ketika istriku tak lagi meminta uang (2)

Aku terbangun karena tangisan rania. Mungkin ia haus dan setelah ku beri ASI, ku ajak putriku untuk mandi . Setelah rutinitas mandi selesai, aku keluar kamar mengendong Rania . Sementara itu, ku lihat ibu sedang menyapu dan kubiarkan saja apa yang di lakukan nya,siapa suruh tinggal disini .

" Enak ya , menantu pemalas bukannya bantu beres-beres malah asik tidur." Hardik ibu menatap ku tajam . Aku tidak memperdulikan ibu yang sedang menyapu lalu ku ajak Rania bermain di sambil menonton tv.

"Lho, ibu kan yang mau nyapu sendiri bukan aku yang suruh." Mertua menatapku dengan sinis sambil mengembalikan sapu ke dapur.

💕💕💕

Hari semakin siang, ku lihat ibu masih asik dengan gawainya Seperti ibu - ibu sosialita saja. Aku menghampiri ibu sambil mengendong Rania.

"Udah siang lho, Bu. Ibu gak masak nanti mas Rahman pulang melihat belum ada makanan ,ia bisa mengamuk." Ucap ku memperingatkan mertua ku yang tak ada duanya ini.

"Tenang saja, sudah ibu pesankan makanan restoran sebentar lagi juga datang." Ucap ibu dengan santainya.

" Dari mana , ibu dapat uang membeli makanan restoran. Makanan restoran kan mahal Bu." Tanya ku penuh selidik, jika ibu dapat dari mas Rahman takkan ku tinggal diam lagi.

" Tadi pagi di kasih sama Rahman 200 ribu. Jadi ibu pesankan saja makanan dari pada capek masak." Aku terperangah mendengar ucapan ibu.

Bisa-bisanya mas Rahman memberikan uang pada ibu dengan loyalnya sedangkan jika aku meminta uang buat Pampers putri nya , aku harus mendengar ia mengomel 7 hari 7 malam .

Benar-benar keterlaluan. Tak akan ku biarkan lagi Ia memperlakukan ku sesuka hatinya. Pembantu saja di gaji full sementara aku istrinya hanya di kasih uang 20 ribu sehari.

Ting tong...

Suara bel berbunyi, ibu lekas bangun dari sofa menuju pintu. Pasti itu pesanan ibu yang dia pesan tadi.

" Ratih....tolong kamu bawa kan makanan ini ke dapur dan hidang kan di atas meja sebentar lagi Rahman akan pulang" perintah ibu pada ku dengan hati yang dongkol ku langkahkan kaki menghampirinya.

Ku ambil makanan tadi di tangan ibu menuju dapur. Terbesit dalam hati untuk mengerjai mereka sedikit agar sakit hati ini berkurang.

Ku buka laci bawah dapur dan ku ambil obat pencahar lalu ku taburkan dalam makanan pesanan ibu pesan tadi biar mereka tahu rasa kalau perang baru saj di mulai.

"Makanan enak ni, Sekali- kali begini kan enak." Ucap mas Rahman menarik kursi untuk segera makan mungkin dia lapar.

" Iyalah enak, Masakan restoran di pesan sama ibu, tadi kan mas kasih uang masa ibu 200 ribu." Ucapku penuh penekanan.

Mas Rahman sedikit kaget karena aku tahu perihal uang yang dia kasih ke ibu.

" Kenapa, mas .kaget aku tahu kamu kasih buat ibu . Kalau aku minta , pelit mu itu ketulungan." Ucap ku kesal dengan air mata yang sudah mengembun.

"Ratih... Dia itu ibuku sedangkan kamu cuma istri yang yang ku berikan makan .sampai kapan pun bisa ku tendang dari sini kapan saja." Teriak mas Rahman.

Dada ku bergemuruh hebat. Apa katanya, istri yang di berikan. Rasa sakit dan kecewa semakin menjalar dalam hati ini. Ku hapus air mata yang jatuh. Ke kepal tangan ku erat-erat agar kuat membalas rasa sakit hati ini.

