ketika istriku tak lagi meminta uang (5)

Ketika istriku tak lagi meminta uang

******

Mendengar perkataan Mbak Siti, aku langsung pulang dengan tergesa-gesa. Amarah sudah di ubun-ubun, aku takut kalau kalung warisan ibuku diam oleh mertuaku. Sesampai dirumah, aku melihat rumah terbuka, tandanya ibu sudah pulang.

Ku lihat di atas meja sudah tergeletak barang-barang yang baru saja di beli, tapi tidak ada ibu disini. Lalu kemana mereka berdua, aku berjalan menuju kamar yang di tempati ibu dan langkah pelan agar mereka tidak tahu. Ku dengar suara orang berbicara di kamar ibu dan aku pun menguping pembicaraan ibu dengan anak itu.

Ku buka aplikasi perekam untuk merekam pembicaraan ibu dan Lisa agar ibu tidak bisa mengelak nantinya.

"Ibu dapat uang sebanyak ini dari mana?" Ku dengar suara Lisa bertanya pada ibu mertua ku. Hati ku berdegup kencang takut ibu yang mencuri perhiasan ku, rasanya ingin menerobos pintu kamar ini tapi aku tidak boleh gegabah.

"Tadi ibu gak sengaja lihat perhiasan di kamar Ratih, jadi ibu ambil saja dan belanja semua, uang ini buat kamu,"

Apa, jadi benar kalau ibu mengambil perhiasanku. Benar-benar keterlaluan, aku tidak bisa lagi tinggal diam kalau ibu sudah mencuri. Aku harus mengusir mereka dari sini walaupun ia mertua ku tapi kalau sudah mencuri, aku tidak akan membiarkannya lagi.

"Apa yang kalian lakukan, Hah," hardik ku membuka pintu yang tidak di kunci. Jadi, dengan mudah aku bisa membukanya.

"Ra....tih kamu sudah pulang?" tanya ibu dengan gugup. Wajah mereka pucat sedangkan mata mereka saling melirik satu sama lain.

"Kenapa memangnya kalau aku pulang cepat, apa ibu menyembunyikan sesuatu dari ku," tanya ku pura-pura tidak tahu kalau ibu sudah mencuri perhiasan pemberian ibuku. Aku menatap wajah ibu dan Lisa, ibu menyembunyikan uang di belakangnya.

Ya, untuk membuat ibu mertuaku mengakui kesalahannya kita pura-pura tidak tahu, jika tidak bisa terpaksa harus saya usir dari rumah ku, apalagi Mas Rahman dengan tega berselingkuh dengan perempuan lain. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang.

"Bukan apa-apa kok, ya sudah ibu mau mengambil barang dulu," kata ibu berjalan keluar. Aku yang masih berdiri di pintu memberikan jalan untuk ibu dengan wajah pucat, aku pun mengikutinya ke ruang tamu.

"Tunggu...! Dari mana ibu bisa belanja sebanyak itu bukan kah Ratih hanya memberikan uang pada ibu hanya 220 ribu," ucap ku menghentikan langkahnya.

Wajah ibu mendadak pias, bola matanya seakan hendak keluar mungkin kaget karena aku mempertanyakan hal itu pada ibu. Seketika ibu terdiam, mungkin sedang memikirkan cara agar ia tidak ketahuan mencuri, sadis.

"Pakek uang ibu lah, kamu mana mau beri uang buat ibu?" ucap ibu mencoba tenang.

"Bukan dari hasil mencuri kan, Bu!! Ucapku dengan Santai.

"Ratih...!!

Ku alihkan pandanganku pada seorang yang memanggil ku, ternyata penghianat itu sudah pulang. Aku menatap ia dengan tajam, tak ada rasa bersalah sedikitpun karena sudah mengkhianati rumah tangga kami.

"Jangan kurang hajar kamu bilang ibu mencuri, dia ini mertua mu." Kata Mas Rahman.

