Selesai mengisi lambung, Rehan segera berangkat kerja dengan naik angkot umum. Tak butuh waktu lama Rehan sampai ditempat kerja, selesai membayar ongkosnya Rehan bergegas masuk dalam resto.
“Baru datang juga Lo Han!” Sapa seorang pemuda hampir seumuran dengan Rehan, dia Reza teman kerja Rehan.
Rehan membalas dengan anggukan. “Yuk ganti baju nanti keburu si galak datang kita di semprot lagi!” Ujar Reza yang masih dianggukan oleh Rehan.
Sampai di ruangan ganti mereka segera mengganti pakaian nya dengan seragam pelayan berwarna merah.
Si galak itu yang tak lain adalah manajer resto tersebut yang memiliki sifat galak tak terbantah sangat tak cocok dengan wajah cantiknya.
“Han, Lo tau gak!”
“Gak!” potong Rehan datar yang mana membuat Reza mendegus.
“Gue belum selesai ngomong, Lo mah gak asik diajak ngomong selalu aja potong pembicaraan!” Sungut Reza kesal dengan Rehan. Rehan hanya terkekeh melihat kekesalan teman kerjanya itu.
“Ya udah Lo mau ngomong apa? Cepat bilang nanti lama-lama disini bisa diomelin Bu Ria!” Bu Ria nama manajer tersebut.
“iya tau. Gue cuman mau cerita aja, ini gosib trending beberapa hari lalu emang lo kagak tau?!”
Rehan menggeleng, emang apa urusannya dengan dirinya, ia juga sudah tau jika temannya ini kang menggosip kayak ibu-ibu tetangga sebelah saja tiap hari menggosip mulu.
“Apa sih, lagian gak guna juga!”
Reza mencibir bermaksud mengejek Rehan karena tidak mengetahui padahal sudah cukup lama berita trending tersebut.
“Kuno amat lo, ini tuh trending topik banget. Gue dengar ya salah satu keluarga terpandang maksud gue keluarga Albert yang miliarder itu kehilangan salah satu putranya yang katenye sampai sekarang tidak ditemui. Tapi ya yang gue heranin orang-orang pada gak tau seperti apa wajah anak mereka yang menghilang itu soalnya gak pernah masuk publik!” Cerita Reza panjang kali lebar. Mendengar cerita Reza, Rehan jadi ikut penasaran.
“Emang masih kecil?”
“Hm...gak tau juga sih, tapi menurut cerita teman kang gosip gue dia udah besar”
Entah kenapa Rehan merasa sedikit familiar dengan nama Albert, ia seperti kenal tapi kapan.
“Tapi kata Reza itu kan keluarga terpandang wajar aja sih tapi kok gue ngerasa ada yang terlupakan, ais...sudahlah mungkin setelah ingatan gue kembali bakal jelas!” batin Rehan sedikit frustrasi membuat kepala nya makin sakit saja.
“Lo kenapa Han?” bingung saat melihat ekspresi Rehan.
Rehan dengan cepat menggeleng karena ia juga tak mengerti.
“Dah, balik ke depan” lama-lama di sana bisa kena omel nanti dan tak lupa memasang masker hitam yang sempat ia buka sementara.
“gue heran dah kenapa Lo harus pakai masker segala, kan muka Lo kagak buluk!” Gimana gak heran coba, setiap kerja Rehan selalu pakai masker palingan pas ganti baju dan makan dibuka.
“apa Lo habis dari pelarian?” Reza makin penasaran sambil memicingkan mata curiga.
“Gak, gak tau sih gue cuman merasa nyaman aja pakai masker” jawab Rehan seadanya, ia hanya menuruti kata hatinya saja.
Walaupun pusing dengan kebiasaan Rehan, tapi Reza males bertanya lagi karena pasti jawaban Rehan itu lagi. Hey...Reza itu selain kang gosip orang nya juga kepoan loh jadi maklumilah.
🌼🌼
Di sisi lain, terlihat seorang pria paruh baya berusia 50 an duduk di kursi kerjanya, Namun walaupun begitu dia masih terlihat bugar ditambah tatapan tajam bak elang.
Di hadapan nya berdiri seorang pria dengan kepala sedikit menunduk.
“Bagaimana Anton? Apa kau sudah menemukan putraku!” tanya pria paruh baya tersebut sangat dingin pada pria di hadapannya.
“M-maaf tuan, sampai sekarang saya dan yang lain masih belum menemukan keberadaan tuan muda!” jawab Anton sedikit gagap karena takut pada orang di hadapan nya yaitu tuannya.
Terdengar geraman dari pria paruh baya tersebut, “lalu bagaimana dengan penyelidikan mu? Apa kau sudah menemukan penyebab putraku menghilang”
Anton semakin merinding mendengar suara tuannya yang semakin dingin membuat suasana semakin mencekam, padahal ia sudah cukup lama bekerja sebagai bawahan tapi entahlah selalu dibuat takut.
“m-masih dalam penyelidikan tuan! Sepertinya pelaku sengaja menutupi dengan rapat hingga menyulitkan kita tuan”
Cih!
“Terus lanjutkan pencarian dan penyelidikan, jika masih tidak ditemukan kau tau akibatnya!” ancam sang tuan terdengar marah.
“Baik tuan” Anton mengangguk patuh, tuannya ini semakin kejam saja.
“Baiklah kau boleh keluar”
“Baik tuan, kalo begitu saya permisi” setelah mendapatkan anggukan Anton segera keluar, ia tak tahan di sana lama-lama bisa membeku dirinya.
“Hahh... selamat!” gumamnya setelah keluar dari ruangan itu.
Sedangkan di dalam setelah Anton keluar, pria paruh baya yang bernama ARYA REINDRAS ALBERT yaitu tuan besar Albert menatap sebuah selembar foto di tangannya sendu.
Siapa yang tak kenal seorang Arya, seorang miliarder memiliki kekayaan berlimpah, pria dingin dan kejam namun akan lembut bersama keluarga nya. Pemilik sebuah perusahaan raksasa yang bergerak di berbagai bidang, jangan lupa memiliki cabang ribuan di seluruh dunia.
“Son, Bagaimana keadaanmu sekarang? Ayah sudah mengerahkan semua bawahannya ayah tapi hasilnya nihil, dimana dirimu? Sudah lebih dari sebulan kau menghilang, ayah merindukanmu” mata yang tajam itu menjadi berkaca-kaca mengingat putranya yang menghilang entah kemana? Dan dimana?
“Maafkan ayah dan abang-abang mu karena tidak mengerti perasaan mu selama ini! Ayah menyesal son!” setelah puas menatap foto sang putra dan menumpahkan kesedihan nya, Arya kembali dingin dengan rahang mengeras.
“akan aku lihat siapa yang telah bermain-main dengan keluarga Albert! Aku akan menjadi malaikat kematian untuknya!” ucap Arya dingin dengan tatapan sangat tajam.
Drtt drtt drtt
Mendengar getaran ponselnya, tanpa melihat siapa penelpon Arya segera menerima panggilan tersebut.
“Hm”
"..."
“Lakukan jangan sampai mati!”
"..."
“Bagus”
Tut
Setelah panggilannya berakhir, Arya menyeringai lebar. “ingin bermain denganku ternyata, heh... tunggu permainan nya!"
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
tak sabar
2023-12-26
0
Sumaningsih nano
tancap gas lanjut brow
2022-10-10
3
Mbah Pur Ngronggi
👍
2022-09-20
0