17

Gadis dengan kulit putih mati tersenyum manis menunjukan dia senang melihat ekspresi orang-orang kaget ketika mengetahui identitas aslinya. Dia tidak memiliki niat untuk menyembunyikan identitas asli jika bertanya apa benar kalau kau Si Putih.

“Maaf membuat kalian kaget.”

Candra dana Ilmuwan masih sok dengan ucapan SI Putih dengan nama yang aneh. Mereka menatap kosong Si Putih dengan tatapan tanpa cahaya karena kesadarannya masih belum kembali karena sok.

“Tenang, diriku ini tidak akan membunuh tanpa alasan. Sekarang diriku punya otak dan hati. Sekarang diriku sama seperti kalian manusia.”

Saklar kesadaran mereka langsung ditekan pada tombol on. Mereka langsung sadar bahwa mereka sedang berbicara dengan mahluk paling berbahaya di bumi. Kemudian mereka memutuskan untuk bertanya satu hal yang penting,

“Kau benar-benar bukan manusia?”

“Whaito dimana kelas Alya?”

Mereka mengatakan hal penting mereka, tetapi pertanyaan mereka tidak sama. Pertanyaan mereka benar-benar tidak cocok sama lain, bahkan tidak ada hubungan sama sekali.

Ilmuwan yang merupakan orang penuh penasaran bertanya tentang kebenaran Si Putih, dan memastikan kalau dia bukan manusia. Mau dilihat bagaimanapun Si Putih memiliki wujud manusia gadis SMA dengan tubuh kecil rambut kuncir dua yang mekar tajam. Dia juga memiliki buah dada yang terbilang kecil, tetapi ukuran buah dada Si Putih lebih besar dari Ilmuwan, itu membuat Ilmuwan agak kesal.

Candra yang bertanya akan hal tidak ada hubungan dengan Si Putih. Dia benar-benar mengutamakan pertemuan Wali. sudah jauh berangkat dari kota dan ke sekolah Paragi yang memerlukan jarak waktu tidak sebentar untuk sampai, mana mungkin dia lewatkan.

“Lokasinya sama kayak waktu kelas satu kok. Cuma di bawahnya aja.”

“Terima kasih.”

Candra dengan kecepatan motor langsung tancap gas dan pergi di antara para debu yang berterbangan.

Sekarang hanya tersisa Ilmuwan dan Si Putih. Keadaan mereka makin berat dan suasana tidak mendukung. Ilmuwan yang takut akan keberadaan Si Putih membuat dirinya tidak tenang. Sebelumnya agak tenang karena Candra ada disana dan membuat suasana jadi encer dan mudah dicerna oleh keadaan mental Ilmuwan.

“Mari kita pindah tempat!” Ujar Si Putih karena pembahasaan ini cukup berat.

Si Putih membawa Ilmuwan pada pinggir lapangan yang terlihat sangat ramai oleh para Siswa dengan seragam mereka. Para Siswa terlihat di bagi dua jenis seragam, satu ada seragam putih yang terlihat suci dan memiliki aura seorang penyihir, dan kedua adalah seragam hitam dengan garis neon biru menyala pada kain hitam mereka, hal tersebut mereka terkesan sangat berpengetahuan akan galaksi.

“Mari jawab, apa benar diriku bukan manusia. Benar kok.”

Tangan kanan Si Putih langsung berubah menjadi gumpalan daging berwarna putih kemerahan. Kemudian tangan kanan tersebut berubah menjadi cakar elang yang sangat putih layaknya lilin dan bahkan dengan warna putih tersebut tidak bisa membuat kalau itu disebut cakar elang.

Ilmuwan bingung akan sesuatu. Mereka membahas pembahasan yang berat tetapi kenapa Si Putih membawa mereka ke tempat yang begitu ramai. Apa dia bermaksud membukakan rahasia besarnya.

“Tidak apakah Menunjukan itu?”

“Benar, kau baru datang kesini.”

Ilmuwan merasa bingung dengan ucapan Si Putih tentang Sekolah Supernatural Paragi.

“Sekolah ini mengumpulkan keberadaan dengan kekuatan Supernatural yang ingin belajar.”

“Maksudnya?”

“Orang yang bersekolah disini bukan hanya manusia. Coba lihat orang disana?” Si Putih menunjuk seorang gadis dengan poni tengahnya hampir menutupi wajahnya.

“Entah kenapa pernah lihat penampilan kayak gitu di game?”

Ilmuwan merasa Deja vu melihat gadis yang ditunjuk oleh Si Putih. Dia sangat yakin bahwa dia pernah melihat wajah gadis berambut abu, ingatannya menunjukan bahwa wajah dan penampilan gadis tersebut berasal dari game Gacha yang tidak asing, cuma di modif.

“Dia manusia buatan, buatan seorang maniak game gacha. Secara kebetulan dia tercipta di dekat sekolah, jadi ku terima saja.”

“Pantas saja.”

“Jadi tidak masalah. Semua orang disini berpikir bahwa salah satu kekuatan diriku adalah perubahan wujud. Tetapi diriku akan menjelaskan kebenaran padamu. Merial Nalaya.”

