Melihat jam sudah pukul empat sore, Rehan berpikir untuk pergi keluar. Ia juga berencana mencari pekerjaan.
Saat keluar menutup pintu rumah, kebetulan dari arah depan berdiri beberapa ibu-ibu dan memandang ke arah Rehan aneh.
Rehan sendiri sadar, ia sudah tau apa yang dipikirkan mereka,
“apa yang gue khawatirkan terjadi juga!”
Rehan masih berdiri di teras rumah saat melihat salah satu ibu-ibu itu mendekat.
“Sejak kapan nak Luna menyembunyikan lelaki di rumah” dengan terus memandang Rehan dari kepala sampai ujung kaki.
Mendengar itu, Rehan yang tersenyum kecut.
“Nak, kenapa kau bisa keluar dari rumah Luna? Ada hubungan apa kalian? Karena setahu saya Luna tidak pernah membawa seorang lelaki ke rumah!” ibu itu menatap Rehan lekat.
“Hufff...segitu amat natap gue!” batin Rehan merasa tak nyaman dengan tatapan ibu itu.
“Maaf Bu, saya sepupu dari Luna. Saya baru datang kemarin” Rehan terpaksa berbohong tidak mungkin ia bilang sebenarnya bisa panjang urusan nya.
“O alah...ibu pikir siapa? Ternyata sepupu nak Luna. Maaf ya ibu salah sangka. Tapi ya bagus kalo ada kamu sebagai saudara Luna disini. Ibu jadi gak tega liat anak itu tinggal sendirian di rumah, ditambah pulang sekolah harus kerja pulang kadang malam. Ibu sarankan lebih baik kamu lebih lama tinggal di sini biar bisa membantu anak itu..”
Ibu itu tertawa kecil seperti sudah akrab saja dengan Rehan, Rehan sendiri hanya tersenyum paksa.
“Oiya... perkenalkan nama ibu Linda, rumah ibu sebelah sana. Maaf ibu banyak bicara, ya udah ibu pergi dulu”
Rehan hanya mengangguk menatap ibu itu yang kembali berkumpul bersama rombongan nya.
Mereka terlihat melirik-lirik kearah Rehan tapi caranya berbeda dari sebelumnya tidak menatap curiga lagi.
“Hahh... selamat!” gumamnya pelan, lalu melanjutkan langkahnya menjauh dari rumah. Saat di tengah perjalanan ia ingat orang-orang yang mengejarnya waktu itu, untuk lebih aman ia membeli masker untuk di pakai.
Dia ingat Luna, ingin menghubungi nya ia tak punya ponsel,
“Susah juga kalo gak punya ponsel” lirih Rehan, ia juga belum sempat bertanya di mana Luna bekerja.
***
Di tempat kerja, Luna pulang lebih cepat karena ibu Kina akan pergi keluar kota bersama suaminya dan lebih memilih menutup toko.
Luna sudah mengutarakan tidak perlu, “serahkan aja sama Luna Bu”
Ibu Kina menggeleng, “tidak bisa, kamu juga butuh libur. Lagian ibu juga belum tau kapan balik, ini juga perintah dari suami ibu, nih buat kamu. Kalo misalnya kamu mau cari pekerjaan lain cari aja ibu gak masalah” Kina memberikan sebuah amplop sambil mengusap sayang kepala Luna.
Luna hanya pasrah dan mengangguk, melihat amplop itu ia hanya menerima rendah hati.
Zoya dari tadi hanya mendengar dan melihat saja tanpa berminat ikut campur, lagian ia juga berpikir lebih baik Luna mencari pekerjaan lain yang lebih besar gajinya biar lebih memuaskan.
“Ya udah, Luna ber terimakasih banget sama ibu” ucap Luna sambil memeluk ibu Kina.
Kina tersenyum, “gak usah ber terimakasih segala ibu udah anggap kamu seperti anak sendiri”
Luna merasa terharu, selesai pamitan. Luna pergi bersama Zoya. Mereka naik taksi, karena sepeda Luna tinggal di rumah Zoya karena sebelumnya Luna pergi ke rumah Zoya sebentar.
“Pak, singgah di toko pakaian sebentar”
Sopir taksi mengangguk, berbeda dengan Zoya.
“Lo mau belanja ya, kenapa gak ke mall aja”
“Aduh Zoya, Lo kan tau uang gue gak cukup buat belanja disana” Luna sedikit kesal, di mall kan pada mahal mana cukup uangnya.
