Jadian

Ziah yang baru saja sembuh dan bisa berjalan normal, memaksa Panji agar kembali menjalankan misi, ia kembali menggunakan no yang biasa di pakai untuk menghubungi Virgo. Berbagai pesan juga panggilan tak terjawab dari laki-laki itu.

"Halo ...."

"Lo kemana aja Zi? Salama tiga hari nggak ada kabar, lo sakit?" tanya Virgo penuh kekhawatiran.

"Hm, gue nggak enak badan beberapa hari ini maaf ya. Kenapa?"

"Gue jenguk ya, sekarang gue kerumah lo," ujar Virgo membuat Ziah terkesiap.

Ia melempar batu kecil pada Panji yang sedang bermain basket, bicara tanpa mengeluarkan suara tapi Panji langsung mengerti, laki-laki itu menaikkan tangannya membentuk huruf O.

"Ziah!"

"Ah ya ... silahkan, gue tunggu," jawab Ziah gugup.

Usai sambungan telpon terputus, Ziah langsung menghampiri Panji yang kini tengah mengibas-ibaskan bajunya karena kepanasan.

"Kenapa? Kayak panik gitu," santai Panji membuka tutup bolot air minum lalu memininumnya.

"Virgo mau datang kerumah, dia minta alamat rumah gimana dong? Lo sih pakai ok-ok aja," cemas Ziah takut semuanya terbongkar.

Panji tertawa dan malah mencium pipi Ziah. "Kenapa cemas gitu Hm? Ponsel lo mana gue kirim alamatnya." Panji menegadahkan tangannya.

Panji mengetikkan beberapa angka juga alamat rumah yang mereka tempati, tapi di blok yang berbeda, lalu kembali menyerahkan benda pipih itu pada pemiliknya.

Usai mandi sore dan sudah segar, Panji mengajak Ziah ke taman belakang, taman yang mereka kunjungi beberapa hari lalu di dalam mansion. Berjalan ke arah kiri lalu masuk ke sebuah pintu.

Mata Ziah membulat penuh kejutan, juga kagum melihat interior rumah mewah berlantai dua yang belum pernah ia kunjungi selama tinggal di mansion utama. Ternyata mansion yang ia tinggali menyembunyikan banyak tempat yang indah.

Mereka melangkah semakin dalam, ruang tamu, dapur, dan yang lainnya tertata dengan indah di tempat yang strategis, kamar utama di lantai dua dan 3 kamar tamu di lantai dasar.

"Panji jadi ini rumah yang akan gue pakai untuk bertemu Virgo biar nggak ketahuan?"

"Hm."

Mereka kembali melanjutkan langkahnya, ke pintu utama, Ziah sampai menutup mulutnya tak menyangka rumah yang sering kali ia tegur saat melewatinya pulang atau berangkat sekolah adalah rumah om Alan yang masih satu pagar dengan rumah yang ia tinggali.

"Nggak nyangka banget gue ini rumah om Alan."

"Salah satu impian lo masuk kerumah ini kan? Sekarang udah terwujud, selamat menikmati, Nona."

"Lo mau kemana?" Cegah Ziah saat Panji berjalan ke pintu belakang.

"Mau kemansion," jawab Panji yang tak ingin melihat kemesraan Virgo dan Ziah walau itu hanya sebuah sandiwara.

"Lo mau ninggalin gue berdua sama Virgo di sini? Nggak mau,"

Panji menyentil bibir Ziah yang mengerucut. "Banyak pelayan yang lalu lalang, lagian Virgo nggak bakal ngapa-ngapain lo."

Ziah merengut saat Panji benar-benar pergi meninggalkannya seorang diri di rumah mewah berlantai dua itu, baru beberapa menit duduk di sofa suara bel rumah berbunyi. Ia akan beranjak tetapi seorang pelayan berlari membuka pintu membuatnya mengurungkan diri.

"Nona ada yang mencari Anda di depan," ujar salah satu pelayan setelah membuka pintu.

"Suruh masuk aja kak!" sopan Ziah.

Ia berusaha memperlihatkan senyum semanis mungkin saat Virgo berjalan semakin dekat kearahnya membawa bunga juga buah yang di kemas sangat cantik. Virgo meletakkan buah tangan di atas meja dan langsung duduk di samping Ziah.

"Kenapa nggak ngabarin gue kalau lo sakit, Zi! Gimana keadaan lo sekarang, baik-baik aja kan, kata dokter lo sakit apa?" Pancaran manik Virgo terlihat jelas bagaiama khawatirnya laki-laki itu pada Ziah.

"Gue nggak papa kok, cuma luka lutut doang, itupun cuma ke gores tapi nggak di biarin keluar rumah sama ayah," jawab Ziah menyingkirkan tangan Virgo di lengannya.

"Syukurlah,"

"Kenapa lo mau ketemu gue?"

"Gue khawatir sama lo karena beberapa hari ini ponsel nggak aktif, dan juga minta jawaban saat di dermaga itu," lirih Virgo di akhir kalimat, mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedikit salah tingkah melihat senyum Ziah yang sangat manis.

"Kenapa harus bertanya lagi padahal semuanya udah jelas," Ziah mengulum senyum.

"Jadi ...?"

Ziah mengangguk membuat Virgo sangat bahagia, laki-laki mengepalkan tangannya seperti baru saja mendapatkan jackpot.

"Kira resmi pacaran?" tanya Virgo tak percaya dan lagi-lagi di balas anggukan oleh Ziah.

"Makasih sayang."

Uhuk.

