Indahnya Jatuh Cinta

Perasaan Artha kini tak menentu. Antara heran, terkesima, dan yang pasti sih pusing kepala.

Pria itu menghitung waktunya hidup di dunia.

Ia pernah jatuh cinta, dulu sekali. Masa remajanya dihabiskan di Quebec. Wanita di sana sebagian besar adalah kelahiran asing, jadi berbagai budaya bisa masuk di sana menghasilkan paras yang unik dan menarik.

Sudah begitu, tabiat wanita Kanada kalem dan lembut. Sudah pasti Artha pernah jatuh cinta, berkali-kali.

Saat ke negara kelahiran ibunya, Indonesia, untuk membesarkan bisnisnya, ia juga mengalami ketertarikan ke beberapa wanita lokal. Bahkan sampai memiliki anak. Waktu itu mereka berdua saling tergila-gila.

Wanita itu bernama Yuni.

Namun keadaan berkata lain.

Saat mencoba berumah tangga, sifat asli mulai muncul.

Yuni bukanlah wanita setia seperti yang ia sangka. Sikap bersahajanya menutupi banyak skandal di belakangnya. Artha pun patah hati dan muak dengan wanita.

Sejak itu lidah ketusnya mulai tercipta.

Wanita sekalem dan selembut Yuni saja masih bisa selingkuh. Apa memang sudah tidak ada wanita terhormat di dunia ini? Begitu pikirnya.

Singkat cerita walaupun mereka tidak saling cocok, namun demi si jabang bayi mereka tetap tinggal serumah.

Penderitaan pacarnya saat mengandung dan melahirkan Stela membuat Artha tidak tega menuduhnya macam-macam.

Yang lebih mengagetkan, saat persalinan, Yuni menolak ditemani Artha. Yang ada di sebelah Yuni menggenggam jemari wanita itu saat menahan sakit adalah pria lain yang Artha tidak kenal.

Namun hasil DNA memperlihatkan kecocokan Stela dengan Artha 98%.

Tadinya Artha mau percaya dengan hasil tes, sampai ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, ternyata Yuni juga memiliki hubungan khusus dengan si dokter pemeriksa DNA.

Laporan di atas kertas dianggap Artha sudah tidak valid.

Tapi karena malas berdebat, Artha bersedia bertanggung jawab atas hidup Stela sampai sekarang.

Wanita jagonya manipulasi, dengan kemanjaan dan kelembutan mereka. Rayuan merasuk ke jiwa raga pria, lidah bercabang mengeluarkan racun pemikat.

Sikap Artha menjadi semakin sinis terhadap Makhluk Tuhan yang satu ini. Termasuk dengan Wana di saat mereka berdua pertama kali bertemu.

Tapi kenapa tak ada yang menggugah hatinya sebesar Wana si bawel ini?! Yang lain hanya mengetuk hati, yang ini bisa dibilang 'menggedor'.

Kenapa di usia yang sudah senja ia malah merasakan jatuh cinta lagi? Tadinya Artha pikir masa-masa itu telah usai. Saat pria ini memutuskan menyerah dan menutup diri dengan wanita dan berkubang dalam pekerjaan.

Apakah ia sedang memasuki puber kedua? Jadi mengenai pubertas itu bukanlah mitos?!

Ah, gila!

Gadis di depanku ini, semakin hari semakin cantik. Oke, dia memang tidak melakukan perubahan ini-itu untukku.

Tujuan semula Wana berdandan malah untuk menarik perhatian laki-laki lain. Dan perasannya padaku sekarang bisa dibilang belum pasti.

Si Bawel ini membuatku terkesima sejak awal kami bertemu. Sikapnya yang apa adanya yang sering membuatku jengkel, sangat natural, tidak dibuat-buat.

Semua wanita yang kudekati menganggapku pundi-pundi uang. Gadis ini bahkan jarang mau kutraktir.

Setelah kupertimbangkan semalaman, akhirnya aku tak tahan lagi untuk melihatnya mengejar lelaki lain selain diriku. Kuputuskan pencariannya harus selesai, kepolosannya tidak harus ternoda oleh kejamnya realita.

Kalau dia mau Birkin, akan kuberikan walaupun tidak berguna.

Minta rumah, emas, berlian, akan kuusahakan tanpa pikir panjang, asal dia tetap melihatku, bukan lelaki lain. Dengan kata lain, untuk gadis ini, aku akan menyerah melepaskan segala ke-egoisanku yang telah bertahan sekian lama.

