Cowok Ganteng

"Kamu... Kamu nggak papa? Ke toilet dulu yuk kita periksa luka kamu!" dengan kuatir Wana mengamati cowok di sebelahnya yang berdiri sambil bersandar ke dinding lift.

"Duh, gila si tante lemparannya sadis. Sesadis mainnya," gumam si cowok.

"Hah?!" dengus Wana.

"Tanggung jawab nih jidat gue ternoda! Lo tau nggak sih di bisnis ini, tampang tuh segalanya!" Omel si cowok.

Tadinya mau kasihan dan ngga enak, Wana malah emosi. "Iya, sori. Gue nggak nyangka aja dia punya bini. Dia ngakunya duda," gumam Wana.

"Si tante juga ngakunya jendes, tapi mana gue percaya. Sekian tante yang gue layanin semua ngaku janda," gumam si cowok.

"Lo beneran berondong yak!" tuduh Wana.

"Hm,"

"Nama lo siapa?"

"Kevin. Lo siapa?"

"Wana," jawab Wana. "Sori banget nih Kev, soal jidat lo. Gue bersedia tanggung biaya rumah sakitnya,"

"Hm," darah mulai mengalir membasahi kemeja Kevin.

"Umur lo berapa sih? Kok kayaknya masih muda banget?" tanya Wana sambil memicingkan mata.

"Perlu banget ya tanya umur?"

"Biar gue tau aja gimana harus bersikap," desis Wana.

"Bulan depan 18,"

“Astaga,” Wana ternganga dan menatap pemuda itu dari atas ke bawah, “Lo emang nggak ada pekerjaan lain yang lebih berguna? Seperti mengharumkan nama bangsa dengan mengikuti pertandingan badminton atau cerdas cermat, begitu?!”

“Lo tuh ngomong begitu mikir apa enggak sih? Lo sendiri lagi jadi Baby, loh!”

“Ya gue kan udah 21 + 3 bulan! Lah elo masih pake seragam putih abu-abu, Cong!”

“Bagus kan masih muda sudah berkarya!” Kevin menjulurkan lidahnya.

“Heh! Yang bener aja berkarya di lobang yang salah! Eh, Jalan yang salah,”

“Lagian bentar lagi gue lulus sekolah. Sesama player gak usah saling menggoda, Non! Lu kalo pingin ngerasain gue ya bilang aja nggak usah pake bawel!”

“Amit-amit! Narsis banget nih cowok! Mentang-mentang hidung kayak segitiga sama sisi! Presisi!!” gerutu Wana saat lift terbuka dan menggeret Kevin yang masih memegangi dahinya.

Mereka bergerak menjauhi kerumunan yang bergoyang tak tentu arah dengan diiringi lagu EDM yang menghentak-hentak mirip orang ngamuk dikasih gamelan.

Saat tiba di toilet pria untuk tamu VIP (Wana menggunakan akses VIP milik Artha) yang kondisinya mewah dan sepi,

Kevin duduk di lantai sambil memegangi pelipisnya yang terluka. Darah mengucur dari sana.

"Njir, tampang gue manly banget!" dia terkakak sambil menatap wajahnya di cermin toilet.

"Baru kali ini gue liat sikopet live, kesenengan jidatnya ngucur darah!" Wana membuka bungkus plastik yang ia ambil dari tasnya.

"Lo nggak jadi dapet duit dong barusan,"

"Nggak papa, gue malah lega. Habis si Om mesum banget, gue pingin lari aja tadi,"

Baru kali ini gue liat ada Baby lari pas mau ada adegan anu,"

"Gue sangat menjaga keperawanan gue, untuk pria yang tepat!"

"Ya kalo gitu kuliah yang bener, terus jadi karyawan aja sana, daripada jualan tempe," gumam Kevin.

"Gue nggak jual tempe, tapi jual bakpau!" Kata Wana.

Reflek Kevin menatap ke arah dada Wana yang membusung lalu tersenyum sinis penuh cibiran.

"Lagian, jadi karyawan duitnya mau dapet kapan? Keburu gue lulus baru kebeli tuh Birkin!" desis Wana. "Sini, gue sumpel dulu darahnya!"

"Ehhh tunggu! Apa'an tuh yang lo pake ke jidat gue?!" Kevin menepis tangan Wana.

"Pembalut berdaya serap massive. Jangan kuatir keracunan kimia, ini edisi eco friendly kok,"

"Anjir!!" Kevin langsung berdiri. "Nggak ada ya begitu-gituan nangkring di muka gue!"

"Heh! Ini kan pertolongan pertama! Gue gak bawa P3K!"

"Ya tapi elit dikit napa sih?! Pake tissue aja!"

"Tisu bisa nempel di darah lo cong! Udah diem aja habis ini kita ke rumah sakit! Lagian yang liat lo begini juga cuma gue!" Wana mendesak Kevin ke dinding.

