Di sekolah, sekarang sedang berlangsung jam pembelajaran. Di kelas Luna tiba-tiba merasa kebelet, “Lo kenapa Lun?” Tanya Zoya saat melihat raut Luna.
“Mau kebelet!” Dengan cepat Luna meminta izin pada guru mengajar untuk ke toilet.
“Pak izin ke toilet!”
Guru itu mengangguk, setelah mendapat izin Luna bergegas keluar dan berjalan ke arah toilet.
Sampai di depan pintu masuk, ia mendengar suara keributan karena penasaran ia mencoba melihat yang terjadi.
Dan ternyata itu kelakuan Geng Friska membully seorang siswi berkaca mata tebal, “mereka benar-benar gak ada kapoknya, memang apa yang mereka dapatkan dengan membully. Heran!” batin Luna sedikit jijik, apalagi ia juga pernah merasakan di bully tapi akhir-akhir ini tidak ada, mungkin lelah kali.
Luna sedikit kasihan pada siswi tersebut, ia berpikir mungkin dia anak baru soalnya belum pernah melihat.
Dengan memberanikan diri Luna masuk melewati mereka, namun baru saja selangkah kerah baju belakang Luna di tarik salah satu dari mereka.
“Eet...mau kemana?” Dengan kasar menarik Luna.
Luna sedikit meringis, siswi itu tertawa.
“Friska, Lo liat siapa yang datang! Baru aja mau direncakan dia menghantarkan diri sendiri” Gadis yang dipanggil Friska menoleh saat melihat Luna ia tersenyum jahat.
Siswi yang di bully itu juga sudah menyedihkan dengan baju robek, wajah membengkak di tambah kaca mata tebalnya pecah, sungguh menyedihkan.
Sekarang Friska dan gengnya beralih pada Luna.
“Hei...cewek miskin. Sudah berapa kali gue bilang lo itu enggak cocok sekolah disini. Mendingan Lo angkat kaki dari sini, dari pada kita bully terus. Emang mau! HAHAHA”
Yang lain ikut tertawa mendengar ejekan Friska.
Plak
“Ini buat Lo yang gak pernah dengarin peringatan gue!” Friska menampar pipi Luna. Luna juga tidak dapat melawan karena kedua tangannya di pegang teman-teman Friska.
Plak
“Ini buat Lo karena anggap gue remeh and miskin”
Luna merasa panas di kedua belah pipinya akibat tamparan tangan Friska.
Sambil mencengkram dagu Luna, Friska berkata, “lo liat si cupu itu, Lo mau seperti dia Hm...seru loh. Coba liat dia sangat menyedihkan” Friska menunjuk siswa cupu itu dengan raut wajah sok kasihan.
“Udah guys...kita harus segera masuk, besok lanjut” ucap Friska setelah melepaskan cengkeraman tangannya dari dagu Luna.
“Yoi, tapi bagaimana dengan mereka” tanya salah satu teman Friska.
“Biarin aja, yuk cabut” Friska keluar dengan diikuti teman-temannya dan meninggalkan siswi cupu dan Luna.
Melihat mereka pergi, Luna bernafas lega, “selamat, walaupun pipi gue kena imbasnya. Mereka benar-benar gak ada otak, dapat karma baru tau rasa!” Luna mengumpat kesal dan kembali melanjutkan kebelet, gara-gara mereka ia harus terpaksa menahan.
Tak berselang lama, selesai kebelet Luna menghampiri siswi cupu itu dan membantu nya berdiri.
“Lo anak baru ya?”
Dia mengangguk sambil menahan sakit di sekujur wajah dan tubuhnya.
“Lo harus ekstra sabar dan hati-hati, mereka memang terkenal ratu bully” Luna ikut meringis melihat keadaan dia.
“Kenalin gue Luna, nama Lo siapa?”
“Elin kelas 10” Luna mengangguk ternyata adik kelasnya, kemudian menghantar Elin ke UKS.
