Sebelum melanjutkan cerita Candra dan para TPL, mari beristirahat dan mundur sampai Driverman berhasil menemukan anak yang memiliki rambut hitam dengan tatapan penuh cahaya ketika melihat DriverMan.
***
Kantor polisi terlihat begitu ramai karena maraknya kejadian penjahat di seluruh negeri. Dampak dari TPL membuat para Penjahat makin berani, Driverman juga menjadi sibuk karena para penjahat kelas atas juga malah makin melunjak ketika melihat para penjahat kecil untuk melakukan tindakan kejahatan mereka.
Beberapa orang terlihat menangisi apa yang terjadi. Semua orang mulai dipenuhi rasa takut akan masa depan yang gelap. Semua orang mulai kebingungan cara bertahan hidup ketika melihat segala kekacauan di kota. Kepolisian yang hanya bisa mengurusi tingkat perampokan dan pencurian benar-benar sulit. Pahlawan juga bukan makhluk yang tidak pernah lelah, dan Pahlawan juga sangat terbatas tidak bisa dibilang seperti polisi yang semua orang bisa. Tetapi layaknya sebuah orang-orang berbakat dan memiliki kecocokan saja yang bisa jadi Pahlawan.
Semua orang langsung terkejut ketika melihat Driverman datang ke kantor Polisi. Semua orang langsung memohon pada Driverman untuk membantu mereka. Semua permohonan mereka benar-benar sulit untuk ditolak, tetapi Driverman benar-benar suatu yang tidak bisa dihancurkan hanya karena pemohonan.
“Tuan Driverman mohon bantu kami!”
“Driverman, kami mohon untuk…”
“Mohon selamatkan.”
Driverman dengan aura kesal dari tubuhnya membuat semua orang mundur. Dia tahu dia seorang Pahlawan untuk menyelamatkan semua orang, tetapi ada anak kecil yang harus bertemu dengan orang tuanya.
“Saya tidak bisa mengabulkan semua orang secara bersamaan.”
Wajah mereka langsung merasa kecewa karena Driverman tidak bisa menolong mereka.
“Tetapi, saya akan memanggilkan pahlawan lain untuk mengatasi masalah kalian.”
Semua orang langsung senang akan kalimat tersebut. Driverman yang hanya bisa memikirkan cara itu, memutuskan untuk menggunakan HP dia dan menekan tombol pemanggilan para Pahlawan yang bisa dihubungi oleh dia.
Suara mesin, suara kilat, Suara Angin kencang, Suara langkah kaki langsung masuk ke dalam kantor polisi. Ada sekitar 20 Pahlawan dengan kekuatan super sudah siap membantu warga sekitar di bawah nama Driverman. Mereka semua langsung datang karena Driverman yang meminta untuk datang dan Driverman adalah bos mereka.
“Lu semua urus orang-orang ini. Saya mau urus anak ini dulu.”
Ketika semua orang sudah sibuk. Driverman langsung menuju tempat Polisi. Lebih jelasnya dia akan bertemu dengan teman lamanya di kepolisian. Dia akan disuruh menunggu jika bertanya pada Polisi secara langsung. Dia memutuskan langsung masuk dan pergi keruangan yang secara khusus dikunci hanya untuk orang-orang penting saja.
“Aurora lu disini kan?”
Tanpa ragu Driverman langsung menendang pintu.Akibatnya pintu tersebut bukan terpental malah hancur menjadi debu karena tendangan Driverman. Pintu tersebut langsung menjadi serpihan kayu yang bertebaran ke seluruh ruangan.
“Div.. Driverman. Bisa tidak lebih tenang.”
Gadis mengenakan seragam kepolisian yang agak berbeda. Tetapi corak dan atribut dibuat sama persis. Hanya model pakaian yang agak disesuaikan dengan tubuh gadis bernama Aurora tersebut.
Dia menahan serpihan tersebut dengan perisai tembus pandang dengan tulisan Polisi. Sebuah perisai yang digunakan untuk melawan para amukan masa. Perisainya yang terlihat terbuat dari plastik tetapi Perisai tersebut sangat kuat untuk menahan pukulan keras.
“Aurora. Coba cari berkas tentang anak dengan wajah seperti ini?”
“Tunggu.”
“Kenapa? Padahal gue sudah capek-capek cari lu.”
“Div. Driverman mohon untuk tenang, kami ini manusia biasa.”
“Jangan bohong! Lu kan bisa melihat identitas seseorang dengan sekali lihat.”
