Bab 2. Malangnya Adaire

...🍀🍀🍀...

Adaire pulang lebih dulu meninggal pesta karena dia malu dan sakit hati dengan perkataan orang-orang di sana. Dia duduk didepan sebuah toko pakaian sambil menangis sedih.

"Kenapa semua orang selalu memandang ku seperti ini? Apa karena tubuhku yang gemuk? Apa karena aku sangat jelek? Kenapa Tuhan sangat kejam padaku? Kenapa aku tidak cantik seperti ibuku dan kenapa aku tidak tampan seperti ayahku? Apa aku benar-benar anak kandung mereka? hiks... huuuhuuu.. huhuuuhuuhuu..," Adaire menangis tersedu-sedu, air matanya mengalir deras. Dan diantara sekian banyak orang yang melihatnya, tidak ada satupun orang yang peduli padanya, atau hanya sekedar bertanya apa yang terjadi padanya.

Tidak ada satu pun yang peduli padanya, mereka yang lewat hanya menatap Adaire dengan tatapan jijik. Tatapan yang bisa membuat mental seseorang melemah, dan menyayat hati.

"Ibu, lihat itu bu! Ada monster di depan toko baju!" Seorang anak perempuan menunjuk-nunjuk ke arah Adaire yang sedang duduk menangis di depan toko baju.

"Sayang, nona itu bukan monster, dia manusia sama seperti kita!" Ucap ibu anak perempuan itu.

"Bodoh, itu bukan monster tapi badut..hahaha," ucap seorang anak laki-laki disebelah nya sambil menertawakan Adaire.

Monster? Aku monster? Adaire semakin tidak percaya diri, dia menyentuh wajah gemuk nya terlebih lagi tompel hitam besar di pipi kanan itu menutupi sebagian wajahnya.

CEKRET!

Seorang nona dengan wajah jutek keluar dari toko baju itu, dia menatap Adaire dengan sinis dan mengejek. "Pantas saja daritadi di depan toko ku terlihat sangat ramai, rupanya ada monster buruk rupa disini. Sedang apa kau disini? Apa kau berencana membuat toko ku tidak laku?" tanya nona itu dengan berkacak pinggang dan suara nya yang meninggi.

"Ma-maafkan saya, saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya ikut duduk disini karena saya lelah," Adaire menyeka air matanya, buru-buru dia berdiri dari tempat duduknya.

"Pergi dari sini kalau kau tidak mau ku panggil petugas keamanan!" Nona itu mengusir Adaire dengan kasar.

"Ma-maaf kan saya.." Adaire menunduk sedih, sudah dihina dia juga di usir. Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang memperlakukan nya seperti ini. Tapi dia yang selalu meminta maaf kepada pelaku. Bukannya mendapat permintaan maaf. Dia selalu merasa bersalah pada orang-orang di sekelilingnya karena kehadiran dirinya.

"Ya sudah tunggu apa lagi, pergi dari sini!" Pemilik toko pakaian itu mendorong Adaire dengan kasar sampai tubuh gemuknya oleng dan jatuh ke tanah.

Lagi-lagi dirinya menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Adaire berusaha berdiri, namun dia kesulitan untuk berdiri karena bobot tubuhnya yang begitu berat. Kemudian ada seorang pria mengulurkan tangannya dan membantu gadis itu untuk berdiri.

"Nyonya, tolong jangan bersikap kasar kepada nona ini!" Seru Arsen, seorang pria tampan dengan tampilan memukau, membuat semua wanita disana terpana dalam sekejap.Adaire juga dibuat terpesona olehnya.

Arsen menolong dan membela Adaire, pria itu terlihat lembut dan tegas. Adaire langsung jatuh cinta kepadanya. Setelah itu Adaire berkenalan dengan Arsen.

"Saya harap nona yang cantik tidak menangis lagi," Arsen mengecup punggung tangan Adaire dengan gentle.

"Terimakasih tuan.."

Tatapan dan senyuman nya sangat lembut, dia pasti pria yang baik. Adaire tersenyum ramah pada Arsen, dia merasa pria itu adalah pria yang baik.

"Arsen Frederick Wales, itu adalah namaku. Dan nona adalah?" Arsen tersenyum lembut.

"Adaire Charise Geraldine," jawab Adaire tersipu malu menyebutkan namanya.

"Nama yang cantik nona, secantik orangnya." Arsen memuji Adaire sambil tersenyum lembut.

