Adaire yang kini hidup di dalam tubuh Liliana, merasa marah dan jijik melihat adiknya menikahi suaminya dengan dalih surat wasiat. Padahal Adaire tidak pernah membuat surat wasiat dan sudah jelas pasti Adara yang memanipulasi nya. Liliana mendengar tentang itu dari Daisy.
Pagi itu di kamar Liliana, Daisy beberapa pelayan lainnya bersiap menemani Liliana yang akan pergi mandi.
"Kalian semua tidak perlu menemaniku mandi, kalian kerjakan saja tugas kalian masing-masing, aku hanya membutuhkan Miley disini," ucap Liliana pada semua orang yang
"Sa-saya?" tanya Miley, si pelayan berambut coklat dengan rambut yang diikat dua. Wanita itu terperangah mendengar namanya disebut.
"Iya, aku ingin kau yang melayaniku mandi," ucap Liliana dengan senyuman menyeringai tampak di wajah cantiknya.
Miley, aku ingat benar bagaimana kamu memperlakukan ku dulu. Lihat saja apa yang akan kulakukan kali ini. Liliana menatap tajam ke arah Miley.
Sial! Mengapa aku disuruh melayaninya? Kalau bukan karena perintah nona Adara, aku tidak akan melakukannya. Miley menggerutu di dalam hatinya, dia tidak mau melayani Liliana.
"Kalau begitu saya akan siapkan pakaian nona, silahkan nona mandi ditemani oleh Miley," ucap Daisy sopan.
Semua pelayan itu keluar dari kamar Liliana. Miley menyiapkan air hangat untuk Liliana, selagi menunggu air hangat itu, Liliana berkaca dan melihat dirinya di cermin.
"Mau dilihat dari sisi manapun, aku memang sangat cantik. Adara, kau tidak akan menang dariku kali ini!" Liliana mengagungkan wajah cantik dan rambut merah nya langka.
Liliana mendengar suara langkah seseorang berjalan mendekat nya, dia memasang wajah datar seperti biasanya, "Nona, air hangat nya sudah siap!" Miley tersenyum di depan Liliana penuh hormat pada nya.
Lagi-lagi ingatan masa lalu menyakitkan tentang Adaire kembali terlintas di kepalanya. Dia ingat jelas bagaimana Miley salah satu pelayan nya menindas dia secara tidak langsung. Miley bahkan pernah mengerjai Adaire di depan banyak orang dengan merias wajahnya asal-asalan. Saat itu Adaire ditertawakan oleh semua orang, sementara Adaire di puji-puji karena membantu merias kakak nya dengan benar.
"Baik, kau bantu aku membersihkan diri ya," Liliana tersenyum manis menyembunyikan mata licik nya di depan Miley.
Hanya seorang pengemis beruntung saja, beraninya dia memerintah ku.
"Baik nona," jawab Miley dengan senyuman patuh.
Ketika Liliana akan membuka baju, dengan sengaja Liliana mendorong Miley kedalam bak mandi berisi air panas itu.
Miley tercebur ke dalam bak mandi itu, dia terlihat kesakitan. Tubuh dan wajahnya langsung memerah. Liliana memperhatikan Miley dengan mata yang tajam, dia menganalisis tubuh pelayan tidak tahu diri itu.
Benar, ternyata Miley adalah orang mu juga Adara. Kenapa aku tidak menyadari ini dari awal?
Gadis berambut merah itu mengepalkan tangannya dengan gemas, saat dia tau bahwa Miley adalah bawahan Adara yang selalu berada disampingnya sebagai pelayan setia.
"Ah! Panas! Panas! Si*lan!" Miley merintih kesakitan, dia juga menggaruk wajahnya dengan keras.
Si*l*n, bagaimana bisa aku yang tercebur kesini? Air ini sudah ku campur dengan air yang diberikan nona Adara. Miley panik dan berusaha keluar dari bak mandi itu, tapi tubuhnya kepanasan dan tidak berdaya.
