Chapter 04. Kekesalan Zoya

“Astaghfirullah!” Luna terperanjat melihat seseorang tiba-tiba saja telah berdiri di dekat pintu.

“Rehan! bikin kaget aja” Yap, siapa lagi jika bukan Rehan.

Rehan sendiri hanya mengedikkan bahunya tanpa merasa bersalah, lagian dia gak bermaksud buat Luna kaget.

“Sejak kapan Lo keluar?” Tanya Luna sambil menutup pintu.

“Saat tante Lo itu udah pergi” jawab Rehan seadanya, lalu berjalan ke arah sofa dan duduk sambil menghidupkan televisi.

Luna hanya melirik sekilas dan lanjut ke dapur.

Berselang lama ia kembali, “Lo gak mau tidur udah jam sepuluh malam” Luna bertanya saat melihat Rehan masih fokus menonton.

“Belum ngantuk”

“Ya udah, gue tidur duluan” Lalu Luna berjalan kearah kamar nya dan segera masuk.

Rehan masih asyik menonton tanpa merasa kantuk.

***

Pagi harinya, Di kamar Luna.

Luna yang terbangun segera mandi dan memakai seragam sekolahnya.

20 menit kemudian, Luna telah rapi dan buru-buru keluar dari kamar.

“Apa dia udah bangun?” saat ia akan mengetok pintu kamar Rehan, langsung ia hentikan saat melihat Rehan telah keluar.

“Eh... udah siap ternyata, yuk sarapan gue udah buat sarapan” kenapa ia bisa tau karena Luna telah menceritakan nya.

Luna tercengang, “kapan Lo masak?”

“Tadi, sebelum Lo bangun mungkin”

Luna tidak terlalu banyak tanya lagi, ia segara berjalan ke meja makan untuk sarapan. Rehan juga mengikut.

Tak butuh waktu lama, Luna menghabiskan nasi goreng buatan Rehan dan ternyata rasanya enak banget.

“Ya udah gue berangkat sekolah dulu. Ingat Lo gak boleh keluar sebelum gue pulang”

Rehan hanya mengangguk patuh seperti anak ayam.

“bagus, gue pergi dulu” Luna segera keluar, namun ia kembali berhenti dan berbalik ke arah Rehan.

Rehan hanya menatap bingung, “kenapa? Apa ada yang ketinggalan!”

Luna menggeleng, “bukan”

“Begini, kalo lo bosan di rumah, Lo bisa keluar lewat pintu belakang tapi harus tetap hati-hati jangan sampai di lihat tetangga sebelah” Jelas Luna lagi karena setelah ia pikirkan tidak mungkin Rehan bakalan ia kurung dirumah terus bisa mati kebosanan anak orang.

Rehan tampak berpikir dan sesaat kemudian ia berkata, “tinggal bilang gue sepupu lo aja mudah kan, mereka pasti bakalan percaya aja kecuali orang terdekat Lo!”

Luna tersadar, yang dibilang Rehan ada benarnya juga, kenapa ia bisa melupakan ide cemerlang itu.

“Pintar juga Lo, nih Lo pegang. Ya udah gue berangkat” setelah memberikan uang pada Rehan, ia segara mengayuh sepeda kesayangannya ke sekolah.

Setelah melihat Luna pergi, Rehan menatap kembali uang yang diberikan Luna barusan.

“Jadi ke balik, seharusnya kan laki-laki yang kasih uang ke perempuan, lah ini...” Ia tak tau harus berkata apa lagi.

“Seperti nya gue harus cari pekerjaan deh, gak mungkin gue minta uang sama Luna. Bisa tinggal disini aja udah bersyukur” lalu ia pergi ke arah kamar untuk menyimpan uang tersebut.

Ia juga masih penasaran tentang identitas diri nya sendiri, siapa dirinya? Kenapa orang-orang itu ingin membunuh nya?

Saat terus mencoba mengingat tetap sama seperti sebelumnya tidak ada perubahan sama sekali.

Mungkin butuh waktu lama ingatan itu akan kembali, dan disaat itu ia akan mengetahui penyebab nya.

***

Siang harinya, Di SMA R’mond.

Semua murid terlihat sedang berdesakan memesan makanan dan minuman di kantin, termasuk Luna bersama Zoya.

Setelah mendapatkan pesanan nya mereka segara duduk di bagian kosong. Namun, saat akan duduk tiba-tiba saja tangan Luna yang lagi membawa makanan disenggol dan berakibat jatuh.

Brak...

“Eh, Sorry gak sengaja!” ucap siswi yang menabrak tanpa merasa bersalah langsung pergi begitu saja.

Melihat itu, Zoya kesal sekali, “dasar cabe” lalu segera membantu Luna membereskan piring yang berisi makanan Luna yang telah berserakan di lantai.

