“Astaghfirullah! LUNAA...REHAN!” Pekik Zoya keras melihat Luna dan Rehan tidur dalam keadaan duduk diatas sofa.
Luna dan Rehan langsung terbangun mendengar suara lengking Zoya.
“Hoaaam...apa sih, berisik!” ketus Luna menguap sambil membuka matanya perlahan. Begitupun Rehan.
“Ada apa? Pagi-pagi berisik!” dengan malas Rehan kembali menutup mata tanpa menyadari kepalanya bersandar di bahu Luna. Luna juga belum menyadari.
Melihat ke acuhan kedua nya Zoya jadi kesal, “Luna kita harus sekolah, ini udah pukul setengah tujuh! Lo jangan ikut tidur lagi!” Saat melihat Luna malah ikutan tidur kembali seperti Rehan.
“Hmm...iya iya, ini gue bangun” Luna tidak jadi tidur. Saat merasakan bahunya berat ia menoleh ternyata Rehan toh.
Mata Luna yang semula masih mengantuk langsung terbuka lebar, “ngapain ni anak tidur di bahu gue!”
“Han! Kepala Lo, gue mau bangun!” bisik Luna.
“Hmm!” Kemudian Rehan menegakkan kepalanya, dengan mata masih lengket ia beranjak ke kamar. Luna juga bergegas ke kamar buat mandi dan bersiap-siap untuk sekolah.
Tak butuh waktu lama Luna telah rapi dengan seragam sekolahnya dan segera sarapan yang telah disiapkan Zoya.
“Lo gak mandi Lun?” tanya Zoya curiga karena merasa Luna baru beberapa menit di kamar.
Luna tak menjawab, ia sibuk memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya kemudian melirik Zoya yang duduk di kursi sebelahnya.
“Enak aja, gue mandi kok tapi ekstra cepat!” jawab Luna mendelik tak terima.
“Yeee mana gue tau kan cuman nanya. Lagian Lo sih cepat amat kek mandi ayam aja!” Cengir Zoya tanpa dosa melihat raut kesal Luna.
Luna hanya mendengus sambil menyuap nasi gorengnya sampai habis.
“Rehan mana? Apa dia belum keluar dari kamar!” tanya Luna saat tak melihat Rehan belum nongol juga setaunya anak itu sudah bangun.
Zoya menggeleng, “lanjut tidur kali, lagian dia kan sepupu lo masak Lo gak tau kebiasaan nya!”
Entah lah rasa ia ingin Ketawa, sepupu dari mana kenal aja baru beberapa hari ini. Tapi demi kenyamanan ia dan Rehan mending iyakan saja.
“dah berangkat yuk, keburu telat” ucap Luna sambil berdiri melihat jam yang melingkar di tangan kirinya menunjukkan hampir pukul tujuh.
“Yok” Zoya segera berdiri dan membereskan piring kotornya.
Selesai mencuci piring kotor mereka, sebelum pergi Luna berjalan ke arah pintu kamar Rehan dan mengetuk nya.
Tok
Tok
Tok
“Han, gue sama Zoya berangkat sekolah dulu ya!” ucap Luna sedikit berteriak takutnya Rehan kembali tidur dan tak mendengar nya.
Karena tak ada jawaban Luna berencana akan mengetuk nya lagi.
“Han gue...!” belum selesai pintu sudah di buka sang empu.
Terlihat Rehan sudah berganti dan segar selesai mandi dengan tangan menyibakkan rambutnya yang masih sedikit basah kebelakang.
Ekhem
Luna berdeham untuk menghilangkan rasa gugup saat baru sadar ternyata Rehan dilihat semakin lama ganteng bet.
Kenapa ia baru sadar ya! Walaupun awal ia akui tapi kenapa sekarang jadi gugup begini, anjiiir...gak like banget, batin Luna.
Apalagi Zoya jangan ditanya air liurnya sudah menetes keluar dari tempatnya, bikin malu saja.
“Kita, kita berangkat dulu ya. Assalamualaikum!” kata Luna masih sedikit gugup dan segera keluar.
Zoya juga tak lupa mengedipkan sebelah matanya pada Rehan.
Bukannya salah tingkah, Rehan malah meringis melihat kedipan itu.
“Astaga! Lama-lama tinggal dengan anak itu membuat ku tidak nyaman saja!” batin Rehan, ia lebih suka Luna yang tidak genit seperti Zoya entah kenapa harus datang anak genit itu, untung saja tidak lama jika tidak bisa pusing ia lama-lama.
Lalu ia segera ke dapur untuk sarapan, apalagi nanti jam lapan ia sudah harus stand by di tempat kerja.
Ia juga masih ingat semalam, ia merasa nyaman saat tidur dekat Luna. Tidurnya bisa pulas tanpa ada gangguan mimpi buruk itu. Mungkin besok ia harus tidur ditemani Luna.