"Ya ampun, apa kau baik-baik saja? Maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja," ucap Liliana dengan wajah memelas seakan bersimpati pada Miley.
Dia pasti memasukkan sesuatu ke dalam air ini. Dan ini pasti ulah Adara, kau benar-benar jahat Adara.
"To-tolong saya nona!" Miley meminta tolong pada Liliana untuk membantunya keluar dari bak mandi itu, karena kalinya lemas entah kenapa.
Liliana malah terdiam dan dia masih menatap Miley dengan penuh dendam, sakit hati dan murka. Miley heran dengan tatapan gadis itu padanya.
#Flashback
1 bulan yang lalu, saat berada di dalam pesta ulang tahun Adara. Adaire datang ke pesta itu, seperti biasanya dia dipermalukan oleh nona bangsawan disana. Namun, demi sang adik yang dia sayangi dia menahan semua itu.
"Selamat ulang tahun Adara," ucap Adaire sambil memberikan kotak kado berwarna merah itu pada Adara.
"Terimakasih kakak, aku senang kakak datang kesini," ucap Adara sambil mengambil kotak hadiah pemberian Adaire, dia tersenyum lembut.
Semua orang di pesta itu berbisik-bisik membicarakan nya, Adaire tidak tahan dengan sikap orang-orang yang menghinanya tanpa henti. Pergi ke halaman belakang mansion Geraldine sendirian, dia melihat air mancur disana.
Ya Tuhan, salahkah kalau aku gemuk? Salahkah kalau aku jelek? Apa orang jelek tidak boleh hidup bahagia?
Ketika sedang menikmati indahnya air mancur di taman belakang rumahnya, tiba-tiba saja seseorang mendorongnya ke dalam air mancur. Hingga dia tercebur ke dalam air mancur, baju nya basah dan kotor terkena lumpur didasar air mancur.
"Nona! Maafkan saya, saya tidak sengaja!" Seru Miley melihat nona nya tercebur ke dalam air mancur. Miley menunjukkan wajah penyesalan karena membuat nona nya jatuh ke dalam air.
"Tidak apa-apa, tolong tarik aku!" Adaire yang rendah hati, meminta tolong pada pelayannya.
Disaat bersamaan, Adara dan teman-teman nya sedang lewat disana. Secara terang-terangan teman-teman Adara menertawakan Adaire.
"Apa yang sedang kakak mu lakukan disana Adara?" tanya seorang nona dengan senyum mengejek nya.
"Apa dia sedang berenang disana? Tidak penampilan ataupun kelakuannya, dia sangat memalukan ya. Berbeda denganmu Adara, kau sangat elegan seperti nona bangsawan lainnya. Tapi dia? Hanya statusnya saja sebagai anak sulung, tapi dia sangat memalukan!" Ucap seorang wanita mengejek Adaire habis-habisan.
"Maaf ya Adara, kami tidak bermaksud membandingkan mu dengan Adaire. Bagaimana pun juga dia adalah kakak mu bukan?" seorang teman Adara sadar bahwa perkataannya mungkin menyinggung Adara karena mereka membicarakan Adaire.
"Aku mohon pada kalian, jangan minta maaf padaku.. minta maaflah pada kakak ku, kalau kalian menghina kakakku. Itu sama saja dengan kalian dengan menghina ku," ucap Adara dengan wajah memelas nya, dia terlihat sedih dimata teman-temannya.
Sikap Adara yang selalu tampak lemah lembut dan membela kakak nya membuat semua orang mengira dia adalah gadis yang baik. Adara dan teman-teman nya menghampiri Adaire dan Miley. Adaire masih berada di dalam air, Miley terlihat berusaha menariknya.
"Maaf nona saya tidak kuat menarik nona, tangan saya juga licin," ucap Miley dengan bibir cemberut. Berulang kali dia menarik tubuh Adaire dan membuat gadis itu jatuh lagi ke air mancur.
