Untung Saja

"Kalian ngapain di ruangan yang belum jadi?"

Leo dan Wana menoleh ke arah belakang dan mendapati Arthasewu Connor menatap mereka dengan menyelidik.

Leo tertegun karena seingatnya ia sudah mengunci pintunya. Kenapa bisa terbuka? Apa kurang rapat menutupnya? Yang jelas ada raut tidak suka yang terpampang jelas di wajah Artha.

"Wana, Om sudah bilang tunggu di bar, kamu ngapain di sini?" tanya Artha ke Wana.

"Eh, ini Om, lagi diajak lihat-lihat ... Uhuk!" Wana terbatuk. Lalu ia menopang tubuhnya ke arah meja besar di tengah ruangan. Ia berusaha tetap terlihat anggun, tapi jadinya malahseperti orang mabok spiritus.

Wana memutar jemarinya, "... ruang meeting. Hehe," sambungnya. Peluh membasahi dahi Wana.

Artha menatap Wana dengan curiga. Tapi dia lebih waspada terhadap Leo. Jadi ia menarik Wana dan tanpa berbicara lebih panjang, Artha menggiring Wana ke lift dan menekan tombol president suite.

Setelah di dalam lift, Wana berdiri bersandar di dinding sambil tersengal-sengal. "Ohok! Ohok!" batuknya semakin kencang.

"Kenapa kamu tiba-tiba bengek, sih?" Omel Artha.

"Ma ... Mau pingsan Om ..."

"Hah?!"

"Aku... Mau..." Wana limbung ke samping.

"Ya Ampun!" dengan sigap Artha membopong tubuh Wana. Lalu mentaap Wana yang berada di gendongannya dengan kuatir, sambil menanti lift naik ke lantai teratas gedung hotel.

"Kamu enteng banget sih? Sudah makan belum?" tanya Artha.

"Uh..." Wana bahkan tidak kuat menjawab. Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Artha dengan lemas.

Tips ke 6 :

Mengisi perut sebelum gerilya sangatlah penting. Jangan bego! Plis deh!

Trik :

Terdapat banyak pilihan mengenyangkan tapi tidak bikin gemuk ya saudari-saudari baby-ku! Tetap bisa langsing sebelum pakai gaun ketat daripada pingsan, yang ada malu-maluin.

Makan Soyjoy kek, mie gelas kek, okky jelly drink kek, energen kek, Obat Maag, kek! Ah, gitu aja harus diajarin!! (Author ikut emosi).

*

*

Sampai di dalam kamar hotel, Artha meletakkan Wana yang tersengal-sengal di atas ranjang.

"Wana! Wan! Sadar Wan!" ia menepuk-nepuk pipi Wana.

"Wan... Wan... gue bukan Iwan!" protes Wana, tapi wajahnya masih beler.

"Masih sempat bercanda?! Kamu kenapa sih ini?!"

"Om, bukain... Ohok! Ohok!"

"Apa? Bukain apa?!" Artha mulai panik.

"Kor... korsetkuuu..."

"Hah?"

Setelah beberapa detik loading, akhirnya Artha meloloskan gaun Wana ke atas kepala gadis itu. Terlihat korset sewarna kulit membelit tubuh gadis itu dengan ketat.

Artha membalik tubuh Wana dan melepas satu persatu pengait di punggung gadis itu. "Astaga ini kencang banget, Wana! Kamu bisa patah tulang!!"

"Ohok!" Wana terbatuk lagi, "Harusnya tuh sampanye gak gue habisin!" gumam Wana.

"Nggak ada hubungannya! Susah dibuka saya robek aja ya!!"

"Jangaaan ini harganya sejutaaaa!" seru Wana frustasi.

"Masih mikirin harga?! Nanti saya ganti!" seru Artha sambil sekuat tenaga menarik korset itu dengan kedua tangannya.

BRETT!!

Daaan terbagi dua lah korset cantik itu.

Disertai dengan lenguhan lega Wana.