Jadi dia adalah putri keluarga Geraldine? Dia pasti akan menjadi saudara iparku, aku harus baik-baik padanya.

Arsen mengantarkan Adaire pulang ke rumahnya. Disana lah Arsen melihat Adara, saudara Adaire yang cantik jelita. Matanya langsung terpana melihat kecantikan wanita itu.

"Kakak, kau darimana saja? Para pengawal sedang mencari dirimu! Semua orang sangat mencemaskan mu, aku juga terkejut karena kakak tiba-tiba pergi meninggalkan acara amal begitu saja!" Adara memasang tampang memelas, dia terlihat mencemaskan Adaire.

"Aku baik-baik saja Adara, maafkan aku karena sudah membuatmu cemas." Adaire memegang tangan adiknya, sambil tersenyum.

Tatapan Adara tiba-tiba teralihkan kepada seorang pria tampan yang berdiri disamping kakak nya. Hati Adara berdebar melihat pria tampan itu, dia memasang senyum termanis nya, sembari mengibaskan rambut panjang nya. Arsen memperkenalkan dirinya pada Adara, mereka pun berkenalan.

Keesokan harinya, Arsen datang membawa lamaran dari Count untuk keluarga duke Geraldine. Arsen sangat bahagia, dia mengira bahwa dia akan mempersunting Adara, si cantik dari keluarga itu dan membawakan banyak mas kawin ke mansion Geraldine.

Namun, harapannya musnah ketika dia sudah bertemu dengan Duke Geraldine, ayah Adaire dan Adara.

"Jadi, count muda sudah setuju untuk menikah dengan putriku?" tanya Duke Geraldine dengan wajah ramah dan hangatnya.

"Saya bersedia, bahkan saya sudah membawakan mas kawin dan barang seserahan untuk putri tuan Duke," Arsen tersenyum bahagia.

"Kalau begitu, aku akan panggilkan putri ku!" Duke Geraldine tersenyum.

Tak lama kemudian, Adaire dan pelayanan nya datang kesana. Adaire tampak bahagia karena dia tau calon suaminya adalah Arsen, pria yang dia sukai. Tapi, Arsen terlihat kecewa. Sebelumnya dia mengira akan menikahi Adara, tapi ternyata yang akan dia nikahi adalah Adaire. Si gadis gemuk bertompel.

Adaire menerima pernikahan itu, sementara Arsen terpaksa menerima pernikahan mereka demi status sosialnya. Satu minggu setelah pernikahan, Arsen mengajak istrinya untuk berbulan madu. Adara juga ikut dengan mereka dengan dalih ingin melihat laut.

Mereka bertiga, juga tiga pengawal pribadi Arsen menaiki kapal laut untuk pergi ke pulau dimana Arsen dan Adaire akan berbulan madu.

"Sayang, apa kita benar-benar akan pergi ke pulau Kamalama?" tanya Adaire sambil menggandeng tangan suaminya, dia menatap Arsen penuh cinta.

"Iya, kita akan pergi kesana. Kamu pasti akan menyukai nya sayang," Arsen tersenyum ramah pada istrinya.

Malam itu di atas kapal pesiar, Arsen dan Adaire makan malam romantis berdua. Dengan perhatian Arsen melayani istrinya, seolah dia adalah wanita tercantik di dunia. "Sayang, tidak apa-apa.. makanlah yang banyak, aku tidak masalah rupa dan bentuk tubuhmu mau seperti apa. Aku tetap mencintaimu,"

"Terimakasih Arsen, tapi aku akan menjaga pola makan ku dari sekarang. Aku tidak mau membuat kamu malu," ucap Adaire sambil tersenyum manis pada suaminya.

Tepat setelah Adaire menghabiskan makanan nya, tiba-tiba saja gadis gemuk itu muntah darah, dadanya sesak entah apa penyebabnya.

"Uhuk..uhukk..Arsen.. aku.." Adaire memegang tangan suaminya, darah nya membasahi gaunnya.

"Sayang? Kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Arsen sambil memeluk istrinya yang bertubuh lebar itu.

"Kakak, apa yang terjadi denganmu? Apa kau baik-baik saja? Apa kau muntah darah?" tanya Adara sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya, seolah dia terkejut melihat kakaknya kesakitan seperti itu.

