9

Misi dibagi menjadi tiga tim, pertama Tim pengambilan transaksi yang hanya berisi Leader yang akan menyerang transaksi gelap dan mengambil segala uang mereka, kedua adalah Tim pemulung yang merupakan tiga Kroco senja yang diperintahkan untuk mengambil barang bekas ilmuwan gila di bawah arahan Ilmuwan TPL. Kemudian penjaga yaitu Candra yang menjaga agar tidak ada pihak yang masuk terutama pahlawan.

Candra menikmati depan gerbang mansion sembari menikmati sebuah minuman kaleng dengan promosi iklan superhero Driverman yang menunjukan kalengnya. Uap dingin dari kaleng membuat tangan Candra merasa hidup.

Panas terik menembus pada armor hitam yang digunakan oleh Candra. Sudah warna hitam ditambah terbuat dari besi membuat suasana menjadi sangat panas. Fungsi pendingin belum diperbaiki sejak kejadian di bank karena terjatuh di punggung terlebih dahulu.

“Panas. Rasanya seperti di oven.”

“Yo Kapten., coba aktifkan sirkulasi udara. Aku lupa jelaskan beberapa sistem baru untuk dirimu. Tapi lihat saja di manualnya yang ku kirim.”

“Tunggu, caranya gimana?”

Seketika semacam interface langsung muncul di hadapan Candra. Disana banyak menjelaskan banyak hal. Sebuah Fungsi Pembenaran sendiri, Sirkulasi udara, Boost, dan Hero Heart Battery. Hampir semua fungsi dijelaskan oleh interface pada armor buatan Ilmuwan TPL.

“Ohh ini. Benar-benar berguna.”

Udara panas berganti masuk dengan udara dingin menggunakan sirkulasi udara yang terpasang di punggung Candra. Membuat dirinya seperti diberi AC.

Sebuah ledakan langsung terdengar dari dalam Mansion. Ledakan yang tidak begitu besar, tapi sebuah ledakan bisa membuat seorang pahlawan datang untuk melihat keadaan. Sekarang tugas Candra sudah datang, menunggu dan menghalangi pahlawan yang datang.

Terlihat dari kejauhan seorang yang membawa meriam berukuran besar hanya dengan kedua tangannya. Mentari membuat pemandangan terasa bergetar tidak karuan, tetapi Candra tahu betul hanya dengan melihat siluetnya.

“Ouhhh. Beruntung sekali. Driverman yang datang.”

Driverman seorang Superhero yang dihadapi oleh Candra, dan membuat dirinya menjadi terkenal. Candra yang merupakan Fans Driverman membuat dirinya tidak sabar untuk bersalaman dengan Driverman. Hal tersebut membuat mereka penuh semangat untuk saling bertemu

“Driverman.” teriakan jantan Candra langsung berlari pada Driverman.

“Lo lagi.”

Tanpa melihat wajah saja sudah jelas tatapan Driveman bukan tatapan seorang pahlawan yang ingin melindungi seseorang. Melainkan seorang yang ingin membalas dendam pada Candra yang telah mempermalukan dirinya.

“Driver Arm Bust.”

Meriam raksasa langsung menghilang layaknya dihisap ke dimensi lain. Kemudian sebuah Sarung tangan raksasa langsung menempel layaknya sudah menjadi bagian dari kostum milik Driverman.

“Mati lo.”

Tinju dilayangkan oleh Driverman, sebuah tinju yang berukuran raksasa dengan dorongan mesin jet pada Arm Bust milik Driverman. Kekuatan tinju tidak terbayang berapa kuat dan berapa tembok akan hancur dengan pukulan secepat jet.

“Apa?”

Tak sempat bereaksi Candra langsung terpental menubruk bangunan warung yang sudah tutup. Banyak piring pecah membuat armornya sangat kotor dengan debu.

“Lo masih belum mati!?”

Driverman langsung tancap gas menggunakan Arm Bust untuk terbang menerjang Candra yang masih mengambil posisi berdiri.

Tanpa ada Reaksi Candra langsung terkenal pukulan telak dan terpental menerobos tembok Warung makan yang sudah tutup.

Punggung Candra langsung mengalami rasa sakit yang bukan main, dia bahkan hampir memuntahkan darah dalam kostum tempur miliknya. Untung saja pada kostum terdapat peredam rasa sakit.

“”Masih belum.”