"Akhirnyaaa Ya Tuhankuuu!! Haaahhh ... "

"Dasar goblok!" Omel Artha sambil melempar bantal ke wajah Wana dengan kesal. Wana menggunakan bantal besar empuk itu untuk menutupi tubuhnya yang telanjang, hanya terbalut panty tipis. Lalu dia terlungkup di ranjang dengan lemas.

"Kalo kamu mati di sini, hotel saya bisa sial! Membangun ini harganya triliunan tahu nggak?! Masa nanti viral : Setan Bengek Berkeliaran di Hotel Opal. Kan nggak lucu!"

"Lucu banget Om," gumam Wana sambil terkekeh, tapi masih terlungkup.

Lalu langkah Artha terhenti karena menginjak benda coklat kenyal yang tergeletak di lantai.

"Ini apa'an sih?!" desisnya sambil mengangkat benda itu dengan jijik.

"Itu bra silikon, Om. Bisa nempel di kulit jadi biar dada mem..."

Dan Artha langsung melempar benda itu ke tong sampah.

"Kok dibuang sih Om!!" protes Wana.

"Mulai sekarang saya anggap itu benda berbahaya selain korset," gerutu Artha. Benar-benar diluar prediksinya, bahwa suatu saat ia akan menganggap korset dan bra silikon bisa membunuh manusia!

"Ih!" Wana Menggerutu.

Dan saat itu terjadi, perut Wana bergemuruh kencang. "Hehe, laper Om,"

Artha hanya menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan berat.

*

*

"Saus satenya nyangkut di alis kamu tuh," gumam Artha sambil melirik Wana dengan malas dari sofa depan tv.

"Ntar aja dihapus. Buset enak banget deh ini! Sate kayak tempe, meleleh dimulut!" Wana berbicara sambil makan dengan lahap.

"Kamu dari kapan nggak makan?"

"Dari pagi Om,"

"Kok bisa?"

"Biar gaunnya muat Om,"

"Konyol, kamu tuh udah langsing! Mau kering kerontang atau bagaimana?"

"Makasih Om pujiannya,"

"Ck!"

"Om Artha kok bisa tiba-tiba muncul?!"

"Saya cek cctv,"

"Buat apa Om? Lagi nyari saya atau bagaimana?"

"Kamu itu lagi diincar predator, tau nggak?" Artha berusaha mengalihkan pembicaraan, dia tak ingin ketahuan kalau memang sedang mencari-cari Wana

"Siapa? Om Leo?"

"Iya,"

"Predator gimana maksudnya?"

"Dia itu penggemar sesuatu yang ekstrim, targetnya terutama yang dadanya besar seperti kamu,"

Wana menghentikan kunyahannya. "Ekstrim itu seperti... Apa?"

"Yah, yang seperti piip piip dan piip pop pip pop (sensor takut di banned lagi)"

Wana ternganga, "Kok yang begitu masih dipertahankan kerja sih Om?!!" serunya.

"Kecapnya jatuh ke bantal tuh! Jorok kamu!" tegur Artha. Didepannya, Wana nggak ada jaim-jaimnya sama sekali.

"Kalo saya diiket kebalik terus dianu, gimana coba Om!" seru Wana panik, karena menyadari bahaya yang bisa saja mengancamnya.

"Ya kerjanya Leo bagus, saya sih tidak mau ikut campur urusan ranjangnya! Asal saya tetap cuan," gumam Artha.

"Om dikatain homo loh sama dia," adu Wana.

"Yang ngomongin saya begitu hampir seantero nusantara," dengus Artha. "Tapi saya tidak menyangka dia berani menjadikan kamu target. Kamu sudah mengaku keponakan saya kan?"

"Sudah, tapi dia sepertinya tidak yakin,"

"Iya, feeling Leo lumayan akurat," gumam Artha. "Makanya saya suka pakai dia buat pekerjaan yang berbau resiko dan unpredictable. Pekerjaan seperti itu membuat otak terpacu lebih keras, untuk mengurangi stress mungkin pelampiasannya ke wanita,"

"Ih! Geli ah!" Wana merinding. "Om, saya boleh pesan sop buntut nggak?"