“udah, ganti aja Luna. Lo duduk aja biar gue ambilin” Zoya cukup kasihan dengan Luna, karena dari dulu Luna sering di ganggu dan dibully geng Friska katanya karena tidak menyukai Luna yang miskin, tidak cocok sekolah di SMA R’mond. Luna sendiri bisa sekolah disana karena mendapat beasiswa jadi wajar.

Zoya sendiri sudah sering memarahi mereka dan membalas mereka tapi mereka tidak takut karena kekayaan dan martabat Zoya dan orang tua Zoya masih di bawah orang tua mereka.

***

“Nih, lain kali Lo lawan aja. Gue yakin dia sengaja nyenggol lo. Kelihatan banget dari muka songong nya”  ujar Zoya yang telah kembali membawa makanan untuk Luna.

Luna hanya menghela nafas dan berkata, “gue mau banget Zoya, tapi Lo kan tau mereka seperti apa. Mereka anak orang kaya apalagi orang tua mereka donatur besar di sekolah ini, yang ada gue sendiri yang dapat masalah. Kepala sekolah aja lebih percaya mereka dari pada gue!” pernah waktu itu ia melaporkan semua perbuatan Geng Friska pada kepala sekolah bahkan sudah ada rekaman nya tapi apa? Kepala sekolah malah tak percaya dan memarahinya.

Jadi semenjak itu Luna hanya diam saja, ia sudah terbiasa dengan kelakuan Geng Friska tidak terlalu trauma lagi.

Mendengar perkataan Luna, Zoya hanya mendesah lemah ia tau itu, tapi ia tetap kesal dan marah.

“Udah ah, gak usah pikiran anak setan itu lagi” ucap Luna dan menyuap makanan nya.

“Hmm” Zoya juga menyuap makanan nya dengan sesekali melirik Luna rumit.

“Awas aja Lo Friska, gue balas Lo!” batin Zoya, dia tidak akan takut pada Friska dan gengnya.

Selesai menghabiskan makan siang nya, Zoya kembali berkata, “Lun, nanti malam gue kerumah Lo ya. Gue mau nginap dirumah Lo selama dua hari soalnya nyokap ama bokap gue mau keluar kota. Boleh ya?!”

Luna hampir saja tersedak namun ia dengan cepat menenangkan dirinya dan menatap Zoya,

“Lo yakin, Lo kan tau rumah gue gak sebagus rumah Lo?” tanya Luna masih kaget, walaupun sebenarnya alasannya saja.

Zoya mengangguk, “yakin Luna, lagian apa salahnya sama rumah Lo. Gue liat rumah Lo bagus kok. Lagian selama ini gue belum pernah loh nginap di rumah lo”

Itu memang benar selama berteman dengan Luna ia belum pernah nginap dirumah Luna, palingan hanya singgah sebentar. Dan sekarang kebetulan orang tuanya pergi dan ia juga diizinkan untuk tinggal disana.

“Bagaimana? Boleh kan, lagian Lo kan cuman sendirian di rumah dengan ada gue kan lebih bagus” Zoya menunggu jawaban Luna.

Luna masih diam dan berpikir,

“Kenapa disaat ada Rehan dirumah gue? Ada saja yang mau kesana” sorak Luna dalam hati rada sebal.

Tapi pada akhirnya ia mengiyakan saja, karena tidak mungkin menolak. Soal Rehan ia bisa mencari alasan seperti menggunakan saran Rehan pagi tadi. iya itu mungkin lebih tepat.

Zoya menjadi senang, “Oiya... selesai sekolah nanti Lo kerjakan”

Luna mengangguk.

“gue ikut ya, soalnya bosan dirumah”

Luna tak banyak bicara hanya membalas dengan anggukan.

 

BERSAMBUNG...

 

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

 

Terpopuler

Comments

fatin Rahman

fatin Rahman

cerita menarik

2023-12-26

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

JIKA DI KISAH TERNYATA SUAMIKU ATASANKU, TOKOH LAKI2NYA SBLUM AMNESIA KARNA DIPUKULI, SMPAT PERGOKI SAHABATNYA SDG ENAK2 KUDA2AN DGN KKASIHNYA, DIAPARTEMEN KKASIH, DN SMPT DNGR KONSPIRASI SAHABAT DGN KKASIHNYA YG INGIN HABISI TOKOH UTAMA, KRN SDH KETAUAN DN TAKUT DILAPORKN, TU SAHABAT BAYAR ORG2 NYA BUAT HABISI SI TOKOH UTAMA.
KLO DISINI APA MASALAHNYA YAA, DN SEMBUHNYA REHAN KRN APA, KLO DI NOVEL YG AGAK MIRIP, KPALA TOKOH UTAMANYA TERPUKUL LGI DGN KERAS.. TPI BUAT DIA SADAR, UNTUNGNYA TTP INGAT SAMA ISTRINYA, JDI GK ADA DRAMA BAWANG MERAH..

2023-11-21

1

Sumaningsih nano

Sumaningsih nano

ok

2022-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!