Pukulan upper cut langsung diarahkan pada Candra. Tinju telak pada dagu dan membuat dirinya terbang ke langit biru, dengan sekejap saja Candra bisa melihat burung yang berterbangan. Awan putih juga membuat tangannya mati rasanya mulai hidup kembali.

“Arm Bust. Full Swing.”

Tinju samping yang tepat saat Candra jatuh dari langit. Sebuah tinju yang menggunakan kekuatan penuh dari Arm Bust, dengan sekali lihat saja api dari Arm Bust sudah seperti ledakan mobil pesawat Jet.

Arm Bust Driverman langsung mengalami malfungsi karena menggunakan kekuatan diluar batas. Asap mesin langsung menutupi Arm Bust dan ketika asap menghilang Arm Bust ikut menghilang.

“Buhkk.” Candra yang tertunduk karena masih belum bisa bangkit dari rentetan pukulan dengan kecepatan sebuah jet.

“Masih belum loh.sudah ku buat 10 set Arm Bust untuk membunuh mu.”

“Arm Bust.”

“Matamu, bukan mata seorang Pahlawan Driverman.”

Ucapan yang tidak pantas oleh seorang penjahat. Dilihat dari manapun ketika Penjahat mengatakan kalimat tidak memiliki poin kepercayaan sedikit, dan hanya mengundang kemarahan bagi lawan bicaranya.

“Lo tahu, siapa yang membuat diriku seperti ini? :gara-gara Lo, semuanya hancur dan bahkan segala yang telah dibuat hancur.”

Driverman langsung memegang kepala Candra yang kesadaran masih belum pulih. Tangan biasa Driverman yang terlatih sangat mudah untuk mencengkram penuh kepala Candra.

“Drive Arm Bust.”

Pada tangan yang tak menyentuh kepala Candra langsung muncul sebuah Arm Bust.

Pukulan keras langsung diarahkan pada perut Candra. Melihat tangan Driverman saja tidak sempat, dan bahkan armor milik Candra mulai rusak dan menunjukan retak parah.

“Woy. Kapten apa yang kau lakukan.” Suara dari alat komunikasi Candra.

Candra hanya bisa diam. Sebuah tetesan air mata mengalir jelas dan membekas pada pipi Candra. Dia merasa telah menghancurkan hati pahlawan kesukaan Driverman, karena itu sekarang dia hanya bisa pasrah dan menerima hukumnya.

“Sialan. Kau Kapten, Lihat Hero Heart Battery.”

“Untuk apa melihatnya, tidak akan bertambah. Kenapa bertambah?

“Seorang pahlawan tetap seorang manusia. Kenapa dia datang kesini, kau pasti tahu kan Capt… tidak Candra.”

“Begitukah. Paham, walaupun Driverman sedang marah. Tetapi Dia tetap seorang pahlawan yang ingin menyelamat seseorang.”

“Tepat sekali.”

Hero Heart Battery mulai terisi penuh karena betapa dekatnya Candra dan Driverman. Mereka saling terhubung walaupun dengan cara yang sadis.

Ketika Hero Heart Battery sudah penuh, saat itu Driverman langsung melempar Candra kedalam mansion.

“Diam disana. Ada tugas yang harus ku kerjakan. Ketika selesai, lo sudah siap Mati.”

Candra langsung bangkit dengan keadaan yang sangat parah. Fungsi dari kostum Candra sudah rusak parah, dan bahkan pemulihan otomatis tidak bisa mengatasinya. Sekarang Candra hanya seorang Pria dengan Kostum rusak yang berharap pada Fungsi Armor yang masih bisa digunakan.

“Tidak akan kau biarkan lewat. Sebelum membunuhku.”

“Jangan bodoh. Lihat tubuh Lo yang sudah tidak bisa berdiri.”

“Hehehe. Senang sekali, pahlawan favoritku khawatir padaku.”

“Khawatir. Seorang seperti lo tidak perlu dibawa khawatir.” Driverman langsung melompat,”Drive Arm Bust.”

Tinju yang tidak terlihat layaknya mesin Jet diarahkan tepat pada kepala Candra.

Kali ini kejadian sama tidak akan terulang. Candra dengan menggunakan Hero Heart Battery yang bisa meningkatkan kekuatan Kostum tempur. Sekarang serangan Driverman bisa sedikit dilihat, tetapi bukan berarti bisa melihat bisa dihindari dengan mudah.

Pukulan telak Driverman berhasil membuat Candra terpental menabrak pagar mansion.

“Bhuhks. Masih belum.”