"Memang ibu mencuri, Mas. Kalau tidak mana bisa ibu bisa belanja sebanyak itu," kata ku menunjukkan beberapa paper bag yang masih tergeletak di atas sofa, Mas Rahman melongo melihat beberapa paper bag lalu kembali menatap ibu dan Lisa, ku lihat ibu hanya diam.

"Dari mana ibu bisa membeli semua ini?" tanya Mas Rahman menatap ke arah ibu.

Hening, tidak ada jawaban yang keluar. Aku semakin kesal melihat ibu hanya diam tanpa memberikan jawaban.

"Kenapa ibu diam, apa benar ibu mencuri," teriakku mengeluarkan kekesalan.

Plak .....

Lagi-lagi Mas Rahman kembali melayang tamparan padaku, Aku rasa tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangga ini. Biarlah bercerai asalkan tidak menyesakkan batinku.

Ibu dan Lisa tersenyum menyeringai melihat Mas Rahman menampar ku.

Aku berjalan ke dalam kamar lalu mengambil tas dan memasukkan baju Mas Rahman ke dalamnya, hari ini aku akan mengusir mereka dari rumahku. Enak saja, sudah aku boleh tinggal tapi tidak mau berterimakasih. Selesai mengemasi baju Mas Rahman aku melemparkan keluar pintu.

"Pergi kamu dari rumah ku, Mas." Teriakku pada Mas Rahman. Ibu dan Lisa mendelik ke arah ku dengan tatapan sinis, aku menarik Mas Rahman untuk keluar dari rumah ku.

"Apa-apaan kamu, Ratih. Kamu mengusir suami mu sendiri, jangan jadi istri durhaka kamu," bentak Mas Rahman dengan wajah memerah. Aku menggepalkan tangan, dada ku naik turun menahan sesak.

"Aku tidak peduli, Mas. Bawa ibumu sekalian atau aku akan membawanya ke kantor polisi," kata ku menatap ibu. Ia menunduk takut karena aku akan membawanya ke kantor polisi tapi sebelumnya kita akan bermain-main dulu.

Mas Rahman menyipitkan matanya lalu menatap aku, ku lihat ibu mulai gelisah mungkin takut aku akan membawanya ke kantor polisi.

"Jangan pernah membawa ibuku ke kantor polisi karena ibuku tidak pernah mencuri," ucap Mad Rahman menunjukkan jarinya.

"Aku akan membawanya karena aku punya bukti,"

"Bukti apa?" tanya Mas Rahman berhadapan dengan ku. Aku mengambil ponsel lalu membuka rekaman suara ibu mertuaku dan Lisa, semua terdiam begitu juga dengan ibu. Wajahnya mulai tak karuan, setelah mendengar rekaman tersebut Mas Rahman menatap ibunya.

"Apa benar yang di katakan Ratih, Bu?" tanya Mas Rahman mengepalkan tangannya. Aku hanya diam melihat ibu, apa bisa masih berkutik lagi pada Mas Rahman.

"Ibu lakukan itu karena istrimu tidak memberikan uang untuk ibu ke salon, jadi ibu ambil saja emas Ratih yang ada di dalam laci kamarnya " Hardik ibu lalu membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Mungkin gak nyangka bisa keceplosan, aku tersenyum melihat ibu.

Mereka benar-benar keterlaluan, sudah di berikan tempat tinggal dan makan masih bisa untuk mencuri di rumah ku sendiri. Tak akan ku maafkan ibu kalau ia belum mengembalikan uang hasil penjualan emas itu.

"Bagaimana, Mas. Apa kamu masih kukuh kalau ibumu ini tidak mencuri," kata ku.

Mas Rahman menyugar rambutnya dengan kasar, aku yakin ia frustasi apalagi aku mengusirnya dari rumah ini. Tak ada lagi cinta di hati ini untuknya, semuanya sudah kandas bersama rasa sakit.

