Chapter 17. Syok dan tak percaya

“bro tolong ya antarin ke meja no. 2, ingat itu tamu spesial bos...gue mau kebelet nih!” Ujar Reza pada Rehan yang habis menghantar pesanan.

“Siip, dah sana cepat keluaran yang ada nanti kencing dalam celana Lo”

“Gak gitu juga kali” Reza langsung ngacir ke belakang yaitu toilet. Rehan melanjutkan pekerjaan nya dan menghantarkan pesanan disebut Reza.

Sampai di meja no.2, sesuai perkataan Reza, Rehan menyajikan di atas meja, disana hanya terdapat satu pria berpakaian formal seperti orang kantor.

“Silakan dinikmati tuan, kalo begitu saya permisi” ucap Rehan ramah namun terkesan datar, Rehan memang seperti itu jika tidak kenal dan tidak terlalu dekat dengan orang tersebut, ia akan berubah datar. Tapi jika dalam bekerja ia usahakan sedikit ramah.

Pria hanya diam, tatapan nya terus mengarah pada Rehan, membuat Rehan bingung dan tak nyaman. Tapi entah kenapa saat melihat wajah pria itu ia merasa ada yang janggal. Tatapan itu bukan tatapan tajam namun seperti tatapan penuh kerinduan.

Dengan langkah sedikit cepat ia menjauh, lama-lama risih juga dia.

“Tu orang ada masalah apa sih sama gue, apa kagak pernah liat orang seganteng gue sampai diliat segitunya...” gumam Rehan dengan PDnya.

Reza yang telah kembali, menatap heran, “lo kenapa bro? Kek orang di kejar setan aja!”

“di kejar setan kata Lo, gue tuh habis di tatap makhluk astral... mungkin dia iri liat ke gantengan gue!” sarkas Rehan ngelantur, membuat Reza jengah dan ingin muntah.

“sama aja nyet...gantengan gue juga!” sinis Reza, tapi ia akui Rehan lebih ganteng nya, ck gak asik.

Rehan mencibir, “dih...bilang aja Lo iri”

Reza yang akan melanjutkan ucapannya tidak jadi mendapatkan tatapan melotot dari atasannya.

“jangan ngebacot, lanjut kerja!” ucapnya tanpa suara.

Reza menyenggol lengan Rehan, “lanjut dah, tu ada yang baru datang” bisik Reza. Rehan hanya berdeham males.

...

Di meja no. 2, pria tadi yang menatap Rehan sebelumnya, netranya masih melirik-lirik ke arah Rehan sedang melayani para pengunjung.

“sebenarnya Daddy tak rela kau bekerja seperti ini!” ucapnya pelan. Yap, dia Arya, lebih tepatnya Daddy kandung Rehan. Rehan sendiri sebenarnya bernama lengkap, ATHALLA ALTEONEL ALBERT, putra bungsu Arya.

“Seperti nya Daddy harus segera membawamu kembali. Ingatan mu harus secepatnya pulih” ujarnya lagi, kemudian mengetik sesuatu dan mengirim nya pada seseorang.

🌼🌼

Di sekolah, selesai mengisi perut nya di kantin, Luna mengajak Zoya ke taman belakang. “Emang mau ngomong apaan sih Lun, di kantin aja kan bisa!” dumel Zoya tampak pasrah ditarik sang sahabat.

“ini rahasia banget, gue gak mau anak-anak lain pada dengar”

“apa bedanya coba, di tamankan juga ada anak-anak lain”

“Tapikan gak sebanyak di kantin, udah gak usah banyak alasan nurut aja”

“Iya iya” Zoya mengangguk melas.

Sampai di taman belakang, mereka duduk di salah satu bangku kosong.

“Oke, sekarang Lo mau ngomong apa, gue siap jadi pendengar yang baik”

Luna menarik nafas, lalu membuangnya kembali selama beberapa kali, membuat Zoya ikut jengah.

“Lunaaa...Lo ngapain tarik nafas dan buang nafas terus. Ini kapan mulainya sih? Kesal gue”

Luna malah nyengir kuda, “ehehe... sorry, gue cuman lagi rileks biar bicaranya jadi lebih enak”

“Apaan dah, apa hubungannya coba? Cepatan mulai!” lama-lama ia jadi kesal.