“Masih belum.” Wajah Driverman makin bersemangat untuk menjatuhkan Candra.

“Saya juga belum menyerah.”

Candra langsung mengarah tinju untuk melawan tinju Driverman.

Cahaya yang mengkilap langsung terjadi ketika kedua tangan langsung bertabrakan dengan membuat semua yang sekitar tidak terlihat sedikitpun. Keadaan memanas ketika melihat mereka berdua bertarung secara bebas tanpa ada pengganggu.

Mau seberapa penuh semangat Candra, tinju Arm Bust masih belum terkalahkan. Sekarang Candra malah terpental ke warung sebelumnya. Dia langsung bangkit dan mulai mengepalkan tinju agar tidak kalah.

“Masih belum.”

Hero Heart Battery terus bertambah berkurang karena mereka saling beradu Tinju. Kecepatan bertambah juga, semakin meningkat karena Driverman merasa dia harus segera menyelamatkan orang yang ada di dalam mansion.

Battery Hero Heart langsung dikuras habis. Sebuah kepalan tinju langsung siap dia adukan dengan Arm bust milik Driverman.

“Cepetan mati sana!” Driverman langsung mengarah tinju dengan kecepatan penuh dan akan melakukan apapun dan membiarkan malfungsi terjadi.

“Arm Bust full Swing.”

“Hero Heart, 70% Punch.”

Pijakan mereka langsung pecah, semua menjadi pecah tidak terkecuali piring dan gelas dari warung. Jalanan retak karena getaran pukulan mereka berdua. Bunyi nyaring terdengar karena getaran dari pukulan membuat semua burung berterbangan menjauh.

Candra yang sudah mengeluarkan 70% kekuatan Hero Heart masih belum bisa menang melawan kekuatan Driverman Arm Bust Full Swing. Kepala dan setengah tubuh Candra langsung terdorong jatuh ke lantai, dan membuat sebuah kawah karena dorongan kekuatan Arm Bust Full Swing.

“Masih belum. Misi masih belum selesai.”

Hero Heart Battery langsung terisi kembali, karena adu pukulan dengan Driverman yang memiliki Hero Heart yang sangat besar. Dia sekarang harus segera pergi kedalam dan pergi menyelamatkan mereka, dalam pikiran mereka.

“Drive Arm Bust.”

“Hero Heart.”

Kedua tangan mereka mengeluarkan semangat api yang membara. Arm Bust terlihat sangat panas, Driverman sudah siap membiarkan malfungsi dan melebihi batas. Pada tangan Candra terlihat sebuah cahaya semangat yang menunjukan Hero Heart yang diambil olehnya dari Driverman.

“Full Swing.”

“90%.Punch.”

Mereka adu tinju kembali. Sekarang keadaan kawah makin besar. Retakan mulai tidak terkendali. Semua kaca pada bangunan mulai pecah secara berurutan layaknya ada sebuah bom yang menggetarkan kota.

“Cih. Lo tidak akan membuatku berhenti disini.”

Tangan Driverman langsung mendorong tangan Candra yang menggunakan kekuatan Hero Heart 90% Punch. Kekuatan dia masih sangat unggul, tetapi pertahan dari Candra tidak membuat semangat Driverman berhenti, malah membuat dia makin semangat untuk menjatuhkan Candra.

“Benar. Mata itu.”

Candra sekali lagi melihat mata yang ingin dilihat. Mata seorang pahlawan yang ingin menyelamatkan dunia. Ketika melihat mata Itu Candra langsung memutuskan untuk menunjukan sisi penjahatnya untuk tidak kalah.

Tangan Candra yang asalnya terdorong dengan kekuatan Driverman terus melawan, dan terus mendorong dan membuat Driverman hampir kalah dalam ronde ini. Semangat Candra dikeluarkan semua, agar bisa melihat sisi Pahlawan Driverman kembali.

“Lo ini!!”

Driverman langsung memaksakan Arm Bust dalam keadaan tidak stabil, dan kekuatan pahlawannya membuat dirinya dan dunia membela dia untuk mengalahkan Candra yang mengganggu tugas pahlawan untuk menyelematkan seseorang.

Pukulan telak langsung memukul kepala seluruh tubuh Candra dan membuat dirinya terpental menuju langit. Mengusir Candra dari pertempuran dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Sialan lo. Menghabiskan waktu ku saja.”

Arm Bust Driverman langsung malfungsi dan meledak tepat di tangan sebelum menghilang dengan kekuatan Driverman.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!