"Maafkan ibu, Ratih. Beliau lakukan itu karena kamu tidak memberikan ibu uang bulanan, padahal sebagai menantu yang baik sudah tentunya kamu memberikan ibu uang," kata Mas Rahman tanpa rasa bersalah

Memangnya dia pikir ibunya tanggung jawabku bukan Mas, dia ibumu maka kamulah yang memberikan nafkah untuk ibumu bukan aku

Apa katanya, memberikan uang untuk ibu, yang benar saja. Hello, dia itu ibumu sedangkan aku hanya menantu yang tidak sukai oleh ibumu. Apalagi Lisa tidak pernah bersikap baik padaku, lalu sekarang dengan mudahnya kamu menyuruhku untuk memberikan ibu mu uang, tidak akan Ferguson.

"Aku tidak akan bisa memaafkan ibumu, Mas. Aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum," kata ku mengancam mereka agar mereka bisa pergi dari rumah ini tanpa harus susah payah untuk mengusirnya.

"Apa, tidak...tidak... Jangan bawa ibu ke kantor polisi, ibu mohon," kata ibu menggenggam tangan ku. Aku menariknya dengan kasar, aku tahu ibu hanya berpura-pura baik di depan ku.

"Iya, Ratih. Apa kamu tidak sayang melihat ibu sudah tua mendekam di penjara," kata Mas Rahman lagi.

Apa, Sayang. Ibumu saja tidak pernah sayang padaku. Selama dua tahun menjadi menantimu tapi tak pernah sekalipun ibumu baik padaku, ada saja omongannya yang membuat hati sakit dan menjerit tapi selama ini bertahan karena masih memikirkan rumah tangga tapi kali tidak akan, Mas.

"Tidak, Mas. Aku bisa saja tidak membawa masalah ini ke jalur hukum tapi dengan syarat keluarga kamu harus keluar dari rumah ku dan ibu harus mengembalikan uang yang sudah ibu habiskan," kata ku.

Mata mereka melotot ke arahku, mungkin tidak menyangka jika aku akan melakukan ini semua. Mungkin mereka pikir aku hanya notabene sebagai menantu pasti akan mengalah tapi itu tidak akan terjadi lagi. Cukup sudah selama ini aku bersabar dengan sifat mereka tapi tidak kali ini.

"Ratih, kamu tega ngusir ibu dari rumah ini?" Kata ibu bersedih. Aku hanya tersenyum melihat pada ibu sebagai ratu drama.

"Aku tega karena kalian yang tak pernah baik kepadaku, cepatlah bereskan barang ibu atau ibu mau aku laporkan ke polisi," Kataku mengancam.

"Baiklah ibu akan pergi dari rumah ini tapi ingat, kamu akan menyesal memperlakukan kami seperti ini," kata ibu berkacak pinggang di depanku, ternyata sikap sedih tadi hilang di saat aku mengusirnya. Ku lihat ibu berjalan ke kamarnya, sementara mas Rahman hanya diam sesekali deru nafas terdengar menahan amarah.

Aku terus melihat mereka, lima menit terus berlalu tapi ibu juga belum keluar dari kamar. Apa yang di lakukan ibu di dalam kamar, aku berjalan ke kamar untuk melihat apa yang dilakukan ibu. Takut ia akan mengambil barang-barang di rumah ini.

"Ibu...!" Teriakku melihat ibu menyembunyikan gelang.

Ya, gelang itu pemberian ibu 5 tahun yang lalu sebelum ibuku meninggal untuk di jadikan modal usaha. Dulu, aku berniat untuk menjualnya karena ingin mendirikan toko tapi niat itu tidak jadi setelah melihat sifat Mas Rahman yang pelit.

"Ra...tih!

Aku mengambil gelang yang masih berada ditangan ibu, lalu menariknya untuk keluar dari kamar. Bisa-bisanya ibu mencuri emas ku tanpa meninggalkannya sedikitpun.

"Bawa ibumu pergi atau aku akan melaporkannya ke polisi," kata ku berteriak lantang menunjuk tangan ke arah pintu.

"Ratih, jangan kurang hajar kamu sama ibuku sampai ibuku kesakitan," Bentak Mas Rahman.

