Hari ini Rehan pulang cepat tidak biasanya terjadi seperti ini, bahkan ini bosnya Andrew sendiri yang mengatakan dengan alasan tak masuk akal, benar-benar membingungkan. Apalagi dengan status sekarang.
Beberapa waktu sebelumnya...
“Rehan untuk hari ini kamu cukup bekerja sampai disini, saya liat kamu bekerja sangat keras dalam beberapa hari. Jadi untuk ke depan kamu tidak perlu bekerja menjadi pelayan lagi, kau tidak pantas bekerja menjadi seorang pelayan...” Ucap Andrew panjang lebar dan sangat santai sekali.
Rehan melotot, apa? dengan kata lain nya dia akan dipecat tapi perasaan selama ini ia bekerja dengan baik bahkan tak pernah libur sekalipun.
“M-maksud anda saya di pecat gitu! Tapi apa salah saya pak, bukannya selama ini saya bekerja dengan baik, setau saya pelanggan juga gak pernah komplen...”
“Oiya...saya ingat waktu itu anda pernah bilang juga, saya pikir anda hanya bercanda” Cerocos Rehan tak terima, ini nama gak adil, apa maksudnya coba.
“Atau karena saya tidak memiliki identitas makanya anda pecat. Tapi bukannya dari awal anda sendiri yang menerima saya tanpa syarat apapun...lah sekarang kenapa jadi seperti!” Rehan tanpa sadar terus mengoceh tanpa membiarkan Andrew menjawab.
Andrew tampak sedikit salah tingkah, apalagi mendengar semua ocehan Rehan. Dia baru tau ternyata Rehan nya sangat cerewet.
“Oke. Sekarang kamu tenang dulu, tarik nafas dan buang, dengarin dulu penjelasan sampai selesai!”
Rehan menurut, ia mencoba tenang, entah ia benar-benar emosi tadi untung gak sampai ngamuk. Lagian kalo di pecat juga gak masalah, kan bisa cari kerjaan lain.
“Maksud saya, kamu memang saya pecat jadi pelayan tapi...”
“Tapi apa pak!” Rehan sudah tak sabaran menunggu kelanjutan nya.
“Kamu akan saya angkat jadi pemilik Resto ini, karena saya harus pergi ke London untuk mengganti ayah saya memimpin perusahaan dan saya juga akan menetap disana”
Hah
Rehan cengo, apa ia tak salah dengar, dengan semudah itu ia diangkat jadi bos baru, padahal ia hanya orang asing yang tak memiliki hubungan apapun selain hanya seorang karyawan, apa otak bosnya ini bermasalah. Ya Tuhan, mungkin benar, orang ini sedikit tak waras.
“Pak, otak bapak lagi tak bermasalah kan, atau bapak lagi stress karena ditinggal si doi” timpal Rehan ngawur membuat Andrew terkekeh pelan. Lagian sejak kapan ia punya si doi, ia kan jomblo.
“Bukan, saya baik-baik saja kok. Ini memang sudah keinginan saya sendiri, kamu jangan merasa tak enak karena sudah jadi keputusan saya. Silakan kamu tanda tangan disini sebagai bukti kamu telah menjadi pemilik resto ini!” Andrew menyodorkan sebuah map biru di meja ke arah Rehan.
Rehan tampak masih terdiam dan tak percaya, dengan gugup Rehan bertanya sekali lagi. “Ini benaran pak, Hahaha...bapak gak lagi ngeprank saya kan...gak lucu pak!” Rehan tertawa, dia pikir ngelawak apa, padahal muka Andrew sangat serius.
“Tidak. Saya serius, cukup kamu tangani saja” Rehan berhenti tertawa, ternyata ini memang benar, orang ini memang serius.
Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Rehan pasrah dan mentanda tangani sesuai perintah Andrew.
“Baiklah, sekarang kamu sudah sah jadi pemilik resto ini. Nanti saya sendiri yang akan mengumumkan pada semua karyawan dan manajer” tak lupa menjabat tangan Rehan, dan Rehan tentu menyambut balik.
~ “ ~
Sekarang Rehan telah sampai di rumah dan kalian tau ia dengan apa pulang? mobil dan supir. Kata Andrew mulai hari ini supir itu yang akan menghantarkan ia kemana pun dan mobil itu juga sudah menjadi miliknya.
Aaarrghhh...ia benar-benar di buat hampir pingsan ditempat. Dia yakin pasti ia akan di interogasi oleh istrinya dan tante Rini.
“Bapak siapa namanya, dari tadi belum kenalan lho” tanya Rehan sebelum keluar dari mobil, bahkan pintu pun di bukakan oleh si bapak supir.
“Nama saya Yanto tuan” sahut Yanto sopan. Rehan mengangguk.
“Besok-besok bapak gak usah buka in pintu segala saya kan jadi gak enak, aneh aja gitu”
Yanto terlihat enggan, “tapikan tuan in-“
“Gak ada tapi-tapian. Dan juga panggil saya biasa aja, gak usah pakai tuan-tuanan segala” ucap Rehan sambil mengibaskan tangannya santai.
