Mansion Keluarga ALBERT
Tampak tiga pria dan dua wanita berbeda usia serta dua anak kecil sedang menyantap makan dengan tenang di ruangan makan tanpa boleh berbicara sepatah pun karena sudah jadi peraturan turun temurun di keluarga mereka.
Berselang 15 menit kemudian, mereka menyelesaikan makan malam nya. Salah satu dari mereka yang paling tua segera angkat bicara, “Nanti berkumpul di ruang keluarga. Dad mau bicara penting!” Dia adalah Arya sebagai kepala keluarga, berkata pada anak-anak dan menantu nya.
Mereka mengangguk mantap kecuali kedua anak kecil itu, “baik Dad” jawab mereka serempak.
“Baiklah Dad ke atas sebentar” Arya bangkit dan berjalan memasuki lift menuju lantai tiga. Mereka juga beranjak dari sana dan melakukan kegiatan masing-masing.
...
Sekarang mereka telah berkumpul di ruangan keluarga sesuai perintah Daddy mereka.
Melihat semuanya telah datang, Arya menjelaskan maksud nya. “Kalian pasti merindukan adik kalian bukan?!” seraya menatap reaksi mereka masing-masing.
“Tentu Dad, apa Daddy sudah menemukan adik?” Dia MIKE NICOL ALBERT, 24 tahun. Putra kedua Arya. menjadi CEO di salah satu perusahaan Daddy-nya.
“Ah... bagaimana kabar dia sekarang” Timpal ALISYA WILDAN, 23 tahun, istri Mike terlihat antusias.
Arya mengangguk, “Benar, Dad sudah menemukan adik kalian. Tapi masalah nya untuk sekarang kita tidak bisa membawa dia kembali” jelas Arya seraya menghela nafas berat.
“Kenapa Dad!” SEAN ELDRIC ALBERT, 26 tahun, putra pertama Arya akhirnya bertanya sedari tadi diam. Dia memiliki sebuah perusahaan hasil jerih payahnya sendiri tanpa ikut campur sang Daddy, karena Sean lebih suka mandiri.
“Apa terjadi sesuatu lebih buruk dengan adik!” ANASTASYA ALMORA, 24 tahun, istri Sean ikut bicara dengan raut mulai cemas.
“benar, adik kalian kehilangan ingatan nya. Dari penyelidikan Anton terakhir kali dia mendapatkan pukulan cukup keras di bagian kepala. Dan sekarang adik kalian tidak akan mengingat apapun tentang kita...” Arya menjelaskan dengan baik pada kedua putra dan menantunya.
Mereka tak percaya mendengar penjelasan Daddy-nya. Tidak mungkin, mereka tidak mungkin salah dengar.
“Lalu dimana adik sekarang Dad, apa kita bisa menemuinya?” desak Ana mewakili yang lain.
“Untuk sekarang jangan dulu, kita hanya perlu mengawasi dari jauh. Dia tinggal bersama seorang gadis...” Arya terkekeh pelan sebelum menyelesaikan ucapannya.
“adik kalian sudah mulai nakal. Dia memperistri gadis penolong nya”
Mereka tercengang, “benaran Dad” tanya Mike masih tak percaya.
“Hm” deham Arya seraya menganggukkan kepalanya. Kedua wanita itu tertawa kecil mendengarnya.
“Apa gadis itu secantik Alisya ku Dad!” Mike merangkul mesra istrinya, bermaksud membanding dengan sang istri.
Arya dan Sean hanya memutar bola mereka malas, giliran memuji kecantikan cepat. Segitu cintanya. Diantara mereka Mike paling bucin dan paling cerewet, tidak seperti Arya dan Sean terkesan cuek. Apalagi saat berada di luar bersama orang asing mereka akan berubah datar dan dingin, bertemu musuh apalagi akan semakin dingin, kejam dan sadis. Ah...satu lagi Mike juga mantan seorang playboy lho sebelum menikahi Alisya.
“Ah...tentu saja tak kalah cantik dari istrimu” jawab Arya singkat, tanpa mempedulikan ekspresi kesal Mike.
“Apa karena mereka dad?” tanya Sean memastikan.
Mengetahui arah pertanyaan Sean, Arya mengangguk tegas. Tampak Sean menghela nafas panjang nya, ternyata dugaannya benar.
“Opaaa...Ayo gendong Alan” seorang anak kecil berlari kearah Arya, dia ALANO ENDRIX ALBERT, 5 tahun, putra Sean dan Ana.
“Jangan berlari boy, nanti kau jatuh” Dengan cepat Arya mengendong cucu nakalnya itu tak lupa mencium pipi gembul nya, membuat si empu terkikik geli.
