Chapter 19. Murka Rehan

Di tempat lain, terlihat beberapa cewek dan cowok berkumpul lebih tepatnya mungkin berpesta ria, dekat sebuah kolam renang cukup mewah. Ada yang tertawa, ngobrol santai dan ada yang lagi bermesraan. Bahkan para cewek hanya memakai bikini dan cowok pakai boxer. Diiringi sebuah musik cukup keras, benar-benar pergaulan bebas gak ada takut-takut nya.

Sedangkan dalam sebuah kamar, terdapat dua cewek memaksa satu cewek memakai bikini, bahkan cewek itu sudah memberontak dan menangis sesenggukan.

“Gak, gue gak mau...hiks..hiks...gue gak mau! Maksud kalian apa sih maksa gue pakai pakaian sialan ini!” Luna, yap dia Luna dan yang memaksanya itu Riya dan Kinan, tujuan mereka membawa Luna kesini cuman ingin mempermalukan, Ah sebenarnya bukan hanya itu, tapi atas permintaan seseorang. Entah lah mereka sangat senang sekali melihat Luna malu dan sengsara, emang gak ada otak.

“Lepasin..”

“Lo bisa diam gak Hah...ini itu juga kebaikan lho, jadi cewek jangan sok suci deh...di belakang kita udah di tungguin ama klien Friska!” Sentak Riya emosi, dan jangan lupakan Kinan terus menarik paksa seragam Luna untuk di buka.

“Hiks...hiks...gue gak m-mau!”

“Diam Lo *****! Lo hanya perlu nurut maka kita gak bakal kasar!” tekan Riya sambil mencengkram dagu Luna. Luna benar-benar kacau sekarang. Dia tidak tau kepada siapa minta tolong, bahkan ponselnya saja sudah di buang mereka.

Luna hanya bisa menggumamkan nama Rehan, Zoya bahkan tante Rini. Ia benar-benar di Landa ketakutan sekarang.

...

Di belakang, tampak Friska sedang ngobrol dengan seseorang lelaki cukup tampan.

“Mana gadis yang anda bilang itu nona, kenapa sampai sekarang belum datang juga!” desak lelaki tersebut sudah mulai geram.

“Sebentar lagi tuan, mungkin dia sedang mengganti pakaian” jawab Friska mencoba meyakinkan si tuan itu. “Kenapa mereka lama sekali sih, benar gak bisa di andalkan!” geram Friska dalam hati.

“Jika tidak datang juga, anda sendiri harus menggantikan, saya gak mau tau!”

Friska terbelalak, “jangan dong, anda tenang saja dia pasti akan datang bentar lagi” Friska mengumpati kedua sahabatnya itu beberapa kali, gara-gara mereka ia jadi terpojok sekarang.

Di sisi lain, Mobil yang dikendarai Zoya sudah sampai di depan sebuah Vila Friska. Zoya sudah menceritakan pada Rehan, sebenarnya waktu di sekolah Zoya sempat menguping pembicaraan mereka, makanya ia tau apa yang akan mereka lakukan pada Luna.

Rehan sangat kesal dan marah sekali setelah mendengar cerita Zoya, tega sekali mereka memaksa istrinya untuk dijadikan pemuas nafsu lelaki hidung belang, benar-benar membuat ia murka saja.

Braakk...

Dengan kasar, Rehan mendobrak pintu yang ternyata tak terkunci. Rahangnya mengeras, awas saja jika Luna sampai disentuh. Rehan terus berjalan menyusuri setiap sudut Villa, saat telinga nya mendengar suara music dengan cepat pergi kearah sumber suara yang ternyata di bagian belakang.

“KELUAR KAU PARA SIALAN! DASAR WANITA MURAHAN! KEMBALIKAN LUNA KU!” teriak Rehan menggelegar membuat orang-orang disana menoleh kearah suara tersebut, bahkan suara music juga ikut di hentikan.

Rehan menatap nyalang mereka penuh kemarahan, Zoya yang berada di belakangnya menggerakan dagu kearah Friska yang terlihat sedang kaget.

“Itu dia Friska Han” bisik Zoya sedikit gugup, sebab merasakan hawa dingin di sekitarnya, ternyata Rehan lagi murka ngeri banget njiir.

Rehan menggertak kan rahangnya, kakinya bergerak menghampiri Friska yang di tunjuk Zoya barusan.

“Oh...jadi Lo! Lo gak dengar gue bilang hah! DIMANA LUNA?! LO BAWA KEMANA LUNA GUE HAH!...JAWAAAB SIALAAN!” Rehan yang sudah murka tidak dapat mengendalikan emosi dan menampar Friska.

Plak

Melihat kemarahan Rehan, banyak dari mereka yang segera lari menjauh dari sana. Bahkan lelaki yang berbicara Friska tadi tidak mau ikut campur.