" Kalau begitu ceraikan aku dan ingat ,ini rumah ku mas." Ucap ku lantang,mengingat kan kalau kami tinggal di rumah pemberian orang tua ku.

" Ratih.. jangan kurang ajar kamu sama suami. Suami capek pulang kerja bukan kasih minum, ini malah aja berantem. Sana , kamu pergi urusi putri mu." Bentak ibu mengusir ku mungkin takut aku ikut makan bersama mereka. Tanpa ku pedulikan lagi Omelan ibu, aku masuk ke kamar . Menangis tersedu-sedu atas perlakuan suami ku, rasa sakit yang tak dapat ku tahan lagi. Ku usap kepala putri ku yang sedang terlelap tidur.

Dialah penyebab ku masih bertahan dalam pernikahan yang tak sehat ini. Putriku lah penyebab ku masih bertahan dengan sejuta rasa sakit bahkan sudah terlalu sakit.

Akan tetapi, aku tak boleh rapuh dan aku harus kuat, kuat untuk ke depan nya .

Aku membuka lemari , mengambil berkas untuk mencari lowongan pekerjaan. Aku tak bisa tinggal diam seperti ini, mengharap uang yang hanya 20 ribu itu.

Dulu sebelum menikah dengan mas Rahman, aku bekerja di sebuah perusahaan tapi setelah menikah aku resign bekerja karena permintaan nya .

Setelah berhenti bekerja, ia memperlakukan ku bagaikan pembantu yang hanya di gaji 20 ribu. Aku mengambil beberapa berkas di dalam untuk melamar pekerjaan besok pagi. selesai mempersiapkan nya aku keluar mencari makan ke warung yang tak jauh dari rumah.

Ku lihat ibu selonjoran di sofa sambil memegang perutnya.

" Ibu kenapa, kok lemes gitu." Tanya ku pura-pura gak tahu.

" Ibu sakit perut tih gara-gara makanan tadi." Ucap ibu lemes berdiri hendak menuju ke WC.

Preeettt ..

Suara kentut , ibu bergegas ke WC lalu aku hanya tersenyum sembari ke depan untuk membeli makanan.sampai di depan warung aku hanya membeli nasi dan lauk nya hanya tempe goreng dan ikan asin. Biarkan , untuk saat ini, aku makan seadanya untuk menghemat uang yang tak seberapa ini.

" Berapa, Bu !" Tanyaku pada pemilik warung.

" Sepuluh ribu aja, neng ."

Aku membayar nasi bungkus tadi,saat hendak pulang seseorang memanggil ku. Ku paling kan wajah ku ingin melihat siapa yang memanggil ku.

" Ratih...ya ampun ? Bagaimana keadaan kamu sekarang." Tanya perempuan semampai yang ada di depan ku.

" Alhamdulillah baik, sin . Bagaimana keadaan kamu, kamu udah semakin sukses aja ya." Tanya ku pada Sinta teman sekantor ku dulu, aku masih menenteng nasi bungkus di tanganku.

" Alhamdulillah, tih." Ujar Sinta lagi.

" Sin, di kantor kita dulu ada lowongan pekerjaan gak soalnya aku mau kerja lagi." Ucap ku.

" Ada , tih. Tapi jadi sekretaris pak Anggara dan besok kamu langsung ke sana, ya sudah aku pergi dulu ya sin." Ucap Sinta lekas pergi sedangkan aku pulang kerumah karena sudah terlalu lama meninggalkan putriku tidur.

Sesampai dirumah, aku langsung ke dapur untuk makan dan ku lihat ibu sudah tidak ada lagi di sofa, mungkin sudah ke kamarnya.selesai makan, aku kembali ke kamar dan melihat putri kecilku bangun, ku gendong untuk menyusuinya.

Selesai menyusui putri ku, ku lihat di samping tempat tidur mas Rahman sudah terlelap dan dompet yang terletak di samping ranjang.

Ku ambil dompet nya pelan- pelan , lalu ku buka ada uang cash 2 juta di dompetnya dan ambil semua uangnya , kapan lagi akan mendapatkan uang darinya kalau bukan seperti ini.

" Maaf, mas uangnya aku ambil." Bisik ku di telinganya, setelah itu aku menaruh nya di bawah baju ku agar mas Rahman tidak tahu.

Ku baringkan tubuh ini yang sudah lelah untuk masuk ke dalam mimpi indah ini.

**** **** *****

Pagi-pagi sekali, aku sudah bersiap memakai baju untuk pergi ke kantor lama ku.walaupun, sudah sedikit usang tapi masih rapi. Aku melihat mas Rahman yang keluar dari kamar mandi.

" Mau kemana ? Udah rapi aja." Tanya mas Rahman sambil membuka lemari baju.

"Mau cari kerja ,mas." Ujar ku memakai bedak tipis di wajahku.

" Kerja,kalau kamu kerja siapa yang yang jagain Rania." Tanya mas Rahman menghentikan aktivitas nya yang sedang memakai baju.

" Aku titip di rumah temanku , mas. Lagian, aku kerja buat kebutuhan ku kok." Aku mengambil tas hendak keluar.

" Bagus lah kalau kamu kerja, jadi gak minta lagi uang sama aku." Ucap mas Rahman ketus, aku berlalu keluar kamar sambil mengendong Rania. Pergi ke dapur untuk memberikan Rania makan. Ku lihat ibu masih berkutat dengan alat dapur.

" Ratih, udah rapi aja bukannya bantuin ibu masak." Ucap mertuaku sambil meletakkan telur kedalam piring.

" Kan , ibu sendiri yang mau masak ? Katanya aku gak bisa belanja dengan uang 20 ribu yang di jatah setiap hari sama mas Rahman." Ucap ku sambil mengambil nasi untuk Rania.

" Huh alasan saja kamu, ibu itu capek kalau tiap hari masak." Omel ibu sambil meletakkan telur balado di atas meja makan .

" Apa sih, Bu. Pagi-pagi kok ribut ." Tanya mas Rahman yang tiba-tiba datang lalu duduk di depanku.

" Istrimu ini bukan nya bantu ibu masak malah udah rapi aja ! Memangnya, mau kemana ." Ucap ibu ikut duduk di samping ku .

" Aku mau cari kerja Bu, aku gak bisa diam terus dirumah. " Timpal ku uang sedang menyuapi Rania.

" Kalau kamu kerja ,lalu dirumah siapa yang bersih-bersih." Tanya ibu menatap ku .

" Ya ibu lah, terus ibu ngapain disini kalau bukan bantuin beres-beres rumah." Ucapku sambil nyengir.ibu menatap ku tajam seakan-akan ingin menerkam ku.

" Ratih, kamu itu jangan kurang ajar pada ibuku. Aku bawa ibu kesini bukan untuk di jadikan pembantu." Bentak mas Rahman membanting sendok makan, Rania menangis mungkin kaget mendengar teriakkan mas Rahman .

" Kalau begitu kamu cari pembantu di rumah ini untuk beres-beres karena aku tak akan lagi mau menjadi pembantu kalian." Ucapku bergegas mengambil tas lalu mengendong Rania dalam pangkuanku. Ku berjalan keluar untuk menunggu taxi online Yang sudah ku pesan terdahulu.

Ku dengar mas Rahman , memanggil nama ku tapi aku tak perduli. Sudah saatnya , aku melawan perbuatan mereka. Demi Rania, aku harus kuat untuk melalu ini semua.

Beberapa menit kemudian, taxi pun sampai dan aku langsung masuk kedalam .sebelum ke kantor lama ku, aku akan menitip Rania di rumah temanku. Satu jam di jalan, akhirnya aku sampai di depan kantor lamaku di perusahaan Anggara group.

Ku langkahkan kaki ini kedalam kantor dengan hati yang tak karuan. Tiba-tiba, seseorang memanggil namaku dari belakang.

" Ratih..," Aku menoleh tubuh ini kearah suara, Ya, itu Sinta teman satu kantor ku .

" Eh, Sinta Kamu ikut aku sekarang? Sudah di tunggu sama pak Anggara sebagai sekretaris nya." Ucap Sinta menarik tangan ku, aku hanya bengong memikirkan sesuatu yang tak mungkin terjadi. Bagaimana, aku bisa langsung menjadi sekretaris bosnya kalau aku saja sudah lama tak bekerja.

" Kami tidak perlu bengong, aku yang rekomendasikan kamu pada pak Anggara dan dia menerima kamu Karena kinerja kamu bagus disini waktu kamu bekerja disini dulu ". Ucap Sinta masih berjalan sedangkan aku hanya mengikuti dari belakang.

Aku hanya diam, mungkin kaget juga syok mendengar semua ini. Sesampai , di depan ruang direktur aku berhenti lalu Sinta menyuruh ku masuk untuk bertemu dengan pak Anggara.

" Tok..... Tok..... Tok....."

Tiga kali ketukan pintu, ku dengar seseorang dari dalam mempersilahkan ku masuk.

Ku dorong pintu lalu masuk kedalam untuk bertemu dengan bos ku .

" Kamu...."

***. ****. ****

Hallo Mak. kira-kira, siapa yang di temui Ratih di dalam sebagai bosnya.

Terpopuler

Comments

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Pdhl di dlm dompetnya duitnya banyak tp pelitt bnget sma istri

2023-04-13

0

Rheny Een

Rheny Een

ayo Ratih tinggalkan aja suami mu yg super pelit itu

2022-08-14

0

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

alhamdulilah suami ga kya suami nya ratih..
semua gaji nya a dia berikan sm aku...

2022-06-22

0

lihat semua
Episodes
1 ketika istriku tak lagi meminta uang
2 ketika istriku tak lagi meminta uang (2)
3 ketika istriku tak lagi meminta uang (3)
4 ketika istriku tak lagi meminta uang (4)
5 ketika istriku tak lagi meminta uang (5)
6 ketika istriku tak lagi meminta uang (6)
7 ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)
8 Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)
9 Ketika istriku tak lagi meminta uang (9)
10 Ketika istriku tak lagi meminta uang 10
11 ketika istriku tak lagi meminta uang (11)
12 ketika istriku tak lagi meminta uang (12)
13 ketika istriku tak lagi meminta uang (13)
14 ketika istriku tak lagi meminta uang (14)
15 ketika istriku tak lagi meminta uang (15)
16 ketika Istriku tak lagi meminta uang (16)
17 ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )
18 ketika istriku tak lagi meminta uang (18)
19 ketika istriku tak lagi meminta uang (19)
20 ketika istriku tak lagi meminta uang 20
21 ketika Istriku tak lagi meminta uang 21
22 ketika istriku tak lagi meminta uang 22
23 ketika istriku tak lagi meminta uang 23
24 ketika istriku tak lagi meminta uang 24
25 ketika istriku tak lagi meminta uang 25
26 ketika istriku tak lagi meminta uang 26
27 ketika istriku tak lagi meminta uang 27
28 ketika istriku tak lagi meminta uang 28
29 ketika istriku tak lagi meminta uang 29
30 ketika istriku tak lagi meminta uang 30
31 ketika istriku tak lagi meminta uang 31
32 ketika istriku tak lagi meminta uang 32
33 ketika istriku tak lagi meminta uang 33
34 ketika istriku tak lagi meminta uang 34
35 ketika istriku tak lagi meminta uang 35
36 Ketika istriku tak lagi meminta uang 36
37 ketika istriku tak lagi meminta uang 37
38 Ketika istriku tak lagi meminta uang 38
39 Ketika istriku tak lagi meminta uang 39
40 ketika istriku tak lagi meminta uang 40
41 ketika istriku tak lagi meminta uang 41
42 Ketika istriku tak lagi meminta uang 42
43 ketika istriku tak lagi meminta uang 43
44 Ketika istriku tak lagi meminta uang 44
45 Ketika istriku tak lagi meminta uang 45
46 ketika istriku tak lagi meminta uang 46
47 Ketika istriku tak lagi meminta uang 47
48 Ketika istriku tak lagi meminta uang 48
49 Ketika istriku tak lagi meminta uang 49
50 Ketika istriku tak lagi meminta uang 50
51 Ketika istriku tak lagi meminta uang 51
52 Ketika istriku tak lagi meminta uang 52
53 ketika istriku tak lagi meminta uang 53
54 ketika istriku tak lagi meminta uang 54
55 Ketika istriku tak lagi meminta uang 55
56 Ketika istriku tak lagi meminta uang 56
57 ketika istriku tak lagi meminta uang 57
58 ketika istriku tak lagi meminta uang 58
59 ketika istriku tak lagi meminta uang 59
60 ketika istriku tak lagi meminta uang 60
61 Ketika istriku tak lagi meminta uang 61
62 Ketika istriku tak lagi meminta uang 62
63 Ketika istriku tak lagi meminta uang 63
64 Ketika istriku tak lagi meminta uang 64
65 Ketika istriku tak lagi meminta uang 65
66 ketika istriku tak lagi meminta uang 66
67 Ketika istriku tak lagi meminta uang 67
68 Ketika istriku tak lagi meminta uang 68
69 Ketika istriku tak lagi meminta uang 69
70 Ketika istriku tak lagi meminta uang 70
71 Ketika istriku tak lagi meminta uang 71
72 Ketika istriku tak lagi meminta uang 72
73 Ketika istriku tak lagi meminta uang 73
74 ketika istriku tak lagi meminta uang 74
75 Ketika istriku tak lagi meminta uang 75
76 ketika istriku tak lagi meminta uang 76
77 Ketika istriku tak lagi meminta uang 77
78 Ketika istriku tak lagi meminta uang 78
79 Ketika istriku tak lagi meminta uang 79
80 Ketika istriku tak lagi meminta uang 80
81 Ketika istriku tak lagi meminta uang 81
82 Ketika istriku tak lagi meminta uang 82
83 Ketika istriku tak lagi meminta uang 83
84 Ketika istriku tak lagi meminta uang 84
85 Ketika istriku tak lagi meminta uang 85
86 Ketika istriku tak lagi meminta uang 86
87 Ketika istriku tak lagi meminta uang 87
88 Ketika istriku tak lagi meminta uang 88
89 Ketika istriku tak lagi meminta uang 89
90 Ketika istriku tak lagi meminta uang 90
91 Ketika istriku tak lagi meminta uang 91
92 Ketika istriku tak lagi meminta uang 92
93 Ketika istriku tak lagi meminta uang 93
94 Ketika istriku tak lagi meminta uang 94
95 Ketika istriku tak lagi meminta uang 95
96 Ketika istriku tak lagi meminta uang 96
97 Ketika istriku tak lagi meminta uang 97
98 Ketika istriku tak lagi meminta uang 98
99 Ketika istriku tak lagi meminta uang 99
100 Ketika istriku tak lagi meminta uang 100
101 Ketika istriku tak lagi meminta uang 101
102 Ketika istriku tak lagi meminta uang 102
103 Ketika istriku tak lagi meminta uang 103
104 Ketika istriku tak lagi meminta uang 104
105 Ketika istriku tak lagi meminta uang 105
106 Ketika istriku tak lagi meminta uang 106
107 Ketika istriku tak lagi meminta uang 107
108 Ketika istriku tak lagi meminta uang 108
109 ketika istriku tak lagi meminta uang 109
110 Ketika istriku tak lagi meminta uang 110
111 Ketika istriku tak lagi meminta uang 111
112 Ketika istriku tak lagi meminta 112
113 ketika istriku tak lagi meminta uang 113
114 Ketika istriku tak lagi meminta uang 114
115 Ketika istriku tak lagi meminta uang 115
116 ketika istriku tak lagi meminta uang 116
117 Ketika istriku tak lagi meminta uang 117
118 Ketika istriku tak lagi meminta uang 118
119 Ketika istriku tak lagi meminta uang 119
120 ketika istriku tak lagi meminta uang 120
121 Ketika istriku tak lagi meminta 121
122 ketika istriku tak lagi meminta uang 122
123 Ketika istriku tak lagi meminta uang 123
124 Ketika istriku tak lagi meminta uang 124
125 Ketika istriku tak lagi meminta 125
126 Ketika istriku tak lagi meminta uang 126
127 Ketika istriku tak lagi meminta 127
128 Ketika istriku tak lagi meminta uang 128
129 istriku tak lagi meminta uang 129
130 ketika istriku tak lagi meminta uang 130
131 Terkuaknya Rahasia
132 Ketika istriku tak lagi meminta uang 132
133 Ketika istriku tak lagi meminta uang 133
134 bab 134
135 Bu Sekar di tangkap
136 Bab 136
137 bab 137
138 Memadu kasih
139 Ada polisi
140 Innalilahi
141 bab 141
142 Kepulangan Aira
143 Rindu teman masa kecil
144 Jadi nyamuk
145 Dilon
Episodes

Updated 145 Episodes

1
ketika istriku tak lagi meminta uang
2
ketika istriku tak lagi meminta uang (2)
3
ketika istriku tak lagi meminta uang (3)
4
ketika istriku tak lagi meminta uang (4)
5
ketika istriku tak lagi meminta uang (5)
6
ketika istriku tak lagi meminta uang (6)
7
ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)
8
Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)
9
Ketika istriku tak lagi meminta uang (9)
10
Ketika istriku tak lagi meminta uang 10
11
ketika istriku tak lagi meminta uang (11)
12
ketika istriku tak lagi meminta uang (12)
13
ketika istriku tak lagi meminta uang (13)
14
ketika istriku tak lagi meminta uang (14)
15
ketika istriku tak lagi meminta uang (15)
16
ketika Istriku tak lagi meminta uang (16)
17
ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )
18
ketika istriku tak lagi meminta uang (18)
19
ketika istriku tak lagi meminta uang (19)
20
ketika istriku tak lagi meminta uang 20
21
ketika Istriku tak lagi meminta uang 21
22
ketika istriku tak lagi meminta uang 22
23
ketika istriku tak lagi meminta uang 23
24
ketika istriku tak lagi meminta uang 24
25
ketika istriku tak lagi meminta uang 25
26
ketika istriku tak lagi meminta uang 26
27
ketika istriku tak lagi meminta uang 27
28
ketika istriku tak lagi meminta uang 28
29
ketika istriku tak lagi meminta uang 29
30
ketika istriku tak lagi meminta uang 30
31
ketika istriku tak lagi meminta uang 31
32
ketika istriku tak lagi meminta uang 32
33
ketika istriku tak lagi meminta uang 33
34
ketika istriku tak lagi meminta uang 34
35
ketika istriku tak lagi meminta uang 35
36
Ketika istriku tak lagi meminta uang 36
37
ketika istriku tak lagi meminta uang 37
38
Ketika istriku tak lagi meminta uang 38
39
Ketika istriku tak lagi meminta uang 39
40
ketika istriku tak lagi meminta uang 40
41
ketika istriku tak lagi meminta uang 41
42
Ketika istriku tak lagi meminta uang 42
43
ketika istriku tak lagi meminta uang 43
44
Ketika istriku tak lagi meminta uang 44
45
Ketika istriku tak lagi meminta uang 45
46
ketika istriku tak lagi meminta uang 46
47
Ketika istriku tak lagi meminta uang 47
48
Ketika istriku tak lagi meminta uang 48
49
Ketika istriku tak lagi meminta uang 49
50
Ketika istriku tak lagi meminta uang 50
51
Ketika istriku tak lagi meminta uang 51
52
Ketika istriku tak lagi meminta uang 52
53
ketika istriku tak lagi meminta uang 53
54
ketika istriku tak lagi meminta uang 54
55
Ketika istriku tak lagi meminta uang 55
56
Ketika istriku tak lagi meminta uang 56
57
ketika istriku tak lagi meminta uang 57
58
ketika istriku tak lagi meminta uang 58
59
ketika istriku tak lagi meminta uang 59
60
ketika istriku tak lagi meminta uang 60
61
Ketika istriku tak lagi meminta uang 61
62
Ketika istriku tak lagi meminta uang 62
63
Ketika istriku tak lagi meminta uang 63
64
Ketika istriku tak lagi meminta uang 64
65
Ketika istriku tak lagi meminta uang 65
66
ketika istriku tak lagi meminta uang 66
67
Ketika istriku tak lagi meminta uang 67
68
Ketika istriku tak lagi meminta uang 68
69
Ketika istriku tak lagi meminta uang 69
70
Ketika istriku tak lagi meminta uang 70
71
Ketika istriku tak lagi meminta uang 71
72
Ketika istriku tak lagi meminta uang 72
73
Ketika istriku tak lagi meminta uang 73
74
ketika istriku tak lagi meminta uang 74
75
Ketika istriku tak lagi meminta uang 75
76
ketika istriku tak lagi meminta uang 76
77
Ketika istriku tak lagi meminta uang 77
78
Ketika istriku tak lagi meminta uang 78
79
Ketika istriku tak lagi meminta uang 79
80
Ketika istriku tak lagi meminta uang 80
81
Ketika istriku tak lagi meminta uang 81
82
Ketika istriku tak lagi meminta uang 82
83
Ketika istriku tak lagi meminta uang 83
84
Ketika istriku tak lagi meminta uang 84
85
Ketika istriku tak lagi meminta uang 85
86
Ketika istriku tak lagi meminta uang 86
87
Ketika istriku tak lagi meminta uang 87
88
Ketika istriku tak lagi meminta uang 88
89
Ketika istriku tak lagi meminta uang 89
90
Ketika istriku tak lagi meminta uang 90
91
Ketika istriku tak lagi meminta uang 91
92
Ketika istriku tak lagi meminta uang 92
93
Ketika istriku tak lagi meminta uang 93
94
Ketika istriku tak lagi meminta uang 94
95
Ketika istriku tak lagi meminta uang 95
96
Ketika istriku tak lagi meminta uang 96
97
Ketika istriku tak lagi meminta uang 97
98
Ketika istriku tak lagi meminta uang 98
99
Ketika istriku tak lagi meminta uang 99
100
Ketika istriku tak lagi meminta uang 100
101
Ketika istriku tak lagi meminta uang 101
102
Ketika istriku tak lagi meminta uang 102
103
Ketika istriku tak lagi meminta uang 103
104
Ketika istriku tak lagi meminta uang 104
105
Ketika istriku tak lagi meminta uang 105
106
Ketika istriku tak lagi meminta uang 106
107
Ketika istriku tak lagi meminta uang 107
108
Ketika istriku tak lagi meminta uang 108
109
ketika istriku tak lagi meminta uang 109
110
Ketika istriku tak lagi meminta uang 110
111
Ketika istriku tak lagi meminta uang 111
112
Ketika istriku tak lagi meminta 112
113
ketika istriku tak lagi meminta uang 113
114
Ketika istriku tak lagi meminta uang 114
115
Ketika istriku tak lagi meminta uang 115
116
ketika istriku tak lagi meminta uang 116
117
Ketika istriku tak lagi meminta uang 117
118
Ketika istriku tak lagi meminta uang 118
119
Ketika istriku tak lagi meminta uang 119
120
ketika istriku tak lagi meminta uang 120
121
Ketika istriku tak lagi meminta 121
122
ketika istriku tak lagi meminta uang 122
123
Ketika istriku tak lagi meminta uang 123
124
Ketika istriku tak lagi meminta uang 124
125
Ketika istriku tak lagi meminta 125
126
Ketika istriku tak lagi meminta uang 126
127
Ketika istriku tak lagi meminta 127
128
Ketika istriku tak lagi meminta uang 128
129
istriku tak lagi meminta uang 129
130
ketika istriku tak lagi meminta uang 130
131
Terkuaknya Rahasia
132
Ketika istriku tak lagi meminta uang 132
133
Ketika istriku tak lagi meminta uang 133
134
bab 134
135
Bu Sekar di tangkap
136
Bab 136
137
bab 137
138
Memadu kasih
139
Ada polisi
140
Innalilahi
141
bab 141
142
Kepulangan Aira
143
Rindu teman masa kecil
144
Jadi nyamuk
145
Dilon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!