Chapter 03. Tinggal Seatap

Sekarang mereka telah sampai didepan rumah, sebelumnya selesai berbicara dengan dokter Rehan diperbolehkan pulang.

Luna mengajak Rehan masuk,

"yuk masuk, mulai sekarang anggap aja rumah sendiri"

Rehan yang masih di sekitar hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih,

"makasih ya Lo udah bantuin gue, padahal identitas gue belum diketahui"

Rehan merasa sedikit tak enak, dirinya sangat merepotkan Luna.

Luna hanya tersenyum, "udah gak apa, lagian sesama manusia kita harus saling menolong. apalagi dengan keadaan lo begini"

"nanti kalo misalnya Lo udah ingat jangan lupain gue ya"

Rehan mengangguk, "aman, ya kali gue lupain penyelamat gue. gue bukan orang seperti itu!"

Luna mengangguk puas, sampai didalam ia berjalan membawa Rehan kearah kamar yang berada di sebelah kamarnya.

“Ini kamar Lo dan di sebelahnya kamar gue” jelas Luna. Rehan mengangguk dan segera masuk tapi sebelum itu langsung dihentikan oleh Luna.

“Eh, tunggu!”

“Kenapa?” Rehan berbalik.

“Gue lupa, pakaian Lo belum ada cuman yang di Lo pakai sekarang aja, Hm... untuk sementara Lo pakai milik almarhum ayah gue dulu ya” ucap Luna sambil tersenyum paksa, karena melupakan hal tersebut.

Rehan hanya menggeleng kepala, “iya gak apa, bisa tinggal disini aja gue bersyukur”

“Gitu ya, ya udah Lo istirahat aja, gue mau bersih-bersih” Luna berbalik memasuki kamarnya.

Di kamar Rehan,

Ia membuka lemari pakaian dan melihat beberapa pakaian tergantung dan terlipat rapi, Ia mengambil satu baju kaos abu-abu dan celana pendek.

“Ternyata selera ayah Luna anak muda juga” ukurannya juga tak terlalu besar di badannya. Lalu segera mandi karena badan terasa sedikit lengket.

Tak butuh waktu lama, Rehan menyelesaikan ritual mandi nya, selesai berpakaian ia keluar dari kamar.

Dan melihat Luna juga baru keluar melangkah ke arah dapur, dengan langkah pelan Rehan mengikuti.

Luna sendiri ia tau Rehan mengikuti nya tapi hanya acuh saja walaupun dalam hatinya sedikit canggung karena baru kali ini tinggal serumah dengan lelaki asing.

“Hm...Lo mau gue masakin apa?” Luna bertanya tanpa membalikkan badan.

“Terserah” jawab Rehan karena tidak tau juga mau apa, apalagi ia juga tidak ingin merepotkan Luna, jadi terserah Luna saja.

Luna mengangguk dan berbalik, “ya udah, mending Lo tunggu di ruangan tengah aja nanti kalo udah selesai gue panggil”  

“Gak mau gue bantuin” tanya Rehan.

“Gak usah, biar gue sendiri aja”

Rehan mengangguk dan pergi ke ruang tengah, lalu duduk di salah satu sofa tak lupa menyalakan televisi untuk menghilangkan kebosanan nya.

“Hufff...apa benaran aman gue tinggal di sini, nanti jika tetangga Luna lihat gue apa gak terjadi kesalahpahaman?!” Rehan sedikit khawatir, karena menurut nya wajar jika seorang lelaki dan seorang gadis tinggal seatap tanpa ada hubungan saudara bisa terjadi kesalahpahaman membuat orang lain berpikir negatif.

Ia juga heran kenapa Luna sebaik ini padanya, padahal kata dia tak mengenal dirinya sama sekali.

“Lebih baik gue gak usah pikirkan sekarang” ucap Rehan pada akhirnya dan kembali fokus menatap layar televisi.

***

Tak berselang lama Luna menyelesaikan acara memasak nya dan segera memanggil Rehan.

“Yuk makan”

Rehan mengangguk dan duduk di meja makan yang telah disediakan.

Ting tong...

Ting tong...

Mendengar suara itu, mereka langsung menghentikan suapannya dengan saling menatap kaget.

“Lun!” bisik Rehan.

“Bentar gue buka dulu” Luna segera berjalan membuka pintu.

“Eh, Tante Rini!” Luna meringis dalam hati. Tante Rini adalah adik dari ayah Luna.

“Tumben malam-malam Tante datang?” tanya Luna tersenyum paksa.

Tante nya itu terheran, “memang kenapa? Tante gak boleh datang malam kesini” lalu langsung masuk melewati Luna.

Luna terbelalak, “aduh bagaimana ini? Jangan sampai Tante pergi ke dapur” dengan cepat ia menghentikan langkah tantenya.

“Lebih baik tante duduk aja biar Luna buatin minuman? Tante mau minum apa?”

Rini hanya mengangguk, “ya udah, kamu buatin teh hangat aja tapi jangan terlalu manis nanti kamu lupa lagi”

“siip Tante” setelah melihat Tante Rini duduk, Luna bergegas ke dapur, tujuan utamanya adalah Rehan.