Arsen mendorong Adaire hingga gadis itu jatuh ke kayu kapal pesiar. Arsen menghampiri Adara, dia tersenyum pada gadis cantik itu. Adaire terkejut karena Arsen mendorong nya dan menatap ke arah Adara, padahal dia sedang kesakitan bersimbah darah.

"Adara sayang, kau sudah datang?" sambut Arsen kepada Adara.

"Jadi racunnya sudah mulai bereaksi ya?" tanya Adara dengan menunjukkan senyuman liciknya. Dia menggenggam tangan Arsen dengan mesra.

Deg!

Hati Adaire tersentak melihat suami dan adiknya terlihat mesra. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, mata dan telinga nya tidak menipu. Adaire terluka, dia tak percaya dengan kebenaran di depannya. Bahwa suaminya, memilki hubungan dengan adik nya.

"Ka-kalian..Ar-Arsen apa maksudnya semua ini? Adara, kenapa kau memeluk suamiku?!" tanya Adaire sambil menahan sakit di dadanya, mulutnya berlumuran darah.

"Aku pikir aku tidak perlu menjelaskan nya padamu karena kau sudah melihatnya sendiri. Tapi seperti nya kau benar-benar bodoh, istriku sayang. Seperti yang kau lihat, Adara dan aku adalah pasangan kekasih." Arsen melingkarkan tangannya pada tubuh mungil Adara dengan mesra. Adara juga balas memeluk Arsen dengan tingkah genitnya.

Patah dan hancur hati Adaire mendengar sendiri pengakuan dari suaminya, dia tidak percaya dua orang yang dia sayangi akan mengkhianati nya.

"Tidak! Ini pasti bohong kan? Arsen, kau bilang kau mencintaiku! Kau bilang kau akan selamanya bersama denganku, uhuk uhuk!" Mulut Adaire kembali memuntahkan darah. Dia berusaha sekuat tenaga untuk berbicara.

"Mencintai mu? Haha, kau ini lucu sekali kakak! Mana mungkin pria tampan seperti Arsen akan mencintai wanita seperti kakak? Bahkan orang buta saja tidak mau bersama dengan gadis jelek seperti kakak!" Adara menunjukkan sifat aslinya di depan Adaire.

"Itu benar, aku menikahi mu hanya untuk status Duke. Dan sebentar lagi aku akan menjadi Duke. Aku tidak pernah mencintai mu gadis jelek, aku hanya mencintai Adara!" Arsen menginjak tangan Adaire dengan kasar.

"Kalian! Apa kalian juga yang meracuni ku? Tega sekali kalian padaku? Apa salahku pada kalian berdua?" Napas Adaire mulai tersengal-sengal, dia kesulitan untuk berbicara.

"Salahkan saja wajah jelek dan tubuh gemuk mu itu, atau salahkan takdir Tuhan untukmu," Arsen tersenyum sinis, dia menikmati pemandangan istrinya yang sedang sekarat.

"Adara.. kenapa.. kenapa kau seperti ini? Aku selalu sayang padamu, kenapa kau tega..hiks.." Adaire menangis merasa terkhianati.

"Kau tanya kenapa aku seperti ini, kakak? Ini semua karena kau terlahir sebagai anak sulung dan karena kau terlahir sebagai anak sah ayah! Sedangkan aku, aku hanyalah anak tiri! Tapi, setelah kau mati aku akan menjadi satu satu nya putri keluarga Geraldine, dan menggantikan mu mewarisi semua kekayaan ayah!" Adara menatap tajam ke arah Adaire yang masih terduduk di atas kapal.

"Kau sangat jahat Adara, kau kejam! Ternyata selama ini kau memiliki perasaan seperti itu padaku..aku tidak percaya," Adaire tersenyum sinis, dia sangat terluka dengan adik dan suaminya. Adaire menatap dua orang pengkhianat itu dengan penuh kemarahan.

Adara mendekati Adaire, dia membawa sebuah belati di tangannya. Kemudian tanpa ragu dia menusuk perut Adaire dengan belati itu.

JLEB!

"A-Adara.."

"Pergilah ke neraka kakak!" Teriak Adara sambil tersenyum sinis dan melepaskan belati yang menancap di perut Adaire. Tangan Adara berlumuran darah kakak nya.

Darah segar dari perut itu menetes, bersamaan dengan air mata Adaire. Setelah itu, Arsen dan Adara bekerja sama melempar Adaire ke lautan lepas tanpa sepengetahuan siapapun.