Tapi tetap saja aku tak setuju dia pamer tas mahal.

Jatuh cinta memang merepotkan. Apalagi di usia ini.

Tapi tidak jatuh cinta malah lebih memprihatinkan. Sendirian di dunia tanpa tahu keindahannya.

"Sayang?" Wana memiringkan kepalanya memanggil Artha karena pria itu hanya diam sambil menatapnya. Makanan di depannya tidak tersentuh, sudah mulai dingin. Artha dari tadi hanya melihat Wana sambil menerawang.

"Hm?" pikiran Artha kembali ke dunia nyata.

"Kamu nggak makan? Aku salah pilih resto ya?" tanya Wana kuatir.

"Nggak papa, kamu nggak salah kok, ini tempat yang tepat," desis Artha sambil menegak air mineral di depannya,

"... tumben," tambahnya.

"Nggak usah ditambahin kata 'tumben'," gerutu Wana sambil mencibir. Bibir tipisnya yang belum sempat diisi filler mengerucut, semakin menambah kesan manja di wajah manisnya.

Artha berharap bibir itu tetap seperti itu, tidak harus diutak-atik tak jelas oleh teknologi makeup.

"Kamu quick learning juga rupanya," desis Artha sambil mengambil garpunya untuk mulai menyantap raviolli di atas piring di depannya.

"Itulah gunanya Mbah Google. Tinggal ketik kata kunci : tempat makan romantis untuk kencan pertama. Langsung keluar rekomendasinya," Wana menyeringai.

Jujur sekali sih, Pikir Artha geli. Tapi itulah yang ia suka dari Wana. "Payah kamu, gitu aja lihat internet,"

"Sekali-kali memujiku kenapa, sih? susah banget yah?!"

"Hari ini kamu sangat cantik," gumam Artha, tapi suaranya sangat pelan.

"Ha?" Wana meminta konfirmasi ulang.

"Nggak papa," desis Artha.

"Tadi aku nggak dengar! Tadi kamu ngomong apaaaa?"

"Udah lewat, lupakan saja," gumam Artha sambil menyantap makan malamnya.

"Nyebelin," gerutu Wana lagi.

Artha terkekeh tapi ia berusaha tidak kentara.

Raviollinya hanya pasta, tapi kenapa rasanya jadi begitu lezat?

Sementara Wana makan tidak malu-malu. Ia memesan hamburger bertingkat dan beberapa desert. Mungkin memang sebenarnya dia ingin makan AYCE, restoran All You Can Eat yang bisa sepuasnya makan dengan hanya membayar satu kali. Tapi demi keromantisan Wana memaksakan diri kesini.

Hasilnya ya nafsu makannya tak terbendung.

"Mas-mas," panggil Wana ke waitress. "Pesen sop buntutnya," katanya.

"Kamu suka banget sop buntut ternyata?"

"Tadinya sih nggak, biasa aja. Nggak suka tapi juga nggak benci. Tapi sejak merasakan sop buntut di hotel kamu, aku jadi ingin membandingkan rasa masakan yang sama tapi berbeda tempat,"

"Dengan kata lain, itu kegiatan gabut kamu,"

"Iya ya, bisa dibilang begitu lah,"

"Apa ada kesan tersendiri mengenai masakan itu?"

"Ada,"

"Apa?"

"Pertama kalinya kamu yang pelit ini bilang : pesan saja sepuasnya,"

Artha terkekeh mendengarnya. "Iya, itu cuma sama kamu aja. Habis kasihan sih,"

Wana menghentikan kunyahannya, lalu tersenyum. "Coba panggil aku 'sayang',"

Artha meliriknya sekilas, lalu mendengus. "Aku tidak mengumbar kemesraan semacam itu,"

"Aku maksa," kata Wana tak mau kalah.

"Terus mau apa kalau aku tak mau?"

"Aku jenis wanita yang kalau nggak diomongin dimulut pasti bakalan ragu terus,"

"Aku nggak suka umbar gombal," karena Artha berkali-kali bilang 'sayang' ke wanita yang ia cintai, namun hasilnya malah traumatis.

"Beliin aku Birkin," Wana mengubah topiknya secepat kilat.

"Oke," Artha, tanpa pikir panjang langsung meraih ponselnya untuk menghubungi asistennya.