Zoya cengengesan, “benar juga ya, tapi gue bisa bayarin Lo kok”
Luna menggeleng, “gak usah”
Zoya hanya mengangguk pasrah, ia hanya menuruti keinginan Luna.
Sampai di depan sebuah toko, Luna keluar dari mobil diikuti oleh Zoya dan segera masuk ke dalam.
Tujuan Luna sebenarnya bukan membeli untuk dirinya tapi buat Rehan karena ingat Rehan belum punya pakaian bagus.
“Lun, kok gue liat dari tadi Lo sibuk memilih pakaian cowok terus, emang buat siapa? Setau gue lo kan gak punya cowok!” Zoya terheran.
“Udah diam aja, nanti Lo juga bakal tau. Yang penting sekarang Lo bantuin gue milih yang bagus”
Walaupun masih penasaran Zoya hanya mengangguk saja dan membantu Luna.
Tak berselang lama, Luna membeli empat pasang baju, celana dan satu jaket panjang. Kemudian, Luna membawa Zoya ke toko sepatu, ia ingin membeli kan Rehan sepatu.
Setelah merasa sudah cukup, akhirnya mereka kembali naik taksi dan langsung menuju rumah Luna.
“Lun, gue masih penasaran Lo beli semua itu buat siapa sih? Apa benar Lo udah punya cowok, atau buat saudara jauh Lo?!” Zoya kembali bertanya karena sudah saking penasarannya.
Luna cukup pusing dengan sifat kepo Zoya, “bukan Zoy, ini gue beli buat sepupu gue. Kebetulan dia bakal tinggal dirumah gue. Gue cuman pengen aja beliin dia soalnya udah lama gak ketemu, ya anggap aja bonus dari gue” Luna tertawa dalam hati lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri mendengar ucapan keluar dari mulutnya.
“Pintar juga gue berbohong”
Zoya mengangguk mengerti, “oh gitu”
“ganteng gak, apa masih jomblo!” Zoya sedikit antusias jika benar dia bisa lebih tenang nginap disana bisa melihat cogan.
Luna hanya memutar bola matanya males, cogan mulu otaknya.
“Ganteng kok, tapi kalo soal jomblo atau tidak gue kurang tau” jawab Luna seadanya, karena itu memang benar, Rehan memang ganteng tapi yah soal punya si doi atau belum ia juga gak tau, orang dia aja hilang ingatan.
Zoya mengangguk puas, “gue jadi penasaran”
Tak berselang lama, akhirnya sampai didepan rumah Luna. Selesai membayar ia mengajak Zoya masuk ke dalam.
“Rehan, gue pulang!” sorak Luna saat masuk dan meletakkan barang belanjaan di atas sofa.
“Kemana tu anak?” Luna mencari Rehan ke dapur tapi tidak ada, lalu beralih ke kamar.
Tok
Tok
“Han, Lo di dalam kan?” tanya Luna sambil mengetuk pintu tersebut.
“Lagi di kamar mandi, tunggu bentar!” balas Rehan dari dalam. Luna bernafas lega, ia kira anak itu lagi keluar.
Lalu ia kembali ke depan, Zoya melihat Luna bertanya, “gimana? Sepupu lo ada”
Luna mengangguk, “lagi di kamar, dah yuk ke kamar gue” ajak Luna setelah mengambil barang belanjaan nya.
Sebelum itu, ia mengetuk kembali pintu kamar Rehan, “udah siap Han”
Lalu pintu dibuka oleh Rehan, terlihat dari rambutnya basah habis mandi.
“Kenapa?” tanya bingung apalagi melihat gadis lain di belakang Luna.
Luna menyodorkan beberapa paper bag, “nih, buat Lo. Dan kenalin ini Zoya teman gue, dia bakal nginap disini selama dua hari ke depan”
Zoya tersenyum, ternyata memang cogan, “salam kenal gue Zoya” ucap Zoya sambil menyodorkan tangannya.
“Rehan” jawab Rehan acuh tanpa menyambut tangan Zoya. Zoya sendiri hanya tersenyum kecut dan menarik tangannya kembali.
“Ya udah gue sama Zoya ke kamar” ucap Luna dan mengajak Zoya ke kamar nya.
Rehan juga berbalik dan membuka paper bag itu ingin melihat isinya.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
suka bangat😍
2023-12-26
0
Yulita
nyimak dulu aku nya Thor☺️☺️
2022-08-29
3
Nursiah
AQ jdi penasaran
2022-05-16
0