...🍀🍀🍀...
Max mengikuti Liliana, dia memakai penyamaran rambut putih. Max penasaran dengan apa yang akan dilakukan Liliana kali ini.
Liliana dan Daisy masuk ke dalam sebuah toko baju. Liliana sangat senang karena dia bisa memilih baju baju yang ada disana tanpa takut dengan badan gemuknya yang dulu. Di teringat Adara yang pernah mengajaknya kesana saat dia masih menjadi Adaire, semua orang disana bahkan penjaga butik itu menghina Adaire karena tidak ada baju yang cukup dengan tubuh gemuknya. Alhasil, Adaire harus memanggil tukang jahit untuk menjahit bajunya. Liliana ingat betul dengan penghinaan yang dia dapatkan di toko pakaian itu.
Kenapa kenangan buruk itu harus terlintas lagi di kepalaku? Lupakanlah semua itu Liliana!
Liliana menampar dirinya sendiri agar dia melupakan kenangan buruk itu. Tapi Liliana tetap tidak bisa melupakan nya begitu saja.
Ketika sedang melamun di dekat pintu masuk, seorang wanita dengan gelung rapi dan baju mewah datang menghampiri Liliana. "Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu?" sambut wanita itu dengan ramah. Dia adalah pemilik butik yang paling terkenal dikalangan bangsawan, namanya adalah madam Rose.
Liliana tersenyum lalu memandang ke arah madam Rose, "Selamat siang, saya ingin membeli baju," ucap Liliana pada Madam Rose.
Wanita itu memandang Liliana dengan tatapan kagum, dia terpesona oleh kecantikan Liliana dan dia menduga kalau Liliana adalah seorang bangsawan. "Silahkan nona! Banyak gaun yang cocok untuk nona,"
Daisy terlihat tidak senang dengan sikap Madam Rose yang selalu bersikap pilih-pilih pada pelanggan. Dia ingat benar bahwa dia bersikap tidak sopan kepada Adaire dan menghinanya disana. Wajah Daisy terus cemberut ketika masuk ke dalam butik itu.
"Ayo Daisy, kita masuk!" Liliana mengajak Daisy masuk lebih dalam ke butik pakaian itu.
Kita masuk dan membalas wanita pemilik butik ini.
"Baik nona!" jawab Daisy patuh.
Terlihat beberapa orang di butik itu yang sedang berbelanja. Kebanyakan yang berbelanja disana adalah nona bangsawan kelas atas.
"Nona, anda ingin membeli gaun untuk pesta debut? Pengantin? Atau pakaian yang lainnya?" tanya Madam Rose ramah.
"Saya ingin membeli gaun untuk pesta debut dan pakaian sehari-hari," jawab Liliana.
Siapa wanita ini? Kenapa dia bersama pelayan si gendut itu? Siapapun dia, pasti dia orang penting di dalam keluarga duke Geraldine. Madam Rose menatap Liliana.
"Kalau begitu mari ikut saya nona," Madam Rose memperkenalkan salah seorang pegawai nya untuk melayani Liliana.
Dengan sengaja Liliana menyulitkan pegawai itu untuk membuat madam Rose marah. Berulang kali Liliana mencoba baju dan melepasnya. "Nona, anda sudah mencoba bajunya sebanyak 5 kali dan anda bilang tidak suka?"ucap di pegawai itu dengan nada kesal.
"Oh, jadi begini ya pelayanan di butik ini? Aku pikir karena ini butik terbaik, makanya aku datang kemari. Tapi, ternyata hanya reputasi saja yang baik, kenyataannya tidak!" Liliana memarahi pegawai tidak sopan itu. Dia ingat benar bahwa si pegawai itu pernah menghinanya saat dia masih berada di dalam tubuh Adaire.
#Flashback
Beberapa bulan sebelumnya, Adaire dan Daisy pergi ke butik itu untuk membeli baju. Disaat terlihat beberapa nona yang sedang memilih pakaian. Semua orang menatap Adaire dengan tatapan tidak senang, di belakang Adaire mereka berbisik-bisik membicarakan nya.
Adaire dan Daisy melihat dua orang wanita yang sedang duduk di ruang tunggu. Dia melihat
"Memangnya ada ya baju disini yang akan cocok untuknya?"
"Aku yakin, kali ini madam Rose pasti akan memintanya untuk menjahitkan bajunya sendiri. Mana ada kan baju yang muat untuk dia?"
"Lihat saja bahkan tubuhnya tambah melar saja
Padahal dia wanita yang belum menikah, tapi kenapa tubuhnya sangat gemuk?" Seorang wanita bangsawan mengejek Adaire.