“Rehan kamu udah pulang” tampak tante Rini berjalan pelan keluar dari pintu depan menghampiri mereka.
Matanya melirik heran kearah mobil mewah di dekat Rehan, “Han, ini mobil siapa? Ini mobil mewah lho suami tante aja gak bakal sanggup beli” Mata Rini terus memandang intens mobil mewah tersebut.
Rehan tau itu, dia aja awalnya juga tak percaya di belikan mobil semahal ini pasti harganya sangat fantastis.
“Ah...ini punya bos aku tante, kebetulan dia lagi berbaik hati dan meminta sopirnya ngantarin saya, ya gitu tante...” Rehan tertawa canggung sedikit salah tingkah melihat reaksi tante Rini, apalagi jika ia katakan yang sejujurnya pasti bakal jantungan.
Yanto ingin protes tapi Rehan dengan cepat mengedipkan mata untuk tutup mulut, akhirnya Yanto terpaksa menurut.
Mata tante Rini bersinar terang dan menoleh kearah Rehan, “Waah...kamu beruntung banget tau gak, punya bos tajir, baik lagi pasti dia pengusaha besar. Aish...tante jadi iri deh, kapan-kapan kamu ajak tante kenalan sama bos kamu itu ya, mana tau dia mau kasih pinjaman sama tante”
Rehan hampir saja terjungkal mendengar ucapan terakhir tante Rini, benar-benar ngawur nih orang tua, asal keluar saja. Bahkan Yanto sudah menahan diri untuk tidak tertawa.
“Mantu pintar, besok-besok harus kerja lebih rajin dah...biar dapat bonus” tante Rini cekikikan sambil menepuk pundak lebar Rehan.
“astaga... tante lupa lagi goreng ikan” Dengan cepat tante berlari kecil masuk ke dalam rumah.
Rehan hanya garuk-garuk kepala tak gatal melihat tingkah konyol tante Rini. Lalu ia beralih menoleh kearah Yanto.
“Bapak dengar kan tadi, untuk sementara waktu bapak menjauh dari sini, nanti kalo ada perlu saya miscall deh”
Yanto mengangguk, “baik tuan. Kalo begitu saya pamit” Kemudian, Yanto masuk kedalam mobil.
Rehan sedikit kesal, padahal sudah ia bilang untuk tidak memanggil tuan tapi tetap gak turutin. Ah sudahlah terserah pak Yanto saja.
Sesaat mobil tersebut menjauh, Rehan baru sadar jika ditatap beberapa pasang mata dengan tatapan penasaran dan ingin tau. Siapa lagi kalo bukan para tetangga tukang gosip dan kepoan, cocok banget jadi geng Reza.
Rehan merasa risih dengan cepat memasuki rumah, apalagi saat melihat beberapa dari mereka berencana mampir, ia malas di tanya-tanya lagi.
“Luna mana tante, apa dia belum pulang?” tanya Rehan saat tak menemukan istrinya, biasanya anak itu pasti sudah selonjoran sambil nonton drakor.
“Belum, tante juga bingung biasanya jam segini anak itu udah pulang, dan kalo ada urusan lain ia pasti ngabarin tante jika tante berada disini. Tapi gak ada tuh, gak mungkin dia lupa tante masih disini” sahut dan jelas tante yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.
“kamu udah makan apa belum, kalo belum nih tante ambilin. Mungkin Luna lagi sama teman nya nanti juga pulang” ucapnya lagi saat melihat kekhawatiran Rehan.
Saat akan mendudukkan bokongnya di kursi, terdengar panggilan dari luar.
“Rehaaan...ini gue Zoya, Lo di dalam kan!” mendengar suara anak itu sedikit panik, Rehan buru-buru membuka pintu.
Disana terlihat Zoya sedang berdiri gelisah, “ada apa? Kenapa Lo kek orang panik gitu!” Rehan mengernyit heran.
“Gak ada waktu lagi, Lo harus ikut gue...ini soalnya Luna” Rehan yang masih lola, langsung di tarik Zoya ke arah mobil nya.
Rini mendengar juga buru-buru menyusul, “ada apa ini? Dan kamu bukannya teman Luna, terus Luna mana...eh, itu ngapain mantu tante kamu tarik-tarik begitu..” cerocos Rini tanpa jeda membuat Zoya rada kesal.
“Tenang tante ini gak seperti tante pikir kok, Zoya bawa Rehan untuk keselamatan Luna”
“Yuk cepat masuk Han, nanti keburu terlambat” Rehan sedikit kesal tapi juga khawatir saat mendengar tentang Luna tanpa ba-bi-bu lagi ia segera masuk. Dan Zoya menyetir mobil dengan cepat.
Rini tampak mulai khawatir, sebenarnya apa yang terjadi dengan Luna, semoga saja tidak hal-hal buruk. Kemudian, ia berbalik kedalam.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
kasian Luna
2023-12-26
0
Rafanda 2018
lo katanya di awasi ko bisa kecolongan
2023-05-22
2
Yulita
nga nyangka Thor nopel nya seru banggat,bagus alur cerita nya👍
2022-09-26
0