Disana Rehan juga terlihat sudah menunggu waspada, saat melihat Luna dengan cepat ia bertanya,

“Bagaimana?” karena ia sempat mendengar percakapan Luna.

Luna menggeleng panik, “gawat, Tante gue datang. Gue yakin dia juga bakalan nginap disini”

“lo buruan sana masuk kamar” sambil mendorong Rehan ke arah kamar.

“Kamar yang mana?” karena yang lihat disini cuman ada dua kamar. satu yang ia tempati dan satunya lagi kamar Luna.

“Ngumpat di kamar gue aja dulu”

“Lo yakin?” Luna yang tak punya pilihan hanya mengangguk. Ia sendiri juga tak menyangka Tante Rini datang jauh-jauh malam ini, sangat jarang berkunjung.

Saat melihat Rehan telah pergi, Luna membereskan piring kotor habis Rehan makan, lalu baru membuatkan teh untuk tante Rini.

“Lunaaa... kenapa lama banget, kamu gak ketiduran kan!” terdengar teriakan Tante Rini dari depan membuat Luna berdecak pelan.

Dengan cepat Luna membawa tehnya kesana.

“maaf Tante Luna ke kamar mandi sebentar tadi, makanya sedikit lama!” alasan Luna berbohong dengan raut bersalah dibuat-buat.

“Tante pikir kamu ketiduran” canda Tante Rini yang tak terlalu serius.

“Ya enggak lah, Tante pikir aku udah tua!” dumel Luna sedikit kesal.

Rini yang telah meminum tehnya kembali berkata, “Oiya...tante cuman singgah sebentar soalnya suami tante sudah selesai dinas di daerah sini”

Luna langsung lega, ia pikir bakalan nginap disini, “syukur deh!”

Melihat reaksi Luna, Rini semakin bingung, “kamu kenapa Luna, kayak senang banget tante pergi”

Hahh

Luna heran, apa kelihatan banget begitu dengan cepat ia menggelengkan kepala, “enggak kok tante, aku cuman heran aja biasa tante pasti nginap disini”

“maaf ya, soalnya suami tante buru-buru, apalagi sekarang Dafa gak mau tinggal lama-lama!” jawab Rini merasa bersalah.

Luna hanya tersenyum biasa, “enggak apa-apa kok tante, gak usah di pikirin” karena ia memang lebih nyaman berjauhan dengan tante Rini maupun yang lain, jika ada mereka ia merasa sedikit terkekang.

Apalagi seperti sekarang ada Rehan dirumah bisa panjang urusan nya.

“Apa kamu benaran gak mau ikut tante! Disana lebih mewah dan lebih bagus dari rumah ini, kenapa kamu lebih memilih tinggal disini?”

Luna hanya tersenyum kecil, “maaf tante, walaupun gak sebagus rumah tante tapi Luna nyaman kok. Lagian dari kecil Luna tinggal disini, gak masalah kok” ucap Luna acuh, dan sebenarnya sedikit kesal karena selalu membandingkan rumah sederhana peninggalan orang tuanya dengan rumah dia. Mentang-mentang suaminya orang berada.

Rini tertawa pelan, “benar juga sih, tapi ya kalau kamu udah gak nyaman lagi datang kerumah tante aja pintu rumah tante selalu terbuka untuk kamu!”

Luna hanya mengiyakan saja.

Beberapa kemudian, terdengar suara klakson mobil dari luar, mendengar itu Rini cepat-cepat menghabiskan tehnya dan berdiri.

“Ya udah, Tante pergi dulu. Kamu baik-baik ya. Dan ini ada uang buat kamu” ucap Tante Rini sambil menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribu pada Luna.

“Tapi tante...”

“Udah ambil aja, lagian tante jarang-jarang kesini. Ya udah tante pamit”

Luna menghantar tante Rini sampai luar, disana terlihat sebuah mobil sedan putih. Luna hanya menatap mobil tante Rini masuk dan akhirnya sampai mobil itu hilang dari pandangan nya.

“Hufff...” kemudian ia berbalik.

“Astaghfirullah!” Luna terperanjat melihat seseorang tiba-tiba saja telah berdiri dekat pintu.

 

BERSAMBUNG...

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

 

 

Terpopuler

Comments

fatin Rahman

fatin Rahman

suka dengan penulisannya..santai dan mudah difahami

2023-12-26

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

CERITA INI AGAK SEDIKIT MIRIP DGN NOVEL YG BRJUDUL, TERNYATA SUAMIKU ATASANKU, SEQUEL NOVEL WANITA SIMPANAN, MNGISAHKN SEORANG PEMUDA CALON CEO ANAK DARI TOKOH NOVEL WANITA SIMPANAN YG DIKHIANATI SAHABAT DN KEKASIHNYA YG INGIN KUASAI PRUSAHAANNYA, DIA MAU DIHABISI, OLEH ORG2 BAYARAN SAHABAT & KKASIHNYA.. DIA DISELAMATKN OLEH OFFICE GIRL T4NYA BKERJA, SI PEMUDA JUGA AMNESIA.. MREKA DIGREBEK WARGA AKHIRNYA DINIKAHKN..
DI KISAH INI BEDANYA SI WANITA MSH SKOLAH..

2023-11-21

1

Erni Ernawati

Erni Ernawati

serono tengo ini loo

2022-09-10

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!