Di kesal, Zoya merasa heran karena Luna belum kembali juga.
“Dia mau kebelet atau buang air besar sih, lama benar!” Zoya juga mulai khawatir bagaimana jika Luna di gangguin Geng Friska.
Kring...
Kring...
Bel istirahat berbunyi, tapi Luna belum balik juga. Saat semua teman-teman kelas dan guru mengajar keluar, Luna baru nongol.
“Aduh...Luna kok Lo lama banget sih, Lo ngapain aja di toilet sih!” dumel Zoya sedikit kesal.
Luna hanya tersenyum kecut, “Sorry gue habis bantuin adik kelas makanya lama”
Zoya mengangguk, saat mata nya tak sengaja melihat pipi Luna memerah Zoya menjadi bingung.
“Ini pipi Lo kenapa? Kok bisa merah begini, sebenarnya Lo habis ngapain!” Zoya menjadi Curiga.
“Apa Lo di gangguin mereka lagi? Dan ini pasti ulah mereka kan?!” suara Zoya sedikit meninggi, ia yakin ini pasti ulah Geng Friska.
Luna tidak bisa mengelak lagi, ia mengangguk kemudian menceritakan semuanya.
Zoya semakin geram dengan kelakuan mereka semakin menjadi-jadi, kapan kapok nya coba.
“Berapa kali gue bilang sesekali lawan dong jangan mau ditindas gitu aja. Gue gak mau Lo kenapa-napa lagi!”
“Tapikan Lo tau kalo gue melawan mereka semakin menjadi-jadi. Apalagi dengan status gue!” jawab Luna sedih.
Zoya merasa bersalah karena telah membentak Luna, “maaf ya gue udah bentak Lo. Gue cuman geram aja dengan mereka” ia memeluk Luna.
Luna hanya mengangguk, “udah gak papa. Yuk ke kantin laper nih” ajak Luna sambil mengusap perut nya yang sudah keroncong minta di isi.
Zoya mengangguk, “yuk” lalu menarik Luna ke kantin.
***
Di rumah, Rehan terlihat tertawa geli melihat ponsel. Itu adalah ponsel Luna yang ke tinggalan Rehan yang tak kerjaan membuka ponsel Luna dan ternyata tidak dikunci.
Rehan yang penasaran membuka galeri, saat melihat foto-foto Luna ia jadi tertawa sendiri.
“Astaga! Apa tidak ada foto yang bagus”
Mungkin jika Luna tau dia bakalan marah dan malu sekali. Rehan benar-benar tidak ada akhlak membuka ponsel anak gadis orang tanpa izin.
***
Kembali di sekolah.
Selesai makan siang, Luna baru sadar jika ponselnya tidak ada.
“Gimana? Apa benaran gak ada!” tanya Zoya saat melihat Luna telah memeriksa di saku dan tasnya.
“Gak ada. Kayaknya benaran ketinggalan di rumah deh”
“Coba deh Lo hubungi” ucap Luna lagi. Akhirnya Zoya tersadar, kenapa tidak dari tadi.
Zoya mencari kontak Luna dan segera menghubungi lewat ponselnya.
Di rumah, Rehan yang asik tertawa langsung berhenti saat melihat panggilan masuk saat melihat namanya. Rehan terpaksa mengangkat.
“Apa!”
“ini Lo kan han”
“Iya, ponsel Lo aman kok” Rehan sudah tau apa yang cemas Luna.
“Syukurlah, ya udah”
Panggilan langsung dimatikan. Rehan melanjutkan kegiatannya.
***
Di sekolah, Luna bernafas lega. Namun saat mengingat sesuatu ia jadi gelisah sendiri.
“Ponsel gue kan gak pakai kunci, jangan sampai Rehan membuka bisa malu gue!” batin Luna rada cemas antara malu.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
bagus
2023-12-26
0
Sumaningsih nano
assiap lanjut
2022-10-10
3
Nursiah
lanjut truss
2022-05-16
0