Chapter 09. Gugup

“Astaghfirullah! LUNAA...REHAN!” Pekik Zoya keras melihat Luna dan Rehan tidur dalam keadaan duduk diatas sofa.

Luna dan Rehan langsung terbangun mendengar suara lengking Zoya.

“Hoaaam...apa sih, berisik!” ketus Luna menguap sambil membuka matanya perlahan. Begitupun Rehan.

“Ada apa? Pagi-pagi berisik!” dengan malas Rehan kembali menutup mata tanpa menyadari kepalanya bersandar di bahu Luna. Luna juga belum menyadari.

Melihat ke acuhan kedua nya Zoya jadi kesal, “Luna kita harus sekolah, ini udah pukul setengah tujuh! Lo jangan ikut tidur lagi!” Saat melihat Luna malah ikutan tidur kembali seperti Rehan.

“Hmm...iya iya, ini gue bangun” Luna tidak jadi tidur. Saat merasakan bahunya berat ia menoleh ternyata Rehan toh.

Mata Luna yang semula masih mengantuk langsung terbuka lebar, “ngapain ni anak tidur di bahu gue!”

“Han! Kepala Lo, gue mau bangun!” bisik Luna.

“Hmm!” Kemudian Rehan menegakkan kepalanya, dengan mata masih lengket ia beranjak ke kamar. Luna juga bergegas ke kamar buat mandi dan bersiap-siap untuk sekolah.

Tak butuh waktu lama Luna telah rapi dengan seragam sekolahnya dan segera sarapan yang telah disiapkan Zoya.

“Lo gak mandi Lun?” tanya Zoya curiga karena merasa Luna baru beberapa menit di kamar.

Luna tak menjawab, ia sibuk memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya kemudian melirik Zoya yang duduk di kursi sebelahnya.

“Enak aja, gue mandi kok tapi ekstra cepat!” jawab Luna mendelik tak terima.

“Yeee mana gue tau kan cuman nanya. Lagian Lo sih cepat amat kek mandi ayam aja!” Cengir Zoya tanpa dosa melihat raut kesal Luna.

Luna hanya mendengus sambil menyuap nasi gorengnya sampai habis.

“Rehan mana? Apa dia belum keluar dari kamar!” tanya Luna saat tak melihat Rehan belum nongol juga setaunya anak itu sudah bangun.

Zoya menggeleng, “lanjut tidur kali, lagian dia kan sepupu lo masak Lo gak tau kebiasaan nya!”

Entah lah rasa ia ingin Ketawa, sepupu dari mana kenal aja baru beberapa hari ini. Tapi demi kenyamanan ia dan Rehan mending iyakan saja.

“dah berangkat yuk, keburu telat” ucap Luna sambil berdiri melihat jam yang melingkar di tangan kirinya menunjukkan hampir pukul tujuh.

“Yok” Zoya segera berdiri dan membereskan piring kotornya.

Selesai mencuci piring kotor mereka, sebelum pergi Luna berjalan ke arah pintu kamar Rehan dan mengetuk nya.

Tok

Tok

Tok

“Han, gue sama Zoya berangkat sekolah dulu ya!” ucap Luna sedikit berteriak takutnya Rehan kembali tidur dan tak mendengar nya.

Karena tak ada jawaban Luna berencana akan mengetuk nya lagi.

“Han gue...!” belum selesai pintu sudah di buka sang empu.

Terlihat Rehan sudah berganti dan segar selesai mandi dengan tangan menyibakkan rambutnya yang masih sedikit basah kebelakang.

Ekhem

Luna berdeham untuk menghilangkan rasa gugup saat baru sadar ternyata Rehan dilihat semakin lama ganteng bet.

Kenapa ia baru sadar ya! Walaupun awal ia akui tapi kenapa sekarang jadi gugup begini, anjiiir...gak like banget, batin Luna.

Apalagi Zoya jangan ditanya air liurnya sudah menetes keluar dari tempatnya, bikin malu saja.

“Kita, kita berangkat dulu ya. Assalamualaikum!” kata Luna masih sedikit gugup dan segera keluar.

Zoya juga tak lupa mengedipkan sebelah matanya pada Rehan.

Bukannya salah tingkah, Rehan malah meringis melihat kedipan itu.

“Astaga! Lama-lama tinggal dengan anak itu membuat ku tidak nyaman saja!” batin Rehan, ia lebih suka Luna yang tidak genit seperti Zoya entah kenapa harus datang anak genit itu, untung saja tidak lama jika tidak bisa pusing ia lama-lama.

Lalu ia segera ke dapur untuk sarapan, apalagi nanti jam lapan ia sudah harus stand by di tempat kerja.

Ia juga masih ingat semalam, ia merasa nyaman saat tidur dekat Luna. Tidurnya bisa pulas tanpa ada gangguan mimpi buruk itu. Mungkin besok ia harus tidur ditemani Luna.

