Ruangan yang gelap dan terkurung akan beton abu, pijakan yang terlihat dari tanah yang dikeraskan menggunakan semen. Lampu tidak ada yang bercahaya sedikitpun karena listrik yang mati. Aroma bensin terasa begitu kuat menusuk hidung, untung saja Leader menggunakan topeng yang bisa menahan aroma busuk.
“Apa benar disini?”
“Tenang, ini lokasinya.”
“Hei Sekretaris, boleh tanya ini benar garasi?”
“Ini garasi kok.”
Leader dan Sekretaris saling berbicara menggunakan alat komunikasi jarak jauh. Alat komunikasi Leader menempel pada topeng yang digunakan, dan jubah yang menutupi sebagai tubuhnya.
Mata yang membulat karena melihat betapa luasnya garasi yang menyentuh luas parkiran bawah tanah yang suka ada di Mall. jalanan yang terlihat sudah berdebu, banyak tapak hitam bekas mobil keluar masuk.
“Seharusnya mereka segera datang.”
Langkah kaki dari puluhan orang mengenakan pakaian jas hitam berdasi. Celana hitam yang menyatu dengan jas hitam mereka. Dibalik jas terlihat mereka menggantungkan Revolver model tua pada sabuk celana mereka. Beberapa orang terlihat membawa cover besi yang dikunci dengan gembok baja.
Melihat dari setelan mereka yang sangat rapih dan berkarisma menandakan bahwa mereka bukan penjahat kelas teri seperti pasukan TPL. mereka memiliki nama yang besar dan pasti memiliki hubungan dengan organisasi besar dan pasti berbahaya jika sendiri.
Tetapi berbeda bagi Leader yang persetanan dengan nama dan latar. Dia orang bodoh dengan sekitar. dia berani bertindak untuk menggapai mimpi yang dia impikan, meski melawan seluruh orang di dunia. Sekarang melihat setelan ala mafia tersebut tidak membuat Leader mundur selangkah pun.
“Mereka, Dari keluarga La Macchina.”
“Apa mereka terkenal?”
“Mereka kelompok tua, dan mereka penganut aturan lama. Cukup jarang orang dengan kekuatan super. Melihat dari kamera mu, mereka semua hanya pasukan kecil saja, tapi kenapa hanya pasukan kecil?”
“Apa mereka sedang krisis?”
“Tidak, nama mereka tetap baik, bahkan mendunia. Tapi hal itu tetap mengganjal.”
Leader yang sudah siap menerjang mereka, tapi Sekretaris memerintah untuk berhenti karena ingin informasi lebih luas.
Baru satu pihak saja yang datang, melihat dari keadaan. Keluarga La Macchina yang akan membeli sesuatu dari pihak satunya. Mereka terlihat sangat serius menjaga koper tersebut layaknya pada koper tersebut berisi penuh permata dan emas.
“Leader, aktifkan pendengaran jarak jauh.”
“Baiklah.”
Sebuah fungsi yang sangat berguna dan merupakan buatan dari Ilmuwan yang selalu dipasang pada kostum tempur pasukan TPL. Mendengar jarak jauh sangat berguna di keadaan yang sepi karena jika saja dalam keadaan yang penuh dengan orang pasti sangat kacau karena segala suara masuk kedalam telinga.
Mereka para pasukan La Macchina berdiri di salah satu tiang melindungi koper mereka yang menjadi taruhan mereka. Pembahasan mereka terdengar main, tapi informasi tetap masuk.
“Kalian tahu maksud Si putih apalah gitu?”
“Si putih, boss selalu berkata seperti itu. Dia ingin ramuan kekuatan Si putih.”
“Si putih, mungkin maksudnya White.”
“Itu, semua orang memanggilnya si Putih.”
Si Putih atau memiliki nama Asli White. Pada sebuah berkas yang dibaca para 3 Kroco pernah muncul. White, atau tujuan penelitian ilmuwan mansions yang ingin membuat salinan White, atau makhluk yang lebih kuat dari White. Mereka semua membahas si Putih yang merupakan makhluk paling berbahaya.
Leader dan Sekretaris seketika sadar akan maksud Si putih atau memiliki nama White. Mereka memikirkan orang yang sama, dan orang yang bersekolah yang sama dengan mereka. Adik kelas mereka yang merupakan seorang gadis dengan kulit pias dan rambut putih dengan aroma darah yang kental, dia adalah keberadaan paling tidak bisa dilawan karena kekuatannya.
“Jangan bilang dia kah.”
“Padahal dia masih SMA.”
Mereka sempat berpikir tentang siapa White yang memperkirakan bahwa dia adalah adik kelas mereka. Tetapi sebuah kalimat dari anggota La Macchina membuat mereka berubah pikiran.
