksa Luna. Mereka sangat kaget mendengar umpatan Rehan, bukan hanya itu mereka masih sempat-sempatnya memuji ketampanan Rehan.
Rehan langsung menyingkirkan kedua nya kasar, penampilan Luna benar-benar kacau apalagi dengan pakaian sialan itu membuat nya semakin marah saja. Ia merengkuh tubuh Luna setelah menutupi dengan jaketnya. Kemudian, menggendong Luna keluar dari Villa sialan tersebut.
Zoya mengikuti Langkah Rehan, sebelum itu ia sempatkan menoleh kearah Friska dan teman-temannya.
“Mampus Lo pada!” sinis Zoya, senang sekali melihat ketakutan mereka.
“Sialan!” umpat mereka, rencananya gagal, uang pun gagal didapatkan.
Sampai di luar, Zoya segara masuk mobil dan menyetir. Rehan sama Luna sudah duduk di bangku belakang. Luna juga sudah mulai tenang. Rehan terus mengusap surai Luna yang masih dalam dekapan nya.
“Han?” mendengar panggilan Zoya, Rehan menatap ke depan.
“Apa?”
“Gak gue cuman mau tanya, sebelumnya Lo ada telpon seseorang gitu, soalnya tadi waktu Lo lagi marah-marah tadi gue liat ada beberapa orang berjas hitam mengawasi dari luar bahkan mereka juga yang membuat orang-orang yang berlari keluar tadi buat pergi!”
Rehan mengernyit, ia benar-benar bingung, “kagak, gue gak tau, ponsel gue aja ketinggalan di rumah”
“Jadi mereka siapa dong! Kok bantuin kita, siapa yang memerintah mereka?”
Rehan hanya menggeleng, ia benar-benar tidak tau.
“Ya udah lah yang penting Luna selamat, mungkin mereka orang baik yang kebetulan lewat berniat bantuin kita” ucap Rehan seadanya, lagian mereka gak ada niat buruk dan malah membantu, jadi biar saja lah, kalo di pikirin terus bakal pusing sendiri. Zoya hanya mengangguk saja.
“Bukanya kata Luna Rehan itu amnesia, apa mungkin mereka orang suruhan keluarga kandungnya kali ya! Kalo ternyata benar, berarti Rehan itu anak orang kaya dong” batin Zoya. Dengan sesekali melirik Rehan lewat kaca di depannya.
Hatinya sedikit panas saat melihat kedekatan mereka, apalagi Rehan begitu erat memeluk Luna, ck benar-benar bikin iri saja.
“Ck, menyebalkan!”
Zoya terus menggerutu dengan tangan sibuk menyetir dan pandangan ke depan, males banget liatin mereka. Lagian kenapa takdir begitu menyesakkan, ia yang menyukai dan mengejar Rehan tapi malah sahabatnya sendiri mendapatkan. Benar-benar gak adil.
Berselang lama, mereka sampai di depan rumah Luna. Rehan segera membawa Luna ke dalam rumah.
Melihat kedatangan mereka, tante Rini memberikan beberapa pertanyaan, apalagi saat melihat keadaan Luna.
Zoya dengan sabar menjelaskan semuanya tanpa ada di tutupi. Membuat Rini menutup mulutnya tak percaya.
“Kalo gitu Zoya pamit ya tan, takut di cariin mama”
“Ya udah, makasih ya udah bantuin Luna”
“Sama-sama tante”
“Hati-hati bawa mobilnya”
“Ya tante”
Setelah melihat mobil Zoya menjauh, Rini mengambil segelas air putih dan membawa ke kamar Luna.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KNP GK DIHAJAR TU SI FRISKA & GANG, JUDULNYA REHAN MURKA, HRSNYA MURKA BNARAN..
2023-11-21
2
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR NI FRISKA INGIN JUAL LUNA.
2023-11-21
1
Nursiah
ok lanjut
2022-05-16
1