Aku bersumpah! Aku akan membalas dendam pada kalian! Aku bersumpah jika aku dilahirkan kembali, dan jika aku punya kehidupan kedua, hal yang pertama aku lakukan adalah membuat kalian menangis darah! Aku akan menghantui kalian meski aku sudah mati! Adara, Arsen, jika aku kembali hidup...kalian tidak akan bisa lari dariku.

Dan aku tidak akan percaya lagi dengan cinta!

Adaire menutup mata untuk selamanya, mayatnya terombang-ambing di lautan lepas. Adara dan Arsen malah tertawa bahagia melihatnya.

...---***---...

Terpopuler

Comments

Salma Cheng

Salma Cheng

menarik ,,,, penasaran balas dendam adaire lanjut thor

2024-05-19

0

Wil Da

Wil Da

kejam

2023-05-15

0

gr

gr

.

2023-04-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Aku tidak percaya diri
2 Bab 2. Malangnya Adaire
3 Bab 3. Kesempatan kedua
4 Bab 4. Rencana pembalasan
5 Bab 5. Surat Adaire
6 Bab 6. Pelayan tidak tahu diri
7 Bab 7. Adara cemburu
8 Bab 8.Akan kurebut semuanya
9 Bab 9. Adaire sudah mati
10 Bab 10. Terpana
11 Bab 11. Pemilik Butik
12 Bab 12. Baik hati
13 Bab 13. Bela diri dan berkuda
14 Bab 14. Kerajaan Istvan
15 Bab 15. Kena batunya
16 Bab 16. Anggota baru keluarga Geraldine
17 Bab 17. Adara curiga
18 Bab 18. Dasar bodoh!
19 Bab 19. Menggoda suami orang
20 Bab 20. Rencana jahat Adara
21 Bab 21. Tabib Almoore
22 Bab 22. Tak sengaja kiss
23 Bab 23. Blackey
24 Bab 24. Si Gila
25 Bab 25. Perkenalan
26 Bab 26.Jangan lebih dari teman
27 Bab 27. Dua wajah
28 Bab 28. Mendadak horor
29 Bab 29. Hantu Adaire
30 Bab 30. Undangan pesta
31 Bab 31. Sifat asli Liliana
32 Bab 32. Menagih hutang
33 Bab 33. Max kesal
34 Bab 34. Akhirnya kau tersenyum
35 Bab 35. Adaire dan Liliana
36 Bab 36. Hiduplah sebagai Liliana
37 Bab 37. Kalung berlian merah
38 Bab 38. Playing Victim
39 Bab 39. Main hakim sendiri
40 Bab 40. Kehidupan Liliana (1)
41 Bab 41. Kehidupan Liliana (2)
42 Bab 42. Jangan katakan cinta
43 Bab 43. Kebusukan terbongkar
44 Bab 44. Penyesalan yang terlambat
45 Bab 45. Selamat untukmu Adara
46 Bab 46. My sweetie Adara
47 Bab 47. Identitas si rambut perak
48 Bab 48. Max dan Laura
49 Bab 49. Bukan yang kedua
50 Bab 50. Berikan kesempatan
51 Bab 51. Saran kencan
52 Bab 52. Pengawalan Nicholas
53 Bab 53. Kencan pertama
54 Bab 54. Kena mental
55 Bab 55. Jenazah Adaire
56 Bab 56. Pengawal dan putri
57 Bab 57. Pesta (1)
58 Bab 58. Pesta (2)
59 Bab 59. Patah hati
60 Bab 60. Memohon maaf
61 Bab 61. Aku tidak cemburu
62 Bab 62. Adaire masih hidup
63 Bab 63. Bentuk permintaan maaf