Aku berjalan menghadap pada mas Rahman, ku kepalkan tangan ini erat-erat.ingin sekali aku menamparnya tapi sayang tidak ingin tangan ku kotor karenanya.

"Bawa mereka pergi, Mas. Aku beri ibu mu waktu untuk membayar emas yang di ambil selama dua hari tapi jika tidak, maka siap-siap ibumu mendekam di penjara," kata ku menatap Mas Rahman dengan tajam. Apapun yang terjadi aku sudah siap untuk berpisah dengan lelaki yang tidak pernah bisa adil pada istrinya.

Terpopuler

Comments

Rheny Een

Rheny Een

mertua tak tau malu

2022-08-15

1

Weprina Rorah

Weprina Rorah

like Bab

2022-07-16

0

Arun Guwok

Arun Guwok

kisah rumah tanggaku banget..

2022-04-20

2

lihat semua
Episodes
1 ketika istriku tak lagi meminta uang
2 ketika istriku tak lagi meminta uang (2)
3 ketika istriku tak lagi meminta uang (3)
4 ketika istriku tak lagi meminta uang (4)
5 ketika istriku tak lagi meminta uang (5)
6 ketika istriku tak lagi meminta uang (6)
7 ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)
8 Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)
9 Ketika istriku tak lagi meminta uang (9)
10 Ketika istriku tak lagi meminta uang 10
11 ketika istriku tak lagi meminta uang (11)
12 ketika istriku tak lagi meminta uang (12)
13 ketika istriku tak lagi meminta uang (13)
14 ketika istriku tak lagi meminta uang (14)
15 ketika istriku tak lagi meminta uang (15)
16 ketika Istriku tak lagi meminta uang (16)
17 ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )
18 ketika istriku tak lagi meminta uang (18)
19 ketika istriku tak lagi meminta uang (19)
20 ketika istriku tak lagi meminta uang 20
21 ketika Istriku tak lagi meminta uang 21
22 ketika istriku tak lagi meminta uang 22
23 ketika istriku tak lagi meminta uang 23
24 ketika istriku tak lagi meminta uang 24
25 ketika istriku tak lagi meminta uang 25
26 ketika istriku tak lagi meminta uang 26
27 ketika istriku tak lagi meminta uang 27
28 ketika istriku tak lagi meminta uang 28
29 ketika istriku tak lagi meminta uang 29
30 ketika istriku tak lagi meminta uang 30
31 ketika istriku tak lagi meminta uang 31
32 ketika istriku tak lagi meminta uang 32
33 ketika istriku tak lagi meminta uang 33
34 ketika istriku tak lagi meminta uang 34
35 ketika istriku tak lagi meminta uang 35
36 Ketika istriku tak lagi meminta uang 36
37 ketika istriku tak lagi meminta uang 37
38 Ketika istriku tak lagi meminta uang 38
39 Ketika istriku tak lagi meminta uang 39
40 ketika istriku tak lagi meminta uang 40
41 ketika istriku tak lagi meminta uang 41
42 Ketika istriku tak lagi meminta uang 42
43 ketika istriku tak lagi meminta uang 43
44 Ketika istriku tak lagi meminta uang 44
45 Ketika istriku tak lagi meminta uang 45
46 ketika istriku tak lagi meminta uang 46
47 Ketika istriku tak lagi meminta uang 47
48 Ketika istriku tak lagi meminta uang 48
49 Ketika istriku tak lagi meminta uang 49
50 Ketika istriku tak lagi meminta uang 50
51 Ketika istriku tak lagi meminta uang 51
52 Ketika istriku tak lagi meminta uang 52
53 ketika istriku tak lagi meminta uang 53
54 ketika istriku tak lagi meminta uang 54
55 Ketika istriku tak lagi meminta uang 55
56 Ketika istriku tak lagi meminta uang 56
57 ketika istriku tak lagi meminta uang 57
58 ketika istriku tak lagi meminta uang 58
59 ketika istriku tak lagi meminta uang 59
60 ketika istriku tak lagi meminta uang 60
