Awal Mula

Wana ... Wana ...

Kenapa kau begitu terobsesi dengan kekayaan? Apa tidak bisa kau lulus kuliah lebih cepat, dengan IPK cum laude dan mencari pekerjaan bonafit?

Yah, gampang diucapkan. Tapi inilah yang membuat Wana begitu ingin meraih kekayaan melalui jalan pintas.

Mari kita flashback sejenak ke masa saat pikiran Wana mulai teracuni.

*

*

Kampus ramai pagi itu. Entah kenapa hari Selasa adalah harinya jadwal padat dengan kurikulum yang mewajibkan membawa buku-buku besar dan semua quiz tumplek di hari itu. Dan sialnya, kebanyakan soal quiz, jawabannya ada di buku. Dan dosen jaman sekarang, memberi soal berbeda-beda kepada mahasiswanya. Alasannya, di dunia kerja, jobdesk pun berbeda-beda setiap individu.

Sialan, kan?!

Benar-benar menyebalkan.

Pada dasarnya, mahasiswa itu paling malas bawa buku. Selain jarang dibaca juga, harganya bisa buat makan 3 hari sekali selama 2 hari pakai nasi lauk telor balado. Mewah.

Buku ekonomi jaman sekarang juga menyebalkan, kalau mau berbuat curang dengan memfotokopinya, seringkali ada kalimat-kalimat yang tidak terdeteksi mesin fotokopi. Entah itu diwarnai biru atau hologram, dan itu klausula penting, untuk menghindari plagiat dan copy tanpa izin.

Dan biasanya metodenya soal quiz jawabannya ada di buku. Di jaman yang seharusnya sudah serba online, masih banyak kampus yang menggunakan textbook.

Mungkin karena para profesor sudah terlanjur menghabiskan banyak uang untuk biaya cetak, untuk balik modal dibuatlah wajib textbook. Bodo amat sama teknologi, paling tidak gue nggak rugi.

Ehm, Bercanda, deng!

Jadi mau nggak mau harus pinjam atau beli.

Tebalnya bisa 4 senti, bahkan ada yang tebalnya ngalah-ngalahin alkitab.

Padahal pas selesai quiz hanya berguna dijadikan bantal oleh mahasiswa yang kecapekan ujian, berbaring di tengah taman berpaving blok.

Wana pun demikian, di tas ransel putih kesayangannya, yang sudah ia gunakan sejak SMA, ada 4 buku tebal, dan di tangannya ada 2 buku lagi, dengan pertimbangan bahunya bisa bungkuk kalau semua dimasukan ke tas.

Saat sedang berjalan sambil memikirkan jadwal kuliah, dan hidupnya yang membosankan, disitulah ia melihat Stela.

Stela yang anggun dengan kaos putih bertuliskan merk Chanel, celana jeans Dior, dan sepatu Kets LV putih.

Tasnya, seperti biasa Birkin kulit buaya albino.

Dari kilauannya, jelas bukan KW. Wanita seperti Wana bisa membedakan antara buatan Mangga Dua dengan yang jelas-jelas dibeli di Pacific Place.

Seperti di tas itu bertengger ... khodam penglaris yang menyeringai ke arahnya. Dan berujar : cepetan kaya biar bisa beli gue Neng, ayooo cepeetaaan nggak rugi kooook, investasi masa depan looohhh

Kan kunyuk !

Ada dua cowok di belakang Stela membantu membawakan bukunya, setia mendampinginya dalam suka dan duka. Dua orang yang entah sudah dikasih apa saja oleh Stela, si Crazy Rich Sunter.

Maka, karena dari awal Wana sudah bersaing dengan Stela, dari sejak ospek Wana memberanikan diri untuk bertanya ke Kating kenapa Stela tidak berada di barisan junior dan malah duduk santai di barisan senior padahal jelas-jelas sekelas, Stela pun sinis padanya sejak itu.

Apalagi, hari kedua Ospek, Stela duduk santai dan Wana harus berjibaku dengan segala lumpur di area Bumi Perkemahan Cibubur, Wana mengguyurnya dengan air sungai agar bisa setara dengan junior lain.

Iya, Wana memang nyeleneh. Sudahlah, itu sudah tabiatnya.

Jadi, di hari itu, flashback sedikit mengenai penyebab kenapa Wana begitu ingin kaya dengan jalur khusus, adalah karena...

"Wah, si Eiger baru datang toh," ejek Stela.

Eiger adalah merk tas ransel kesayangan Wana. Made in Indonesia, multifungsi dan kualitasnya kuat, bisa dipakai sampai 10 tahun. Dan yang jelas, murah. (Bukan endorse, maaf, Author dulu pake tas kresek kalo ke kampus).

Kalau dibandingkan dengan Birkinnya Stela, bagaikan batu kali disandingkan dengan berlian.