“Si putih itu sudah sejak Bos masih muda loh.”
“Jangan bodoh, dia berarti berumur setengah abad.”
Mendengar kalimat tersebut mereka berubah pikiran bahwa adik kelasnya adalah Si putih. Mereka mulai berpikir maksud si putih atau White itu apa. Makhluk seperti apa, menurut pembicaraan mereka bahwa White memiliki bentuk manusia, tetapi tidak ada yang mengetahui penampilannya.
“Ada yang datang.” Sekretaris memperingati Leader.
Seorang dengan mantel yang berkibar entah karena angin atau cuma gerakan orang tersebut yang membuat mantel terasa begitu berkibar. Mantel hitam dengan bagian dalam berwarna ungu bercahaya membuat kesan jahat terasa saat dilihat, dan bahkan lebih keren kostum pria tersebut dari pada Leader.
“Kalian terlihat menepati janji kalian.”
Para La Macchina langsung mengambil posisi untuk transaksi. 4 orang membawakan koper besi dan mengarahkan para pria misterius tersebut. Sisa dari mereka langsung mengambil posisi untuk melakukan tindakan perlawanan jika pria misterius tersebut melakukan tindakan diluar transaksi.
“Hanya saja, apakah tidak terlalu banyak memanggil orang. Padahal aku bilang 10 orang saja.”
“Soal itu tidak pentingkan, selama barang tetap sampaikan?”
“Benar sih. Tetapi aku suka janji ku. Jika tidak biarlah, tinggal kurangi saja.”
Mafia La Macchina langsung berbalik panik melihat genangan darah mengalir dari kaki mereka.
Semua orang yang ada di garasi langsung dibunuh dengan cara yang tidak diketahui. Tidak ada yang melihat karena tidak ada pencahayaan. Semua orang langsung berniat dibunuh, tidak terkecuali Leader.
“Leader, kau tidak apa-apa. Kamera mu mati.”
“Hei cepat jawab.”
“Woy, jangan main-main.”
“Bodoh, jangan bermain-main.”
“Mohon jawab.”
“Wah hampir saja.” Suara Leader terdengar langsung pada telinga Sekretaris yang panik karena hampir kehilangan Leader.
“Apa ini, sebuah. Pisau tapi hitam pekat.”
Leader yang tepat depan wajah sebuah pisau hitam yang sangat pekat, dengan aura membunuh dari pisau tersebut. Untung saja Leader bereaksi dengan cepat dan langsung menggunakan kekuatan perisai tak hancurnya. Hanya saja waktu dia hampir telat membuat pisau tidak memantul, tapi terkunci pada perisa tak terlihat Leader.
“Sialan kau Leader. Sepertinya itu semacam kegelapan, atau bayangan. Simpelnya orang itu bisa mengendalikan kegelapan.”
“Berkat penglihatan malam pada topeng ini diriku bisa selamat.”
“Benar. Sebaiknya berterima kasih pada Ilmuwan.”
Suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah Leader. Tentu Leader yang merupakan seorang pemimpin organisasi jahat langsung sadar dengan suara langkah tersebut, dan langsung mengambil posisi.
“Hei. Anak-anak La Macchina, Apa dia anggota kalian?”
Senter langsung disemprotkan pada Leader, dan laser merah yang dipasang pada Pistol langsung tepat pada kepala Leader.
“Bukan. Jangan bilang.”
“Wahahaha. Perkenalkan diriku pemimpin organisasi TPL. Panggil aku Leader.” entah Goblok atau berani. Leader langsung angkat suara ketika Senter disorot kan pada Leader.
“Pihak ketiga kah. Menarik. Kau akan mati disini. Kau Mengganggu dan hal itu bisa membuat Marah tuan Wrath”
Leader dengan sadar ada sesuatu di belakangnya dan langsung membuat perisai tak terlihatnya.
“Dark Shadow Clone. Ternyata kau bisa menggagalkannya.”
Leader langsung melihat bayangan hitam berbentuk manusia yang kapak yang siap membunuh dirinya. Ketika melihat dengan penglihatan malam, dia sadar bahwa dirinya sudah dikepung oleh pasukan bayangan yang membawa senjata tajam.
“Mau seberapa banyak pasukan bayanganmu. Tetap tidak akan bisa menghancurkan perisai ku.”
“Jangan begitu senang. Ini masih permulaan.”
Para bayangan langsung mengumpul pada satu bayangan, dan mulai membentuk wujud yang baru dan bahkan memiliki ukuran yang sampai menyentuh langit-langit Garasi yang seukuran parkiran.
Monster bayangan berukuran besar. Membawa palu raksasa yang siap menghancurkan perisai tak terlihat milik Leader. Ayunan besar langsung diarahkan, dan membuat tiang-tiang penopang, ketika terkena semua langsung runtuh karena kekuatan monster bayangan tersebut.
