3

“Ahhh. benar juga, tadi saya datang pake angkot.”

Candra si Kroco merasa tenang setelah mengingat kejadian tersebut. Hatinya menjadi lebih tenang sesudah mengingat kejadian konyol sebelumnya.

Secara mengejutkan tidak terdengar suara ledakan sedikitpun, dan bahkan tangan kanan Candra tidak terluka.

“Hei apa yang kau lakukan pada Blaster?”

“Tidak tahu.”

“Jangan jadi bodoh, tangan kiri mu kan yang menahan lubang meriam nya.”

“Benar, tapi saya tidak tahu.”

Candra merasa bersalah dengan apa yang terjadi, ditambah penampilan tadi sangat cocok untuk jadi penutup.

Tidak jauh dari lokasi, seketika terdengar ledakan besar dan membuat gempa.

“Prajurit 45, Operasi berhasil, kau boleh mundur!"

“Baiklah.”

“Apa yang kalian rencanakan?” Driverman benar-benar mengeluarkan tatapan mengerikan pada Candra.

“Saya juga tidak tahu.”

“Dasar Pembohong kau pasti salah satu boss mereka.”

“Jangan bodoh, Aku ini cuma orang kerja paruh waktu aja.”

“Mana ada, jadi penjahat cuma paruh waktu.”

“Tapi itu kenyataannya.”

Driverman dengan kasar melempar Candra jauh-jauh ke langit.

Seketika dalam pikiran Candra, “ini kesempatan yang bagus. agar diriku busa kabur layaknya penjahat-penjahat di film anak-anak.”

Candra mengambil nafas dalam-dalam dan bersiap mengeluarkan teriakan keras

“SIALNYAAAA..” Teriak Candra yang terinspirasi dari film pokemon ketika tim roket dikalahkan.

Tidak lama kemudian cahaya mengkilap di langit dan seketika keberadaan Candra menghilang tepat di langit.

********

Di markas Penjahat semua pasukan kroco sudah terkapar lelah dan ada seorang yang tidak sadarkan diri. Orang yang tidak sadarkan diri dibawa ke sebuah ruangan untuk melakukan pengecekan medis. Untuk orang yang masih bisa membantu akan diminta agar membantu para tim medis.

“Akhirnya selesai juga.” Candra yang melepas helm dan mengambil nafas segar.

“Nomor 45, kamu disuruh datang ke lab si ilmuwan.” ucap teman Kroco yang suaranya dalam.

“Kamu. Nomor..”

“Aku, Nomor 13.”

“Terima kasih 13.”

“Bukan apa-apa.”

Candra langsung pergi ke ruang Lab si Profesor.

Tempat disana tidak bisa dibilang berantakan, tapi tidak juga dibilang rapih. Beberapa barang uji coba masih berserakan, tapi berkas kertas tersusun rapi di dus. Ruangan yang terasa panas karena AC tidak berguna disebabkan banyaknya alat yang mengeluarkan panas.

Candra kembali melihat Ilmuwan yang kali ini rambutnya lebih berantakan dari sebelumnya. Rambut Ilmuan sekarang benar-benar mengembang bahkan sudah hampir bulat. Penampilan baju juga sudah tidak karuan, secara beruntung tidak mengeluarkan aura seksi, mungkin karena dada gadis itu yang memang tepos.

Seketika Ilmuwan mematahkan pulpennya.

“Ini pasti bahas dadakan?” Entah kenapa dia berbicara seperti itu.

“Ilmuwan kenapa memanggil saya?”

“Aku ingin membahas Battle Suit yang kau gunakan.”

“Memang kenapa battle Suit, atau armor ini.” Candra merasa aneh dengan pembahasannya.

“Aku membuat setiap Battle Suit agar bisa berkembang sesuai pengguna, tetapi sampai saat ini tidak ada yang berhasil.”

“Terus.”

“Sampai kau datang, Penelitian ku akhirnya membuahkan hasil.”

“Ohhh. apa saya dapat Bonus?”

“Secara pribadi aku tidak bisa memberi mu bonus.

"Kenapa?"

"Tentu karena masalah dirimu dan diriku itu sama.”

“Sama?”

“Tentu kita ini sama-sama miskin.”

Seketika Candra terkejut layaknya tersambar petir karena mendengar ucapan dari Ilmuwan.

“Saya bekerja disini juga karena butuh uang. Untung saja saya punya Berkah untuk membuat senjata."

Sebuah ekspresi sedih dari Ilmuwan langsung muncul.

"Tetapi Takdir berkata padaku agar menjadi miskin, karena nafsuku untuk membuat karya besar, karena itu diriku memutuskan untuk mencari dana dan berakhir masuk jahat ini.”