61 Ketika istriku tak lagi meminta uang 61
62 Ketika istriku tak lagi meminta uang 62
63 Ketika istriku tak lagi meminta uang 63
64 Ketika istriku tak lagi meminta uang 64
65 Ketika istriku tak lagi meminta uang 65
66 ketika istriku tak lagi meminta uang 66
67 Ketika istriku tak lagi meminta uang 67
68 Ketika istriku tak lagi meminta uang 68
69 Ketika istriku tak lagi meminta uang 69
70 Ketika istriku tak lagi meminta uang 70
71 Ketika istriku tak lagi meminta uang 71
72 Ketika istriku tak lagi meminta uang 72
73 Ketika istriku tak lagi meminta uang 73
74 ketika istriku tak lagi meminta uang 74
75 Ketika istriku tak lagi meminta uang 75
76 ketika istriku tak lagi meminta uang 76
77 Ketika istriku tak lagi meminta uang 77
78 Ketika istriku tak lagi meminta uang 78
79 Ketika istriku tak lagi meminta uang 79
80 Ketika istriku tak lagi meminta uang 80
81 Ketika istriku tak lagi meminta uang 81
82 Ketika istriku tak lagi meminta uang 82
83 Ketika istriku tak lagi meminta uang 83
84 Ketika istriku tak lagi meminta uang 84
85 Ketika istriku tak lagi meminta uang 85
86 Ketika istriku tak lagi meminta uang 86
87 Ketika istriku tak lagi meminta uang 87
88 Ketika istriku tak lagi meminta uang 88
89 Ketika istriku tak lagi meminta uang 89
90 Ketika istriku tak lagi meminta uang 90
91 Ketika istriku tak lagi meminta uang 91
92 Ketika istriku tak lagi meminta uang 92
93 Ketika istriku tak lagi meminta uang 93
94 Ketika istriku tak lagi meminta uang 94
95 Ketika istriku tak lagi meminta uang 95
96 Ketika istriku tak lagi meminta uang 96
97 Ketika istriku tak lagi meminta uang 97
98 Ketika istriku tak lagi meminta uang 98
99 Ketika istriku tak lagi meminta uang 99
100 Ketika istriku tak lagi meminta uang 100
101 Ketika istriku tak lagi meminta uang 101
102 Ketika istriku tak lagi meminta uang 102
103 Ketika istriku tak lagi meminta uang 103
104 Ketika istriku tak lagi meminta uang 104
105 Ketika istriku tak lagi meminta uang 105
106 Ketika istriku tak lagi meminta uang 106
107 Ketika istriku tak lagi meminta uang 107
108 Ketika istriku tak lagi meminta uang 108
109 ketika istriku tak lagi meminta uang 109
110 Ketika istriku tak lagi meminta uang 110
111 Ketika istriku tak lagi meminta uang 111
112 Ketika istriku tak lagi meminta 112
113 ketika istriku tak lagi meminta uang 113
114 Ketika istriku tak lagi meminta uang 114
115 Ketika istriku tak lagi meminta uang 115
116 ketika istriku tak lagi meminta uang 116
117 Ketika istriku tak lagi meminta uang 117
118 Ketika istriku tak lagi meminta uang 118
119 Ketika istriku tak lagi meminta uang 119
120 ketika istriku tak lagi meminta uang 120
121 Ketika istriku tak lagi meminta 121
122 ketika istriku tak lagi meminta uang 122
123 Ketika istriku tak lagi meminta uang 123
124 Ketika istriku tak lagi meminta uang 124
125 Ketika istriku tak lagi meminta 125
126 Ketika istriku tak lagi meminta uang 126
127 Ketika istriku tak lagi meminta 127
128 Ketika istriku tak lagi meminta uang 128
129 istriku tak lagi meminta uang 129
130 ketika istriku tak lagi meminta uang 130
131 Terkuaknya Rahasia
132 Ketika istriku tak lagi meminta uang 132
133 Ketika istriku tak lagi meminta uang 133
134 bab 134
135 Bu Sekar di tangkap
136 Bab 136
137 bab 137
138 Memadu kasih
139 Ada polisi
140 Innalilahi
141 bab 141
142 Kepulangan Aira
143 Rindu teman masa kecil
144 Jadi nyamuk
145 Dilon
Episodes