Dengan bobot tubuhnya yang gemuk, dia tidak bisa berdiri sendiri. Apalagi gaun yang dipakainya sangat berat.
"Seperti nya butuh 5 orang untuk menariknya keluar dari sana," ucap seorang wanita yang ada dibelakang Adara dengan senyum mengejek.
"PFut!" Semua orang disana menahan tawa melihat Adaire yang berada di air mancur, bukannya membantu dia.
Adaire hanya diam saja ketika di ejek seperti itu.
#End flashback
Dulu, aku benar-benar seperti orang bodoh. Aku akan balas kalian satu persatu, kalian harus membayar semua dosa kalian! Biarkan aku menghukum kalian!
Liliana mengulurkan tangannya untuk menolong Miley, namun dengan sengaja dia melepaskannya lagi. "Ah maaf, aku tidak sengaja. Tanganku licin," ucapnya sambil melihat Miley dengan tatapan penuh kepuasan.
"Akhhhhhh!! Panas, panas sekali!" Miley merintih kesakitan. Tubuhnya memerah seperti terbakar.
"Astaga, apa yang terjadi? Kenapa kau-" Liliana pura-pura terpana. Dia segera memanggil pelayan lainnya untuk datang kesana. Semua orang berkumpul dan melihat apa yang terjadi. Liliana pura-pura syok, karena dia hampir saja masuk ke dalam air panas beracun itu.
Wajah Miley hancur, melepuh dan mengkerut. Duke yang baru saja pulang langsung meminta orang kepercayaan nya menyelidiki kasus ini. Akhirnya petugas menyimpulkan bahwa ada seseorang yang sengaja menyimpan cairan beracun di dalam bak mandi Liliana. Tentu saja tuduhan mengarah ke pada Miley, karena hanya Miley yang menyediakan air untuk Liliana.
"Saya bersumpah saya tidak melakukannya, saya..saya-" Miley duduk berlutut di depan semua orang, memohon pengampunan. Miley menatap ke arah Adara dan berharap gadis itu akan menolongnya. Tapi, Adara menutup mata dan tidak mau menolongnya.
Nona Adara, kenapa anda seperti ini?
"Bawa dia dan berikanhukuman yang setimpal untuknya!" teriak Adara pada para petugas keamanan.
"Baik nona Adara!" jawab pria berpakaian besi itu menyeret Miley.
Pelayan bodoh, bagaimana bisa ketahuan?
Liliana tersenyum licik, dia berhasil membuat pelayan tidak tahu diri itu mendapatkan hukuman dari Duke Geraldine. Mendengar Liliana di celakai oleh pelayan nya sendiri, membuat Arsen mencemaskan keadaan Liliana.
"Nona Liliana, apa anda baik baik saja? Apa anda terluka?" tanya Arsen cemas.
"Saya tidak terluka, tapi saya masih sangat takut. Saya tidak percaya kalau ada orang di rumah ini yang akan mencelakai saya," Liliana menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca.
Aku benar-benar jijik harus berakting seperti Adara. Liliana geli sendiri karena dia harus berakting memelas di depan pria itu. Dia meniru Adara.
"Tenanglah! Aku akan pastikan kalau pelayan tidak tahu diri itu mendapatkan hukuman berat," ucap Arsen menghibur Liliana.
"Terimakasih tuan Arsen," gadis itu tersenyum lembut pada Arsen.
Adara melihat suaminya sedang berduaan dengan Liliana di lorong rumah itu. Gadis itu semakin kesal dengan kehadiran Liliana.
"Liliana, gadis kampungan itu! Awas saja!"
...---***---...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 229 Episodes
Comments
Salma Cheng
makin seru ,,,,
2024-05-19
1
Wil Da
gimana rasanya Adara dikhianati 😀😀
2023-05-15
1
Septi Verawati
😜😜😜💣💣💣💣🙈🙈
2023-01-16
0