Seketika dalam pikiran Candra, kenapa gak masuk organisasi Pahlawan saja, bukanya lebih terjamin soal uang.

“Maaf, kenapa tidak pergi ke organisasi Pahlawan?”

“Saya pernah ke sana, tapi saat aku bekerja di sana, uang memang terjamin, tetapi kebebasanku hilang.”

“Begitu, kenapa gak Organisasi penjahat lebih besar.”

“Mereka, Sama saja, banyak aturan yang bikin kehebatan diriku ditahan.”

Dalam hati Candra, “Kenapa gak ikuti aturan dulu.”

“Disini sangat nyaman, Boss di sini Goblok, selama saya memberikan Action Figure penjahat dia pasti mengijinkan ku. Sekretaris masih pemula tetapi untuk Wakil Leader disini , dia benar-benar pintar, dia bisa mengatur walaupun keadaan kacau ulah Boss Goblok. Lihat disini Surga bagi penemu seperti ku.”

Dalam Hati Candra” Ahh begitu.”

“Hampir lupa. Jadi kenapa saya dipanggil?"

“Kostum mengalami perkembangan.”

“Jadi, tetap gak ada bonus?"

“Sudah dibilang aku ini miskin.”

“Jadi mau apa manggil ku kalau gak ada bonus.”

“Sebenarnya ingin meminta padamu untuk bekerja disini lebih lama.”

“Satu kali saja, aku sudah hampir mati loh.”

Seketika pintu Lab dibuka dengan tendangan keras, membuat mereka berdua kaget.

“Leader, dan Wakil Leader.”

“Jadi kamu nomor 45.” Ucap Wakil Leader dengan tatapan tajam

Seorang gadis dengan umur di atas Candra dan Profesor. Secara penampilan wajah dia terbilang sangat muda, dan bisa dibilang umur siap untuk menikah.

Wajah yang indah dan bahkan sangat terbilang Top kelas dari seorang gadis. Rambut yang cukup panjang tapi diikat agar tidak mengganggu kerja. Dia menggunakan mengenakan semacam jubah dan dibalik jubah tersebut adalah seragam militer, seragam dibalik jubah merupakan seragam formal kantor ini.

“Leader, bagaimana pendapatmu?”

Leader terlihat memiliki sosok misterius dengan menggunakan topeng menutupi wajah. Terlihat rambut putih yang disisir ke belakang. Dia sama-sama menggunakan mantel ala Wakil Leader.

Tinggi Leader jauh lebih tinggi dari Candra yang terbilang tertinggi di antara Profesor dan Sekretaris.

“Mantap, dan Keren.”

Jawaban yang sangat ceria untuk seorang Boss penjahat, dia juga menggunakan intonasi tinggi karena begitu senangnya

Seketika Wakil Leader menendang keras bokong Leader dengan keras. Dalam keadaan kepala jatuh Wakil Leader berteriak dengan keras sampai terdengar ke Candra dan Ilmuwan.

“Kau ini Boss penjahat, cobalah lebih serius!"

“Benar, saya ini Boss disini.”

Ilmuwan kemudian berbicara pada Candra, “seperti inilah mereka.”

“Mohon maaf, saya terbawa suasana.”

Leader mencoba mengembalikan nama baiknya. dia sekarang mengeluarkan Suara yang terdengar jelas

“Kekuatanmu membuat kami terkejut, dan kami berharap kau datang pada kami," Ucap Leader

“Apa gajinya besar?”

“Ehhh. soal itu?” Seketika Leader panik ketika bahas Uang.

Dalam pikiran Candra,”jangan bilang mereka sedang kritis. Juga.”

“Tenang saja, kami sudah siapkan rencana untuk memulihkan keuangan, tapi rencana ini akan berhasil jika kau ikut.”

“Berapa besar?”

“Tiga kali lipat dari gaji paruh waktu.” Wakil Leader seketika mengeluarkan sebuah Amplop yang merupakan bayaran untuk Candra,” ini bayarnya.”

Candra melihat Amplop yang sangat tebal. Ketika dia melihat isi dari Amplop tersebut. keringat dingin langsung mengalir.

uang dalam amplop bukan uang yang bisa dia dapatkan dalam sehari. dia sekarang sudah bisa memenuhi kehidupan sehari-hari untuk 2 bulan penuh.

“Ini bonus karena dirimu rencana berhasil dengan sempurna, Sisanya ada Di Rekening mu.”

Saat berhasil menghitung dia makin terkejut karena uang tersebut sudah cukup untuk membeli mobil mewah.

“Bagaimana? Apa kau tertarik?”

“Tentu jawabannya sudah jelas.”

"Aku ambil."

Saat ini juga Kehidupan Candra sebagai Penjahat dimulai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!