Yang satu banyak dimana-mana namun lebih berguna dari batu manapun, bisa dijadikan bahan bangunan melindungi manusia dari teriknya panas dan dinginnya hujan,

Yang satunya mahal dan langka namun tidak terlalu berguna, bahkan kalau dijual lagi harganya jatuh.

Namun panggilan itu membuat Wana langsung meradang.

Dan lagi, Wana sebenarnya menyukai salah satu anak buah Stela.

Namanya Risman. Teman masa kecil Stela yang menurut Wana kiyut banget. Hidung mancung dan pandangan mata yang jenaka.

Saat itu Risman menatap penampilan Wana dari atas ke bawah, lalu tersenyun prihatin.

Astaga, malunya Wana!

Sialan si Stela...

Sambil merengut, Wana berjalan mendahului mereka sambil bilang :

"Buaya darat pake tas hasil ngulitin sodaranya sendiri, buaya putih,"

"Woy!! Dasar misqueen gada akhlak!!!" jerit Stela kesal.

Suara Stela misuh-misuh masih terdengar sampai Wana menghilang di balik belokan lorong.

Dan Wana sangat malu, sekaligus kesal, dan akhirnya ia pun melirik tas Eiger putihnya dengan sedih.

Dan duduk di lantai sambil mengusap air mata yang tiba-tiba saja jatuh ke pipinya.

*

*

Setelah pulang kuliah, Wana mendengarkan podcast salah satu youtuber, ia saat itu berada di dalam transjakarta menuju kosannya.

Si Youtuber sedang mengupas fenomena Sugar Baby yang marak di kalangan kampus.

Disana terdapat kata-kata, kalau Sugar Baby sedikit berbeda dengan prostitusi. Tidak hanya menjajakan tubuh, namun bisa hanya sebagai pendamping, teman curhat, teman tapi mesra, untuk menemani om-om kesepian.

Namun fenomena ini, sejak zaman dulu sebenarnya sudah marak. Hanya sebutannya saja yang berbeda.

Akhirnya Wana mencari artikel mengenai hal itu.

Sebuah tulisan dalam situs Reporter Herald menyatakan bahwa istilah Sugar Daddy sudah ada sejak tahun 1920an.

Sugar daddy sendiri merupakan slang atau julukan nggak resmi untuk laki-laki yang menawarkan uang dan hadiah kepada perempuan yang lebih muda.

Tujuannya, supaya laki-laki tersebut bisa selalu ditemani oleh perempuan pilihannya, bahkan bisa lebih intim.

Dan saat itu bagaikan ada lampu terang benderang menyinari otak Wana.

Tingg!!

Ini dia!! Begitu pikirnya.

Begitulah pembaca, awal mula Wana memiliki ide absurd ini.

*

*

Mari kita kembali ke masa sekarang,

Wana pun kembali ke kosan dengan tangan hampa, tanpa nomor telepon si Daddy dan tanpa semangat. Namun di otaknya terngiang-ngiang sosok Marisa.

Marisa menggunakan barang branded seperti milik Stela, namun tidak berlebihan. Otak Wana mulai berhitung.

Tips 3 :

Memakai barang berkualitas bisa menunjukan seberapa berkelasnya dirimu untuk di perhitungkan sebagai teman bicara. Tapi ingat hal penting, Jangan memakai barang seharga ratusan juta! Atau kau akan dianggap gold digger.

Trik :

Pilih barang branded versi middle class. Harganya jangan lebih dari 10juta.

Mix and match outfit sampai benar-benar menunjukan dirimu semanis karamel, tapi jangan terlalu gosong, bisa pahit malah.

Semakin sedikit memakai perhiasan, semakin baik, sekedar 1 cincin atau 1 gelang tak apa, yang penting usahakan ngebling.

JANGAN pilih perhiasan emas. BIG NO NO. Emas hanya untuk emak-emak kondangan.

Jangan memakai sekaligus perhiasan satu set! atau dirimu akan dianggap papan iklan toko mas berjalan.

Kalau dipikir modal jadi Sugar Baby tidak sebanyak perkiraan awal, yang penting wawasan Wana harus diperluas. Lain kali ia akan belajar dulu sebelum hunting.

Baiklah, saatnya mencari lagi acara-acara yang dibuka untuk umum yang kira-kira banyak bertebaran pengusaha.

Mungkin berikutnya... Grand Launching Pameran Properti.

Terpopuler

Comments

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

ya ya ya....

