Chapter 18. Jadi Bos baru

Hari ini Rehan pulang cepat tidak biasanya terjadi seperti ini, bahkan ini bosnya Andrew sendiri yang mengatakan dengan alasan tak masuk akal, benar-benar membingungkan. Apalagi dengan status sekarang.

Beberapa waktu sebelumnya...

“Rehan untuk hari ini kamu cukup bekerja sampai disini, saya liat kamu bekerja sangat keras dalam beberapa hari. Jadi untuk ke depan kamu tidak perlu bekerja menjadi pelayan lagi, kau tidak pantas bekerja menjadi seorang pelayan...” Ucap Andrew panjang lebar dan sangat santai sekali.

Rehan melotot, apa? dengan kata lain nya dia akan dipecat tapi perasaan selama ini ia bekerja dengan baik bahkan tak pernah libur sekalipun.

“M-maksud anda saya di pecat gitu! Tapi apa salah saya pak, bukannya selama ini saya bekerja dengan baik, setau saya pelanggan juga gak pernah komplen...”

“Oiya...saya ingat waktu itu anda pernah bilang juga, saya pikir anda hanya bercanda” Cerocos Rehan tak terima, ini nama gak adil, apa maksudnya coba.

“Atau karena saya tidak memiliki identitas makanya anda pecat. Tapi bukannya dari awal anda sendiri yang menerima saya tanpa syarat apapun...lah sekarang kenapa jadi seperti!”  Rehan tanpa sadar terus mengoceh tanpa membiarkan Andrew menjawab.

Andrew tampak sedikit salah tingkah, apalagi mendengar semua ocehan Rehan. Dia baru tau ternyata Rehan nya sangat cerewet.

“Oke. Sekarang kamu tenang dulu, tarik nafas dan buang, dengarin dulu penjelasan sampai selesai!”  

Rehan menurut, ia mencoba tenang, entah ia benar-benar emosi tadi untung gak sampai ngamuk. Lagian kalo di pecat juga gak masalah, kan bisa cari kerjaan lain.

“Maksud saya, kamu memang saya pecat jadi pelayan tapi...”

“Tapi apa pak!” Rehan sudah tak sabaran menunggu kelanjutan nya.

“Kamu akan saya angkat jadi pemilik Resto ini, karena saya harus pergi ke London untuk mengganti ayah saya memimpin perusahaan dan saya juga akan menetap disana”

Hah

Rehan cengo, apa ia tak salah dengar, dengan semudah itu ia diangkat jadi bos baru, padahal ia hanya orang asing yang tak memiliki hubungan apapun selain hanya seorang karyawan, apa otak bosnya ini bermasalah. Ya Tuhan, mungkin benar, orang ini sedikit tak waras.

“Pak, otak bapak lagi tak bermasalah kan, atau bapak lagi stress karena ditinggal si doi” timpal Rehan ngawur membuat Andrew terkekeh pelan. Lagian sejak kapan ia punya si doi, ia kan jomblo.

“Bukan, saya baik-baik saja kok. Ini memang sudah keinginan saya sendiri, kamu jangan merasa tak enak karena sudah jadi keputusan saya. Silakan kamu tanda tangan disini sebagai bukti kamu telah menjadi pemilik resto ini!” Andrew menyodorkan sebuah map biru di meja ke arah Rehan.

Rehan tampak masih terdiam dan tak percaya, dengan gugup Rehan bertanya sekali lagi. “Ini benaran pak, Hahaha...bapak gak lagi ngeprank saya kan...gak lucu pak!” Rehan tertawa, dia pikir ngelawak apa, padahal muka Andrew sangat serius.

“Tidak. Saya serius, cukup kamu tangani saja”  Rehan berhenti tertawa, ternyata ini memang benar, orang ini memang serius.

Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Rehan pasrah dan mentanda tangani sesuai perintah Andrew.

“Baiklah, sekarang kamu sudah sah jadi pemilik resto ini. Nanti saya sendiri yang akan mengumumkan pada semua karyawan dan manajer” tak lupa menjabat tangan Rehan, dan Rehan tentu menyambut balik.

~ “ ~

Sekarang Rehan telah sampai di rumah dan kalian tau ia dengan apa pulang? mobil dan supir. Kata Andrew mulai hari ini supir itu yang akan menghantarkan ia kemana pun dan mobil itu juga sudah menjadi miliknya.

Aaarrghhh...ia benar-benar di buat hampir pingsan ditempat. Dia yakin pasti ia akan di interogasi oleh istrinya dan tante Rini.

“Bapak siapa namanya, dari tadi belum kenalan lho” tanya Rehan sebelum keluar dari mobil, bahkan pintu pun di bukakan oleh si bapak supir.

“Nama saya Yanto tuan” sahut Yanto sopan. Rehan mengangguk.

“Besok-besok bapak gak usah buka in pintu segala saya kan jadi gak enak, aneh aja gitu”

Yanto terlihat enggan, “tapikan tuan in-“

“Gak ada tapi-tapian. Dan juga panggil saya biasa aja, gak usah pakai tuan-tuanan segala” ucap Rehan sambil mengibaskan tangannya santai.

