Tak terasa sudah hampir sebulan lebih Luna tinggal bersama Rehan, dan selama itu pula Zoya selalu PDKT pada Rehan. Namun, tetap saja Rehan hanya merespon cuek dan bodo amat. Hubungan nya dengan Luna juga biasa saja tak ada rasa canggung, mereka benar-benar terlihat seperti adik kakak.
Selama itu pula Tante dan paman Luna belum pernah berkunjung kesana, mungkin sibuk atau terlalu males bertemu Luna yang bagi mereka tak terlalu penting. Dan Luna juga B saja, malahan ia merasa lebih nyaman tinggal bersama Rehan dari pada mereka.
🌼🌼
Di balkon, Luna terlihat sedang melamun memandang langit malam yang dipenuhi bintang-bintang seraya menghembuskan nafas pelan.
“ayah, ibu Luna kangen!” terdengar lirihan pelan dari Luna dengan badan sedikit bergetar namun hanya sesaat. Wajahnya yang semula murung dan sedih kembali tenang dengan bibir membentuk senyuman indah membuat siapa saja melihat nya akan terpesona.
“kalian tau gak, sekarang Luna gak merasa kesepian lagi. Luna gak tau kalian marah atau gak tapi hati Luna senang dan entah kenapa merasa nyaman saat bersama dia! Dia baik dan selalu memperhatikan Luna walaupun Luna belum tau identitas aslinya tapi Luna juga bersyukur berkat dia Luna bisa merasakan memiliki seorang abang yang sayang sama Luna!” Luna menangis haru saat mengingat semua perlakuan Rehan, ternyata Rehan pria yang baik dan perhatian.
“Kok gue jadi cengeng gini sih!” gerutunya dengan cepat menghapus air matanya.
Saat sibuk mengelap air mata terdengar suara ketukan pintu kamarnya dan suara panggilan Rehan.
“Lunaaa...Lo ngapain di dalam? Gue mau keluar lo mau ikut gak atau mau titip sesuatu gitu!”
Bodo amat dengan mata sembab nya, ia segera berjalan kearah pintu dan membukanya.
“lo benaran mau keluar?” tanya Luna dengan suara sedikit serak pada Rehan yang telah memakai Hoodie abu-abu dengan celana bahan hitam serta sebuah topi hitam bertengger di kepalanya.
Rehan mengernyit bingung mendengar perubahan suara Luna, “kenapa suara Lo serak gitu, itu juga mata kenapa sembab banget? Lo habis nangis? Lo nangis kenapa?” nah kan berbeda banget jika bersama Luna, cerewet lah sama Zoya saja cuek minta ampun.
Luna menepis tangan Rehan yang memegang kedua bahunya, dia sedikit malu karena ketauan habis menangis.
“Gak, gue cuman kelilipan kok!” jawab Luna asal.
Rehan tidak bertanya lagi, ia tau Luna malu mengakui jadi ia maklumi saja.
“Oh. Jadi gimana Lo mau ikut atau nitip sesuatu?!” tanya Rehan lagi.
“Ikut aja, bentar gue ganti baju dulu!” Luna berbalik ke dalam buat mengganti pakaiannya.
Rehan berjalan menuju ruangan tengah menunggu Luna. Malam ini ia tidak kerja karena ia mendapat shif siang tadi sampai waktu magrib jadi bisa sedikit bersantai.
Saat mendengar langkah kaki mendekat, Rehan segera berdiri dan berjalan keluar di ikuti oleh Luna yang sudah selesai mengganti pakaiannya.
“Han, apa kita jalan kaki atau naik sepatu gue aja!”
Rehan tidak menjawab, dan langsung menaiki sepeda putih kesayangan Luna.
“Yuk!” Luna hanya menurut dan duduk di bonceng belakang Rehan. Merasa Luna sudah naik, Rehan segera mengayuh sepedanya.
“Kita kemana Han?” tanya Luna karena Rehan belum memberitahu nya akan pergi kemana.
“Maunya kemana?” bukannya menjawab malah bertanya balik membuat Luna kesal saja.
“Kok malah nanya gue sih, kan Lo yang ngajak”
“Eh, tapi gimana kalo kita makan dulu” saran Luna pada akhirnya saat merasakan lapar karena belum sempat masak tadi akibat melamun.
Rehan mengangguk dan mengayuh sepedanya mencari resto terdekat, untuk lokasi tempat kerja Rehan itu cukup jauh dan resto itu resto terkenal dan cukup mewah.
Selama menunggu sampai di resto mereka berbincang-bincang santai seperti biasa.
Tak butuh waktu lama, mereka sampai di depan sebuah resto xxx. Setelah memarkirkan sepeda Keduanya berjalan masuk dengan santai dan segera duduk di salah satu meja kosong.
Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan berucap ramah, “Silakan nona dan tuan memesan makanan dan minumannya” sambil memberikan sebuah buku menu.
Luna segera melihat-lihat yang ingin dipesannya lalu menoleh kearah Rehan.
Melihat tatapan Luna, Rehan bertanya, “mau apa? Udah pesan aja!” ia tau maksud tatapan Luna.