Friska yang merasa kan tamparan panas di pipinya ikut marah, berani sekali lelaki asing ini menampar pipi mulus.

“sialan! Sebenarnya Lo siapa hah? Datang marah-marah dan gara-gara Lo buat teman-teman gue menjauh!”

Rehan tersenyum sinis, kemudian ia mendengar suara seseorang yang sedang ia cari.

“Lepasin gue!” Rehan menoleh kearah sumber suara, dan matanya melotot.

“Brengsek, bangsat Lo semua!”

Di depannya terlihat Luna sedang diseret oleh dua perempuan, mereka Kinan dan Riya saat mendengar suara tadi bergegas keluar dengan tetap memaksa Luna. Mereka sangat kaget mendengar umpatan Rehan, bukan hanya itu mereka masih sempat-sempatnya memuji ketampanan Rehan.

Rehan langsung menyingkirkan kedua nya kasar, penampilan Luna benar-benar kacau apalagi dengan pakaian sialan itu membuat nya semakin marah saja. Ia merengkuh tubuh Luna setelah menutupi dengan jaketnya. Kemudian, menggendong Luna keluar dari Villa sialan tersebut.

Zoya mengikuti Langkah Rehan, sebelum itu ia sempatkan menoleh kearah Friska dan teman-temannya.

“Mampus Lo pada!” sinis Zoya, senang sekali melihat ketakutan mereka.

“Sialan!” umpat mereka, rencananya gagal, uang pun gagal didapatkan.

Sampai di luar, Zoya segara masuk mobil dan menyetir. Rehan sama Luna sudah duduk di bangku belakang. Luna juga sudah mulai tenang. Rehan terus mengusap surai Luna yang masih dalam dekapan nya.

“Han?” mendengar panggilan Zoya, Rehan menatap ke depan.

“Apa?”

“Gak gue cuman mau tanya, sebelumnya Lo ada telpon seseorang gitu, soalnya tadi waktu Lo lagi marah-marah tadi gue liat ada beberapa orang berjas hitam mengawasi dari luar bahkan mereka juga yang membuat orang-orang yang berlari keluar tadi buat pergi!”

Rehan mengernyit, ia benar-benar bingung, “kagak, gue gak tau, ponsel gue aja ketinggalan di rumah”

“Jadi mereka siapa dong! Kok bantuin kita, siapa yang memerintah mereka?”

Rehan hanya menggeleng, ia benar-benar tidak tau.

“Ya udah lah yang penting Luna selamat, mungkin mereka orang baik yang kebetulan lewat berniat bantuin kita” ucap Rehan seadanya, lagian mereka gak ada niat buruk dan malah membantu, jadi biar saja lah, kalo di pikirin terus bakal pusing sendiri. Zoya hanya mengangguk saja.

“Bukanya kata Luna Rehan itu amnesia, apa mungkin mereka orang suruhan keluarga kandungnya kali ya! Kalo ternyata benar, berarti Rehan itu anak orang kaya dong” batin Zoya. Dengan sesekali melirik Rehan lewat kaca di depannya.

Hatinya sedikit panas saat melihat kedekatan mereka, apalagi Rehan begitu erat memeluk Luna, ck benar-benar bikin iri saja.

“Ck, menyebalkan!”

Zoya terus menggerutu dengan tangan sibuk menyetir dan pandangan ke depan, males banget liatin mereka. Lagian kenapa takdir begitu menyesakkan, ia yang menyukai dan mengejar Rehan tapi malah sahabatnya sendiri mendapatkan. Benar-benar gak adil.

Berselang lama, mereka sampai di depan rumah Luna. Rehan segera membawa Luna ke dalam rumah.

Melihat kedatangan mereka, tante Rini memberikan beberapa pertanyaan, apalagi saat melihat keadaan Luna.

Zoya dengan sabar menjelaskan semuanya tanpa ada di tutupi. Membuat Rini menutup mulutnya tak percaya.

“Kalo gitu Zoya pamit ya tan, takut di cariin mama”

“Ya udah, makasih ya udah bantuin Luna”

“Sama-sama tante”

“Hati-hati bawa mobilnya”

“Ya tante” 

Setelah melihat mobil Zoya menjauh, Rini mengambil segelas air putih dan membawa ke kamar Luna.

 

BERSAMBUNG...

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

 

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KNP GK DIHAJAR TU SI FRISKA & GANG, JUDULNYA REHAN MURKA, HRSNYA MURKA BNARAN..

2023-11-21

2

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KURANG AJAR NI FRISKA INGIN JUAL LUNA.

2023-11-21

1

Nursiah

Nursiah

ok lanjut

2022-05-16

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!