Ziah keselek dengan air liurnya sendiri mendengar kata sayang keluar dari mulut Virgo, bukannya senang atau baper malah ia bergidik ngeri dan merasa geli sendiri. Semoga panggilan itu tidak melekat untuknya, atau ia akan gila setiap bersama Virgo.

"Mau merayakan hari pacara kita? Makan malam pertama misalnya?"

"Gue ... gue izin sama ayah gue dulu," gugup Ziah, ini baru satu hari, semoga ia kuat sampai akhir apa lagi saat Virgo bucin, momen di mana yang Ziah dan Panji tunggu-tunggu untuk membalaskan dendam.

...****************...

Jangan lupa meninggalkan jejak😊

Terpopuler

Comments

Azih Ray Byan

Azih Ray Byan

Ziah sama panji aja,.

2022-07-02

0

Nur Annisa

Nur Annisa

outhor yg berkuasa mau zia sama siapa tapi bikin srek aja

2022-06-30

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Hadeehh... susah kok jalani misinya maen hati gini.. takutnya keterusan kan gak adil buaT si Panji...

2022-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 Pembulian
2 Orang Misterius
3 Bertemu orang baik
4 Pembalasan
5 Hidup Baru
6 Berubah 180°
7 Putri Om Alan
8 Hari Pertama Sekolah
9 Pengakuan Geri
10 Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11 Rencana Balas Dendam
12 Berjalan Sesuai Rencana
13 Putusnya Hubungan
14 Senyuman Manis
15 Dermaga Cinta
16 Cinta dan Persahabatan
17 Kesayangan
18 Salah Tingkah
19 Jadian
20 Jantung Ketar-Ketir
21 Menikah?
22 Tugas Baru
23 Jaga Hati Zi!
24 Gara-gara Ciuman
25 Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26 Satu kelompak dengan Cogan
27 Perasaan Aneh
28 Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29 Bukan orang Biasa
30 Ciri-ciri orang jatuh cinta
31 Panji Vs Rian
32 Kartu As terakhir
33 Kabar bahagia
34 Bertemu calon mertua
35 Apakah Aku mencintaimu?
36 Diary Panji
37 Isi Diary Panji
38 Suasana Canggung
39 Ziah bertingkah Aneh
40 Kenapa menghindar?
41 Rapat osis
42 Temu Kangen
43 Panji Vs Virgo
44 Awal kehancuran
45 Keluarga penj*ilat
46 Bibit-bibit Bucin
47 Menegangkan!
48 Jadian!
49 My Crush
50 Panji Bucin
51 Gombalan Ala Panji
52 Romeo dan Juliet
53 Kecurgiaan Virgo
54 Virgo mengetahui semuanya
55 Tidak ada yang perlu di takutkan
56 Cowok Fiksi lebih manarik.
57 Tuan bucin
58 Putri tidur yang terkutuk
59 Diam-diam menghanyutkan
60 Ketika cinta sudah bertahta
61 Pengakuan Rian
62 Pergi dari rumah sekarang juga!
63 Benar-benar pergi
64 Hari pertama tanpa Panji
65 Novel baru Author
66 Pertengkaran
67 Niat Baik
68 Novel Baru Author
69 Novel baru Author
70 Hasrat Terlarang Nona Muda
71 Pertunangan
72 Sejauh Matahari
73 Part 69
74 Part 70
75 Novel baru
76 Part 71
77 Part 72
78 Novel baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Pembulian
2
Orang Misterius
3
Bertemu orang baik
4
Pembalasan
5
Hidup Baru
6
Berubah 180°
7
Putri Om Alan
8
Hari Pertama Sekolah
9
Pengakuan Geri
10
Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11
Rencana Balas Dendam
12
Berjalan Sesuai Rencana
13
Putusnya Hubungan
14
Senyuman Manis
15
Dermaga Cinta
16
Cinta dan Persahabatan
17
Kesayangan
18
Salah Tingkah
19
Jadian
20
Jantung Ketar-Ketir
21
Menikah?
22
Tugas Baru
23
Jaga Hati Zi!
24
Gara-gara Ciuman
25
Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26
Satu kelompak dengan Cogan
27
Perasaan Aneh
28
Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29
Bukan orang Biasa
30
Ciri-ciri orang jatuh cinta
31
Panji Vs Rian
32
Kartu As terakhir
33
Kabar bahagia
34
Bertemu calon mertua
35
Apakah Aku mencintaimu?
36
Diary Panji
37
Isi Diary Panji
38
Suasana Canggung
39
Ziah bertingkah Aneh
40
Kenapa menghindar?
41
Rapat osis
42
Temu Kangen
43
Panji Vs Virgo
44
Awal kehancuran
45
Keluarga penj*ilat
46
Bibit-bibit Bucin
47
Menegangkan!
48
Jadian!
49
My Crush
50
Panji Bucin
51
Gombalan Ala Panji
52
Romeo dan Juliet
53
Kecurgiaan Virgo
54
Virgo mengetahui semuanya
55
Tidak ada yang perlu di takutkan
56
Cowok Fiksi lebih manarik.
57
Tuan bucin
58
Putri tidur yang terkutuk
59
Diam-diam menghanyutkan
60
Ketika cinta sudah bertahta
61
Pengakuan Rian
62
Pergi dari rumah sekarang juga!
63
Benar-benar pergi
64
Hari pertama tanpa Panji
65
Novel baru Author
66
Pertengkaran
67
Niat Baik
68
Novel Baru Author
69
Novel baru Author
70
Hasrat Terlarang Nona Muda
71
Pertunangan
72
Sejauh Matahari
73
Part 69
74
Part 70
75
Novel baru
76
Part 71
77
Part 72
78
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!