...🍀🍀🍀...
"Kenapa kau tidak percaya padaku Arsen? Aku benar-benar yakin kalau dia adalah kak Adaire!"
"Adara aku sudah ingatkan padamu jangan menyebut namanya lagi!" Seru Arsen kesal pada istrinya.
"Arsen kenapa akhir-akhir ini kau selalu marah padaku? Apa karena wanita j*l*ng itu?" tanya Adara emosi.
"Adara, berapa kali aku harus mengatakan padamu kalau aku tidak punya perasaan apa-apa padanya? Aku mencintaimu Adara!" Arsen sedikit menyentak istrinya yang sudah mulai bicara dengan nada suara meninggi.
"Tapi kau berubah, kau tidak lembut lagi padaku.. kau bahkan selalu membela wanita itu," Adara cemburu berat pada Liliana.
"Bukannya kau yang berubah? Kemana perginya istriku Adara yang lemah lembut dan perhatian itu? Apa kau tidak sadar kalau kau yang berubah?"
"Aku berubah?" Wanita itu terperangah.
"Ya, kau berubah! Dulu setiap pulang kerja kau selalu menyambutku dengan senyuman hangat dan melayaniku, tapi sekarang apa? Setiap pulang kerja aku malah selalu mendapat ocehan darimu tentang wanita lain? Aku lelah pulang kerja dan malah mendapatkan kemarahan darimu? Istri macam apa kau ini?" Arsen memudalkan semua kemarahannya yang dia simpan selama berhari-hari pada Adara.
Setiap kali dia pulang kerja, Adara selalu mengomel padanya tentang Liliana. Bukannya melayaninya, tapi malah mengomel dan marah dengan segala rasa cemburunya. Arsen semakin kesal pada Adara.
"Sayang, aku hanya-"
"Sudahlah!" Arsen tidak mau mendengar ucapan Adara lagi.
"Aku begini karena aku cinta padamu, aku cemburu kau dekat-dekat dengan dia! Apa salah kalau aku cemburu?" Adara melihat sang suami yang marah dengan mata berkaca-kaca.
"Kau salah Adara! Kau marah padaku karena wanita lain yang ku perlakukan dengan baik, aku sangat lelah dengan rasa cemburu mu ini Adara!" Teriak Arsen marah.
Sial! Kenapa Adara menjadi sangat menyebalkan? Dia tidak selembut seperti dulu, dia sudah berubah menjadi wanita yang menyebalkan! Tapi walaupun begitu dia sangat cantik.
Arsen pergi meninggalkan Adara dengan wajah marah, dia menangis di dalam kamarnya. Ini pertama kalinya Arsen memarahinya sampai seperti ini. "Ini semua karena wanita j*l*ng itu! Kalau bukan karena dia, Arsen dan aku tidak akan bertengkar sampai seperti ini!"
Adara marah dan mengutuk Liliana sebagai wanita penggoda suami orang. Pertengkaran Adara sampai terdengar ke telinga para pelayan dan pengawal di mansion itu. Padahal sebelumnya Adara dan Arsen terlihat sangat mesra, apalagi saat pertama kali mereka menikah.
****
🍀Malam hari🍀
Daisy melaporkan pada Liliana, apa yang dia dengar dari kamar Arsen dan Adara. Bahwa pasangan suami istri itu sedang bertengkar hebat sampai Arsen tidak kembali ke kamarnya. Liliana puas mendengarnya, dia tidak mau dua orang yang membunuhnya hidup bahagia.
"Terimakasih atas infonya Daisy," ucap Liliana merasa puas.
Jadi Arsen dan Adara bertengkar? Haha, baguslah.
"Ya nona, saya hanya menyampaikan apa yang harus saya sampaikan. Karena hal ini sudah bukan rahasia lagi," ucap Daisy.
Tak lama kemudian Duke Geraldine datang menemui Liliana di dalam kamarnya, "Lily, apa kau sedang sibuk?"
"Tidak tuan, saya sedang duduk duduk saja disini," jawab Liliana dengan sopan.
"Aku khawatir karena Jackson bilang kau belum turun untuk makan malam. Apa ini karena kau ada masalah dengan Adara?" tanya Duke Geraldine perhatian. Dia sudah tau masalah pesta teh Adara.
"Tidak apa-apa tuan, saya baik-baik saja dan saya sudah melupakannya. Wajar jika nona Adara membenci saya yang dianggapnya sudah merebut posisi Adaire. Jika saya jadi dia, saya pun akan marah karena saya sangat menyayangi kakak saya," kata Liliana sedikit menyindir sikap Adara padanya.
Adara menyayangi Adaire? Kenapa aku selalu merasa kasih sayang anak itu tidak tulus?
"Meskipun dia sangat menyayangi Adara, tidak seharusnya dia memperlakukanmu seperti itu. Ayo ikut aku, kita makan malam bersama ya? Dan jangan panggil aku tuan, kau bisa memanggilku ayah, gunakan juga bahasa yang non formal jika bicara denganku,"
"Mana berani saya melakukan itu," Liliana menunduk di depan Duke Geraldine.
Ayah, apakah aku masih memanggilmu ayah?
"Kau sayang Adaire kan? Jika kau sayang padanya, maka kau harus menerima kasih sayang dari ayah Adaire juga," Duke Geraldine tersenyum lembut.