“Rehan kamu udah pulang” tampak tante Rini berjalan pelan keluar dari pintu depan menghampiri mereka.

Matanya melirik heran kearah mobil mewah di dekat Rehan, “Han, ini mobil siapa? Ini mobil mewah lho suami tante aja gak bakal sanggup beli” Mata Rini terus memandang intens mobil mewah tersebut.

Rehan tau itu, dia aja awalnya juga tak percaya di belikan mobil semahal ini pasti harganya sangat fantastis.

“Ah...ini punya bos aku tante, kebetulan dia lagi berbaik hati dan meminta sopirnya ngantarin saya, ya gitu tante...” Rehan tertawa canggung sedikit salah tingkah melihat reaksi tante Rini, apalagi jika ia katakan yang sejujurnya pasti bakal jantungan.

Yanto ingin protes tapi Rehan dengan cepat mengedipkan mata untuk tutup mulut, akhirnya Yanto terpaksa menurut.

Mata tante Rini bersinar terang dan menoleh kearah Rehan, “Waah...kamu beruntung banget tau gak, punya bos tajir, baik lagi pasti dia pengusaha besar. Aish...tante jadi iri deh, kapan-kapan kamu ajak tante kenalan sama bos kamu itu ya, mana tau dia mau kasih pinjaman sama tante”

Rehan hampir saja terjungkal mendengar ucapan terakhir tante Rini, benar-benar ngawur nih orang tua, asal keluar saja. Bahkan Yanto sudah menahan diri untuk tidak tertawa.

“Mantu pintar, besok-besok harus kerja lebih rajin dah...biar dapat bonus” tante Rini cekikikan sambil menepuk pundak lebar Rehan.

“astaga... tante lupa lagi goreng ikan” Dengan cepat tante berlari kecil masuk ke dalam rumah.

Rehan hanya garuk-garuk kepala tak gatal melihat tingkah konyol tante Rini. Lalu ia beralih menoleh kearah Yanto.

“Bapak dengar kan tadi, untuk sementara waktu bapak menjauh dari sini, nanti kalo ada perlu saya miscall deh”

Yanto mengangguk, “baik tuan. Kalo begitu saya pamit” Kemudian, Yanto masuk kedalam mobil.

Rehan sedikit kesal, padahal sudah ia bilang untuk tidak memanggil tuan tapi tetap gak turutin. Ah sudahlah terserah pak Yanto saja.

Sesaat mobil tersebut menjauh, Rehan baru sadar jika ditatap beberapa pasang mata dengan tatapan penasaran dan ingin tau. Siapa lagi kalo bukan para tetangga tukang gosip dan kepoan, cocok banget jadi geng Reza.

Rehan merasa risih dengan cepat memasuki rumah, apalagi saat melihat beberapa dari mereka berencana mampir, ia malas di tanya-tanya lagi.

“Luna mana tante, apa dia belum pulang?” tanya Rehan saat tak menemukan istrinya, biasanya anak itu pasti sudah selonjoran sambil nonton drakor.

“Belum, tante juga bingung biasanya jam segini anak itu udah pulang, dan kalo ada urusan lain ia pasti ngabarin tante jika tante berada disini. Tapi gak ada tuh, gak mungkin dia lupa tante masih disini” sahut dan jelas tante yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.

“kamu udah makan apa belum, kalo belum nih tante ambilin. Mungkin Luna lagi sama teman nya nanti juga pulang” ucapnya lagi saat melihat kekhawatiran Rehan.

Saat akan mendudukkan bokongnya di kursi, terdengar panggilan dari luar.

“Rehaaan...ini gue Zoya, Lo di dalam kan!” mendengar suara anak itu sedikit panik, Rehan buru-buru membuka pintu.

Disana terlihat Zoya sedang berdiri gelisah, “ada apa? Kenapa Lo kek orang panik gitu!” Rehan mengernyit heran.

“Gak ada waktu lagi, Lo harus ikut gue...ini soalnya Luna” Rehan yang masih lola, langsung di tarik Zoya ke arah mobil nya.

Rini mendengar juga buru-buru menyusul, “ada apa ini? Dan kamu bukannya teman Luna, terus Luna mana...eh, itu ngapain mantu tante kamu tarik-tarik begitu..” cerocos Rini tanpa jeda membuat Zoya rada kesal.

“Tenang tante ini gak seperti tante pikir kok, Zoya bawa Rehan untuk keselamatan Luna”

“Yuk cepat masuk Han, nanti keburu terlambat” Rehan sedikit kesal tapi juga khawatir saat mendengar tentang Luna tanpa ba-bi-bu lagi ia segera masuk. Dan Zoya menyetir mobil dengan cepat.

Rini tampak mulai khawatir, sebenarnya apa yang terjadi dengan Luna, semoga saja tidak hal-hal buruk. Kemudian, ia berbalik kedalam.

 

BERSAMBUNG...

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

 

Terpopuler

Comments

fatin Rahman

fatin Rahman

kasian Luna

2023-12-26

0

Rafanda 2018

Rafanda 2018

lo katanya di awasi ko bisa kecolongan

2023-05-22

2

Yulita

Yulita

nga nyangka Thor nopel nya seru banggat,bagus alur cerita nya👍

2022-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!