"Nekat, lo ajak ke AYCE?! Lo mau dia ngeliat perut lo yang gendut kekenyangan?"
"Habiiis gue kan laper Kev! Kayaknya mau haid deh, jd pingin daging,"
"Fatal, Non! Baru kali ini gue denger kencan pertama di AYCE! Restoran Korea pula yang bersambel-sambel hahahaha! Ah, hancur dah... Nyerah gue!" Kevin terkakak.
"Emang salah ya?"
"Kencan pertama itu harusnya terlihat cantik!"
"Bukannya itu malah palsu? Toh, dia udah pernah ngeliat gue ingusan di cafe waktu gue nangis,"
"Nangis kenapa?"
"Gue mergokin kakak ipar gue selingkuh sama perempuan udah hamil gede,"
"Wah, parah!"
"Makanya gue nangis. Itu di depan Om Artha loh,"
"Bilangin ya kalo kakak lo jadi Janda, diriku siap menghibur," Kevin tersenyum licik.
"Awas lo gangguin Kak Mala, gue gantung pistol lu!"
"Et dah, pake ngancem segala," gumam Kevin.
Sebuah tangan lentik bercat kuku merah memeluk Kevin dari belakang dan membelai dada cowok itu. "Sayang, lagi yuk?" Desis suara seksi seorang wanita.
"Udah habis jamnya, Tante,"
"Nggak papa, aku transfer lagi ya? Please?" Jemarinya membuka handuk Kevin dan wanita itu pun berlutut.
Kevin bersandar di salah satu kabinet sambil memejamkan matanya dan mengeluh.
"Kev? Halo Kev? Lo masih di sana kan? Hooooiii??" panggil Wana dari seberang.
"Eh, ohiya," desis Kevin, hampir lupa sama Wana. Tapi lidah si tante begitu hangat. "Pokoknya, non. Lu ganti tempat makannya, yang romantis bisa berduaan. Lu pake baju yang manis, dress baby doll juga boleh lah. Paling oke yang motif bunga-bunga. Belahan nggak usah keliatan yang penting lo wangi. Oke cuy?! gue... Tante, pelan-pelan, hush! Jangan digituin nanti aku cepet keluar! Oh, astagaa," desah Kevin.
"Lo lagi ngapain sih?" tanya Wana sambil memicingkan mata curiga.
"Lagi kerja," terdengar napas Kevin semakin memburu. "Ohiya, jangan lupa itu si Om dirayu. Panggilan sayang kek, sentuh manja kek, biar mukanya nggak suram melulu. Gue offline dulu, si tante lidahnya melilit. Bay!"
Dan sambungan telepon pun ditutup.
Agak lama Wana menyadari kalau pekerjaan Kevin adalah seorang Baby dan tu cowok lebih profesional. "Ya ampun! Sinting! Hiii!!" Serunya geli sendiri saat menyadari kalau barusan Kevin menjawab teleponnya sambil ... Sudahlah!
Dan Wana pun akhirnya membuka lemarinya.
Gaun dengan motif bunga. Hm! Dimanakah engkau berada?
Tas jadul berjatuhan dari bagian atas lemarinya.
"Ini sih butuh waktu buat nyari. Lemari gue kayak sarang nyamuk!" keluh Wana sambil menggaruk tengkuknya.
*
*
Artha sampai memiringkan kepalanya melihat penampilan Wana.
Saat itu Wana baru saja masuk mobil dan sedang mengencangkan safety beltnya. "Kenapa Om? Aneh ya? Gaun lama sih tapi masih cukup,"
"Eeeh, nggak... Cocok kok," gumam Artha pendek.
Lalu pria itu berpaling ke arah depan sambil memejamkan mata, memerintahkan supaya otaknya berhenti berfantasi dan jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang sekali jadi lebih tenang.
Penampilan Wana tidak seksi, tidak ada belahan yang terlihat. Namun gaun putih dengan lukisan bunga model baby doll, berlengan panjang dengan ujung dibuat balon, dan sepatu flat warna senada, tampak amat sangat manis!
"Om, aku kayaknya nggak jadi makan AYCE, kita ke restoran biasa aja ya? Aku udah booking tempat,"
"Hm," gumam Artha.
"Tempatnya romantis kok, tapi agak mahal nggak papa ya? Spesialisasinya sih masakan western, tapi dia yang pertama menjual red velvet di Indonesia,"
"Hm,"
"Cakenya enak-enak juga kok Om,"
"Hm,"
"Om ngantuk ya? Makanya lebih baik kan kencannya besok aja, sekarang kan masih weekdays Om,"
"Gapapa,"
Hening,
"Yuk jalan, Sayang?"
Mata Artha langsung terbuka dan mencerna dengan cepat.
Tadi Wana panggil dia apa?
Sayang?
Beneran aku halu tingkat tinggi... Harus minum obat darah tinggi kayaknya. Pikir Artha.
Dan sebuah telunjuk menyentuh lengannya, "Nggak papa kan Om kalau kupanggil 'sayang'? Kan kita pacaran,"
Duh! Pikir Artha. Jantungnya berdetak makin tak menentu. Ia masih tegang di kursinya, dengan jemari menggenggam erat stir mobil.
"Apa mau panggilan sayang yang lain? Seperti honey atau..."
"Itu aja udah cukup," desis Artha cepat. "Kita ke tempat yang kamu mau saja," dan Artha pun menstarter mesin mobilnya.