“iya...tapi Lo harus siap ya dengan kenyataan nya”

Zoya semakin bingung tapi mengiyakan saja, dia sudah lelah dari tadi sahabat nya ini belum mulai juga.

“Lo tau Rehan kan?”

“ya tau lah, kan dia sepupu lo, gimana sih? Pakai ditanya segala” pekik Zoya gemes, gemes sama sahabat nya ini.

“bukan, Lo salah...”

“Hah... maksudnya? Ngomong tuh yang jelas dong, jangan setengah-setengah Luna” Zoya jadi geregetan.

“Maksud gue...ingat ya Lo harus terima sesuai kenyataan janji gak marah dan gak jauhin gue!”

“Iya Luna sayang, nyinyir banget sih” Zoya sabar, untung sahabat.

Luna menghela nafas dan melanjutkan penjelasan nya, “Sebenarnya gue sama Rehan itu bukan sepupuan...”

“Hah... maksud Lo!” Zoya langsung memotong pembicaraan Luna, otaknya jadi traveling kemana-mana.

“Dengerin dulu, jangan dipotong” Zoya mengangguk.

Dan Luna melanjutkan penjelasan nya dan di tutupi lagi.

“Rehan itu cowok yang gue selamatin, dia hilang ingatan. Karena kasihan dan gak tega gue ajak tinggal di rumah, maaf ya gue bohongin lo, gue gak bermaksud gitu...”

“Terus...” Zoya tampak syok banget, ia tak percaya dengan kenyataan ini.

Dengan gugup, Luna melanjutkan ceritanya sampai terjadi pernikahan tersebut.

“J-jadi s-sekarang Lo udah nikah dan REHAN SUAMI LO!” Zoya tercekat tanpa sengaja mengeras suaranya di akhir kata. Membuat murid yang berada di sekitar taman ikut menoleh kearah mereka.

“Ih suara lo, jangan keras-keras bego” bisik Luna rada kesal.

“Sorry” Dan Zoya langsung pergi begitu saja. Membuat Luna menjadi panik dan tak karuan.

“Zoy...Zoyaaaa...dengarin gue dulu!” Dengan cepat ia mengejar Zoya. Namun, Zoya tak menghiraukan, Luna terus mengejar Zoya yang ternyata pergi kearah kelas. Tanpa menghiraukan tatapan aneh anak-anak lain.

“Zoy...dengarin gue, Lo jangan marah dong!”

Namun, Zoya menepis tangan Luna yang memegang lengannya. “Gak usah pegang gue!” wajah Zoya sangat datar bahkan suara berubah dingin, membuat Luna semakin panik. Sumpah demi apapun ia gak mau di giniin.

“Zoy...” rengek Luna kesekian kalinya, tapi Zoya hanya cuek tak peduli.

Kring...kring...

“Udah bel masuk, gak usah ganggu gue!” ucap Zoya dingin.

“Tapikan gu...”

“LO GAK DENGAR GUE NGOMONG APA HAH!” bentak Zoya dengan suara naik oktaf. teman-teman kelasnya ikut kaget dan menatap bingung keduanya, setau mereka Zoya dan Luna gak pernah bertengkar separah ini.

“ada gerangan apaan nih, duo sahabat paling lengket bertengkar!”

“Kayaknya masalah nya besar banget dah”

“He’em ... sampai Zoya di buat murka”

Zoya menghiraukan bisikan-bisikan teman-teman sekelasnya dan duduk dengan tenang di bangkunya.

Luna, jangan di tanya, gadis itu telah duduk diam di bangku berada belakang Zoya. Dadanya terasa sesak mendengar bentakan Zoya.

“Segitu marah dan kecewanya Lo sama gue Zoy, sampai Lo tega bentak gue...hiks...jahat tau gak!” Luna menangis dalam diam, ia menatap kosong punggung Zoya.

...

Luna telah menaiki sepedanya berencana akan pulang, sebelum itu ia juga sempatkan memandang Zoya saat memasuki mobil jemputan nya. Sahabatnya benar-benar marah, tapi semua itu bukan keinginan ia juga.

Namun, saat akan mengayuh sepeda tiba-tiba...

“eet...Mau kemana Lo? Telinga lo masih berfungsi kan dengan ucapan gue tadi pagi!” tampak Riya dan Kinan dengan angkuh berjalan pelan menghampiri nya.

