...🍀🍀🍀...
Adaire pulang lebih dulu meninggal pesta karena dia malu dan sakit hati dengan perkataan orang-orang di sana. Dia duduk didepan sebuah toko pakaian sambil menangis sedih.
"Kenapa semua orang selalu memandang ku seperti ini? Apa karena tubuhku yang gemuk? Apa karena aku sangat jelek? Kenapa Tuhan sangat kejam padaku? Kenapa aku tidak cantik seperti ibuku dan kenapa aku tidak tampan seperti ayahku? Apa aku benar-benar anak kandung mereka? hiks... huuuhuuu.. huhuuuhuuhuu..," Adaire menangis tersedu-sedu, air matanya mengalir deras. Dan diantara sekian banyak orang yang melihatnya, tidak ada satupun orang yang peduli padanya, atau hanya sekedar bertanya apa yang terjadi padanya.
Tidak ada satu pun yang peduli padanya, mereka yang lewat hanya menatap Adaire dengan tatapan jijik. Tatapan yang bisa membuat mental seseorang melemah, dan menyayat hati.
"Ibu, lihat itu bu! Ada monster di depan toko baju!" Seorang anak perempuan menunjuk-nunjuk ke arah Adaire yang sedang duduk menangis di depan toko baju.
"Sayang, nona itu bukan monster, dia manusia sama seperti kita!" Ucap ibu anak perempuan itu.
"Bodoh, itu bukan monster tapi badut..hahaha," ucap seorang anak laki-laki disebelah nya sambil menertawakan Adaire.
Monster? Aku monster? Adaire semakin tidak percaya diri, dia menyentuh wajah gemuk nya terlebih lagi tompel hitam besar di pipi kanan itu menutupi sebagian wajahnya.
CEKRET!
Seorang nona dengan wajah jutek keluar dari toko baju itu, dia menatap Adaire dengan sinis dan mengejek. "Pantas saja daritadi di depan toko ku terlihat sangat ramai, rupanya ada monster buruk rupa disini. Sedang apa kau disini? Apa kau berencana membuat toko ku tidak laku?" tanya nona itu dengan berkacak pinggang dan suara nya yang meninggi.
"Ma-maafkan saya, saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya ikut duduk disini karena saya lelah," Adaire menyeka air matanya, buru-buru dia berdiri dari tempat duduknya.
"Pergi dari sini kalau kau tidak mau ku panggil petugas keamanan!" Nona itu mengusir Adaire dengan kasar.
"Ma-maaf kan saya.." Adaire menunduk sedih, sudah dihina dia juga di usir. Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang memperlakukan nya seperti ini. Tapi dia yang selalu meminta maaf kepada pelaku. Bukannya mendapat permintaan maaf. Dia selalu merasa bersalah pada orang-orang di sekelilingnya karena kehadiran dirinya.
"Ya sudah tunggu apa lagi, pergi dari sini!" Pemilik toko pakaian itu mendorong Adaire dengan kasar sampai tubuh gemuknya oleng dan jatuh ke tanah.
Lagi-lagi dirinya menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Adaire berusaha berdiri, namun dia kesulitan untuk berdiri karena bobot tubuhnya yang begitu berat. Kemudian ada seorang pria mengulurkan tangannya dan membantu gadis itu untuk berdiri.
"Nyonya, tolong jangan bersikap kasar kepada nona ini!" Seru Arsen, seorang pria tampan dengan tampilan memukau, membuat semua wanita disana terpana dalam sekejap.Adaire juga dibuat terpesona olehnya.
Arsen menolong dan membela Adaire, pria itu terlihat lembut dan tegas. Adaire langsung jatuh cinta kepadanya. Setelah itu Adaire berkenalan dengan Arsen.
"Saya harap nona yang cantik tidak menangis lagi," Arsen mengecup punggung tangan Adaire dengan gentle.
"Terimakasih tuan.."
Tatapan dan senyuman nya sangat lembut, dia pasti pria yang baik. Adaire tersenyum ramah pada Arsen, dia merasa pria itu adalah pria yang baik.
"Arsen Frederick Wales, itu adalah namaku. Dan nona adalah?" Arsen tersenyum lembut.
"Adaire Charise Geraldine," jawab Adaire tersipu malu menyebutkan namanya.
"Nama yang cantik nona, secantik orangnya." Arsen memuji Adaire sambil tersenyum lembut.
Jadi dia adalah putri keluarga Geraldine? Dia pasti akan menjadi saudara iparku, aku harus baik-baik padanya.
Arsen mengantarkan Adaire pulang ke rumahnya. Disana lah Arsen melihat Adara, saudara Adaire yang cantik jelita. Matanya langsung terpana melihat kecantikan wanita itu.