"Duuuh... " Kevin mengernyit setengah memejamkan mata sambil menggigit bibirnya, "Ternoda sudah tampang tiktok gueee,"

"Lo tanpa idung mancung lo itu gada apa-apanya!" Gerutu Wana sambil menempelkan pembalut ke dahi Kevin dengan hati-hati.

"Dari tadi gue udah filing waktu bensin motor tiba-tiba habis! Ternyata gue mau mengalami hal sial ketemu Nyai Dasima kan!"

"Diem, bocah bacot lemes, gue jadi nggak fokus!" Omel Wana.

*

*

Kevin dengan sebal melirik ke Wana. Cowok itu memegangi selembar pembalut di atas dahinya

Wana berdiri di depannya sambil cengar-cengir.

"Gimana? Darahnya berhenti kan?" ujar Wana.

"Semriwing," gumam Kevin.

"Iya soalnya ada ekstrak peppermint biar sejuk, bentar lagi muka lo jadi wangi," Wana mau tak mau terkekeh.

"Kira-kira dong kalo mau ngebully penyelamat lo! Hutang budi banget sih ini..." gumam Kevin dengan kekesalan hampir sampai limit.

Lalu hening,

Saat ini mereka sedang berada di rumah sakit, menunggu dokter jaga yang akan merawat Kevin datang.

"Jadi... Lo salah satu anak buah Bu Dewi?" tanya Wana.

"Bu Dewi tuh siapa?"

Wana mengerutkan dahinya, "Yang ngadain pesta, lah,"

"Oh, gue nggak kenal. Gue cuma disuruh Mami datang karena ada klien,"

"Mami yang lo sebut itu, g3rmo ya?"

"Terserah lo sebutannya apa, hehe,"

"Lo nggak pernah liat tampang Mami lo sendiri?"

"Nggak, yang suka nyamperin gue, para pengawalnya. Dia jaga privasi banget, kayaknya Mami tokoh publik,"

"Hem..."

"Nah, lo kesini bukan lewat Mami dong?"

Wana menggeleng, "Gue diundang sama kolega. Gue juga ga kenal sama Bu Dewi. Kolega gue yang kenal sama dia. Gue minta diundang ke pesta tadi karena katanya di sana banyak target untuk cari daddy,"

"Jadi lo main sendiri ya? Nggak pake Mami pasti bekingan lo kuat," Kevin menyilangkan kakinya dan menatap Wana dengan menyelidik. "Buat apa'an sih lo jadi begituan?"

"Mau beli Birkin," Wana merengut.

"Dari tadi nyebut nama itu melulu. Siapa sih itu?"

"Birkin itu edisi tas mehong dari Hermes, dibuat dari kulit buaya albino,"

"Kualat loh, siluman dijadiin tas,"

"Hah? Siluman?"

"Iya, buaya albino itu berarti buaya putih kan? Gile! Turun sudah harga diri bangsa jin! Manusia emang makhluk paling sadis!"

Wana ternganga. Lalu bergidik. "Bener juga,"

"Udahlah, lagian cewek kebutuhannya banyak!" akhirnya Wana mencoba mengalihkan perhatian. "Nah elo buat apa? Tampang kayak lo nggak mungkin tinggal di kolong jembatan,"

Kevin menyeringai, "Gue awalnya iseng, rekening aja belom punya. Tapi tante-tante yang disuguhi seksi-seksi, pada cantik pula. Pas pertama bayaran gue 10juta tunai, gila gue baru kali itu liat duit sebanyak itu di tangan gue. Dan akhirnya keterusan,"

"Kasian banget orangtua lo kalo tau," sindir Wana.

"Ya jangan sampe tau dong, " gerutu Kevin. "Lo sendiri gimana Non? Jadi Baby cuma buat birkin?"

"Sugar Baby itu agak beda ya sama pr0stitus1. Gue lagi usahakan bisa dapet tuh tas tanpa berhubungan *3**,"

"Nyewa aja kenapa sih kalo gitu?!"

"Nggak bisa gue jual lagi kalo nyewa, kan lumayan duitnya buat beli rumah,"

"Elah... ribet! Nggak nyampe otak gue!" keluh Kevin.

"Yang lu pikirin terong melulu, mana nyampe?! Terong itu semakin matang semakin lemas!" sindir Wana.

"Bisa diganti istilahnya pake lobak Jepang nggak? Kuat dan manis," Kevin menyeringai.

"Lobak masih bisa dijadiin acar kan ya?" ancam Wana.

Terpopuler

Comments

Reni Ajja Dech

Reni Ajja Dech

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣gilla bangettt,lucuuuuu.

2024-12-19

0

𓆉︎ᵐᵈˡ ♡🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ

𓆉︎ᵐᵈˡ ♡🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ

hati2 wana calon kk iparmubitu..

2023-10-26

0

YK

YK

wana, lo hidup taun berapa, sih????

