Chapter 10. Menangis

Tak terasa sudah hampir sebulan lebih Luna tinggal bersama Rehan, dan selama itu pula Zoya selalu PDKT pada Rehan. Namun, tetap saja Rehan hanya merespon cuek dan bodo amat. Hubungan nya dengan Luna juga biasa saja tak ada rasa canggung, mereka benar-benar terlihat seperti adik kakak.

Selama itu pula Tante dan paman Luna belum pernah berkunjung kesana, mungkin sibuk atau terlalu males bertemu Luna yang bagi mereka tak terlalu penting. Dan Luna juga B saja, malahan ia merasa lebih nyaman tinggal bersama Rehan dari pada mereka.

🌼🌼

Di balkon, Luna terlihat sedang melamun memandang langit malam yang dipenuhi bintang-bintang seraya menghembuskan nafas pelan.

“ayah, ibu Luna kangen!” terdengar lirihan pelan dari Luna dengan badan sedikit bergetar namun hanya sesaat. Wajahnya yang semula murung dan sedih kembali tenang dengan bibir membentuk senyuman indah membuat siapa saja melihat nya akan terpesona.

“kalian tau gak, sekarang Luna gak merasa kesepian lagi. Luna gak tau kalian marah atau gak tapi hati Luna senang dan entah kenapa merasa nyaman saat bersama dia! Dia baik dan selalu memperhatikan Luna walaupun Luna belum tau identitas aslinya tapi Luna juga bersyukur berkat dia Luna bisa merasakan memiliki seorang abang yang sayang sama Luna!”  Luna menangis haru saat mengingat semua perlakuan Rehan, ternyata Rehan pria yang baik dan perhatian.

“Kok gue jadi cengeng gini sih!” gerutunya dengan cepat menghapus air matanya.

Saat sibuk mengelap air mata terdengar suara ketukan pintu kamarnya dan suara panggilan Rehan.

“Lunaaa...Lo ngapain di dalam? Gue mau keluar lo mau ikut gak atau mau titip sesuatu gitu!”

Bodo amat dengan mata sembab nya, ia segera berjalan kearah pintu dan membukanya.

“lo benaran mau keluar?” tanya Luna dengan suara sedikit serak pada Rehan yang telah memakai Hoodie abu-abu dengan celana bahan hitam serta sebuah topi hitam bertengger di kepalanya.

Rehan mengernyit bingung mendengar perubahan suara Luna, “kenapa suara Lo serak gitu, itu juga mata kenapa sembab banget? Lo habis nangis? Lo nangis kenapa?” nah kan berbeda banget jika bersama Luna, cerewet  lah sama Zoya saja cuek minta ampun.

Luna menepis tangan Rehan yang memegang kedua bahunya, dia sedikit malu karena ketauan habis menangis.

“Gak, gue cuman kelilipan kok!” jawab Luna asal.

Rehan tidak bertanya lagi, ia tau Luna malu mengakui jadi ia maklumi saja.

“Oh. Jadi gimana Lo mau ikut atau nitip sesuatu?!” tanya Rehan lagi.

“Ikut aja, bentar gue ganti baju dulu!” Luna berbalik ke dalam buat mengganti pakaiannya.

Rehan berjalan menuju ruangan tengah menunggu Luna. Malam ini ia tidak kerja karena ia mendapat shif siang tadi sampai waktu magrib jadi bisa sedikit bersantai.

Saat mendengar langkah kaki mendekat, Rehan segera berdiri dan berjalan keluar di ikuti oleh Luna yang sudah selesai mengganti pakaiannya.

“Han, apa kita jalan kaki atau naik sepatu gue aja!”

Rehan tidak menjawab, dan langsung menaiki sepeda putih kesayangan Luna.

“Yuk!” Luna hanya menurut dan duduk di bonceng belakang Rehan. Merasa Luna sudah naik, Rehan segera mengayuh sepedanya.

“Kita kemana Han?” tanya Luna karena Rehan belum memberitahu nya akan pergi kemana.

“Maunya kemana?” bukannya menjawab malah bertanya balik membuat Luna kesal saja.

“Kok malah nanya gue sih, kan Lo yang ngajak”

“Eh, tapi gimana kalo kita makan dulu” saran Luna pada akhirnya saat merasakan lapar karena belum sempat masak tadi akibat melamun.

Rehan mengangguk dan mengayuh sepedanya mencari resto terdekat, untuk lokasi tempat kerja Rehan itu cukup jauh dan resto itu resto terkenal dan cukup mewah.

Selama menunggu sampai di resto mereka berbincang-bincang santai seperti biasa.

Tak butuh waktu lama, mereka sampai di depan sebuah resto xxx. Setelah memarkirkan sepeda Keduanya berjalan masuk dengan santai dan segera duduk di salah satu meja kosong.

Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan berucap ramah, “Silakan nona dan tuan memesan makanan dan minumannya” sambil memberikan sebuah buku menu.

Luna segera melihat-lihat yang ingin dipesannya lalu menoleh kearah Rehan.

Melihat tatapan Luna, Rehan bertanya, “mau apa? Udah pesan aja!” ia tau maksud tatapan Luna.