"Kamu sudah 4 piring,"

"Buat cadangan sampe besok pagi Om, pagi-pagi saya ngajar asistensi,"

"Terserahlah," guman Artha menyerah.

*

*

"Om, kenapa belum menikah?" Wana merapatkan suit Artha untuk menutupi dadanya yang tanpa bra. Kalau dibuka sudah pasti mencuat membentuk siluet vulgar dari balik gaun satinnya.

"Hem, kenapa ya? Menikah itu merepotkan," gumam Artha.

Mereka dalam perjalanan pulang ke kosan Wana. Mobil yang dipakai oleh Artha kali ini milik perusahaan, jadi modelnya tidak aneh-aneh. Karena itu Wana mau saja diantar.

"Om tidak berpikiran untuk melahirkan pewaris, begitu?" tanya Wana.

"Belum tentu juga anak kandung seorang pengusaha mau meneruskan jejak ayahnya. Seperti Stela, sepertinya dia tidak punya bakat negosiasi,"

"Benar sih. Paling tidak kalau Om meninggal ada yang doain lah Om,"

"Kalo yang itu, saya minta tolong kamu aja,"

"Ish! Bener-bener dah!"

"Kamu gimana? Punya pacar?"

"Nggak, orang yang saya suka jadi anak buahnya Ratu Sejagad. Posisinya diawang-awang," Yang Wana maksud adalah Risman.

"Memangnya Stela tingkah lakunya parah banget ya,"

"Lain kali saya videoin,"

"Bayangkan kalau saya punya beberapa lagi yang begitu,"

"Dan bayangkan kalau Stela tahu saya diantar bapaknya sampai kosan pakai jas bapaknya, dan kita baru pulang dari hotel bintang lima,"

Artha terkekeh, "Seru dong, kayak sinetron,"

"Om, ada cara lain lagi nggak, tadi saya gagal nih!"

"Kamu benar-benar pantang menyerah ya!" keluh Artha.

"Pesta club gituuu atau yang nggak formal-formal banget gitu!"

"Ada sih minggu depan, sebenarnya saya malas datang karena paling di sana cuma minum doang, dengerin musik kenceng doang, pamer harta doang,"

"Acara apa itu Om?"

"Acara ulangtahun Dewi Tunggullangit, di club eksklusif. Tapi disana banyak saingan kamu, terutama para berondong dengan target tante-tante,"

"Nggak papa Om! Saya diundang yaaaa!"

"Ck!!"