Luna sedikit takut, bukannya lupa tapi memang sengaja pura-pura lupa.

“kalo gue gak mau!” tantang Luna mulai berani, entah dari mana ia dapat keberanian nya itu.

“Udah mulai berani Lo ternyata, bagus sih. Tapi kalo gak mau, gue jamin hidup Lo kagak bakal tenang. Lo lupa siapa Friska, Hm” Kinan tersenyum smirk Saat melihat gelengan Luna.

“Ck, gak usah banyak bacot, sekarang ikut kita!” sentak Riya, dan langsung menarik kasar lengan Luna dan mendorong nya masuk ke dalam mobil. Luna hanya meringis dan takut-takut apa yang akan mereka lakukan padanya.

“Ya Allah, semoga aja mereka gak lakuin hal buruk sama gue!”  batin Luna.

 

BERSAMBUNG...

LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

Terpopuler

Comments

Eko Nur Yanto

Eko Nur Yanto

Udah nikah kok masih masuk sekolah ya Aneh pihak sekolah juga ngak tahu

2024-05-29

0

Yulita

Yulita

kasihan amat nasip Lo lun😔

2022-09-26

3

Mbah Pur Ngronggi

Mbah Pur Ngronggi

Lanjut

2022-09-20

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2 Chapter 02. Lupa Ingatan
3 Chapter 03. Tinggal Seatap
4 Chapter 04. Kekesalan Zoya
5 Chapter 05. Berbohong
6 Chapter 06. Geli
7 Chapter 07. Pembullyan
8 Chapter 08. Mimpi Buruk
9 Chapter 09. Gugup
10 Chapter 10. Menangis
11 Chapter 11. Keluarga Albert
12 Chapter 12. Penolakan Luna
13 Chapter 13. Terpaksa Menikah
14 Chapter 14. Tak Peka
15 Chapter 15. Tidur seranjang
16 Chapter 16. Gara-gara tendangan
17 Chapter 17. Syok dan tak percaya
18 Chapter 18. Jadi Bos baru
19 Chapter 19. Murka Rehan
20 Special Visual Character
21 Chapter 20. Dasar Mesum
22 Chapter 21. Minta penjelasan
23 Chapter 22. minta jatah
24 Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25 Chapter 24. Maafin gue!
26 Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27 Chapter 26. Ciuman
28 Chapter 27. Keluarga Georgio
29 Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30 Chapter 29. Menyesal
31 Chapter 30. Fix, panggil kakak
32 Chapter 31. Dokter John
33 Chapter 32. Lingerie
34 Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35 Chapter 34. Rencana busuk Dona
36 Chapter 35. Calon Pelakor
37 Chapter 36. Menggoda Atha
38 Chapter 37. Ketakutan Jessica
39 Chapter 38. Ternyata Hamil
40 Chapter 39. Licik
41 Chapter 40. Adik Laknat!
42 Chapter 41. Max sakit hati
43 Chapter 42. Luna mau Seblak
44 Chapter 43. Kecelakaan
45 Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46 Chapter 45. Nasib Friska
47 Chapter 46. Alfredo Georgio
48 Chapter 47. Luna Siuman
49 Chapter 48. Kekesalan Mona
50 Chapter 49. Rumah baru
51 Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52 Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53 Chapter 52. Merasa malu
54 Chapter 53. Pecat suami
55 Chapter 54. Penyusup
56 Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57 Chapter 56. Benci
58 Chapter 57. ternyata hamil
59 Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60 Chapter 59. Marah
61 Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62 Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63 Chapter 62. Atha Merokok
64 Chapter 63. Hukuman Mati
65 Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66 Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67 Chapter 66. Malu-maluin
68 Chapter 67. Di jadiin pembantu
69 Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70 Chapter 69. Anak durhaka
71 Chapter 70. Bodoh
72 Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73 Chapter 72. Tamparan Davin
74 Chapter 73. Kekesalan Atha
75 Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76 Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77 Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78 Chapter 77. Gak mau dimadu!