“Ingat! Mulai sekarang ubah sikap kalian jangan terlalu memaksa kemauan kalian sendiri dan membuat Atha memasuki lubang musuh. Jika ingatan dia sudah kembali, terima saja apa yang terjadi!” Pesan Arya pada kedua putranya, bukan hanya salah mereka dirinya sendiri juga bersalah, tapi mau bagaimana lagi yang sudah terjadi biarlah terjadi namun tidak untuk kedepannya.
“tentu Dad”
“Ya udah, Dad ke kamar” Tanpa menunggu jawaban mereka, Arya beranjak membawa Alan masih enteng dalam gendongan nya.
Ana dan Alisya mengusap lembut bahu lebar suami mereka, mereka tau apa yang dirasakan yaitu rasa bersalah dan sesal.
“Kalian jangan terlalu menyalahkan diri, aku yakin semuanya juga bukan kemauan kalian” ucap Ana pada suami dan adik iparnya Mike. Alisya mengangguk membenarkan ucapan Ana.
Sebelum salah satu dari mereka menjawab, terganggu oleh rengekan.
“Huuuu...nda leta mau bobok” rengek ALETA LEXA ALBERT, 3 tahun. Putri Mike dan Alisya. Melihat mata sayu Alexa, mereka terkekeh sekaligus gemas terhadap bocah 3 tahun itu. Alisya segera mengendong putrinya dan membawanya ke kamar, diikuti Ana.
Sekarang hanya tinggal kedua laki-laki bersaudara tersebut. Mike yang awalnya duduk cukup jauh dari Sean segera mendekati.
“Bang, menurut Lo gimana?” tanya Mike pada Sean yang sedang fokus dengan ponselnya.
“Apanya!” tanya Sean balik dingin tanpa menoleh.
Mike mendelik, “Ck, maksud gue wanita itu. Apa Lo gak mau kasih pelajaran, bukannya dia dalang dibalik hilangnya Atha dan mencelakai Atha!” Mike menatap Sean menunggu balasannya.
“Tunggu perintah Daddy!” lalu Sean langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Mike yang sedang mengumpat.
🌼🌼
Di sisi lain, Luna dan Rehan tampak sedang berdiri di kedua sisi tempat tidur dengan tatapan melotot, eh..lebih tepatnya Luna melototi Rehan
“Gak peduli, Lo gak boleh tidur sama gue. Sebagai suami harusnya Lo ngalah!” sentak Luna sambil berkecak pinggang.
“Tega Lo, masak gue tidur dilantai sih. Keras gini gimana gue bisa tidur coba, nanti yang ada badan gue pegal-pegal semua” keluh Rehan mendramatis, memohon pada gadis cantik terbaru yang sayangnya sudah menjadi istrinya.
Sekarang Rehan berada di kamar Luna, mereka terpaksa tidur sekamar ulah tante Rini. Yang mendadak datang tanpa kasih kabar dan menginap disana. Mereka juga sempat diomelin karena ketahuan masih pisah kamar,
“kalian itu sudah menikah, gak ada larangan apa-apa lagi. Gak baik tidur secara berpisah begitu, dan kamu Luna sebagai istri harus menunaikan kewajiban kamu, harus nurut sama suami. Awas kalo ketahuan pisah kamar lagi, bakalan tante sita satu kamar! Dan juga...jangan lupa buat bayi yang banyak...”
Mereka masih ingat omelan panjang Tante Rini, yang mana membuat garuk-garuk kepala dan tersenyum kikuk.
...
Karena tak tega dan gak dicap istri durhaka akhirnya, dengan terpaksa Luna mengizinkan Rehan tidur seranjang dengan nya. Luna meletakkan bantal guling di tengah sebagai batasannya.
“Awas jangan sampai Lo melewati batasan ini” ancam Luna tajam.
“Iye iye, lebay banget sih” Rehan menjawab males.
“Ini bukan masalah lebay tapi untung berjaga-jaga, gue belum siap ya di sentuh sama Lo”
“Idiih...siapa juga yang mau sentuh Lo” cibir Rehan sedikit jengkel, namun beda dalam hati.
“Huh” Luna hanya mendengus dan berbalik memunggungi Rehan.
Rehan memandang bantal guling itu kesal, “enyah Lo ke luat sialan!” gerutu Rehan dalam hati.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
fatin Rahman
keluarga harmoni
2023-12-26
0
Akha Masrokha Rezpectha
kayaknya masih terlalu muda ya MIKE & SEAN.. tp kn dah sukses bgt... udah punya anak 5 & 3 thn jg...
2022-11-04
2
Sumaningsih nano
mntuul
2022-10-10
0