Wana memperhatikan tingkah laku Artha yang dari tadi terlihat salah tingkah. Lalu gadis itu tersenyum tipis, agak licik.
Hebat si Kevin. Beneran pakar! Padahal cuma dipanggil 'Sayang' doang jadi kalem begini! Pikir Wana senang.
*
*
Mall Legendaris Kawasan Jakarta Pusat.
Wana dengan santai berjalan menyusuri area pertokoan yang herannya, ramai orang. Padahal itu bukan hari libur. Sesekali pandangannya terpaku mengamati etalase, sesekali juga ia memperhatikan sekitarnya.
Beberapa cowok bergerombol menghadiahinya 'cat calling' yang langsung ditatap dengan sangat sinis oleh Artha. Apalagi sosoknya tinggi besar seram dengan rambut gondrongnya yang sekarang sedang diurai. Sehingga gerombolan itu jadi langsung jiper dan pura-pura mengobrol lagi. Padahal matanya lirik-lirik cemas.
Sempat tertangkap telinga Wana, bisik-bisik "Ada Sugar Baby" dari orang-orang sekitar.
Wana cuek saja. Iri bilang, Boss!
Mereka berdua berjalan beriringan sambil menuju restoran, namun di tengah jalan Wana tertarik saat melihat diskon tas... Eiger (haha).
"Njir! Diskon bo! Kapan lagi?" matanya berbinar. Padahal di dekat situ ada toko tas branded terpampang, tapi Wana lebih tertarik dengan ransel.
"Om, eh, Sayang!" Wana menatap Artha bagaikan anak kucing. Berbinar dan bersemangat. "Saya, eh, aku lihat dulu diskonnya sebentar! Itu ada ransel buat kuliah!"
"Ha? Ransel?" Mata Artha membesar. Berikutnya dia mencoba mencegah Wana, tapi cewek itu sudah ngibrit ke kerumunan.
Lalu Artha menatap ke samping, ada toko Armani Exchange yang luas. Disana juga jual ransel. Tapi Wana malah pilih yang made in Indonesia.
Padahal kalau meminta, Artha bisa saja membelikan semua tas di Armani.
Berikutnya, beberapa menit kemudian, Wana kembali dengan dua jinjingan plastik berisi tas dan senyum puas.
"Gilaaa setengah harga loh! Sampe beli dua hahahaha!" dia kesenengan.
"Kamu nggak tertarik sama yang ini?" Artha menunjuk toko di belakangnya.
Wana menoleh lalu mengernyit.
"Anak kuliah taroh tas di bawah kursi, terus kalo ngerjain tugas kami duduk di lantai kampus sudah pasti tas juga akan ngerasain kotor-kotoran ubin, kadang kita taruh slebor kalo makan di kantin. Rasanya sayang yah kalo bawa tas mahal. Toh, fungsinya sama. Kecuali ada pengawal yang bawain tas kayak Stela,"
"Hmmm," Artha bergumam. "Kalian nggak ngerjain tugas di perpustakaan?"
"Kadang, tapi kan bangku perpus terbatas dan disana nggak boleh bawa makan minum. Akhirnya ngedeprok lagi di lantai koridor, hehe,"
"Oh gitu,"
"Restorannya di sana,"
Dan sebuah kata-kata terngiang di benak Wana.
Jangan lupa itu si Om dirayu. Panggilan sayang kek, sentuh manja kek, biar mukanya nggak suram melulu. (Suara Kevin Mode On).
"Yuk Sayang?" Wana mengulurkan tangan lentik putihnya (hasil suntik putih paten juga, jadi kayak tembok warnanya) ke arah Artha.
Ceritanya minta digandeng.
Artha hanya diam sambil melihat tangan itu terulur ke arahnya. Dia seperti mati lampuuu (jangan nyanyi, plis), tubuhnya bagai konslet sesaat dan hanya bisa tertegun menatap tangan Wana.
"Kok diam?" Wana menggerak-gerakan jarinya dengan tak sabar. Memberi kode : Gandeng aku dong Mas, pegel nih!
Akhirnya Artha menyerah, mengeluarkan tangannya dari kantong celana, dan menyambut tangan Wana.
Lembut, ringkih juga kayaknya. Tangan cewek kok bisa ya sehalus ini? Pikir Artha takjud.
Wah, hangat dan besar. Tangan laki-laki tuh begini ya? Kasar dan jantan banget, gileeee! Pikir Wana.
"Sini belanjaan kamu," desis Artha sambil mengambil dua kantong plastik besar di tangan Wana.
Wana tersenyum, menyembunyikan rasa herannya.
Hebat, cuma modal digandeng aja gue bisa dibawain belanjaan sama Singa Afrika Judes. Apalagi kalo gue kasih lebih, dah dibawa jalan-jalan ke Mars kali gue.
Tapi kok gue seneng ya?! Rasanya seperti dilindungi. Pikir Wana.
Pipinya kini berwarna kemerahan.
Dan mereka berdua pun berjalan bergandengan menuju masa depan ceria.
Dengan catatan, Authornya nggak tiba-tiba badmood.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
another Aquarian
usia emang lebih muda, tapi pengalaman lebih banyak 😂😂😂
2025-03-28
0
another Aquarian
puber kedua yah om.. manis amat jatuh cintanya.. 😍
2025-03-28
0
Cut SNY@"GranyCUT"
ini yg saya suka bangga dengan produk Indonesia..
2024-09-13
0