"Kakak, kau darimana saja? Para pengawal sedang mencari dirimu! Semua orang sangat mencemaskan mu, aku juga terkejut karena kakak tiba-tiba pergi meninggalkan acara amal begitu saja!" Adara memasang tampang memelas, dia terlihat mencemaskan Adaire.
"Aku baik-baik saja Adara, maafkan aku karena sudah membuatmu cemas." Adaire memegang tangan adiknya, sambil tersenyum.
Tatapan Adara tiba-tiba teralihkan kepada seorang pria tampan yang berdiri disamping kakak nya. Hati Adara berdebar melihat pria tampan itu, dia memasang senyum termanis nya, sembari mengibaskan rambut panjang nya. Arsen memperkenalkan dirinya pada Adara, mereka pun berkenalan.
Keesokan harinya, Arsen datang membawa lamaran dari Count untuk keluarga duke Geraldine. Arsen sangat bahagia, dia mengira bahwa dia akan mempersunting Adara, si cantik dari keluarga itu dan membawakan banyak mas kawin ke mansion Geraldine.
Namun, harapannya musnah ketika dia sudah bertemu dengan Duke Geraldine, ayah Adaire dan Adara.
"Jadi, count muda sudah setuju untuk menikah dengan putriku?" tanya Duke Geraldine dengan wajah ramah dan hangatnya.
"Saya bersedia, bahkan saya sudah membawakan mas kawin dan barang seserahan untuk putri tuan Duke," Arsen tersenyum bahagia.
"Kalau begitu, aku akan panggilkan putri ku!" Duke Geraldine tersenyum.
Tak lama kemudian, Adaire dan pelayanan nya datang kesana. Adaire tampak bahagia karena dia tau calon suaminya adalah Arsen, pria yang dia sukai. Tapi, Arsen terlihat kecewa. Sebelumnya dia mengira akan menikahi Adara, tapi ternyata yang akan dia nikahi adalah Adaire. Si gadis gemuk bertompel.
Adaire menerima pernikahan itu, sementara Arsen terpaksa menerima pernikahan mereka demi status sosialnya. Satu minggu setelah pernikahan, Arsen mengajak istrinya untuk berbulan madu. Adara juga ikut dengan mereka dengan dalih ingin melihat laut.
Mereka bertiga, juga tiga pengawal pribadi Arsen menaiki kapal laut untuk pergi ke pulau dimana Arsen dan Adaire akan berbulan madu.
"Sayang, apa kita benar-benar akan pergi ke pulau Kamalama?" tanya Adaire sambil menggandeng tangan suaminya, dia menatap Arsen penuh cinta.
"Iya, kita akan pergi kesana. Kamu pasti akan menyukai nya sayang," Arsen tersenyum ramah pada istrinya.
Malam itu di atas kapal pesiar, Arsen dan Adaire makan malam romantis berdua. Dengan perhatian Arsen melayani istrinya, seolah dia adalah wanita tercantik di dunia. "Sayang, tidak apa-apa.. makanlah yang banyak, aku tidak masalah rupa dan bentuk tubuhmu mau seperti apa. Aku tetap mencintaimu,"
"Terimakasih Arsen, tapi aku akan menjaga pola makan ku dari sekarang. Aku tidak mau membuat kamu malu," ucap Adaire sambil tersenyum manis pada suaminya.
Tepat setelah Adaire menghabiskan makanan nya, tiba-tiba saja gadis gemuk itu muntah darah, dadanya sesak entah apa penyebabnya.
"Uhuk..uhukk..Arsen.. aku.." Adaire memegang tangan suaminya, darah nya membasahi gaunnya.
"Sayang? Kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Arsen sambil memeluk istrinya yang bertubuh lebar itu.
"Kakak, apa yang terjadi denganmu? Apa kau baik-baik saja? Apa kau muntah darah?" tanya Adara sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya, seolah dia terkejut melihat kakaknya kesakitan seperti itu.
Arsen mendorong Adaire hingga gadis itu jatuh ke kayu kapal pesiar. Arsen menghampiri Adara, dia tersenyum pada gadis cantik itu. Adaire terkejut karena Arsen mendorong nya dan menatap ke arah Adara, padahal dia sedang kesakitan bersimbah darah.
"Adara sayang, kau sudah datang?" sambut Arsen kepada Adara.
"Jadi racunnya sudah mulai bereaksi ya?" tanya Adara dengan menunjukkan senyuman liciknya. Dia menggenggam tangan Arsen dengan mesra.
Deg!