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

untung yang sobek cuma korsetnya, gak segaun-gaunnya sekalian 😂😂😂

2025-03-28

0

another Aquarian

another Aquarian

jadi kek ngerawat bayi beneran ya om artha 🤣🤣🤣

2025-03-28

0

🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰

🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰

awal mula ketemu kevin si calon abag ipar wana

2025-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Trik 1
2 Tidak Semudah Itu
3 Awal Mula
4 Orang Ketiga
5 Om Silver
6 Wana yang Berprinsip
7 Si Perayu
8 Untung Saja
9 Om Judes Ke Kampus
10 Pesta Lain
11 Heboh
12 Cowok Ganteng
13 Artha VS Kevin
14 Sadar
15 Begitulah...
16 Perjuangan Masih Panjang
17 Rencana Ngedate
18 Ngemall Gaes
19 Indahnya Jatuh Cinta
20 Balada Cewek Polos
21 Mulai Nyicil Hutang
22 First Job
23 Office Girl VVIP
24 Kerja Kerja Kerja
25 Behind The Scene
26 Rencana Lain
27 Izin Wana
28 Kantin VVIP
29 Akhirnya
30 Ngambek Teroooossss
31 Ibu Ratu
32 Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33 Pameran Wedding
34 Sekali-kali Adegan Tegang
35 Ribut Tak Jelas
36 Ternyata ?
37 Si Wanita Tangguh
38 Rencana Licik Artha
39 Wana Si Pemikat
40 Indahnya Cinta
41 Pukulan Telak Untuk Stela
42 Kebenaran
43 Penyerangan
44 Napas Sebentar
45 Taruhan Bawa Sial
46 Hari Suram Bagi Chandra
47 Hari Cerah Bagi Stela
48 Intermezzo
49 Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50 Aku dan Gaunku
51 Wana Sedang Belajar
52 Ibunya Artha
53 Chandra Si Ayah
54 Janji Pernikahan
55 Teaser After Married
56 S2 : Romansa Pemuda 1
57 RP 2
58 RP 3
59 RP 4
60 RP 5
61 RP 6
62 RP 7
63 RP 8
64 RP 9
65 RP 10
66 RP 11
67 RP 12
68 RP 13
69 RP 14
70 RP 15
71 RP 16
72 RP 17
73 RP 18
74 RP 19
75 RP 20
76 RP 21
77 RP 22
78 RP 23
79 RP 24
80 RP 25
81 RP 26
82 RP 27
83 RP 28
84 RP 29
85 RP 30
86 RP 31
87 RP 32
88 RP 33
89 RP 34
90 RP 35
91 RP 36
92 RP 37
93 RP 38
94 RP 39
95 RP 40
96 RP 41
97 RP 42
98 RP 43
99 RP 44
100 RP 45
101 RP 46
102 RP 47
103 RP 48
104 RP 49
105 RP 50
106 RP 51
107 RP 52
108 RP 53
109 RP 54
110 RP 55
111 RP 56
112 RP 57
113 RP 58
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Trik 1
2
Tidak Semudah Itu
3
Awal Mula
4
Orang Ketiga
5
Om Silver
6
Wana yang Berprinsip
7
Si Perayu
8
Untung Saja
9
Om Judes Ke Kampus
10
Pesta Lain
11
Heboh
12
Cowok Ganteng
13
Artha VS Kevin
14
Sadar
15
Begitulah...
16
Perjuangan Masih Panjang
17
Rencana Ngedate
18
Ngemall Gaes
19
Indahnya Jatuh Cinta
20
Balada Cewek Polos
21
Mulai Nyicil Hutang
22
First Job
23
Office Girl VVIP
24
Kerja Kerja Kerja
25
Behind The Scene
26
Rencana Lain
27
Izin Wana
28
Kantin VVIP
29
Akhirnya
30
Ngambek Teroooossss
31
Ibu Ratu
32
Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33
Pameran Wedding
34
Sekali-kali Adegan Tegang
35
Ribut Tak Jelas
36
Ternyata ?
37
Si Wanita Tangguh
38
Rencana Licik Artha
39
Wana Si Pemikat
40
Indahnya Cinta
41
Pukulan Telak Untuk Stela
42
Kebenaran
43
Penyerangan
44
Napas Sebentar
45
Taruhan Bawa Sial
46
Hari Suram Bagi Chandra
47
Hari Cerah Bagi Stela
48
Intermezzo
49
Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50
Aku dan Gaunku
51
Wana Sedang Belajar
52
Ibunya Artha
53
Chandra Si Ayah
54
Janji Pernikahan
55
Teaser After Married
56
S2 : Romansa Pemuda 1
57
RP 2
58
RP 3
59
RP 4
60
RP 5
61
RP 6
62
RP 7
63
RP 8
64
RP 9
65
RP 10
66
RP 11
67
RP 12
68
RP 13
69
RP 14
70
RP 15
71
RP 16
72
RP 17
73
RP 18
74
RP 19
75
RP 20
76
RP 21
77
RP 22
78
RP 23
79
RP 24
80
RP 25
81
RP 26
82
RP 27
83
RP 28
84
RP 29
85
RP 30
86
RP 31
87
RP 32
88
RP 33
89
RP 34
90
RP 35
91
RP 36
92
RP 37
93
RP 38
94
RP 39
95
RP 40
96
RP 41
97
RP 42
98
RP 43
99
RP 44
100
RP 45
101
RP 46
102
RP 47
103
RP 48
104
RP 49
105
RP 50
106
RP 51
107
RP 52
108
RP 53
109
RP 54
110
RP 55
111
RP 56
112
RP 57
113
RP 58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!