"Kalau aku jadi dia, aku tidak akan pernah keluar rumah. Apalagi wajah tompel nya itu membuat jijik," ucap seorang wanita sambil memandang Adaire dari kejauhan.
Daisy kesal dan hendak menghampiri nona nona itu, tapi Adaire melarangnya. "Tidak apa-apa Daisy,"
"Nona, tapi mereka sudah menghina nona!" Seru Daisy tak terima kalau nona nya di hina.
"Tidak apa-apa Daisy, yang mereka katakan itu kan tidak salah,"
"Nona kenapa anda terus membiarkan mereka menghina anda? Anda bisa saja melaporkannya pada Duke dan mereka bisa dihukum oleh nya!" Daisy kesal karena Adaire diam saja ketika dirinya dihina, dia bisa saja melaporkannya pada Duke tapi Adaire memilih diam.
Pegawai disana juga memperlakukan nya dengan buruk bahkan menghinanya segera terang-terangan.
#End flashback
Aku sangat bodoh, seharusnya dulu aku melawan dan bukan diam saja. Diam saja tidak akan menyelesaikan masalah. Karena aku diam saja, aku ditindas oleh orang-orang di sekitarku.
Semua orang menatap ke arah Liliana dan pegawai butik itu, saat Liliana meninggikan suaranya memarahi si pegawai butik. Hingga membuat Madam Rose harus keluar untuk meluruskan masalah.
"Nona Liliana, mohon maafkan pegawai saya yang tidak sopan ini. Marilyn! Cepat minta maaf pada nona Liliana, kau ini benar-benar tidak sabaran ya?" Madam Rose memarahi pegawai nya.
"Sa-saya,"
"Seperti nya saya tidak bisa berbelanja disini lagi, saya tidak menyangka bahwa saya akan mendapatkan perlakuan buruk disini. Daisy, ayo pergi!" Seru Liliana mengajak Daisy pergi.
"Nona, mohon tunggu sebentar!" Madam Rose memohon pada Liliana. "Marilyn! Minta maaf pada nona!"
"Saya minta maaf nona," pegawai bernama Marilyn itu menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada Liliana.
Belum cukup membuat pegawai itu meminta maaf, Liliana ingin ketulusan yang sebenarnya. Dia ingin Madam Rose melayani nya sendiri, madam Rose bersedia bahkan dia sendiri yang memilih bajunya.
Liliana membuat madam Rose kelelahan, hingga akhirnya Liliana mengatakan bahwa dia tidak jadi membeli dan membuat madam Rose kesal. Di depan semua orang Liliana berhasil membuat reputasi madam Rose dan butiknya menjadi buruk.
Sepulang dari butik, Liliana menangis sendirian di dekat toilet umum dan tersenyum puas karena sudah membuat pemilik butik itu kesusahan.
"Untuk apa kau melakukan semua ini kalau pada akhirnya kau malah menangis? Kenapa kau berpura-pura kejam kalau kau sebenarnya memiliki hati yang baik?" tanya Max yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya.
"Astaga dragon! Setan!" Pekik Liliana terkejut melihat Max sudah ada disebelahnya. Matanya membulat melihat Max yang entah datang darimana. Buru-buru dia menyeka air matanya.
"Kenapa kau seperti melihat setan?" tanya Max tidak senang.
"Ya aku mulai berfikir kalau mungkin kau memang setan," jawab Liliana cuek.
"APA?!" Max terperangah mendengar ucapan Liliana.
Liliana yang cuek langsung pergi begitu saja meninggalkan Max. Max terus mengekori gadis cuek itu. "Hey, aku sedang bicara denganmu dan kau malah pergi begitu saja? Sikap tidak sopan macam apa ini?"
"Kau mau apa? Menagih hutang? Maaf tapi aku sedang tidak ada mood sekarang," ucap Liliana dengan nada yang lembut.
"Kau ini benar-benar ya, padahal kau tidak mau bersikap jahat. Tapi kenapa kau berpura-pura jahat?" tanya Max tidak paham dengan Liliana.
"Aku tidak berpura-pura jahat tapi aku memang jahat!" Liliana terlihat kesal dengan gangguan Max. "Dulu aku sangat baik, sampai aku ditindas mereka. Aku tidak mau jadi orang baik lagi, aku lelah jadi orang baik!"
Max menatap kesedihan yang mendalam di mata Liliana, mata biru itu berkaca-kaca.
...---***---...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 229 Episodes
Comments
矢kaguyume冬
''orang jahat terlahir dari orang baik''
-joker
2022-10-21
3
ada setan penguntit 😂
2022-06-18
0
delissaa
terkadang kita hanya boleh sesekali saja untuk mengalah tapi terserah Deng 😂
2022-03-26
0