Hati Adaire tersentak melihat suami dan adiknya terlihat mesra. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, mata dan telinga nya tidak menipu. Adaire terluka, dia tak percaya dengan kebenaran di depannya. Bahwa suaminya, memilki hubungan dengan adik nya.
"Ka-kalian..Ar-Arsen apa maksudnya semua ini? Adara, kenapa kau memeluk suamiku?!" tanya Adaire sambil menahan sakit di dadanya, mulutnya berlumuran darah.
"Aku pikir aku tidak perlu menjelaskan nya padamu karena kau sudah melihatnya sendiri. Tapi seperti nya kau benar-benar bodoh, istriku sayang. Seperti yang kau lihat, Adara dan aku adalah pasangan kekasih." Arsen melingkarkan tangannya pada tubuh mungil Adara dengan mesra. Adara juga balas memeluk Arsen dengan tingkah genitnya.
Patah dan hancur hati Adaire mendengar sendiri pengakuan dari suaminya, dia tidak percaya dua orang yang dia sayangi akan mengkhianati nya.
"Tidak! Ini pasti bohong kan? Arsen, kau bilang kau mencintaiku! Kau bilang kau akan selamanya bersama denganku, uhuk uhuk!" Mulut Adaire kembali memuntahkan darah. Dia berusaha sekuat tenaga untuk berbicara.
"Mencintai mu? Haha, kau ini lucu sekali kakak! Mana mungkin pria tampan seperti Arsen akan mencintai wanita seperti kakak? Bahkan orang buta saja tidak mau bersama dengan gadis jelek seperti kakak!" Adara menunjukkan sifat aslinya di depan Adaire.
"Itu benar, aku menikahi mu hanya untuk status Duke. Dan sebentar lagi aku akan menjadi Duke. Aku tidak pernah mencintai mu gadis jelek, aku hanya mencintai Adara!" Arsen menginjak tangan Adaire dengan kasar.
"Kalian! Apa kalian juga yang meracuni ku? Tega sekali kalian padaku? Apa salahku pada kalian berdua?" Napas Adaire mulai tersengal-sengal, dia kesulitan untuk berbicara.
"Salahkan saja wajah jelek dan tubuh gemuk mu itu, atau salahkan takdir Tuhan untukmu," Arsen tersenyum sinis, dia menikmati pemandangan istrinya yang sedang sekarat.
"Adara.. kenapa.. kenapa kau seperti ini? Aku selalu sayang padamu, kenapa kau tega..hiks.." Adaire menangis merasa terkhianati.
"Kau tanya kenapa aku seperti ini, kakak? Ini semua karena kau terlahir sebagai anak sulung dan karena kau terlahir sebagai anak sah ayah! Sedangkan aku, aku hanyalah anak tiri! Tapi, setelah kau mati aku akan menjadi satu satu nya putri keluarga Geraldine, dan menggantikan mu mewarisi semua kekayaan ayah!" Adara menatap tajam ke arah Adaire yang masih terduduk di atas kapal.
"Kau sangat jahat Adara, kau kejam! Ternyata selama ini kau memiliki perasaan seperti itu padaku..aku tidak percaya," Adaire tersenyum sinis, dia sangat terluka dengan adik dan suaminya. Adaire menatap dua orang pengkhianat itu dengan penuh kemarahan.
Adara mendekati Adaire, dia membawa sebuah belati di tangannya. Kemudian tanpa ragu dia menusuk perut Adaire dengan belati itu.
JLEB!
"A-Adara.."
"Pergilah ke neraka kakak!" Teriak Adara sambil tersenyum sinis dan melepaskan belati yang menancap di perut Adaire. Tangan Adara berlumuran darah kakak nya.
Darah segar dari perut itu menetes, bersamaan dengan air mata Adaire. Setelah itu, Arsen dan Adara bekerja sama melempar Adaire ke lautan lepas tanpa sepengetahuan siapapun.
Aku bersumpah! Aku akan membalas dendam pada kalian! Aku bersumpah jika aku dilahirkan kembali, dan jika aku punya kehidupan kedua, hal yang pertama aku lakukan adalah membuat kalian menangis darah! Aku akan menghantui kalian meski aku sudah mati! Adara, Arsen, jika aku kembali hidup...kalian tidak akan bisa lari dariku.
Dan aku tidak akan percaya lagi dengan cinta!
Adaire menutup mata untuk selamanya, mayatnya terombang-ambing di lautan lepas. Adara dan Arsen malah tertawa bahagia melihatnya.
...---***---...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 229 Episodes
Comments
Salma Cheng
menarik ,,,, penasaran balas dendam adaire lanjut thor
2024-05-19
0
Wil Da
kejam
2023-05-15
0
gr
.
2023-04-20
0