“Kau meminta menggunakan kekuatan itu! Baiklah, nanti jangan lupa bayarannya!”
‘Nih. sudah cukup.”
Setumpuk uang langsung turun ke meja kepolisian. Tidak diragukan bahwa setumpuk uang tersebut asli, dan merupakan nilai uang terbesar di negara ini.
“Baiklah. Padahal mau minta hal lain. Bawa anaknya sini.”
Gadis kecil rambut hitam terlihat memegangi kaki Driverman begitu erat, wajah disembunyikan di balik kaki kanan Driverman. Kedua kaki dia terlihat begitu gemetar karena melihat Aurora yang sudah melambaikan tangan.
“Cepat pergi sana!”
Anggukan kecil dari gadis tersebut membuat Driverman lebih tenang dan membiarkan dia melepaskan genggaman tangan. Langkah kecil tapi pasti menuju Aurora yang sudah membukakan tangan layaknya seorang ibu.
Ketika tatapan mata Aurora dan gadis tersebut saling bertemu. Sebuah ingatan masuk kedalam Otak Aurora. Sebuah ingatan yang memperlihatkan orang-orang dengan baju operasi yang membawa pisau tajam yang memantulkan cahaya lampu yang diarahkan pada perut.
Aurora yang menerima ingatan tersebut langsung melompat mundur selayaknya habis melihat horror. Wajah dia langsung pias dan terlihat sudah mengalami sesuatu yang buruk. Mata yang kosong sembari kehilangan keseimbangan karena hal tersebut terjadi dengan seketika.
“Woy, kenapa lo!?”
“Buruk. Ini benar-benar buruk.”
“Aurora, cepat katakan apa yang kau lihat?”
Gadis kecil langsung menatap Aurora dengan tatapan mayat hidup yang berniat memakan Aurora. Tangan kanan gadis kecil tersebut langsung berubah menjadi gumpalan daging hitam yang tepat pada ujungnya sebuah tulang tajam yang siap menusuk.
“Woy, bocah berhenti.”
Semua gumpalan daging langsung menyusut dan kembali menjadi tangan kecil yang harus dilindungi. Kesadaran gadis tersebut langsung pulih, tetapi keadaan mental tidak stabil membuat dia jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Ketika gadis tersebut hendak roboh dengan sigap Driverman langsung menangkap agar kepalanya tidak jatuh ke lantai. Tubuh dia bukan manusia biasa, tetapi melihat seorang gadis kecil jatuh, benar-benar suatu yang tidak enak dilihat oleh semua orang.
“Aurora, cepat katakan apa yang lo lihat?”
“Tidak tahu?”
Cairan merah mengalir keluar dari kelopak mata Aurora. Tidak terlihat ada luka yang serius tetap darah yang keluar adalah asli bukan merupakan perwujudan ilusi atau semacam air minum merah.
“Woy. apa yang lu lihat?”
“Soal itu?”
Tubuh dia langsung lemas dan sangat sulit untuk mempertahankan diri. Dia memutuskan untuk menopang tubuhnya dengan tembok yang sangat kokoh. Kesadaran yang dia miliki mulai hilang, tatapan mulai berat dan perasaan tenang muncul pada akhirnya dia pasrah untuk terlelap dalam sebuah mimpi.
“Sialan, apa yang terjadi?”
Tanpa kesabaran kaki Driverman langsung menendang tembok sampai berlubang. Dia pergi terbang membawa kedua gadis tersebut menuju rumah sakit terbaik sesegera mungkin.
Driverman sadar ketika membawa gadis tersebut, detak jantung dari sang gadis tidak terasa tetapi alat pendeteksi mental dan jiwa milik Driverman menandakan bahwa dia hidup. Keadaan yang tidak jelas membuat Driverman makin sulit untuk memilih tindakan.
Ketika dia membawa pada rumah sakit, pihak disana juga sudah menyiapkan kasur untuk dua orang. Semua medis langsung dikerahkan untuk mereka berdua yang tidak sadarkan diri karena insiden yang masih belum jelas.
“Dokter bawa mereka ke ruangan khusus perawatan Pahlawan”
“Baik, jika itu permintaan Driverman.”
Driverman ikut berjalan di samping kasur Aurora yang masih belum menunjukan tanda-tanda sadar dan bahkan dia tidak terlihat bernafas. Satu-satunya harapan dia adalah detak jantung milik aurora masih berdetak.
“Sialan apa yang terjadi sih? sampai terjadi seperti ini.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments