Chapter 16. Gara-gara tendangan

Tampak dua sejoli masih tidur dengan nyaman tanpa terusik oleh cahaya matahari melalui celah jendela.

Berselang lama, terlihat salah satu dari mereka menggeliat, “eughhh...” dengan perlahan mata terbuka sambil mengucek pelan.

“Apaan nih kok keras ya” gumamnya masih belum setengah sadar, saat telapak tangannya merasa sesuatu. Karena penasaran ia memicingkan matanya untuk melihat, Dan...

“Kyaaaaa...”

 Bruk

Luna, Yap dia Luna dan yang membuat berteriak karena mendapat diri berpelukan dengan Rehan. kan kaget.

“Aduh...sakit pantat gue!” ringis Rehan, yang sudah tergeletak di lantai akibat tendangan maut Luna, emang gak ada akhlak.

“Ngapain sih pagi-pagi teriak, malah tendang gue lagi, jahat banget sih!” ujar Rehan setelah berdiri dengan mata sedikit melek, masih ngantuk.

“Siapa suruh Lo peluk-peluk gue tanpa izin hah...pasti Lo sengaja kan cari kesempatan saat gue tidur, ngaku Lo!” sentak Luna, malah ngegas lagi sambil menunjuk-nunjuk Rehan dengan jari telunjuknya.

Rehan mengernyit, “apa sih, gak jelas banget. Kapan gue peluk lo coba? Atau mungkin refleks kali gue kan lagi tidur mana sadar” ucap Rehan sambil menguap lebar, ia benar-benar tidak sadar, mana tau.

“Ck..” Luna hanya berdecih kesal, dan berlalu ke kamar mandi.

Rehan melirik kearah Luna sebentar, “marah-marah mulu, pms kali ya” gumamnya heran. Soal pelukan suer ia benar-benar tidak tau.

“Hoaam... jam berapa sih!” Rehan menoleh kearah jam yang tergantung sempurna didinding kamar.

“Jam enam lewat, ck...masih terlalu pagi” lalu menjatuhkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu gara-gara tendangan Luna. istri durhaka, masak suami sedang enakan bobok ditendang.

Ceklek

Tampak kepala Luna menyembul di balik pintu, matanya mencari keberadaan Rehan, saat melihat Rehan masih tidur, ia tersenyum lega.

“Aman” dengan langkah pelan-pelan ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian dalam dan seragam sekolahnya. Setelah dapat, ia kembali memasuki kamar mandi dan memakai nya. Tidak mungkin kan ia pakai disana, entar tiba-tiba Rehan bangun bisa gawat, kan malu tubuh montok bin mulusnya di lihat.

Selesai, ia keluar. Dan Rehan masih enakan tidur, benar-benar kebo. Dengan kesal ia lemparkan handuk sedikit lembab di kepalanya tepat ke muka Rehan.

“Bangun”

Rehan yang merasakan sesuatu menimpa wajahnya segara mengambilnya.

“Apa sih ah... ganggu orang lagi tidur aja Lo!”

“Tidur mulu Lo, dah pagi bangun, mandi sana”

Rehan mengangguk, dengan sempoyongan beranjak memasuki kamar mandi.

“astaga, gue lupa pakaian Rehan kan masih dikamar sebelah” Luna berdecak sebal dan bergegas keluar.

Dan pergi ke kamar sebelah yang sekarang di huni tante Rini, sebelum itu ia memastikan apa tante nya udah keluar. Ternyata tante Rini lagi memasak di dapur. Dengan cepat Luna mengambil pakaian Rehan.

Setelah itu, Luna balik ke kamar nya membawa beberapa pakaian Rehan, sebab tante Rini tidak tau kapan baliknya, bisa aja besok bahkan dua hari lagi.

Ceklek

Luna yang telah masuk ke kamar, saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Tanpa sengaja pandangan nya juga ikut menoleh kesana.

Deg

Matanya melotot melihat pemandangan di depannya, dengan gelagapan Luna menutup ke-dua matanya.

“Sumpah, gue gak liat...benaran gak liat” dengan tergesa beranjak keluar.

Rehan sendiri tampak bingung, “dia kenapa sih, emang liat apa sih? gak ada yang aneh kok” perlahan Rehan melirik tubuhnya sendiri yang sekarang hanya memakai handuk sebatas pinggang, jangan lupa perut kotak-kotak nya, kulit putih bersih, membuat siapa saja wanita melihat pemandangan itu akan meleleh.

Akhirnya, Rehan mengerti yang di maksud Luna. Ia tersenyum miring, “gitu toh ternyata takut terpesona liat tubuh seksi gue... tenang, nanti bakalan gue liatin tiap hari biar Lo puas he...” Rehan senyum-senyum sendiri seperti orang gila, lalu memakai pakaian nya yang sudah tergeletak di atas tempat tidur.