Updated 145 Episodes

1
ketika istriku tak lagi meminta uang
2
ketika istriku tak lagi meminta uang (2)
3
ketika istriku tak lagi meminta uang (3)
4
ketika istriku tak lagi meminta uang (4)
5
ketika istriku tak lagi meminta uang (5)
6
ketika istriku tak lagi meminta uang (6)
7
ketika Istriku tak lagi meminta uang (7)
8
Ketika istriku tak lagi meminta uang (8)
9
Ketika istriku tak lagi meminta uang (9)
10
Ketika istriku tak lagi meminta uang 10
11
ketika istriku tak lagi meminta uang (11)
12
ketika istriku tak lagi meminta uang (12)
13
ketika istriku tak lagi meminta uang (13)
14
ketika istriku tak lagi meminta uang (14)
15
ketika istriku tak lagi meminta uang (15)
16
ketika Istriku tak lagi meminta uang (16)
17
ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )
18
ketika istriku tak lagi meminta uang (18)
19
ketika istriku tak lagi meminta uang (19)
20
ketika istriku tak lagi meminta uang 20
21
ketika Istriku tak lagi meminta uang 21
22
ketika istriku tak lagi meminta uang 22
23
ketika istriku tak lagi meminta uang 23
24
ketika istriku tak lagi meminta uang 24
25
ketika istriku tak lagi meminta uang 25
26
ketika istriku tak lagi meminta uang 26
27
ketika istriku tak lagi meminta uang 27
28
ketika istriku tak lagi meminta uang 28
29
ketika istriku tak lagi meminta uang 29
30
ketika istriku tak lagi meminta uang 30
31
ketika istriku tak lagi meminta uang 31
32
ketika istriku tak lagi meminta uang 32
33
ketika istriku tak lagi meminta uang 33
34
ketika istriku tak lagi meminta uang 34
35
ketika istriku tak lagi meminta uang 35
36
Ketika istriku tak lagi meminta uang 36
37
ketika istriku tak lagi meminta uang 37
38
Ketika istriku tak lagi meminta uang 38
39
Ketika istriku tak lagi meminta uang 39
40
ketika istriku tak lagi meminta uang 40
41
ketika istriku tak lagi meminta uang 41
42
Ketika istriku tak lagi meminta uang 42
43
ketika istriku tak lagi meminta uang 43
44
Ketika istriku tak lagi meminta uang 44
45
Ketika istriku tak lagi meminta uang 45
46
ketika istriku tak lagi meminta uang 46
47
Ketika istriku tak lagi meminta uang 47
48
Ketika istriku tak lagi meminta uang 48
49
Ketika istriku tak lagi meminta uang 49
50
Ketika istriku tak lagi meminta uang 50
51
Ketika istriku tak lagi meminta uang 51
52
Ketika istriku tak lagi meminta uang 52
53
ketika istriku tak lagi meminta uang 53
54
ketika istriku tak lagi meminta uang 54
55
Ketika istriku tak lagi meminta uang 55
56
Ketika istriku tak lagi meminta uang 56
57
ketika istriku tak lagi meminta uang 57
58
ketika istriku tak lagi meminta uang 58
59
ketika istriku tak lagi meminta uang 59
60
ketika istriku tak lagi meminta uang 60
61
Ketika istriku tak lagi meminta uang 61
62
Ketika istriku tak lagi meminta uang 62
63
Ketika istriku tak lagi meminta uang 63
64
Ketika istriku tak lagi meminta uang 64
65
Ketika istriku tak lagi meminta uang 65
66
ketika istriku tak lagi meminta uang 66
67
Ketika istriku tak lagi meminta uang 67
68
Ketika istriku tak lagi meminta uang 68
69
Ketika istriku tak lagi meminta uang 69