2024-09-13

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

kata kunyuk, kenapa marahnya sama gue ya😜

2024-09-13

0

Naftali Hanania

Naftali Hanania

wuih...mantabb ilmune 😍

2024-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Trik 1
2 Tidak Semudah Itu
3 Awal Mula
4 Orang Ketiga
5 Om Silver
6 Wana yang Berprinsip
7 Si Perayu
8 Untung Saja
9 Om Judes Ke Kampus
10 Pesta Lain
11 Heboh
12 Cowok Ganteng
13 Artha VS Kevin
14 Sadar
15 Begitulah...
16 Perjuangan Masih Panjang
17 Rencana Ngedate
18 Ngemall Gaes
19 Indahnya Jatuh Cinta
20 Balada Cewek Polos
21 Mulai Nyicil Hutang
22 First Job
23 Office Girl VVIP
24 Kerja Kerja Kerja
25 Behind The Scene
26 Rencana Lain
27 Izin Wana
28 Kantin VVIP
29 Akhirnya
30 Ngambek Teroooossss
31 Ibu Ratu
32 Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33 Pameran Wedding
34 Sekali-kali Adegan Tegang
35 Ribut Tak Jelas
36 Ternyata ?
37 Si Wanita Tangguh
38 Rencana Licik Artha
39 Wana Si Pemikat
40 Indahnya Cinta
41 Pukulan Telak Untuk Stela
42 Kebenaran
43 Penyerangan
44 Napas Sebentar
45 Taruhan Bawa Sial
46 Hari Suram Bagi Chandra
47 Hari Cerah Bagi Stela
48 Intermezzo
49 Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50 Aku dan Gaunku
51 Wana Sedang Belajar
52 Ibunya Artha
53 Chandra Si Ayah
54 Janji Pernikahan
55 Teaser After Married
56 S2 : Romansa Pemuda 1
57 RP 2
58 RP 3
59 RP 4
60 RP 5
61 RP 6
62 RP 7
63 RP 8
64 RP 9
65 RP 10
66 RP 11
67 RP 12
68 RP 13
69 RP 14
70 RP 15
71 RP 16
72 RP 17
73 RP 18
74 RP 19
75 RP 20
76 RP 21
77 RP 22
78 RP 23
79 RP 24
80 RP 25
81 RP 26
82 RP 27
83 RP 28
84 RP 29
85 RP 30
86 RP 31
87 RP 32
88 RP 33
89 RP 34
90 RP 35
91 RP 36
92 RP 37
93 RP 38
94 RP 39
95 RP 40
96 RP 41
97 RP 42
98 RP 43
99 RP 44
100 RP 45
101 RP 46
102 RP 47
103 RP 48
104 RP 49
105 RP 50
106 RP 51
107 RP 52
108 RP 53
109 RP 54
110 RP 55
111 RP 56
112 RP 57
113 RP 58
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Trik 1
2
Tidak Semudah Itu
3
Awal Mula
4
Orang Ketiga
5
Om Silver
6
Wana yang Berprinsip
7
Si Perayu
8
Untung Saja
9
Om Judes Ke Kampus
10
Pesta Lain
11
Heboh
12
Cowok Ganteng
13
Artha VS Kevin
14
Sadar
15
Begitulah...
16
Perjuangan Masih Panjang
17
Rencana Ngedate
18
Ngemall Gaes
19
Indahnya Jatuh Cinta
20
Balada Cewek Polos
21
Mulai Nyicil Hutang
22
First Job
23
Office Girl VVIP
24
Kerja Kerja Kerja
25
Behind The Scene
26
Rencana Lain
27
Izin Wana
28
Kantin VVIP
29
Akhirnya
30
Ngambek Teroooossss
31
Ibu Ratu
32
Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33
Pameran Wedding
34
Sekali-kali Adegan Tegang
35
Ribut Tak Jelas
36
Ternyata ?
37
Si Wanita Tangguh
38
Rencana Licik Artha
39
Wana Si Pemikat
40
Indahnya Cinta
41
Pukulan Telak Untuk Stela
42
Kebenaran
43
Penyerangan
44
Napas Sebentar
45
Taruhan Bawa Sial
46
Hari Suram Bagi Chandra
47
Hari Cerah Bagi Stela
48
Intermezzo
49
Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50
Aku dan Gaunku
51
Wana Sedang Belajar
52
Ibunya Artha
53
Chandra Si Ayah
54
Janji Pernikahan
55
Teaser After Married
56
S2 : Romansa Pemuda 1
57
RP 2
58
RP 3
59
RP 4
60
RP 5
61
RP 6
62
RP 7
63
RP 8
64
RP 9
65
RP 10
66
RP 11
67
RP 12
68
RP 13
69
RP 14
70
RP 15
71
RP 16
72
RP 17
73
RP 18
74
RP 19
75
RP 20
76
RP 21
77
RP 22
78
RP 23
79
RP 24
80
RP 25
81
RP 26
82
RP 27
83
RP 28
84
RP 29
85
RP 30
86
RP 31
87
RP 32
88
RP 33
89
RP 34
90
RP 35
91
RP 36
92
RP 37
93
RP 38
94
RP 39
95
RP 40
96
RP 41
97
RP 42
98
RP 43
99
RP 44
100
RP 45
101
RP 46
102
RP 47
103
RP 48
104
RP 49
105
RP 50
106
RP 51
107
RP 52
108
RP 53
109
RP 54
110
RP 55
111
RP 56
112
RP 57
113
RP 58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!