2023-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 Trik 1
2 Tidak Semudah Itu
3 Awal Mula
4 Orang Ketiga
5 Om Silver
6 Wana yang Berprinsip
7 Si Perayu
8 Untung Saja
9 Om Judes Ke Kampus
10 Pesta Lain
11 Heboh
12 Cowok Ganteng
13 Artha VS Kevin
14 Sadar
15 Begitulah...
16 Perjuangan Masih Panjang
17 Rencana Ngedate
18 Ngemall Gaes
19 Indahnya Jatuh Cinta
20 Balada Cewek Polos
21 Mulai Nyicil Hutang
22 First Job
23 Office Girl VVIP
24 Kerja Kerja Kerja
25 Behind The Scene
26 Rencana Lain
27 Izin Wana
28 Kantin VVIP
29 Akhirnya
30 Ngambek Teroooossss
31 Ibu Ratu
32 Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33 Pameran Wedding
34 Sekali-kali Adegan Tegang
35 Ribut Tak Jelas
36 Ternyata ?
37 Si Wanita Tangguh
38 Rencana Licik Artha
39 Wana Si Pemikat
40 Indahnya Cinta
41 Pukulan Telak Untuk Stela
42 Kebenaran
43 Penyerangan
44 Napas Sebentar
45 Taruhan Bawa Sial
46 Hari Suram Bagi Chandra
47 Hari Cerah Bagi Stela
48 Intermezzo
49 Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50 Aku dan Gaunku
51 Wana Sedang Belajar
52 Ibunya Artha
53 Chandra Si Ayah
54 Janji Pernikahan
55 Teaser After Married
56 S2 : Romansa Pemuda 1
57 RP 2
58 RP 3
59 RP 4
60 RP 5
61 RP 6
62 RP 7
63 RP 8
64 RP 9
65 RP 10
66 RP 11
67 RP 12
68 RP 13
69 RP 14
70 RP 15
71 RP 16
72 RP 17
73 RP 18
74 RP 19
75 RP 20
76 RP 21
77 RP 22
78 RP 23
79 RP 24
80 RP 25
81 RP 26
82 RP 27
83 RP 28
84 RP 29
85 RP 30
86 RP 31
87 RP 32
88 RP 33
89 RP 34
90 RP 35
91 RP 36
92 RP 37
93 RP 38
94 RP 39
95 RP 40
96 RP 41
97 RP 42
98 RP 43
99 RP 44
100 RP 45
101 RP 46
102 RP 47
103 RP 48
104 RP 49
105 RP 50
106 RP 51
107 RP 52
108 RP 53
109 RP 54
110 RP 55
111 RP 56
112 RP 57
113 RP 58
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Trik 1
2
Tidak Semudah Itu
3
Awal Mula
4
Orang Ketiga
5
Om Silver
6
Wana yang Berprinsip
7
Si Perayu
8
Untung Saja
9
Om Judes Ke Kampus
10
Pesta Lain
11
Heboh
12
Cowok Ganteng
13
Artha VS Kevin
14
Sadar
15
Begitulah...
16
Perjuangan Masih Panjang
17
Rencana Ngedate
18
Ngemall Gaes
19
Indahnya Jatuh Cinta
20
Balada Cewek Polos
21
Mulai Nyicil Hutang
22
First Job
23
Office Girl VVIP
24
Kerja Kerja Kerja
25
Behind The Scene
26
Rencana Lain
27
Izin Wana
28
Kantin VVIP
29
Akhirnya
30
Ngambek Teroooossss
31
Ibu Ratu
32
Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33
Pameran Wedding
34
Sekali-kali Adegan Tegang
35
Ribut Tak Jelas
36
Ternyata ?
37
Si Wanita Tangguh
38
Rencana Licik Artha
39
Wana Si Pemikat
40
Indahnya Cinta
41
Pukulan Telak Untuk Stela
42
Kebenaran
43
Penyerangan
44
Napas Sebentar
45
Taruhan Bawa Sial
46
Hari Suram Bagi Chandra
47
Hari Cerah Bagi Stela
48
Intermezzo
49
Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50
Aku dan Gaunku
51
Wana Sedang Belajar
52
Ibunya Artha
53
Chandra Si Ayah
54
Janji Pernikahan
55
Teaser After Married
56
S2 : Romansa Pemuda 1
57
RP 2
58
RP 3
59
RP 4
60
RP 5
61
RP 6
62
RP 7
63
RP 8
64
RP 9
65
RP 10
66
RP 11
67
RP 12
68
RP 13
69
RP 14
70
RP 15
71
RP 16
72
RP 17
73
RP 18
74
RP 19
75
RP 20
76
RP 21
77
RP 22
78
RP 23
79
RP 24
80
RP 25
81
RP 26
82
RP 27
83
RP 28
84
RP 29
85
RP 30
86
RP 31
87
RP 32
88
RP 33
89
RP 34
90
RP 35
91
RP 36
92
RP 37
93
RP 38
94
RP 39
95
RP 40
96
RP 41
97
RP 42
98
RP 43
99
RP 44
100
RP 45
101
RP 46
102
RP 47
103
RP 48
104
RP 49
105
RP 50
106
RP 51
107
RP 52
108
RP 53
109
RP 54
110
RP 55
111
RP 56
112
RP 57
113
RP 58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!