64 Bab 64. Duke Geraldine murka
65 Bab 65. Percaya padaku
66 Bab 66. Undangan ke istana
67 Bab 67. Mulai sekarang kau kekasihku
68 Bab 68. Kandidat putri mahkota
69 Bab 69. Gara-gara jas
70 Bab 70. Raja cemburu
71 Bonus visual
72 Bab 71. Hukuman untuk Adara dan Arsen
73 Bab 72. Hubungan berakhir
74 Bab 73. Aku memang dia
75 Bab 74. Tidak tahu malu
76 Bab 75. Ratu jahat
77 Bab 76. Pernyataan cinta Eugene
78 Bab 77. Max kepergok
79 Bab 78. Ditolak camer
80 Bab 79. Curi start
81 Bab 80. Selamat tinggal Arsen
82 Bab 81. One day with you (1)
83 Bab 82. One day with you (2)
84 Bab 83. Mencoba melawan restu
85 Bab 84. Tercebur!
86 Bab 85. Tidak tertolong
87 Bab 86. Kumohon kembalilah
88 Bab 87. Menantang Raja
89 Bab 88. Gelang giok
90 Bab 89. Belum ada kabar?
91 Bab 90. Hanya mimpi
92 Bab 91. Apa dia bukan penipu?
93 Bab 92. Tidak ada cara lain lagi
94 Bab 93. Nikah dadakan
95 Bab 94. Bertemu denganmu lagi
96 Bab 95. Aku menikah?
97 Bab 96. Rindu
98 Bab 97. Penobatan Putri mahkota (1)
99 Bab 98. Penobatan Putri mahkota (2)
100 Bab 99. Akhir Ratu?
101 Bab 100. Laura pingsan
102 Bab 101. Tidak mau memaafkan
103 Bab 102. Istana dingin
104 Bab 103. Jangan pergi
105 Bab 104. Hati-hati
106 Bab 105. Penyerangan (1)
107 Bab 106. Penyerangan (2)
108 Bab 107. Kyle mencurigakan
109 Bab 108. Tidak ada surat untukku?
110 Bab 109. Lucis Ferre?
111 Bab 110. Liliana menghilang
112 Bab 111. Masih disekap
113 Bab 112. Rumah tua
114 Bab 113. Tersesat, senang?
115 Bab 114. Tak bisa ditunda lagi
116 Bab 115. Pemukiman
117 Bab 116. Rusuh (1)
118 Bab 117. Rusuh (2)
119 Bab 118. Kelahiran Lucifer (1)
120 Bab 119. Kelahiran Lucifer (2)
121 Bab 120. Awal kehancuran
122 Bab 122. Kembali ke kota
123 Bab 123. Dilema
124 Bab 124. Ini sudah berakhir
125 Bab 125. Segel
126 Bab 125. The next king
127 Bab 126. Kita sudah berpisah
128 Bab 127. Kesempatan
129 Bab 128. Tidak ada lagi!
130 Bab 129. Menjemput istriku
131 Bab 130. Hitam di atas putih
132 Bab 131. Kencan terakhir
133 Bab 132. Dia sudah pergi
134 Bab 133. Sosok baru
135 Bab 134. Alergi wanita
136 Bab 135. Dia hamil?
137 Bab 136. Ambisi Julia
138 Bab 137. Teringat masa lalu
139 Bab 138. Apa itu seorang gadis?
140 Bab 139. Bertemu lagi
141 Bab 140. Kunjungan Raja Istvan
142 Bab 141. Pesta penyambutan
143 Bab 142. Kita tidak bisa bersama
144 Bab 143. Bicara dengan Aiden
145 Bab 144. Rumit
146 Bab 145. Anak siapa itu?
147 Bab 146. Sudah bukan rahasia lagi
148 Bab 147. Kalian tidak boleh membawanya (End)
149 Bab 148. Bendera perang
150 Bab 149. Penyihir hitam