“Percuma.”
Tepat sekitar 3 meter dari Leader serangan monster bayangan langsung terhenti. Entah kenapa palu dari monster bayangan langsung pecah dan menjadi daging menjijikan bayangan yang memiliki denyut.
“Ouhh. ini di luar dugaan ku.” Orang dengan jubah langsung terkejut dengan kekuatan Leader.
“Inilah kekuatan Leader. Perisai kebanggaan ku.”
“Kalau begitu, harus lebih serius.”
Sial untuk pria misterius tersebut. Sebuah ledakan langsung menghancurkan atap garasi. Efek ledakan langsung mengenai monster bayangan, dan mengakibatkan menghancurkan seluruh tubuh bayangan. Belum sial lagi bahwa pecahan bayangan langsung terkubur oleh akibat ledakan.
“Leader. Kau tidak apa-apa?”
“Ini ilmuwan. Apa yang terjadi?’
“Para Kroco sudah meledakan bom. Ini diluar dugaan, banyak monster di dalam mansion, untuk menyelamatkan diri mereka menggunakan bomnya.”
“Apa mereka selamat. Soal diriku tenang saja. Semua lawan ku lemah.”
“Tenang. Armor mereka tahan dengan bom tersebut. Tetapi Leader sebaiknya pergi, jika tidak garasi juga akan hancur.”
Pria misterius kesal dengan apa yang terjadi. Dia langsung menggunakan kekuatan bayangan untuk menahan kaki Leader.
Leader yang sibuk berbicara tidak menanggapi apa yang terjadi pada kakinya. Dia hanya fokus berbicara pada ilmuwan apa rencana selanjut.
Pria misterius langsung menusukan pisau bayangan dengan kecepatan penuh yang hampir setara dengan Driverman, tetapi kecepatan dia lebih lambat dari Driverman. Maka jika lebih lemah dari Driverman maka kekalahan sudah jelas bagi pria misterius tersebut.
Pisau milik Pria misterius langsung pecah layaknya sebuah kaca. Pisau yang diyakini terbuat dari bahan yang sangat langka dan merupakan salah satu materi terkeras di bumi hancur layaknya sebuah kaca ketika ditusukkan pada perut leader.
“Sialan kau.” Dia langsung menendang leher Leader dengan kecepatan penuh.
Sial lagi bagi dia, sekarang kakinya langsung pecah layaknya balon yang ditusuk oleh jarum. Tulang yang keras pun berubah menjadi lembaran kecil kertas yang disobek, dan daging dan darah yang menghilang entah kemana.
“AHHHHHH.”
Tanpa darahpun, dia merasakan sakit yang sama dengan meledakan kakinya sendiri. Kemarahan makin tidak terkendali, dia langsung memukul dengan tangan kanan tepat pada kepala Leader yang sibuk berbicara dengan ilmuwan.
Dia masih tidak belajar dari pengalaman. Tangan dia langsung meledak layaknya balon, sama persis dengan kaki, pisau , dan balon. Dia tidak mencari tahu tentang kekuatan Leader, dan mengapa dia bisa menghancurkan kaki, pisau dan kepalan tangannya.
“Ahhhh. Monster. Apa-apaan kau ini.”
Para mafia langsung mengarahkan pistol mereka, dan menembakan pada Leader.
Suara hujan peluru tidak bisa dihindari lagi. Tetapi sesudah hujan, terdengar suara pantulan dari peluru yang kembali pada kepala mereka semua. 10 orang yang menembak dengan kompak pada kepala Leader, dan akibatnya kepala mereka terkena peluru mereka sendiri. Semua yang disana akhirnya mati percuma.
“Leader bagaimana keadaan disana?”
“Gimana yah.”
Melihat seorang yang berteriak ketakutan karena kehilangan kaki kiri dan tangan kanan. 10 orang bercucuran dari dari kepala mereka. Genangan darah dari mengalir deras semua korban pria misterius.
“Semua sudah mati.” ucap simpel Leader.
“Begitukah. Leader bawa semua uang dan barang yang dibawa oleh Pria misterius itu.”
Leader langsung membawa 4 koper dari anggota La Macchina. Kemudian memukul mati Pria misterius dengan kekuatan perisai. Ketika pukulan tepat pada kepala, bagian tersebut langsung pecah layaknya balon yang ditusuk oleh jarum.
“Aku akan membawamu. Masalahnya baju keren. Mungkin bisa jadi seragam resmi TPL.”
Dia membawa koper dengan kekuatan Perisai yang melayang, dan membawa mayat tanpa kepala dari pria misterius tersebut menuju markas dengan cara di memanggul tubuh tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments