ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)

ketika istriku tak lagi meminta uang (7)

Aku bergegas kembali ke meja kerja ku dan membuka setiap lembaran berkas lalu mencocokkan datang pemasukkan dan pengeluaran keuangan. Memang ada kejanggalan tentang uang pemasukkan yang tidak sama dengan data yang ada di komputer.

Aku mengambil ponsel lalu berencana untuk mengirim video tadi pada Anggara tapi aku takut kalau di sini ada mata-mata. Selesai menyesuaikan berkas tadi aku kembali ke ruangan Pak Anggara untuk mengembalikan berkas tadi. Aku lihat pak Yanto berada di ruangan Pak Anggara.

"Ratih, Ada apa?" tanya Anggara.

"Ahh, tidak ada apa-apa, aku hanya mengembalikan berkas yang bapak minta untuk di revisi tadi," kata ku menyerahkan berkas tadi pada Pak Anggara, sekilas ku lirik pak Yanto yang mulai gelisah di tempat duduknya. Mungkin dia takut kalau Pak Anggara sampai tahu kalau Pak Yanto ikut terlibat dalam penggelapan uang perusahaan.

"Pak Yanto, tolong selidiki siapa yang sudah menggelapkan uang perusahaan," kata Anggara setelah membaca berkas yang sudah ku berikan padanya. lalu aku kembali ke meja kerja, pikiran masih berkecamuk dengan pesan misterius yang masuk ke ponselku.

"Ratih kok bengong, kenapa?" tanya Dewi yang sudah berdiri di depanku, aku merasa kaget lalu memecahkan kebimbangan hati yang dari tadi terus berputar dari tadi.

"Aku tidak apa-apa kok," ucapku duduk di meja kerjaku. Aku mencoba menghilangkan ancaman itu, aku yakin hanya menggertak saja.

Hari sudah menjelang sore, aku pulang dari kantor dan di tengah jalan aku membeli martabak untuk mbak Siti dan membeli susu formula untuk putriku.

Ya, semenjak aku kembali bekerja di kantor. aku memberikan Rania susu formula karena tidak mungkin aku pulang balik untuk menyusuinya. lagian, Rania tidak begitu rewel bersama mbak Siti.

Satu jam perjalanan, aku sampai rumah lalu melihat Mas Rahman juga ibu berada di depan rumah. Ada apa ini, kenapa mereka datang lagi kerumah ku bukan kah mereka sudah ku usir tempo hari. lalu, kenapa dengan beraninya ia datang.

"Mau apa kalian kesini?" tanya ku yang sudah berada di belakang mereka. aku melihat Rania berada di dalam gendongan Mbak Siti.

"Sayang kamu sudah pulang?" kata Mas Rahman tersenyum menggenggam tanganku. aku memicingkan mata ke arah mas Rahman, tumben dia bersikap manis padaku bila tidak ada maunya.

"Ngapain kamu kesini? bukannya kamu sudah ku usir dari sini," kata ku menarik tanganku dengan kasar. ku lihat ibu menatapku dengan tajam.

"kita masih suami istri, sudah seharusnya Mas juga disini dong?" kata Mas Rahman Lagi.

"Sudah jangan bertele-tele, cepat katakan buat apa kalian kesini?" bentak ku dengan suara kasar. Aku masih berdiri di depan pintu sementara Mbak Siti masuk ke dalam rumah.

"kami kemari untuk meminta uang untuk membayar hutang pada Madam Eli," kata ibu menadahkan tangannya. Hampir saja mata ku melotot mendengar ucapan ibu yang meminta uang, aku bukan ATM berjalan kalian yang bisa kalian minta sesuka hati kalian.

"Uang Apa? kalian yang berhutang kenapa harus aku yang bayar," kata ku menatap Mas Rahman dan ibu yang masih berkacak pinggang.

"Sudah tentu, uang tempo hari yang ibu kasih ke kamu itu uang ibu berhutang pada rentenir itu jadi sudah tentu kamu yang harus membayar, gara-gara kamu tidak membayarnya madam Eli marah-marah pada ibu,"

"Itu urusan kalian bukan urusanku, jadi bayar sendiri," kata ku masuk ke dalam lalu menutup pintu dengan keras, ku lihat ibu marah kepada mas Rahman melalu tirai jendela.

Aku berjalan masuk ke kamar dan melihat Rania sedang bermain di dalam box bayi. Sementara ku lihat Mbak Siti sedang membuatkan susu untuk Rania.

"Biarkan aku saja, Mbak Siti bisa istirahat di kamar," kata ku menyuruh Mbak Siti untuk beristirahat karena sudah lelah mengurus Rania dari pada tadi. Aku mengambil botol susu mengantikan tugas Mbak Siti.

"Mbak, tadi ada seseorang mengirim paket," kata Mbak Siti membuat tangan ku berhenti bergerak lalu berbalik menatap ke arah Mbak Siti.

"Paket dari siapa, Mbak," tanya ku teringat pesan dengan yang tadi siang.

"Sebentar saya ambil dulu, Mbak," kata Mbak Siti berjalan ke kamar yang di tempati. Aku melihat di tangannya kotak berwarna hitam, hatiku mulai gundah. takut-takut itu adalah ancaman dari orang misterius itu.

"Apa kamu tahu orangnya, Mbak," tanya ku.

"Tadi kurir yang antar, Mbak." kata Mbak Siti memberikan kotak itu padaku, dengan tangan bergetar aku mengambil kotak tersebut dan mencoba untuk membukanya, dengan degup jantung yang tak karuan. Mbak Siti juga ikut melihat aku membuka kota warna hitam itu.

Pelan-pelan, aku membuka kertas yang membungkus kotak tersebut lalu membuka perlahan, keringat dingin mulai terlihat di pelipis ku begitu juga dengan mbak Siti. Selesai membuka kotak, aku melihat isi di dalamnya.

"Aaa...." Aku melempar kotak itu ke sembarangan, tangan lemah seakan sekujur tubuhku menjadi kaku. Begitu juga dengan Mbak Siti yang juga terkejut melihat kucing yang sudah tidak lagi ada kepalanya. pelan-pelan Siti mengambil kota tersebut lalu membawa ke belakang untuk di kubur.

Siapa orang yang sudah mengirim paket ini, padahal aku belum mengatakan apa-apa pada Anggara. Siapa orang yang melakukan ini semua?

Aku mengambil ponsel lalu mencari Vidio yang tadi siang ku rekam dan mengirim pada Anggara, aku tidak mau menanggung resiko padahal aku tidak tahu apa-apa. Selesai mengirim pesan aku berjalan ke kamar Rania dan mbak Sinta kembali ke kamar, Aku mengangkat Rania dari box bayi lalu memberikan Susu yang sudah ku buat tadi.

Drrrtt.... Drrrtt...

Getaran ponsel membuat aku berhenti memberikan susu pada Rania, ku ambil ponsel yang ada di samping ku lalu membaca terlihat pesan yang tidak ada kontak nama. jangan-jangan pesan dari misterius itu.

Aku langsung membuka pesan itu dan

Prang....

Seperti ada yang pecah, aku berjalan keluar sambil menggendong Rania dan terlihat jendela rumah aku pecah, ku lihat Mbak Siti juga keluar dari kamarnya mungkin kaget mendengar sesuatu yang pecah.

"Apa yang terjadi, Mbak,"

"Ada orang yang melempar jendela sampai pecah Mbak," kata ku berjalan ke dekat jendela lalu tak sengaja aku menginjak sesuatu di bawah.

Kertas! kertas apa ini? aku mengambil kertas lalu membukanya

"Jangan macam-macam, hapus Vidio itu kalau ingin selamat,"

Ancaman apa lagi ini? kenapa dia tahu di mana aku tinggal. AKu membuka pintu rumah, tak terlihat siapa-siapa diluar lalu siapa orang yang melempar kertas tersebut.

Aku harus mencari tahu semuanya!

Terpopuler

Comments

Murdiyanti Dian

Murdiyanti Dian

semakin seru, ada misterinya

2022-04-17

2

Vena

Vena

bikin deg2an

2022-04-17

1

Khansa

Khansa

duuuuh.... ngeriiii.... jdi merinding

2022-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 ketika istriku tak lagi meminta uang
2 ketika istriku tak lagi meminta uang (2)
3 ketika istriku tak lagi meminta uang (3)
4 ketika istriku tak lagi meminta uang (4)
5 ketika istriku tak lagi meminta uang (5)
6 ketika istriku tak lagi meminta uang (6)
7 ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)
8 Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)
9 Ketika istriku tak lagi meminta uang (9)
10 Ketika istriku tak lagi meminta uang 10
11 ketika istriku tak lagi meminta uang (11)
12 ketika istriku tak lagi meminta uang (12)
13 ketika istriku tak lagi meminta uang (13)
14 ketika istriku tak lagi meminta uang (14)
15 ketika istriku tak lagi meminta uang (15)
16 ketika Istriku tak lagi meminta uang (16)
17 ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )
18 ketika istriku tak lagi meminta uang (18)
19 ketika istriku tak lagi meminta uang (19)
20 ketika istriku tak lagi meminta uang 20
21 ketika Istriku tak lagi meminta uang 21
22 ketika istriku tak lagi meminta uang 22
23 ketika istriku tak lagi meminta uang 23
24 ketika istriku tak lagi meminta uang 24
25 ketika istriku tak lagi meminta uang 25
26 ketika istriku tak lagi meminta uang 26
27 ketika istriku tak lagi meminta uang 27
28 ketika istriku tak lagi meminta uang 28
29 ketika istriku tak lagi meminta uang 29
30 ketika istriku tak lagi meminta uang 30
31 ketika istriku tak lagi meminta uang 31
32 ketika istriku tak lagi meminta uang 32
33 ketika istriku tak lagi meminta uang 33
34 ketika istriku tak lagi meminta uang 34
35 ketika istriku tak lagi meminta uang 35
36 Ketika istriku tak lagi meminta uang 36
37 ketika istriku tak lagi meminta uang 37
38 Ketika istriku tak lagi meminta uang 38
39 Ketika istriku tak lagi meminta uang 39
40 ketika istriku tak lagi meminta uang 40
41 ketika istriku tak lagi meminta uang 41
42 Ketika istriku tak lagi meminta uang 42
43 ketika istriku tak lagi meminta uang 43
44 Ketika istriku tak lagi meminta uang 44
45 Ketika istriku tak lagi meminta uang 45
46 ketika istriku tak lagi meminta uang 46
47 Ketika istriku tak lagi meminta uang 47
48 Ketika istriku tak lagi meminta uang 48
49 Ketika istriku tak lagi meminta uang 49
50 Ketika istriku tak lagi meminta uang 50
51 Ketika istriku tak lagi meminta uang 51
52 Ketika istriku tak lagi meminta uang 52
53 ketika istriku tak lagi meminta uang 53
54 ketika istriku tak lagi meminta uang 54
55 Ketika istriku tak lagi meminta uang 55
56 Ketika istriku tak lagi meminta uang 56
57 ketika istriku tak lagi meminta uang 57
58 ketika istriku tak lagi meminta uang 58
59 ketika istriku tak lagi meminta uang 59
60 ketika istriku tak lagi meminta uang 60
61 Ketika istriku tak lagi meminta uang 61
62 Ketika istriku tak lagi meminta uang 62
63 Ketika istriku tak lagi meminta uang 63
64 Ketika istriku tak lagi meminta uang 64
65 Ketika istriku tak lagi meminta uang 65
66 ketika istriku tak lagi meminta uang 66
67 Ketika istriku tak lagi meminta uang 67
68 Ketika istriku tak lagi meminta uang 68
69 Ketika istriku tak lagi meminta uang 69
70 Ketika istriku tak lagi meminta uang 70
71 Ketika istriku tak lagi meminta uang 71
72 Ketika istriku tak lagi meminta uang 72
73 Ketika istriku tak lagi meminta uang 73
74 ketika istriku tak lagi meminta uang 74
75 Ketika istriku tak lagi meminta uang 75
76 ketika istriku tak lagi meminta uang 76
77 Ketika istriku tak lagi meminta uang 77
78 Ketika istriku tak lagi meminta uang 78
79 Ketika istriku tak lagi meminta uang 79
80 Ketika istriku tak lagi meminta uang 80
81 Ketika istriku tak lagi meminta uang 81
82 Ketika istriku tak lagi meminta uang 82
83 Ketika istriku tak lagi meminta uang 83
84 Ketika istriku tak lagi meminta uang 84
85 Ketika istriku tak lagi meminta uang 85
86 Ketika istriku tak lagi meminta uang 86
87 Ketika istriku tak lagi meminta uang 87
88 Ketika istriku tak lagi meminta uang 88
89 Ketika istriku tak lagi meminta uang 89
90 Ketika istriku tak lagi meminta uang 90
91 Ketika istriku tak lagi meminta uang 91
92 Ketika istriku tak lagi meminta uang 92
93 Ketika istriku tak lagi meminta uang 93
94 Ketika istriku tak lagi meminta uang 94
95 Ketika istriku tak lagi meminta uang 95
96 Ketika istriku tak lagi meminta uang 96
97 Ketika istriku tak lagi meminta uang 97
98 Ketika istriku tak lagi meminta uang 98
99 Ketika istriku tak lagi meminta uang 99
100 Ketika istriku tak lagi meminta uang 100
101 Ketika istriku tak lagi meminta uang 101
102 Ketika istriku tak lagi meminta uang 102
103 Ketika istriku tak lagi meminta uang 103
104 Ketika istriku tak lagi meminta uang 104
105 Ketika istriku tak lagi meminta uang 105
106 Ketika istriku tak lagi meminta uang 106
107 Ketika istriku tak lagi meminta uang 107
108 Ketika istriku tak lagi meminta uang 108
109 ketika istriku tak lagi meminta uang 109
110 Ketika istriku tak lagi meminta uang 110
111 Ketika istriku tak lagi meminta uang 111
112 Ketika istriku tak lagi meminta 112
113 ketika istriku tak lagi meminta uang 113
114 Ketika istriku tak lagi meminta uang 114
115 Ketika istriku tak lagi meminta uang 115
116 ketika istriku tak lagi meminta uang 116
117 Ketika istriku tak lagi meminta uang 117
118 Ketika istriku tak lagi meminta uang 118
119 Ketika istriku tak lagi meminta uang 119
120 ketika istriku tak lagi meminta uang 120
121 Ketika istriku tak lagi meminta 121
122 ketika istriku tak lagi meminta uang 122
123 Ketika istriku tak lagi meminta uang 123
124 Ketika istriku tak lagi meminta uang 124
125 Ketika istriku tak lagi meminta 125
126 Ketika istriku tak lagi meminta uang 126
127 Ketika istriku tak lagi meminta 127
128 Ketika istriku tak lagi meminta uang 128
129 istriku tak lagi meminta uang 129
130 ketika istriku tak lagi meminta uang 130
131 Terkuaknya Rahasia
132 Ketika istriku tak lagi meminta uang 132
133 Ketika istriku tak lagi meminta uang 133
134 bab 134
135 Bu Sekar di tangkap
136 Bab 136
137 bab 137
138 Memadu kasih
139 Ada polisi
140 Innalilahi
141 bab 141
142 Kepulangan Aira
143 Rindu teman masa kecil
144 Jadi nyamuk
145 Dilon
Episodes

Updated 145 Episodes

1
ketika istriku tak lagi meminta uang
2
ketika istriku tak lagi meminta uang (2)
3
ketika istriku tak lagi meminta uang (3)
4
ketika istriku tak lagi meminta uang (4)
5
ketika istriku tak lagi meminta uang (5)
6
ketika istriku tak lagi meminta uang (6)
7
ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)
8
Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)
9
Ketika istriku tak lagi meminta uang (9)
10
Ketika istriku tak lagi meminta uang 10
11
ketika istriku tak lagi meminta uang (11)
12
ketika istriku tak lagi meminta uang (12)
13
ketika istriku tak lagi meminta uang (13)
14
ketika istriku tak lagi meminta uang (14)
15
ketika istriku tak lagi meminta uang (15)
16
ketika Istriku tak lagi meminta uang (16)
17
ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )
18
ketika istriku tak lagi meminta uang (18)
19
ketika istriku tak lagi meminta uang (19)
20
ketika istriku tak lagi meminta uang 20
21
ketika Istriku tak lagi meminta uang 21
22
ketika istriku tak lagi meminta uang 22
23
ketika istriku tak lagi meminta uang 23
24
ketika istriku tak lagi meminta uang 24
25
ketika istriku tak lagi meminta uang 25
26
ketika istriku tak lagi meminta uang 26
27
ketika istriku tak lagi meminta uang 27
28
ketika istriku tak lagi meminta uang 28
29
ketika istriku tak lagi meminta uang 29
30
ketika istriku tak lagi meminta uang 30
31
ketika istriku tak lagi meminta uang 31
32
ketika istriku tak lagi meminta uang 32
33
ketika istriku tak lagi meminta uang 33
34
ketika istriku tak lagi meminta uang 34
35
ketika istriku tak lagi meminta uang 35
36
Ketika istriku tak lagi meminta uang 36
37
ketika istriku tak lagi meminta uang 37
38
Ketika istriku tak lagi meminta uang 38
39
Ketika istriku tak lagi meminta uang 39
40
ketika istriku tak lagi meminta uang 40
41
ketika istriku tak lagi meminta uang 41
42
Ketika istriku tak lagi meminta uang 42
43
ketika istriku tak lagi meminta uang 43
44
Ketika istriku tak lagi meminta uang 44
45
Ketika istriku tak lagi meminta uang 45
46
ketika istriku tak lagi meminta uang 46
47
Ketika istriku tak lagi meminta uang 47
48
Ketika istriku tak lagi meminta uang 48
49
Ketika istriku tak lagi meminta uang 49
50
Ketika istriku tak lagi meminta uang 50
51
Ketika istriku tak lagi meminta uang 51
52
Ketika istriku tak lagi meminta uang 52
53
ketika istriku tak lagi meminta uang 53
54
ketika istriku tak lagi meminta uang 54
55
Ketika istriku tak lagi meminta uang 55
56
Ketika istriku tak lagi meminta uang 56
57
ketika istriku tak lagi meminta uang 57
58
ketika istriku tak lagi meminta uang 58
59
ketika istriku tak lagi meminta uang 59
60
ketika istriku tak lagi meminta uang 60
61
Ketika istriku tak lagi meminta uang 61
62
Ketika istriku tak lagi meminta uang 62
63
Ketika istriku tak lagi meminta uang 63
64
Ketika istriku tak lagi meminta uang 64
65
Ketika istriku tak lagi meminta uang 65
66
ketika istriku tak lagi meminta uang 66
67
Ketika istriku tak lagi meminta uang 67
68
Ketika istriku tak lagi meminta uang 68
69
Ketika istriku tak lagi meminta uang 69
70
Ketika istriku tak lagi meminta uang 70
71
Ketika istriku tak lagi meminta uang 71
72
Ketika istriku tak lagi meminta uang 72
73
Ketika istriku tak lagi meminta uang 73
74
ketika istriku tak lagi meminta uang 74
75
Ketika istriku tak lagi meminta uang 75
76
ketika istriku tak lagi meminta uang 76
77
Ketika istriku tak lagi meminta uang 77
78
Ketika istriku tak lagi meminta uang 78
79
Ketika istriku tak lagi meminta uang 79
80
Ketika istriku tak lagi meminta uang 80
81
Ketika istriku tak lagi meminta uang 81
82
Ketika istriku tak lagi meminta uang 82
83
Ketika istriku tak lagi meminta uang 83
84
Ketika istriku tak lagi meminta uang 84
85
Ketika istriku tak lagi meminta uang 85
86
Ketika istriku tak lagi meminta uang 86
87
Ketika istriku tak lagi meminta uang 87
88
Ketika istriku tak lagi meminta uang 88
89
Ketika istriku tak lagi meminta uang 89
90
Ketika istriku tak lagi meminta uang 90
91
Ketika istriku tak lagi meminta uang 91
92
Ketika istriku tak lagi meminta uang 92
93
Ketika istriku tak lagi meminta uang 93
94
Ketika istriku tak lagi meminta uang 94
95
Ketika istriku tak lagi meminta uang 95
96
Ketika istriku tak lagi meminta uang 96
97
Ketika istriku tak lagi meminta uang 97
98
Ketika istriku tak lagi meminta uang 98
99
Ketika istriku tak lagi meminta uang 99
100
Ketika istriku tak lagi meminta uang 100
101
Ketika istriku tak lagi meminta uang 101
102
Ketika istriku tak lagi meminta uang 102
103
Ketika istriku tak lagi meminta uang 103
104
Ketika istriku tak lagi meminta uang 104
105
Ketika istriku tak lagi meminta uang 105
106
Ketika istriku tak lagi meminta uang 106
107
Ketika istriku tak lagi meminta uang 107
108
Ketika istriku tak lagi meminta uang 108
109
ketika istriku tak lagi meminta uang 109
110
Ketika istriku tak lagi meminta uang 110
111
Ketika istriku tak lagi meminta uang 111
112
Ketika istriku tak lagi meminta 112
113
ketika istriku tak lagi meminta uang 113
114
Ketika istriku tak lagi meminta uang 114
115
Ketika istriku tak lagi meminta uang 115
116
ketika istriku tak lagi meminta uang 116
117
Ketika istriku tak lagi meminta uang 117
118
Ketika istriku tak lagi meminta uang 118
119
Ketika istriku tak lagi meminta uang 119
120
ketika istriku tak lagi meminta uang 120
121
Ketika istriku tak lagi meminta 121
122
ketika istriku tak lagi meminta uang 122
123
Ketika istriku tak lagi meminta uang 123
124
Ketika istriku tak lagi meminta uang 124
125
Ketika istriku tak lagi meminta 125
126
Ketika istriku tak lagi meminta uang 126
127
Ketika istriku tak lagi meminta 127
128
Ketika istriku tak lagi meminta uang 128
129
istriku tak lagi meminta uang 129
130
ketika istriku tak lagi meminta uang 130
131
Terkuaknya Rahasia
132
Ketika istriku tak lagi meminta uang 132
133
Ketika istriku tak lagi meminta uang 133
134
bab 134
135
Bu Sekar di tangkap
136
Bab 136
137
bab 137
138
Memadu kasih
139
Ada polisi
140
Innalilahi
141
bab 141
142
Kepulangan Aira
143
Rindu teman masa kecil
144
Jadi nyamuk
145
Dilon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!