Mereka makan malam bersama, di dalam satu meja. Adara dan saling berdiam diri setelah pertengkaran mereka. Duke Geraldine membuat Adara meminta maaf pada Liliana, dengan enggan dalam hati Adara akhirnya meminta maaf pada Liliana di depan sang ayah.
Suasana seperti ini, aku sangat menyukainya. Arsen dan Adara, semoga kalian terpisah selamanya, supaya aku bisa membuat kalian hancur dengan mudah.
Setelah selesai makan malam, Arsen pergi melampiaskan kemarahannya dengan bermain pedang. Disaat seperti itulah Liliana mengambil alih tugas Adara sebagai istri, walau dia sebenarnya jijik.
"Arsen, kenapa kau bermain pedang pada jam segini?" Liliana tersenyum sambil menyodorkan sebotol air minum dan sapu tangan untuk menyeka keringat pria itu.
"Lily, terimakasih," Arsen tersenyum dan mengambil botol air minum itu, dia meneguknya.
"Wajahmu sangat berkeringat, pakailah sapu tangan ini!" Seru Liliana menyodorkan sapu tangan pada Arsen.
Arsen melihat sapu tangan itu, dia melihat ada ukiran bunga Lily di sapu tangannya. "Apa ini sapu tangan mu?"
"Iya, aku merajutnya sendiri. Kenapa? Apa tidak bagus?" tanya Liliana sambil tersenyum genit.
"Kau merajutnya sendiri? Ini sangat cantik, sama seperti dirimu,"
"Terimakasih,"
Persetan kau Arsen! Mulutmu busuk! Liliana tersenyum, namun dalam hatinya dia memaki pria itu.
"Tapi sayang sekali kalau sapu tangan yang indah ini aku gunakan untuk menyeka keringatku," ucap Arsen merasa sayang.
"Tidak apa-apa, aku masih bisa membuatnya lagi. Kalau kau mau, kau bisa memilikinya,"
Arsen mengusap keringatnya dengan sapu tangan itu, di tersenyum lebar. Wajah tampan, tubuh kekarnya terlihat sangat menggoda. Terlebih lagi saat Arsen membuka bajunya karena baju yang dia pakai basah karena keringat.
Liliana tak sengaja melihat tubuh sixpack pria itu yang tampak macho. Wanita mana yang tidak akan tergoda oleh tubuh kekar dan wajah tampannya? Bahkan Adara juga sampai tergila-gila padanya. Lily memalingkan wajahnya, dia terlihat malu.
Apa dia sudah gila? Apa yang dia lakukan disini?
"Maafkan aku, aku lupa masih ada kau disini," Arsen tersenyum lembut, lalu memakai kembali bajunya.
"Ti-tidak apa-apa Arsen," Liliana terlihat malu-malu.
Arsen menangkap malu-malu gadis itu sebagai bentuk sinyal ketertarikan. Arsen mendekati Liliana dan duduk disampingnya. Dia menceritakan tentang pertengkaran dengan Adara. Dengan lembut Liliana mengatakan kalau Adara seperti itu karena dia sangat mencintai Arsen.
"Dia sangat mencintaimu Arsen, itulah sebab ya nona Adara bersikap seperti itu. Perempuan akan marah kalau cemburu,"
"Apa kau juga begitu?" tanya Arsen ramah.
"Mungkin," Liliana memutar matanya, dia melihat Adara berada di kejauhan sedang melihat dia bersama Arsen.
Haha Adara, kau harus lihat ini.
"Arsen sepertinya aku harus kembali, ini sudah larut," ucap Liliana sambil beranjak berdiri dari bangku itu. Kedua tangan cantik Liliana memegang tubuh mungilnya, dia terlihat menggigil.
"Iya benar, kau harus segera kembali. Tapi tunggu!" Arsen memberikan jas nya dan memakaikan jas itu pada Liliana.
"Arsen, kau tidak usah repot-repot seperti ini."
"Tidak apa, udara sangat dingin." Arsen tersenyum pada Liliana.
Dengan sengaja Liliana menjatuhkan dirinya pada tubuh Arsen, dia tersenyum didalam pelukan Arsen. "Lily, apa kau baik-baik saja?"
"Arsen ma-maafkan aku tiba-tiba saja kepalaku sangat pusing," ucap gadis itu dan memeluk Arsen semakin dalam.
"Apa kau pusing? Mari aku antar ke dalam, aku akan memapahmu," kata pria itu dengan suara lembut.
Adara sakit hati, kesal dan menangis ketika melihat suaminya berpelukan dengan Liliana. "Sudah cukup! Kesabaranku sudah habis, aku akan membuatmu jera wanita si*lan!"
...---***---...
Hai Readers ku tersayang, jangan lupa dong like, komen, gift dan vote nya untuk dukung karya author ☺️☺️🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 229 Episodes
Comments
ARA
😂😂😂😂😂😂
Telen tuh cemburu
2022-10-19
0
ARA
Jangan cuma pisah.. Bikin juga mereka mengakui kejahatannya dan rahasia kematian Adaire terbongkar
2022-10-19
0
ARA
Pelakor kena batunya😂😂😂
2022-10-19
0