Astaga! Kenapa ia jadi aneh begini, bisa diusir oleh Luna jika ia meminta begitu, bisa dikatai orang tak baik ia nanti. Kenapa otaknya jadi konslet gini sih.

Dengan cepat ia menggelengkan kepala, jangan sampai itu terjadi. Ingatan ia saja belum kembali.

🌼🌼

SMA R’MOND

Sekarang di sekolah semua murid berbondong-bondong ke kantin karena bel istirahat baru saja berbunyi.

Luna bersama Zoya juga berjalan dengan santai pergi kantin.

“Lun, gue benaran jatuh cinta pandangan pertama pada Rehan deh. Lo bisa kan bantuin gue buat luluhkan hati bang Rehan!” kata Zoya dengan mata berbinar-binar.

Entah kenapa Luna merasa jijik mendengar kata bang Rehan dari Zoya.

“lo jangan mulai deh, Rehan itu udah punya pacar, Lo harus hati-hati pacarnya galak Lo!” Entahlah hati berkata harus mengatakan itu, mungkin mulutnya perlu di tabok nih. Sudah berapa kali ia membohongi sahabat tersayoong nya itu. Eh tapikan bisa jadi Rehan udah punya pacar tapi karena sekarang ia amnesia jadi terlupakan.

Zoya yang awal senang kembali murung, “yah kok gitu sih, gue kan udah terlanjur jatuh cinta pada Rehan. Gue harus bagaimana coba” Nah kan mulai lebaynya malah suara dia semakin melengking heboh membuat ia tatap heran oleh para siswa-siswi lainnya.

Luna malu, “ish...Lo apaan sih, gak usah mulai deh!” Zoya memang seperti itu jika sudah jatuh cinta dan menyukai seseorang ia akan heboh sendiri bahkan kadang malu-maluin seperti sekarang ini.

“Lo mah gitu sama sahabat sendiri, pokoknya nanti gue harus tanya Rehan langsung, kalo benar gue bakal tetap kejar. Kan masih pacar bukan bininya!” setelah berucap begitu Zoya bergegas memesan makanan dan minuman nya. Luna yang ditinggal hanya menatap males sahabat satu-satunya itu.

“Gue yakin Rehan pasti gak bakal nyaman kalo bakal di gangguin nih anak teros!” batin Luna mendesah pelan.

🌼🌼

Sekarang mereka berdua sedang lahap memakan makanan mereka pesan masing-masing.

“Kita boleh duduk sama kalian?”

Hampir saja kedua tersedak karena terlalu fokus. Dengan ogahan Zoya menoleh pada orang itu, begitupun Luna. Saat melihat siapa orangnya mata mereka membola.

“boleh kan!” tanya orang itu lagi yang tak lain seorang cowok cukup tampan bersama tiga temannya.

Dengan refleks Zoya mengangguk, “boleh” Luna hanya diam saja.

Sebenarnya Zoya dan Luna sedikit tak nyaman duduk bersama mereka, apalagi ditatap oleh siswa-siswi lain dengan tatapan berbagai macam.

Siapa yang tau keempat cowok itu, mereka adalah most wanted di sekolah ini, idola semua murid apalagi kaum cewek di sini.

Mereka adalah Elang, Kenzie, Devan dan Mondi. Yang berbicara tadi tak lain adalah Mondi.

Mereka berdua yakin sebentar lagi bakal ada keributan yang mana membuat mereka berdua kena imbasnya.

“Lo pesan sana sama Devan!” suruh Kenzie memerintah seperti bos saja.

“Enak aja nyuruh kita, Lo aja sana” protes Mondi tak terima.

“Lah kan emang itu kerjaan Lo kampret!” ujar Kenzie ngegas yang mana langsung dapat geplakan dari Devan.

Plak

“Anjiing! Sakit goblok” umpat Kenzie pada pelaku sambil mengusap bagian di geplak itu.

“Mulut Lo lemas amat, dah yuk mon. Kalian mau pesan apa?” oke Devan mengalah karena memang giliran mereka memesan hari ini.

“Gue bakso sama es jeruk!”

Lalu tatapan mereka beralih pada Elang yang terkenal dingin itu,

“Mie ayam, es teh” jawab Elang datar seperti biasa karena ia memang terkenal dingin plus datar.

Devan mengangguk dan menarik Mondi memesannya. Mondi yang ditarik hanya mendengus males.

"anjiing emang!" umpat Mondi dalam hati.

Lalu tatapan Kenzie beralih pada Luna dan Zoya.

"bukannya itu cewek yang sering di bully Mak lampir ya!" batin Kenzie masih menatap Luna.

BERSAMBUNG...

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

 

Terpopuler

Comments

Sumaningsih nano

Sumaningsih nano

udah lanjuutin

2022-10-10

2

Zulkarnain Rasyid

Zulkarnain Rasyid

hhhhhmmmmk

2022-05-08

0

Endang Tuti

Endang Tuti

lanjutkan

2022-05-08

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!