Ilmuwan langsung mundur setelah mendengar bahwa Si Putih mengetahui namanya. Tentu sampai saat ini tidak ada yang pernah mengetahui nama asli dia kecuali orang-orang yang pernah baca sebuah majalah yang gagal rilis, pada majalah tersebut pun tidak memperlihatkan wajah Ilmuwan.

“Tenang jangan panik begitu. Anggap saja, diriku ini adalah bibimu.”

“Bibi?”

“Diriku akan menjelaskan dengan baik. Umurku sekarang seharusnya sudah sampai 80 tahun lebih, Secara tubuh, kemudian secara pikiran mungkin 23 tahun, dan secara sempurna seperti sekarang hanya 20 tahun saja.”

“Itu tidak menjelaskan apapun.”

Wajah kesal Ilmuwan makin tidak main-main tangan kirinya sudah siap menggunakan sihir penyimpanan untuk mengeluarkan alat tempur miliknya.

“Kau pikir bisa membunuh diriku ini?”

Aura pembunuhan langsung keluar dan tidak tertahan oleh Si Putih. Keberadaan yang merupakan ancaman bagi bumi, sekarang dia mengeluarkan semua keberadaan bahayanya keluar secara penuh, membuat Ilmuwan langsung menurunkan tangan.

“Anak baik. Mari jelaskan lagi secara simpel, kakek mu adalah salah satu ilmuwan yang menciptakan ku.”

“Hah.”

“Tenang, ini bukan kejutan spesial, setidaknya diriku juga ingin menjelaskan pada setiap orang yang memiliki hubungan dengan diriku. Simpelnya ada 25 ilmuwan yang diperintahkan untuk menciptakan senjata massal, tetapi karena insiden bom Hiroshima dan Nagasaki diriku tercipta secara tidak sempurna.”

“Tetapi kakekku selamat loh?”

“Benar, waktu itu negaramu sudah merdeka kan. Ilmuwan penting seperti kakekmu di pulangkan, untuk melakukan semacam rapat kemerdekaan apalah. Sebelum dia pulang lab penelitian di kota tersebut langsung di bom. Akhirnya tidak ada peneliti yang selamat, kecuali kakekku.”

“Maksudmu karena kau ciptaan kakekku, kau menggapainya kakekku adalah ayahmu.”

“Anggap saja seperti itu.”

Ilmuwan tahu bahwa Kakeknya seorang ilmuwan yang hebat, tetapi tidak pernah ada bukti hasil penelitian yang nyata. Semua berkas kakeknya hanya sebuah lembaran biru yang belum jadi apapun, dan hanya hitungan mentah saja. Maka dari itu Ilmuwan menggunakan hitungan tersebut untuk membuat nama.

“Sepertinya besi itu dibuat dari cetak biru kakek mu?”

Si Putih langsung menunjuk dada Ilmuwan yang terlihat agak menonjol akan sesuatu. Tetapi satu kalimat tersebut memberi tahu hal penting pada dada Ilmuwan. Dada Ilmuwan tidak begitu besar, dan agar terlihat besar menggunakan hasil penelitiannya.

“Apa maksudnya?” Ilmuwan langsung memalingkan wajahnya.

“Diriku sedang serius loh. Ini penting untukmu kedepannya. Besi itu sama dengan daging diriku, hanya saja besi itu belum sempurna, dan hanya mendapatkan kekerasannya saja. Jika kau berhasil, dirimu bisa membuat seperti ini.”

Si Putih langsung membusungkan dada karena ingin memperlihatkan sesuatu. Tidak lama kemudian, dada Si Putih membesar dengan secara perlahan tapi pasti akan pertumbuhan tersebut.

Wajah Ilmuwan langsung mengeluarkan ekspresi terkejut karena dada bisa tumbuh dengan cepat. Seketika dia paham apa yang dimaksud Si Putih, besi buatannya adalah cetak biru belum sempurna milik kakeknya, dan hasil sempurnanya adalah Si putih.

“Boleh ku sentuh.”

“Tentu.”

Ilmuwan langsung menyentuh dada Si Putih dengan hati-hati, tetapi itu hanya awal saja. Ketika dia merasakan sensasi yang sangat tidak asing di tangannya langsung nafsu akan penelitian makin menjadi. Dia langsung menggunakan kedua tangan untuk menyentuh dada Si Putih.

“Ini, benar-benar dada.”

“Benar sekali.” SI Putih normal saja tidak merasakan apa-apa.

“Jadi, itu maksudmu Bibi Putih.”

“Benar sekali. Kau bisa membuat dada palsu yang paling sempurna, dan merupakan ancaman bagi bumi, kemudian panggil diriku Mito.”

“Mohon bantuannya Bibi Mito.”

“Hubungi diriku jika perlu bantuan.

Mereka langsung melakukan jabat tangan penuh janji yang tidak pernah akan dilepas oleh siapapun dan bahkan tidak akan lepas hanya karena bumi hancur. Mereka akan membuat penemuan yang membuat semua perempuan memiliki dada penuh harapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!