70
Ketika istriku tak lagi meminta uang 70
71
Ketika istriku tak lagi meminta uang 71
72
Ketika istriku tak lagi meminta uang 72
73
Ketika istriku tak lagi meminta uang 73
74
ketika istriku tak lagi meminta uang 74
75
Ketika istriku tak lagi meminta uang 75
76
ketika istriku tak lagi meminta uang 76
77
Ketika istriku tak lagi meminta uang 77
78
Ketika istriku tak lagi meminta uang 78
79
Ketika istriku tak lagi meminta uang 79
80
Ketika istriku tak lagi meminta uang 80
81
Ketika istriku tak lagi meminta uang 81
82
Ketika istriku tak lagi meminta uang 82
83
Ketika istriku tak lagi meminta uang 83
84
Ketika istriku tak lagi meminta uang 84
85
Ketika istriku tak lagi meminta uang 85
86
Ketika istriku tak lagi meminta uang 86
87
Ketika istriku tak lagi meminta uang 87
88
Ketika istriku tak lagi meminta uang 88
89
Ketika istriku tak lagi meminta uang 89
90
Ketika istriku tak lagi meminta uang 90
91
Ketika istriku tak lagi meminta uang 91
92
Ketika istriku tak lagi meminta uang 92
93
Ketika istriku tak lagi meminta uang 93
94
Ketika istriku tak lagi meminta uang 94
95
Ketika istriku tak lagi meminta uang 95
96
Ketika istriku tak lagi meminta uang 96
97
Ketika istriku tak lagi meminta uang 97
98
Ketika istriku tak lagi meminta uang 98
99
Ketika istriku tak lagi meminta uang 99
100
Ketika istriku tak lagi meminta uang 100
101
Ketika istriku tak lagi meminta uang 101
102
Ketika istriku tak lagi meminta uang 102
103
Ketika istriku tak lagi meminta uang 103
104
Ketika istriku tak lagi meminta uang 104
105
Ketika istriku tak lagi meminta uang 105
106
Ketika istriku tak lagi meminta uang 106
107
Ketika istriku tak lagi meminta uang 107
108
Ketika istriku tak lagi meminta uang 108
109
ketika istriku tak lagi meminta uang 109
110
Ketika istriku tak lagi meminta uang 110
111
Ketika istriku tak lagi meminta uang 111
112
Ketika istriku tak lagi meminta 112
113
ketika istriku tak lagi meminta uang 113
114
Ketika istriku tak lagi meminta uang 114
115
Ketika istriku tak lagi meminta uang 115
116
ketika istriku tak lagi meminta uang 116
117
Ketika istriku tak lagi meminta uang 117
118
Ketika istriku tak lagi meminta uang 118
119
Ketika istriku tak lagi meminta uang 119
120
ketika istriku tak lagi meminta uang 120
121
Ketika istriku tak lagi meminta 121
122
ketika istriku tak lagi meminta uang 122
123
Ketika istriku tak lagi meminta uang 123
124
Ketika istriku tak lagi meminta uang 124
125
Ketika istriku tak lagi meminta 125
126
Ketika istriku tak lagi meminta uang 126
127
Ketika istriku tak lagi meminta 127
128
Ketika istriku tak lagi meminta uang 128
129
istriku tak lagi meminta uang 129
130
ketika istriku tak lagi meminta uang 130
131
Terkuaknya Rahasia
132
Ketika istriku tak lagi meminta uang 132
133
Ketika istriku tak lagi meminta uang 133
134
bab 134
135
Bu Sekar di tangkap
136
Bab 136
137
bab 137
138
Memadu kasih
139
Ada polisi
140
Innalilahi
141
bab 141
142
Kepulangan Aira
143
Rindu teman masa kecil
144
Jadi nyamuk
145
Dilon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!