Mendapatkan izin, Luna menyebutkan pesanan nya dengan berat hati. Namun, masih di harga paling murah, ia tidak mau terlalu boros apalagi sekarang Rehan membiayai semua kebutuhan nya itu pun atas paksaan Rehan sendiri.

Setelah mendapatkan pesanan keduanya, pelayan itu berbalik.

“Han, apa gak terlalu boros ya kita makan disini?” tanya Luna yang sedari tadi merasa tak enak.

Rehan terkekeh pelan dan menggeleng melihat raut wajah Luna.

“Tenang aja, uang gajian gue banyak kok gak bakalan habis” ucap Rehan dengan tenang membuat Luna memutar bola mata males.

“Serah lah” ketus Luna, lagian gaji Rehan memang cukup banyak, apalagi baru kemarin ia menerima gajian pertama nya.

“Ingat, kalo Lo butuh apa-apa jangan sungkan bilang sama gue bakalan gue beliin selagi gue mampu”

“Ck, iya iya bawel”

Beberapa saat kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka. Setelah di sajikan di meja, mereka makan dengan tenang tanpa suara karena itu sudah jadi kebiasaan baru mereka khususnya Rehan.

15 menit kemudian, mereka menyelesaikan makannya. “Han, apa Lo masih belum ingat?” tanya Luna cukup penasaran yang mana dibalas gelengan lemah oleh Rehan.

“Coba deh Lo benturin kepala Lo bisa aja ingat kan!” ucap Luna ngelantur.

Tuk

“ngomongnya!”

Luna mengusap kening yang di sentil Rehan.

“gak usah main kekerasan juga kali, sakit tau!” kesal Luna.

“Makanya kalo ngomong tuh jangan sembarang, masak Lo nyuruh gue benturin kepala gue sendiri yang ada geger otak gue!” protes Rehan tak terima.

“ya bisa ajakan karena itu ingatan Lo bisa balik. Secara kan Lo kek gitu saat gue temuin kepala Lo berdarah, dipukul pakai apa sih keknya kuat banget! Tega banget tuh pelaku benaran niat mau bunuh Lo! coba aja dari awal gue ngeliat pasti bakal gue tendang tuh orang kalo perlu gue pukul pakai balok besar”  kayak berani aja.

Rehan hanya menggaruk tengkuknya tak gatal mendengar ocehan panjang lebar Luna, bahkan ekspresi nya juga ikut berubah-ubah, malah ngegas lagi.

Pengunjung lain ikut menoleh kearah tempat duduk mereka karena suara Luna cukup keras.

“Suara lo!” bisik Rehan melihat tatapan para pengunjung lainnya.

“Eh...” Luna tersadar saat menatap di sekelilingnya sambil cengengesan dan minta maaf.

Rehan hanya menatap males.

🌼🌼

Habis dari resto tadi, mereka pergi ke Indomaret untuk belanja. Yang paling banyak sih tetap belanjaan Luna daripada Rehan. Rehan hanya memaklumi karena tau kebiasaan Luna yang suka ngemil.

Selesai belanja Rehan langsung mengayuh sepeda nya balik pulang, karena Luna sudah merengek minta pulang katanya mengantuk.

Sampai dirumah, Luna langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Rehan hanya geleng-geleng kepala melihat nya dan meletakkan barang belanjaan ia dan Luna di atas meja.

Melihat jam menunjukkan pukul 22.00 malam, Rehan paham jika Luna sudah mengantuk karena biasanya jam sembilanan Luna sudah memasuki kamar untuk tidur.

Ia menghampiri Luna, “Lun, jangan tidur di sofa sana masuk ke kamar lo” tegur Rehan melihat Luna benar-benar tidur di sofa.

“Um...bentar Han” jawab Luna pelan dengan mata terpejam, ngantuk banget keknya.

Rehan hanya diam dan berlalu ke kamar, meninggalkan Luna yang sebentar lagi benaran masuk ke alam mimpi.

Tak cukup beberapa menit, Rehan kembali kesana tanpa Hoodie dan topi hanya memakai baju kaos putih dan celana hitam selutut. Melihat Luna masih berbaring di sofa ia menghela nafas saja.

“Lun, Lo benaran mau tidur disana, Woi...Luna!” namun panggilannya tidak dihiraukan atau mungkin Luna sudah benaran tidur.

“Hahh...” akhirnya Rehan memberanikan diri mengangkat Luna ke kamar, tidak mungkin ia biarkan tidur disana mana tega dia.

 

BERSAMBUNG...

oh ya, nih ada visual nya dari author biar para readers makin semangat bacanya, ehehe

Gimana suka gak, atau gak cocok. para readers sekalian bebas kok ngebayangin siapa aja😊

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

 

Terpopuler

Comments

fatin Rahman

fatin Rahman

sepadan..cantik dan tampan😊

2023-12-26

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

suka banget visual nya ... cocokk ... Asia Banget pokoknyaaaaaaaaaaaaa mah ... gk pke visual sebenarnya aku dah semangat baca karena menarik cerita ... perjuangan Luna .... amnesia Rehan 🤭

2023-07-24

3

Akha Masrokha Rezpectha

Akha Masrokha Rezpectha

wowwwww xukai idolaku

2022-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!