“Astaghfirullah!” Luna terperanjat melihat seseorang tiba-tiba saja telah berdiri di dekat pintu.
“Rehan! bikin kaget aja” Yap, siapa lagi jika bukan Rehan.
Rehan sendiri hanya mengedikkan bahunya tanpa merasa bersalah, lagian dia gak bermaksud buat Luna kaget.
“Sejak kapan Lo keluar?” Tanya Luna sambil menutup pintu.
“Saat tante Lo itu udah pergi” jawab Rehan seadanya, lalu berjalan ke arah sofa dan duduk sambil menghidupkan televisi.
Luna hanya melirik sekilas dan lanjut ke dapur.
Berselang lama ia kembali, “Lo gak mau tidur udah jam sepuluh malam” Luna bertanya saat melihat Rehan masih fokus menonton.
“Belum ngantuk”
“Ya udah, gue tidur duluan” Lalu Luna berjalan kearah kamar nya dan segera masuk.
Rehan masih asyik menonton tanpa merasa kantuk.
***
Pagi harinya, Di kamar Luna.
Luna yang terbangun segera mandi dan memakai seragam sekolahnya.
20 menit kemudian, Luna telah rapi dan buru-buru keluar dari kamar.
“Apa dia udah bangun?” saat ia akan mengetok pintu kamar Rehan, langsung ia hentikan saat melihat Rehan telah keluar.
“Eh... udah siap ternyata, yuk sarapan gue udah buat sarapan” kenapa ia bisa tau karena Luna telah menceritakan nya.
Luna tercengang, “kapan Lo masak?”
“Tadi, sebelum Lo bangun mungkin”
Luna tidak terlalu banyak tanya lagi, ia segara berjalan ke meja makan untuk sarapan. Rehan juga mengikut.
Tak butuh waktu lama, Luna menghabiskan nasi goreng buatan Rehan dan ternyata rasanya enak banget.
“Ya udah gue berangkat sekolah dulu. Ingat Lo gak boleh keluar sebelum gue pulang”
Rehan hanya mengangguk patuh seperti anak ayam.
“bagus, gue pergi dulu” Luna segera keluar, namun ia kembali berhenti dan berbalik ke arah Rehan.
Rehan hanya menatap bingung, “kenapa? Apa ada yang ketinggalan!”
Luna menggeleng, “bukan”
“Begini, kalo lo bosan di rumah, Lo bisa keluar lewat pintu belakang tapi harus tetap hati-hati jangan sampai di lihat tetangga sebelah” Jelas Luna lagi karena setelah ia pikirkan tidak mungkin Rehan bakalan ia kurung dirumah terus bisa mati kebosanan anak orang.
Rehan tampak berpikir dan sesaat kemudian ia berkata, “tinggal bilang gue sepupu lo aja mudah kan, mereka pasti bakalan percaya aja kecuali orang terdekat Lo!”
Luna tersadar, yang dibilang Rehan ada benarnya juga, kenapa ia bisa melupakan ide cemerlang itu.
“Pintar juga Lo, nih Lo pegang. Ya udah gue berangkat” setelah memberikan uang pada Rehan, ia segara mengayuh sepeda kesayangannya ke sekolah.
Setelah melihat Luna pergi, Rehan menatap kembali uang yang diberikan Luna barusan.
“Jadi ke balik, seharusnya kan laki-laki yang kasih uang ke perempuan, lah ini...” Ia tak tau harus berkata apa lagi.
“Seperti nya gue harus cari pekerjaan deh, gak mungkin gue minta uang sama Luna. Bisa tinggal disini aja udah bersyukur” lalu ia pergi ke arah kamar untuk menyimpan uang tersebut.
Ia juga masih penasaran tentang identitas diri nya sendiri, siapa dirinya? Kenapa orang-orang itu ingin membunuh nya?
Saat terus mencoba mengingat tetap sama seperti sebelumnya tidak ada perubahan sama sekali.
Mungkin butuh waktu lama ingatan itu akan kembali, dan disaat itu ia akan mengetahui penyebab nya.
***
Siang harinya, Di SMA R’mond.
Semua murid terlihat sedang berdesakan memesan makanan dan minuman di kantin, termasuk Luna bersama Zoya.
Setelah mendapatkan pesanan nya mereka segara duduk di bagian kosong. Namun, saat akan duduk tiba-tiba saja tangan Luna yang lagi membawa makanan disenggol dan berakibat jatuh.
Brak...
“Eh, Sorry gak sengaja!” ucap siswi yang menabrak tanpa merasa bersalah langsung pergi begitu saja.
Melihat itu, Zoya kesal sekali, “dasar cabe” lalu segera membantu Luna membereskan piring yang berisi makanan Luna yang telah berserakan di lantai.