“semoga aja tante Rini lama-lama nginap nya kalo perlu selamanya deh, biar gue bisa tidur sama Luna teroos” ucapnya tak lupa mengaminkan.

Berbeda dengan Luna, selepas keluar tadi ia segera ke dapur membantu tantenya. lama-lama di kamar bisa pingsan ia nanti.

🌼🌼

“Ya udah tante, aku berangkat ya” ucap Luna usai sarapan. Rini mengangguk, “hati-hati ya, belajar yang benar. Bentar lagi kan mau ujian akhir” sahut Rini.

“Iya tante” angguk Luna, lalu menyalimi tangan tantenya. Rehan melihat itu juga ikut menyodorkan tangan kanannya pada Luna.

Luna masih tak mengerti hanya menatap bingung, melihat reaksi Luna, Rehan dibuat jengah, “salim Lun”

“Gitu toh” cengir Luna, dan segera menyambut nya tak lupa menciumnya sedikit.

Rehan mengulum senyumnya saat merasakan bibir mungil Luna melekat di punggung tangannya, walaupun hanya di tangan.

Pemandangan itu tak lepas dari penglihatan Rini, ia hanya terkekeh kecil melihat ke tidak pekaan Luna.

Luna juga sudah ngacir ke depan, “hufff...malu gue, lagian ngapain pakai cium segala sih” gumamnya sambil mengusap bibirnya malu.

“Ck, udah ah” kemudian mengayuh sepeda beroda duanya menuju sekolah.

Selama perjalanan Luna terlihat berpikir, “apa nanti gue bilang semuanya sama Zoya ya!” menolog nya, karena sampai sekarang ia belum mengatakan tentang kebenaran hubungan nya dengan Rehan. Tapi di satu sisi ia tak tega saat mengingat tatapan berbinar-binar dan penuh cinta Zoya pada Rehan, nanti sahabatnya bakal jadi patah hati dan kecewa, pasti anak itu memarahi nya. Ia kan gak mau gara-gara itu hubungan persahabatan mereka jadi renggang.

“HUWAAA...GIMANA DONG!” pekik Luna membuat para pengendara lain menatapnya aneh.

“Sayang cantik-cantik stress!” kira-kira begitulah pemikiran mereka. Namun, Luna tak terlalu menyadari nya.

30 menit kemudian, ia sampai di sekolah dengan selamat sentosa walaupun ia sempat melamun di tengah jalan. Untung kagak nabrak, kalo terjadi bisa panjang urusannya.

“Lunaaa...” terdengar teriakan seseorang, Ah siapa lagi kalo buka sahabat nya Zoya.

“Baru sampe juga ya” ucapnya saat telah berada dekat Luna.

“Belum”

“Ketus amat neng masih pagi juga” ledek Zoya yang hanya dibalas males oleh Luna.

“Lagian udah tau pake nanya” sewotnya.

“Sewot banget sih, lagi pms ya” Zoya merangkul sahabat nya itu.

Luna hanya mendengus dan berjalan memasuki koridor sekolah dengan Zoya masih merangkul nya. Perlu di ketahui Zoya itu sedikit lebih tinggi dari Luna.

“Eh...babu kita udah datang” mereka terpaksa menghentikan langkahnya mendengar suara familiar itu, khususnya Luna. Bahkan beberapa murid lainnya juga ikut berhenti.

Mereka menoleh ke arah sumber suara, dan terlihat disana ada Friska dan teman-temannya tersenyum sinis menatap Luna.

“Nanti pulang sekolah Lo harus ikut oke, ada yang mau kita omongin sama lo” ujar Riya salah satu teman Friska diiringi senyuman sok manis, padahal nya mah asli ngejek tuh.

Luna hanya diam, di sebelah nya Zoya sudah misuh-misuh sendiri.

“awas Lo kalo gak datang!” Ancam teman Friska yang bernama Kinan. Friska sendiri hanya diam tapi tatapan selalu memandang rendah ke arah Luna.

Sebenarnya, Luna sedang mengatakan kata-kata laknat untuk mereka, tapi ia tak berani mengatakan secara langsung. Bisa apes dia. Lagian sebentar lagi ia juga bakal angkat kaki dari sekolah dan gak bakal ketemu anak-anak songong itu.

“Ck, ngapain sih dengarin orang gak punya otak macam mereka” dengan kesal Zoya menarik Luna memasuki kelas.

 

BERSAMBUNG...

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

Terpopuler

Comments

fatin Rahman

fatin Rahman

menarik

2023-12-26

0

Hoiriyah

Hoiriyah

trskn

2022-05-10

2

Antie

Antie

lanjut....

2022-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!