79 Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80 Chapter 79. Kesialan Tio
81 Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82 Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83 Chapter 82. Keadaan Tirta
84 Chapter 83. Pedas bukan manis
85 Chapter 84. Maafin aku sayang!
86 Chapter 85. Ternyata ada dua
87 Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88 Chapter 87. Bangunnya Tirta
89 Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102
104 Chapter 103
105 Chapter 104
106 Chapter 105
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Chapter 01. Menolong Seorang Pemuda
2
Chapter 02. Lupa Ingatan
3
Chapter 03. Tinggal Seatap
4
Chapter 04. Kekesalan Zoya
5
Chapter 05. Berbohong
6
Chapter 06. Geli
7
Chapter 07. Pembullyan
8
Chapter 08. Mimpi Buruk
9
Chapter 09. Gugup
10
Chapter 10. Menangis
11
Chapter 11. Keluarga Albert
12
Chapter 12. Penolakan Luna
13
Chapter 13. Terpaksa Menikah
14
Chapter 14. Tak Peka
15
Chapter 15. Tidur seranjang
16
Chapter 16. Gara-gara tendangan
17
Chapter 17. Syok dan tak percaya
18
Chapter 18. Jadi Bos baru
19
Chapter 19. Murka Rehan
20
Special Visual Character
21
Chapter 20. Dasar Mesum
22
Chapter 21. Minta penjelasan
23
Chapter 22. minta jatah
24
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya
25
Chapter 24. Maafin gue!
26
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta
27
Chapter 26. Ciuman
28
Chapter 27. Keluarga Georgio
29
Chapter 28. Bena-benar Istri durhaka
30
Chapter 29. Menyesal
31
Chapter 30. Fix, panggil kakak
32
Chapter 31. Dokter John
33
Chapter 32. Lingerie
34
Chapter 33. Akhirnya pulih kembali
35
Chapter 34. Rencana busuk Dona
36
Chapter 35. Calon Pelakor
37
Chapter 36. Menggoda Atha
38
Chapter 37. Ketakutan Jessica
39
Chapter 38. Ternyata Hamil
40
Chapter 39. Licik
41
Chapter 40. Adik Laknat!
42
Chapter 41. Max sakit hati
43
Chapter 42. Luna mau Seblak
44
Chapter 43. Kecelakaan
45
Chapter 44. Oh... Ternyata Dia!
46
Chapter 45. Nasib Friska
47
Chapter 46. Alfredo Georgio
48
Chapter 47. Luna Siuman
49
Chapter 48. Kekesalan Mona
50
Chapter 49. Rumah baru
51
Chapter 50. Kehebohan keluarga Wijaya
52
Chapter 51. Kemarahan Alfredo
53
Chapter 52. Merasa malu
54
Chapter 53. Pecat suami
55
Chapter 54. Penyusup
56
Chapter 55. Kekhawatiran Alfredo dan Jeon
57
Chapter 56. Benci
58
Chapter 57. ternyata hamil
59
Chapter 58. Kesalnya Monalisa
60
Chapter 59. Marah
61
Chapter 60. Sudah waktunya mengakhiri semuanya
62
Chapter 61. Keterkejutan Jeon
63
Chapter 62. Atha Merokok
64
Chapter 63. Hukuman Mati
65
Chapter 64. Pernikahan Max & Monalisa
66
Chapter 65. Gara-gara Ketoprak
67
Chapter 66. Malu-maluin
68
Chapter 67. Di jadiin pembantu
69
Chapter 68. Perdebatan ibu dan anak
70
Chapter 69. Anak durhaka
71
Chapter 70. Bodoh
72
Chapter 71. Tuan Muda Kusuma
73
Chapter 72. Tamparan Davin
74
Chapter 73. Kekesalan Atha
75
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma
76
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy
77
Chapter 76. Manja nya si bayi besar
78
Chapter 77. Gak mau dimadu!
79
Chapter 78. Jangan harap malam ini tidur di kamar!
80
Chapter 79. Kesialan Tio
81
Chapter 80. Marah dan cemburu nya Zoya
82
Chapter 81. Dasar gadis cemburuan!
83
Chapter 82. Keadaan Tirta
84
Chapter 83. Pedas bukan manis
85
Chapter 84. Maafin aku sayang!
86
Chapter 85. Ternyata ada dua
87
Chapter 86. Baby Al & Baby Aurel
88
Chapter 87. Bangunnya Tirta
89
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102
104
Chapter 103
105
Chapter 104
106
Chapter 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!