Mendapatkan izin, Luna menyebutkan pesanan nya dengan berat hati. Namun, masih di harga paling murah, ia tidak mau terlalu boros apalagi sekarang Rehan membiayai semua kebutuhan nya itu pun atas paksaan Rehan sendiri.
Setelah mendapatkan pesanan keduanya, pelayan itu berbalik.
“Han, apa gak terlalu boros ya kita makan disini?” tanya Luna yang sedari tadi merasa tak enak.
Rehan terkekeh pelan dan menggeleng melihat raut wajah Luna.
“Tenang aja, uang gajian gue banyak kok gak bakalan habis” ucap Rehan dengan tenang membuat Luna memutar bola mata males.
“Serah lah” ketus Luna, lagian gaji Rehan memang cukup banyak, apalagi baru kemarin ia menerima gajian pertama nya.
“Ingat, kalo Lo butuh apa-apa jangan sungkan bilang sama gue bakalan gue beliin selagi gue mampu”
“Ck, iya iya bawel”
Beberapa saat kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka. Setelah di sajikan di meja, mereka makan dengan tenang tanpa suara karena itu sudah jadi kebiasaan baru mereka khususnya Rehan.
15 menit kemudian, mereka menyelesaikan makannya. “Han, apa Lo masih belum ingat?” tanya Luna cukup penasaran yang mana dibalas gelengan lemah oleh Rehan.
“Coba deh Lo benturin kepala Lo bisa aja ingat kan!” ucap Luna ngelantur.
Tuk
“ngomongnya!”
Luna mengusap kening yang di sentil Rehan.
“gak usah main kekerasan juga kali, sakit tau!” kesal Luna.
“Makanya kalo ngomong tuh jangan sembarang, masak Lo nyuruh gue benturin kepala gue sendiri yang ada geger otak gue!” protes Rehan tak terima.
“ya bisa ajakan karena itu ingatan Lo bisa balik. Secara kan Lo kek gitu saat gue temuin kepala Lo berdarah, dipukul pakai apa sih keknya kuat banget! Tega banget tuh pelaku benaran niat mau bunuh Lo! coba aja dari awal gue ngeliat pasti bakal gue tendang tuh orang kalo perlu gue pukul pakai balok besar” kayak berani aja.
Rehan hanya menggaruk tengkuknya tak gatal mendengar ocehan panjang lebar Luna, bahkan ekspresi nya juga ikut berubah-ubah, malah ngegas lagi.
Pengunjung lain ikut menoleh kearah tempat duduk mereka karena suara Luna cukup keras.
“Suara lo!” bisik Rehan melihat tatapan para pengunjung lainnya.
“Eh...” Luna tersadar saat menatap di sekelilingnya sambil cengengesan dan minta maaf.
Rehan hanya menatap males.
🌼🌼
Habis dari resto tadi, mereka pergi ke Indomaret untuk belanja. Yang paling banyak sih tetap belanjaan Luna daripada Rehan. Rehan hanya memaklumi karena tau kebiasaan Luna yang suka ngemil.
Selesai belanja Rehan langsung mengayuh sepeda nya balik pulang, karena Luna sudah merengek minta pulang katanya mengantuk.
Sampai dirumah, Luna langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Rehan hanya geleng-geleng kepala melihat nya dan meletakkan barang belanjaan ia dan Luna di atas meja.
Melihat jam menunjukkan pukul 22.00 malam, Rehan paham jika Luna sudah mengantuk karena biasanya jam sembilanan Luna sudah memasuki kamar untuk tidur.
Ia menghampiri Luna, “Lun, jangan tidur di sofa sana masuk ke kamar lo” tegur Rehan melihat Luna benar-benar tidur di sofa.
“Um...bentar Han” jawab Luna pelan dengan mata terpejam, ngantuk banget keknya.
Rehan hanya diam dan berlalu ke kamar, meninggalkan Luna yang sebentar lagi benaran masuk ke alam mimpi.
Tak cukup beberapa menit, Rehan kembali kesana tanpa Hoodie dan topi hanya memakai baju kaos putih dan celana hitam selutut. Melihat Luna masih berbaring di sofa ia menghela nafas saja.
“Lun, Lo benaran mau tidur disana, Woi...Luna!” namun panggilannya tidak dihiraukan atau mungkin Luna sudah benaran tidur.
“Hahh...” akhirnya Rehan memberanikan diri mengangkat Luna ke kamar, tidak mungkin ia biarkan tidur disana mana tega dia.
BERSAMBUNG...
oh ya, nih ada visual nya dari author biar para readers makin semangat bacanya, ehehe
Gimana suka gak, atau gak cocok. para readers sekalian bebas kok ngebayangin siapa aja😊
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
sepadan..cantik dan tampan😊
2023-12-26
0
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
suka banget visual nya ... cocokk ... Asia Banget pokoknyaaaaaaaaaaaaa mah ... gk pke visual sebenarnya aku dah semangat baca karena menarik cerita ... perjuangan Luna .... amnesia Rehan 🤭
2023-07-24
3
Akha Masrokha Rezpectha
wowwwww xukai idolaku
2022-11-04
0