151 Bab 150. Tiada
152 Bab 151. Membawa kabur
153 Bab 152. Pemakaman
154 Bab 153. Dua pilihan
155 Bab 154. Harga yang harus dibayar
156 Bab 155. Pengorbanan
157 Bab 156. Ada yang hilang
158 Bab 157. Kenapa familiar
159 Bab 158. Primadona Miss L
160 Bab 159. Bertemu lagi denganmu
161 Bab 160. Wanita rumah bordil
162 Bab 161. Kabur bersama
163 Bab 162. Hampir saja
164 Bab 163. Mode iblis
165 Bab 164. Mabuk laut
166 Bab 165. Keras kepala si kepala koki
167 Bab 166. Sebelum memutar waktu
168 Bab 167. Kenapa dia disini? (Revisi)
169 Bab 168. Pergi dari hadapanku!
170 Bab 169. Jahatnya Aiden (Revisi)
171 Bab 170. Apa kau sakit?
172 Bab 171. Ramalan Brieta
173 Bab 172. Taruhan lagi
174 Bab 173. Potongan Ingatan
175 Bab 174. Kau dalangnya?
176 Bab 175. Mengapa menangis?
177 Bab 176. Budak iblis
178 Bab 177. Liliana ke istana
179 Bab 178. Harus berjuang dulu
180 Bab 179. Dayang pribadi
181 Bab 180. Dia benar-benar calon Raja?
182 Bab 181. Tingkah Alejandro
183 Bab 182. Pernyataan cinta dan gosip
184 Bab 183. Teman Laura
185 Bab 184. Pengorbanan
186 Bab 185. Selamat tinggal Aiden (Tahap Revisi)
187 Bab 186. Kembali bersama
188 Bab 187. Surat Aiden untuk Lily
189 Bab 188. Aku tidak akan beri ampun!
190 Bab 189. Masa lalu Eugene-Laura
191 Bab 190. Prosedur pernikahan Putri
192 Bab 191. Benar benar terjadi
193 Bab 192. Bertemu kekasih
194 Bab 193. Lamaran untuk Liliana
195 Bab 194. Eugene jadi Max
196 Bab 195. Raja cemburu
197 Bab 196. Dia Raja
198 Bab 197. Lily, kau indah
199 Bab 198. Bertemu Lucifer lagi
200 Bab 199. Kompetisi memanah
201 Bab 200. Cinta anak muda
202 Bab 201. Manja
203 Bab 202. Rencana pernikahan Eugene Laura
204 Bab 203. Laura Eugene wedding (1)
205 Bab 204. Laura Eugene wedding (2)
206 Bab 205. (MaxLi) Pelabuhan terakhir
207 Bab 206. Bukan malam pertama
208 Bab 207. Masakan cinta
209 Bab 208. Eugene sakit dan berita bahagia
210 Bab 209. Rencana jahat Freya
211 Bab 210. Jebakan untuk tersangka
212 Bab 211. Hukuman Mati
213 Bab 212. Farewel Freya
214 Bab 213. Wanitaku hanya satu
215 Bab 214. Pesta bayi
216 Bab 215. Kabar bahagia
217 Bab 216. Bumil sensitif
218 Bab 217. Teringat kincir Ria
219 Bab 218. Memilih jalan perang
220 Bab 219. Ratu diculik
221 220. Beraninya kau!
222 Bab 221. Rayuan Liliana
223 Bab 222. Sehari di hutan larangan
224 Bab 223. Kelahiran si kembar (1)
225 Bab 224. Kelahiran si kembar dan kilas balik
226 Bab 225. 3 bintang Istvan
227 Bab 226. 5 tahun kemudian
228 Bab 227. Happy ending
229 Sekuel Second life Liliana
Episodes