"Aku bercanda," sahut Wana cepat.

Artha menghentikan gerakan jemarinya yang sedang mengetik. "Bercanda?"

"Kemarin kamu bilang nggak mau beliin aku karena tidak ada nilai investasinya, sekarang kamu tanpa pertimbangan langsung mau pesan," kata Wana.

Dan pria itu pun menghela napas.

Wana melanjutkan kalimatnya, "Sebenarnya kamu ini orangnya gimana sih, Om Artha? Aku kok jadi bingung," kata Wana sambil mengernyit. "Diminta panggil sayang nggak mau, tapi kemarin nembak. Ngomel mengenai investasi tapi malah beliin berniat barang unfaedah,"

"Nanti juga kamu tahu," kata Artha.

Pria itu menganggap dirinya hanya seseorang dengan kesialan bertubi-tubi saat berhadapan dengan wanita.

"Aku maunya tahu sekarang, saat ini, disini. Ini tempat yang tepat kok, kita bicara tanpa didengar orang. Kalau kamu menganggap hubungan ini serius, kamu akan bilang padaku," bukannya Wana adalah wanita berpengalaman. Semua kalimat ini sepenuhnya dia kutip dari Drakor. Drama itu yang mengajarkan Wana mengenai lika liku hubungan percintaan manusia.

Artha menghela napas berat, lalu bersandar di kursinya sambil melipat kedua lengannya di depan dadanya.

"Aku..." gumam Artha. "Aku jatuh cinta sama kamu. Tidak ada alasan lain,"

Wana tertegun.

Pipi gadis itu langsung merah.

"Tadinya kupikir kamu itu naif, polos, kekanak-kanakan," kata Artha.

"Aku memang begitu kan,"

"Iya kamu memang begitu. Tapi ternyata kamu berhasil menguras perhatianku. Aku akan berusaha kamu tetap jadi milikku. Jadi malam ini aku membuat keputusan. Untuk membuat kamu, bagaimanapun caranya, tetap jadi milikku,"

"Termasuk Birkin,"

"Termasuk itu. Walaupun aku pikir itu hal konyol,"

"Sekarang aku berpikiran itu memang konyol,"

"Hem,"

"Kalau begitu, panggil aku sayang. Aku suka hal romantis. Sekali-kali saja tak apa,"

Artha tersenyum, senyum khasnya yang terkesan sinis, berlawanan dengan tatapan sendunya.

Pria itu merogoh kantong celananya,

dan meletakkan sebuah kotak kecil di depan Wana.

Perlahan ia membuka tutupnya.

Kalung berlian, matanya besar dan berkilauan, dengan rantai putihnya yang indah.

"Aku ingin menjaga kamu, tolong izinkan aku," kata Artha dengan penuh ketegasan. Tidak ada keraguan dalam intonasinya.

Pria ini serius terhadap Wana.

Dan hal itu lebih berarti daripada sekedar panggilan 'sayang'.

Terpopuler

Comments

another Aquarian

another Aquarian

pantes om silver jadi cosplay gunung es n ketus sama cewek, nyesek banget sejarah dia

2025-03-29

0

another Aquarian

another Aquarian

mleyooooottttttt......