“udah, ganti aja Luna. Lo duduk aja biar gue ambilin” Zoya cukup kasihan dengan Luna, karena dari dulu Luna sering di ganggu dan dibully geng Friska katanya karena tidak menyukai Luna yang miskin, tidak cocok sekolah di SMA R’mond. Luna sendiri bisa sekolah disana karena mendapat beasiswa jadi wajar.
Zoya sendiri sudah sering memarahi mereka dan membalas mereka tapi mereka tidak takut karena kekayaan dan martabat Zoya dan orang tua Zoya masih di bawah orang tua mereka.
***
“Nih, lain kali Lo lawan aja. Gue yakin dia sengaja nyenggol lo. Kelihatan banget dari muka songong nya” ujar Zoya yang telah kembali membawa makanan untuk Luna.
Luna hanya menghela nafas dan berkata, “gue mau banget Zoya, tapi Lo kan tau mereka seperti apa. Mereka anak orang kaya apalagi orang tua mereka donatur besar di sekolah ini, yang ada gue sendiri yang dapat masalah. Kepala sekolah aja lebih percaya mereka dari pada gue!” pernah waktu itu ia melaporkan semua perbuatan Geng Friska pada kepala sekolah bahkan sudah ada rekaman nya tapi apa? Kepala sekolah malah tak percaya dan memarahinya.
Jadi semenjak itu Luna hanya diam saja, ia sudah terbiasa dengan kelakuan Geng Friska tidak terlalu trauma lagi.
Mendengar perkataan Luna, Zoya hanya mendesah lemah ia tau itu, tapi ia tetap kesal dan marah.
“Udah ah, gak usah pikiran anak setan itu lagi” ucap Luna dan menyuap makanan nya.
“Hmm” Zoya juga menyuap makanan nya dengan sesekali melirik Luna rumit.
“Awas aja Lo Friska, gue balas Lo!” batin Zoya, dia tidak akan takut pada Friska dan gengnya.
Selesai menghabiskan makan siang nya, Zoya kembali berkata, “Lun, nanti malam gue kerumah Lo ya. Gue mau nginap dirumah Lo selama dua hari soalnya nyokap ama bokap gue mau keluar kota. Boleh ya?!”
Luna hampir saja tersedak namun ia dengan cepat menenangkan dirinya dan menatap Zoya,
“Lo yakin, Lo kan tau rumah gue gak sebagus rumah Lo?” tanya Luna masih kaget, walaupun sebenarnya alasannya saja.
Zoya mengangguk, “yakin Luna, lagian apa salahnya sama rumah Lo. Gue liat rumah Lo bagus kok. Lagian selama ini gue belum pernah loh nginap di rumah lo”
Itu memang benar selama berteman dengan Luna ia belum pernah nginap dirumah Luna, palingan hanya singgah sebentar. Dan sekarang kebetulan orang tuanya pergi dan ia juga diizinkan untuk tinggal disana.
“Bagaimana? Boleh kan, lagian Lo kan cuman sendirian di rumah dengan ada gue kan lebih bagus” Zoya menunggu jawaban Luna.
Luna masih diam dan berpikir,
“Kenapa disaat ada Rehan dirumah gue? Ada saja yang mau kesana” sorak Luna dalam hati rada sebal.
Tapi pada akhirnya ia mengiyakan saja, karena tidak mungkin menolak. Soal Rehan ia bisa mencari alasan seperti menggunakan saran Rehan pagi tadi. iya itu mungkin lebih tepat.
Zoya menjadi senang, “Oiya... selesai sekolah nanti Lo kerjakan”
Luna mengangguk.
“gue ikut ya, soalnya bosan dirumah”
Luna tak banyak bicara hanya membalas dengan anggukan.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
cerita menarik
2023-12-26
0
Sulaiman Efendy
JIKA DI KISAH TERNYATA SUAMIKU ATASANKU, TOKOH LAKI2NYA SBLUM AMNESIA KARNA DIPUKULI, SMPAT PERGOKI SAHABATNYA SDG ENAK2 KUDA2AN DGN KKASIHNYA, DIAPARTEMEN KKASIH, DN SMPT DNGR KONSPIRASI SAHABAT DGN KKASIHNYA YG INGIN HABISI TOKOH UTAMA, KRN SDH KETAUAN DN TAKUT DILAPORKN, TU SAHABAT BAYAR ORG2 NYA BUAT HABISI SI TOKOH UTAMA.
KLO DISINI APA MASALAHNYA YAA, DN SEMBUHNYA REHAN KRN APA, KLO DI NOVEL YG AGAK MIRIP, KPALA TOKOH UTAMANYA TERPUKUL LGI DGN KERAS.. TPI BUAT DIA SADAR, UNTUNGNYA TTP INGAT SAMA ISTRINYA, JDI GK ADA DRAMA BAWANG MERAH..
2023-11-21
1
Sumaningsih nano
ok
2022-10-10
1