Updated 229 Episodes

1
Bab 1. Aku tidak percaya diri
2
Bab 2. Malangnya Adaire
3
Bab 3. Kesempatan kedua
4
Bab 4. Rencana pembalasan
5
Bab 5. Surat Adaire
6
Bab 6. Pelayan tidak tahu diri
7
Bab 7. Adara cemburu
8
Bab 8.Akan kurebut semuanya
9
Bab 9. Adaire sudah mati
10
Bab 10. Terpana
11
Bab 11. Pemilik Butik
12
Bab 12. Baik hati
13
Bab 13. Bela diri dan berkuda
14
Bab 14. Kerajaan Istvan
15
Bab 15. Kena batunya
16
Bab 16. Anggota baru keluarga Geraldine
17
Bab 17. Adara curiga
18
Bab 18. Dasar bodoh!
19
Bab 19. Menggoda suami orang
20
Bab 20. Rencana jahat Adara
21
Bab 21. Tabib Almoore
22
Bab 22. Tak sengaja kiss
23
Bab 23. Blackey
24
Bab 24. Si Gila
25
Bab 25. Perkenalan
26
Bab 26.Jangan lebih dari teman
27
Bab 27. Dua wajah
28
Bab 28. Mendadak horor
29
Bab 29. Hantu Adaire
30
Bab 30. Undangan pesta
31
Bab 31. Sifat asli Liliana
32
Bab 32. Menagih hutang
33
Bab 33. Max kesal
34
Bab 34. Akhirnya kau tersenyum
35
Bab 35. Adaire dan Liliana
36
Bab 36. Hiduplah sebagai Liliana
37
Bab 37. Kalung berlian merah
38
Bab 38. Playing Victim
39
Bab 39. Main hakim sendiri
40
Bab 40. Kehidupan Liliana (1)
41
Bab 41. Kehidupan Liliana (2)
42
Bab 42. Jangan katakan cinta
43
Bab 43. Kebusukan terbongkar
44
Bab 44. Penyesalan yang terlambat
45
Bab 45. Selamat untukmu Adara
46
Bab 46. My sweetie Adara
47
Bab 47. Identitas si rambut perak
48
Bab 48. Max dan Laura
49
Bab 49. Bukan yang kedua
50
Bab 50. Berikan kesempatan
51
Bab 51. Saran kencan
52
Bab 52. Pengawalan Nicholas
53
Bab 53. Kencan pertama
54
Bab 54. Kena mental
55
Bab 55. Jenazah Adaire
56
Bab 56. Pengawal dan putri
57
Bab 57. Pesta (1)
58
Bab 58. Pesta (2)
59
Bab 59. Patah hati
60
Bab 60. Memohon maaf
61
Bab 61. Aku tidak cemburu
62
Bab 62. Adaire masih hidup
63
Bab 63. Bentuk permintaan maaf
64
Bab 64. Duke Geraldine murka
65
Bab 65. Percaya padaku
66
Bab 66. Undangan ke istana
67
Bab 67. Mulai sekarang kau kekasihku
68
Bab 68. Kandidat putri mahkota
69
Bab 69. Gara-gara jas
70
Bab 70. Raja cemburu
71
Bonus visual
72
Bab 71. Hukuman untuk Adara dan Arsen
73
Bab 72. Hubungan berakhir
74
Bab 73. Aku memang dia
75
Bab 74. Tidak tahu malu
76
Bab 75. Ratu jahat
77
Bab 76. Pernyataan cinta Eugene
78
Bab 77. Max kepergok
79
Bab 78. Ditolak camer
80
Bab 79. Curi start
81
Bab 80. Selamat tinggal Arsen
82
Bab 81. One day with you (1)
83
Bab 82. One day with you (2)
84
Bab 83. Mencoba melawan restu
85
Bab 84. Tercebur!
86
Bab 85. Tidak tertolong
87
Bab 86. Kumohon kembalilah
88
Bab 87. Menantang Raja
89
Bab 88. Gelang giok
90
Bab 89. Belum ada kabar?
91
Bab 90. Hanya mimpi
92
Bab 91. Apa dia bukan penipu?
93
Bab 92. Tidak ada cara lain lagi
94
Bab 93. Nikah dadakan
95
Bab 94. Bertemu denganmu lagi
96
Bab 95. Aku menikah?
97
Bab 96. Rindu
98
Bab 97. Penobatan Putri mahkota (1)
99
Bab 98. Penobatan Putri mahkota (2)
100
Bab 99. Akhir Ratu?
101
Bab 100. Laura pingsan
102
Bab 101. Tidak mau memaafkan
103
Bab 102. Istana dingin
104
Bab 103. Jangan pergi
105
Bab 104. Hati-hati
106
Bab 105. Penyerangan (1)
107
Bab 106. Penyerangan (2)
108
Bab 107. Kyle mencurigakan
109
Bab 108. Tidak ada surat untukku?
110
Bab 109. Lucis Ferre?
111
Bab 110. Liliana menghilang
112
Bab 111. Masih disekap
113
Bab 112. Rumah tua
114
Bab 113. Tersesat, senang?
115
Bab 114. Tak bisa ditunda lagi
116
Bab 115. Pemukiman
117
Bab 116. Rusuh (1)
118
Bab 117. Rusuh (2)
119
Bab 118. Kelahiran Lucifer (1)
120
Bab 119. Kelahiran Lucifer (2)
121