2025-03-29

0

Naftali Hanania

Naftali Hanania

sikap nya nunjukin emang klk dah banyak pengalaman hidup...✌️😁❤️

2024-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Trik 1
2 Tidak Semudah Itu
3 Awal Mula
4 Orang Ketiga
5 Om Silver
6 Wana yang Berprinsip
7 Si Perayu
8 Untung Saja
9 Om Judes Ke Kampus
10 Pesta Lain
11 Heboh
12 Cowok Ganteng
13 Artha VS Kevin
14 Sadar
15 Begitulah...
16 Perjuangan Masih Panjang
17 Rencana Ngedate
18 Ngemall Gaes
19 Indahnya Jatuh Cinta
20 Balada Cewek Polos
21 Mulai Nyicil Hutang
22 First Job
23 Office Girl VVIP
24 Kerja Kerja Kerja
25 Behind The Scene
26 Rencana Lain
27 Izin Wana
28 Kantin VVIP
29 Akhirnya
30 Ngambek Teroooossss
31 Ibu Ratu
32 Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33 Pameran Wedding
34 Sekali-kali Adegan Tegang
35 Ribut Tak Jelas
36 Ternyata ?
37 Si Wanita Tangguh
38 Rencana Licik Artha
39 Wana Si Pemikat
40 Indahnya Cinta
41 Pukulan Telak Untuk Stela
42 Kebenaran
43 Penyerangan
44 Napas Sebentar
45 Taruhan Bawa Sial
46 Hari Suram Bagi Chandra
47 Hari Cerah Bagi Stela
48 Intermezzo
49 Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50 Aku dan Gaunku
51 Wana Sedang Belajar
52 Ibunya Artha
53 Chandra Si Ayah
54 Janji Pernikahan
55 Teaser After Married
56 S2 : Romansa Pemuda 1
57 RP 2
58 RP 3
59 RP 4
60 RP 5
61 RP 6
62 RP 7
63 RP 8
64 RP 9
65 RP 10
66 RP 11
67 RP 12
68 RP 13
69 RP 14
70 RP 15
71 RP 16
72 RP 17
73 RP 18
74 RP 19
75 RP 20
76 RP 21
77 RP 22
78 RP 23
79 RP 24
80 RP 25
81 RP 26
82 RP 27
83 RP 28
84 RP 29
85 RP 30
86 RP 31
87 RP 32
88 RP 33
89 RP 34
90 RP 35
91 RP 36
92 RP 37
93 RP 38
94 RP 39
95 RP 40
96 RP 41
97 RP 42
98 RP 43
99 RP 44
100 RP 45
101 RP 46
102 RP 47
103 RP 48
104 RP 49
105 RP 50
106 RP 51
107 RP 52
108 RP 53
109 RP 54
110 RP 55
111 RP 56
112 RP 57
113 RP 58
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Trik 1
2
Tidak Semudah Itu
3
Awal Mula
4
Orang Ketiga
5
Om Silver
6
Wana yang Berprinsip
7
Si Perayu
8
Untung Saja
9
Om Judes Ke Kampus
10
Pesta Lain
11
Heboh
12
Cowok Ganteng
13
Artha VS Kevin
14
Sadar
15
Begitulah...
16
Perjuangan Masih Panjang
17
Rencana Ngedate
18
Ngemall Gaes
19
Indahnya Jatuh Cinta
20
Balada Cewek Polos
21
Mulai Nyicil Hutang
22
First Job
23
Office Girl VVIP
24
Kerja Kerja Kerja
25
Behind The Scene
26
Rencana Lain
27
Izin Wana
28
Kantin VVIP
29
Akhirnya
30
Ngambek Teroooossss
31
Ibu Ratu
32
Stela Si Angkuh Yang Mulai Jinak
33
Pameran Wedding
34
Sekali-kali Adegan Tegang
35
Ribut Tak Jelas
36
Ternyata ?
37
Si Wanita Tangguh
38
Rencana Licik Artha
39
Wana Si Pemikat
40
Indahnya Cinta
41
Pukulan Telak Untuk Stela
42
Kebenaran
43
Penyerangan
44
Napas Sebentar
45
Taruhan Bawa Sial
46
Hari Suram Bagi Chandra
47
Hari Cerah Bagi Stela
48
Intermezzo
49
Author Lagi Bingung Mau Nulis Apa
50
Aku dan Gaunku
51
Wana Sedang Belajar
52
Ibunya Artha
53
Chandra Si Ayah
54
Janji Pernikahan
55
Teaser After Married
56
S2 : Romansa Pemuda 1
57
RP 2
58
RP 3
59
RP 4
60
RP 5
61
RP 6
62
RP 7
63
RP 8
64
RP 9
65
RP 10
66
RP 11
67
RP 12
68
RP 13
69
RP 14
70
RP 15
71
RP 16
72
RP 17
73
RP 18
74
RP 19
75
RP 20
76
RP 21
77
RP 22
78
RP 23
79
RP 24
80
RP 25
81
RP 26
82
RP 27
83
RP 28
84
RP 29
85
RP 30
86
RP 31
87
RP 32
88
RP 33
89
RP 34
90
RP 35
91
RP 36
92
RP 37
93
RP 38
94
RP 39
95
RP 40
96
RP 41
97
RP 42
98
RP 43
99
RP 44
100
RP 45
101
RP 46
102
RP 47
103
RP 48
104
RP 49
105
RP 50
106
RP 51
107
RP 52
108
RP 53
109
RP 54
110
RP 55
111
RP 56
112
RP 57
113
RP 58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!