Astaga! Kenapa ia jadi aneh begini, bisa diusir oleh Luna jika ia meminta begitu, bisa dikatai orang tak baik ia nanti. Kenapa otaknya jadi konslet gini sih.
Dengan cepat ia menggelengkan kepala, jangan sampai itu terjadi. Ingatan ia saja belum kembali.
🌼🌼
SMA R’MOND
Sekarang di sekolah semua murid berbondong-bondong ke kantin karena bel istirahat baru saja berbunyi.
Luna bersama Zoya juga berjalan dengan santai pergi kantin.
“Lun, gue benaran jatuh cinta pandangan pertama pada Rehan deh. Lo bisa kan bantuin gue buat luluhkan hati bang Rehan!” kata Zoya dengan mata berbinar-binar.
Entah kenapa Luna merasa jijik mendengar kata bang Rehan dari Zoya.
“lo jangan mulai deh, Rehan itu udah punya pacar, Lo harus hati-hati pacarnya galak Lo!” Entahlah hati berkata harus mengatakan itu, mungkin mulutnya perlu di tabok nih. Sudah berapa kali ia membohongi sahabat tersayoong nya itu. Eh tapikan bisa jadi Rehan udah punya pacar tapi karena sekarang ia amnesia jadi terlupakan.
Zoya yang awal senang kembali murung, “yah kok gitu sih, gue kan udah terlanjur jatuh cinta pada Rehan. Gue harus bagaimana coba” Nah kan mulai lebaynya malah suara dia semakin melengking heboh membuat ia tatap heran oleh para siswa-siswi lainnya.
Luna malu, “ish...Lo apaan sih, gak usah mulai deh!” Zoya memang seperti itu jika sudah jatuh cinta dan menyukai seseorang ia akan heboh sendiri bahkan kadang malu-maluin seperti sekarang ini.
“Lo mah gitu sama sahabat sendiri, pokoknya nanti gue harus tanya Rehan langsung, kalo benar gue bakal tetap kejar. Kan masih pacar bukan bininya!” setelah berucap begitu Zoya bergegas memesan makanan dan minuman nya. Luna yang ditinggal hanya menatap males sahabat satu-satunya itu.
“Gue yakin Rehan pasti gak bakal nyaman kalo bakal di gangguin nih anak teros!” batin Luna mendesah pelan.
🌼🌼
Sekarang mereka berdua sedang lahap memakan makanan mereka pesan masing-masing.
“Kita boleh duduk sama kalian?”
Hampir saja kedua tersedak karena terlalu fokus. Dengan ogahan Zoya menoleh pada orang itu, begitupun Luna. Saat melihat siapa orangnya mata mereka membola.
“boleh kan!” tanya orang itu lagi yang tak lain seorang cowok cukup tampan bersama tiga temannya.
Dengan refleks Zoya mengangguk, “boleh” Luna hanya diam saja.
Sebenarnya Zoya dan Luna sedikit tak nyaman duduk bersama mereka, apalagi ditatap oleh siswa-siswi lain dengan tatapan berbagai macam.
Siapa yang tau keempat cowok itu, mereka adalah most wanted di sekolah ini, idola semua murid apalagi kaum cewek di sini.
Mereka adalah Elang, Kenzie, Devan dan Mondi. Yang berbicara tadi tak lain adalah Mondi.
Mereka berdua yakin sebentar lagi bakal ada keributan yang mana membuat mereka berdua kena imbasnya.
“Lo pesan sana sama Devan!” suruh Kenzie memerintah seperti bos saja.
“Enak aja nyuruh kita, Lo aja sana” protes Mondi tak terima.
“Lah kan emang itu kerjaan Lo kampret!” ujar Kenzie ngegas yang mana langsung dapat geplakan dari Devan.
Plak
“Anjiing! Sakit goblok” umpat Kenzie pada pelaku sambil mengusap bagian di geplak itu.
“Mulut Lo lemas amat, dah yuk mon. Kalian mau pesan apa?” oke Devan mengalah karena memang giliran mereka memesan hari ini.
“Gue bakso sama es jeruk!”
Lalu tatapan mereka beralih pada Elang yang terkenal dingin itu,
“Mie ayam, es teh” jawab Elang datar seperti biasa karena ia memang terkenal dingin plus datar.
Devan mengangguk dan menarik Mondi memesannya. Mondi yang ditarik hanya mendengus males.
"anjiing emang!" umpat Mondi dalam hati.
Lalu tatapan Kenzie beralih pada Luna dan Zoya.
"bukannya itu cewek yang sering di bully Mak lampir ya!" batin Kenzie masih menatap Luna.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sumaningsih nano
udah lanjuutin
2022-10-10
2
Zulkarnain Rasyid
hhhhhmmmmk
2022-05-08
0
Endang Tuti
lanjutkan
2022-05-08
0