Bab 120. Awal kehancuran
122
Bab 122. Kembali ke kota
123
Bab 123. Dilema
124
Bab 124. Ini sudah berakhir
125
Bab 125. Segel
126
Bab 125. The next king
127
Bab 126. Kita sudah berpisah
128
Bab 127. Kesempatan
129
Bab 128. Tidak ada lagi!
130
Bab 129. Menjemput istriku
131
Bab 130. Hitam di atas putih
132
Bab 131. Kencan terakhir
133
Bab 132. Dia sudah pergi
134
Bab 133. Sosok baru
135
Bab 134. Alergi wanita
136
Bab 135. Dia hamil?
137
Bab 136. Ambisi Julia
138
Bab 137. Teringat masa lalu
139
Bab 138. Apa itu seorang gadis?
140
Bab 139. Bertemu lagi
141
Bab 140. Kunjungan Raja Istvan
142
Bab 141. Pesta penyambutan
143
Bab 142. Kita tidak bisa bersama
144
Bab 143. Bicara dengan Aiden
145
Bab 144. Rumit
146
Bab 145. Anak siapa itu?
147
Bab 146. Sudah bukan rahasia lagi
148
Bab 147. Kalian tidak boleh membawanya (End)
149
Bab 148. Bendera perang
150
Bab 149. Penyihir hitam
151
Bab 150. Tiada
152
Bab 151. Membawa kabur
153
Bab 152. Pemakaman
154
Bab 153. Dua pilihan
155
Bab 154. Harga yang harus dibayar
156
Bab 155. Pengorbanan
157
Bab 156. Ada yang hilang
158
Bab 157. Kenapa familiar
159
Bab 158. Primadona Miss L
160
Bab 159. Bertemu lagi denganmu
161
Bab 160. Wanita rumah bordil
162
Bab 161. Kabur bersama
163
Bab 162. Hampir saja
164
Bab 163. Mode iblis
165
Bab 164. Mabuk laut
166
Bab 165. Keras kepala si kepala koki
167
Bab 166. Sebelum memutar waktu
168
Bab 167. Kenapa dia disini? (Revisi)
169
Bab 168. Pergi dari hadapanku!
170
Bab 169. Jahatnya Aiden (Revisi)
171
Bab 170. Apa kau sakit?
172
Bab 171. Ramalan Brieta
173
Bab 172. Taruhan lagi
174
Bab 173. Potongan Ingatan
175
Bab 174. Kau dalangnya?
176
Bab 175. Mengapa menangis?
177
Bab 176. Budak iblis
178
Bab 177. Liliana ke istana
179
Bab 178. Harus berjuang dulu
180
Bab 179. Dayang pribadi
181
Bab 180. Dia benar-benar calon Raja?
182
Bab 181. Tingkah Alejandro
183
Bab 182. Pernyataan cinta dan gosip
184
Bab 183. Teman Laura
185
Bab 184. Pengorbanan
186
Bab 185. Selamat tinggal Aiden (Tahap Revisi)
187
Bab 186. Kembali bersama
188
Bab 187. Surat Aiden untuk Lily
189
Bab 188. Aku tidak akan beri ampun!
190
Bab 189. Masa lalu Eugene-Laura
191
Bab 190. Prosedur pernikahan Putri
192
Bab 191. Benar benar terjadi
193
Bab 192. Bertemu kekasih
194
Bab 193. Lamaran untuk Liliana
195
Bab 194. Eugene jadi Max
196
Bab 195. Raja cemburu
197
Bab 196. Dia Raja
198
Bab 197. Lily, kau indah
199
Bab 198. Bertemu Lucifer lagi
200
Bab 199. Kompetisi memanah
201
Bab 200. Cinta anak muda
202
Bab 201. Manja
203
Bab 202. Rencana pernikahan Eugene Laura
204
Bab 203. Laura Eugene wedding (1)
205
Bab 204. Laura Eugene wedding (2)
206
Bab 205. (MaxLi) Pelabuhan terakhir
207
Bab 206. Bukan malam pertama
208
Bab 207. Masakan cinta
209
Bab 208. Eugene sakit dan berita bahagia
210
Bab 209. Rencana jahat Freya
211
Bab 210. Jebakan untuk tersangka
212
Bab 211. Hukuman Mati
213
Bab 212. Farewel Freya
214
Bab 213. Wanitaku hanya satu
215
Bab 214. Pesta bayi
216
Bab 215. Kabar bahagia
217
Bab 216. Bumil sensitif
218
Bab 217. Teringat kincir Ria
219
Bab 218. Memilih jalan perang
220
Bab 219. Ratu diculik
221
220. Beraninya kau!
222
Bab 221. Rayuan Liliana
223
Bab 222. Sehari di hutan larangan
224
Bab 223. Kelahiran si kembar (1)
225
Bab 224. Kelahiran si kembar dan kilas balik
226
Bab 225. 3 bintang Istvan
227
Bab 226. 5 tahun kemudian
228
Bab 227. Happy ending
229
Sekuel Second life Liliana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!