Orang Misterius

Sepulang sekolah, Kika hanya mampir kerumahnya untuk membersihkan tubuhnya yang bau amis juga menganti bajunya dengan yang lebih layak, setelahnya ia pergi lagi untuk berkerja paruh waktu di sebuah toko swalayan di sekitar lingkungannya.

Sepanjang jalan ia hanya bisa menunduk karena tatapan para tentangganya. Bukan hanya di sekolah tapi di lingkungan rumahpun ia mendapat perlakuan buruk.

"Maaf Nyonya saya terlambat," ujar Kika menunduk di depan pemilik toko swalayan.

"Kamu niat bekerja atau tidak? ini bukan pertama kalinya kamu terlambat!" omel pemilik toko. "Kalau sampai kamu terlambat lagi, tidak usah berkerja di toko saya lagi, sudah untung saya mau memperkerjakan kamu!"

"Maaf Nyonya."

"Sana kerjakan tugas kamu, dasar buruk rupa!" maki pemilik toko.

Lagi dan lagi Kika hanya bisa menerima makian itu untuknya. Bekerja dengan tekun untuk menghidupi dirinya sendiri. Ia sadar penampilan juga wajahnya jauh dari kata cantik karena tidak terawat. Ada keinginan dalam dirinya untuk merawat tubuhnya, tapi apalah daya, uang untuk makan saja ia harus banting tulang.

Seperti biasa Kika akan bekerja hingga jam depalan malam, selama itu pula ada saja yang menghina dirinya, apa lagi jika ia tidak sengaja bertemu salah satu teman sekolahnya di tempat kerja.

"Sabar Kika, demi masa depan lo," ujarnya pada diri sediri.

Usai bekerja, Kika pulang kerumahnya, ia mengernyit saat kotak kecil berada di depan rumahnya. Kotak misterius yang selalu ia dapatkan beberapa bulan terakhir dari orang yang tidak di kenalnya.

Di ambilnya kotak itu lalu memeriksa nama pengirimnya, nol besar, hanya ada alamat rumahnya di sana.

"Siapa sebenarnya orang misterius itu? kenapa dia begitu baik selalu mengirim barang-barang yang aku butuhkan?" gumam Kika membawa kotak itu masuk kedalam rumahnya, lalu meletakkan di atas meja.

Kika terlebih dulu membersihkan tubuhnya, setelah itu kedapur untuk membuat makan Ala kadarnya sesuai bahan yang mampu ia beli. Setelah makan Kika kembali ke meja untuk memeriksa isi kotak itu. Senyumnya mengembang saat melihat kotak kacamata mines. Orang misterius itu selalu tahu apa saja yang ia butuhkan. Dulu sepatu juga tasnya robek karena ulah Virgo dan teman-temannya kotak misterius muncul di depan rumahnya berisi tas juga Sepatu.

"Siapapun kamu, aku sangat berterimakasih kasih karena bersedia menolongku!" teriak Kika berharap orang misterius itu masih berada di sekitar rumahnya dan mendengar ucapan terimakasihnya.

Awalnya ia sedikit takut dengan orang misterius itu karena tahu segala apa yang ia lakukan, tapi seiring berjalannya waktu ia merasa terlindungi dengan keberadaan orang itu di sekitarnya. Bahkan ia sering merasa saat pulang kerja ada yang mengikutinya diam-diam, tapi tak pernah terjadi sesuatu padanya. Jadi ia meyakinkan diri bahwa itu adalah orang misterius. Katakanlah ia terlalu pede karena ada orang yang sembunyi-sembunyi membantunya, tapi itu yang ia rasakan saat ini.

Sebelum tidur, Kika tak lupa belajar dan mengerjakan tugas-tugas Virgo juga yang lainnya jika tak ingin mendapat masalah di sekolah.

Bangun lebih awal, dan berangkat sekolah adalah kebiasaannya agar tidak terlambat karena ia harus jalan kaki untuk menghemat uang. Jarak rumah dan sekolah Kika tempuh kurang lebih satu jam.

Ia menghela nafas panjang saat akan berbelok di perpatan menuju sekolah, neraka segera di mulai, apa lagi sudah jam tujuh lewat, sudah banyak anak sekolah yang datang. Kika menundukkan kepalanya tak ingin melihat tatapan memojokkan dari teman sekolahnya. Ia harus kuat menghadapi semuanya dan bersabar demi masa depan yang cerah.

Pletak

Kika mengusap kepalanya saat botol air minum mendarat di sana, ia mendongak dan mendapati Virgo di atas mobil hitam tengah tersenyum mengejek kearahnya.

"Ups, sengaja, gue kira tempat sampah," ujar Virgo.

Kika tak menjawab, mengambil botol air minum itu lalu melemparnya ke tempat sampah, kembali berjalan menuju sekolah.

"Sepertinya penampilan lo lebih cocok jadi pemulung di banding jadi siswa di sekolah ini."

"Benarkah?" Kika berhenti dan menatap Virgo.

"Wah nantangin dia bos!" Salah satu teman Virgo mengompor-ngompori.

"Beraninya lo natap gue!"

"Gue punya mata, dan gue punya hak natap siapa aja termasuk lo," jawab Kika. Setelah mengatakan itu Kika berjalan lebih cepat, meruntuki dirinya yang terlalu lancang menjawab pertanyaan Virgo.

Sepanjang jalan Kika terus memukul bibirnya, hingga tak sengaja menambrak Celin teman pacarnya Virgo.

"An*jir, beraninya lo nyentuh gua gadis buruk rupa!" kesal Celin mendorong tubuh Kika sekuat tenaga.

"Maaf gue nggak sengaja."

"Alasan!" Menjambak rambut Kika hingga terjadi jambak-jambakan di antara mereka. Bukannya Kika melawan, ia hanya membela diri dengan menarik rambut Celin agar melepaskan jambakan di rambutnya.

"Ada apa ini?" tegur Ibu Reta.

Celin melepaskan jambakan rambutnya, lalu menangis terseduh-seduh, merasa paling tersakiti.

"Kika datang-datang jambak rambut saya bu, padahal saya nggak tau apa salah saya." Tangis Celin mendramatis.

"Benar begitu Kika?"

"Nggak bu, saya hanya ...."

"Bohong, saya liat sendiri tadi Kika lebih dulu menjambak rambut Celin," ujar Virgo yang baru saja datang.

"Kika, ikut ibu ke kantor sekarang!" perintah Bu Reta tegas.

...****************...

Jangan lupa like, komen dan vote. Mampir juga di cerita dedek "Cinta dan Masa Lalu"

Terpopuler

Comments

Nur Syamsi

Nur Syamsi

klaw suka yg jgn di siksa orangnya dong kasian bangat, masa suka ma cewek digituin....

2024-08-18

0

MeyMey

MeyMey

kotak misterius itu dari Virgo kayaknya , org dia kan yg ngebully sampe kacamat Kikan pecah

2022-10-04

0

Trysa Wailull Umi Safitri

Trysa Wailull Umi Safitri

ex

2022-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 Pembulian
2 Orang Misterius
3 Bertemu orang baik
4 Pembalasan
5 Hidup Baru
6 Berubah 180°
7 Putri Om Alan
8 Hari Pertama Sekolah
9 Pengakuan Geri
10 Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11 Rencana Balas Dendam
12 Berjalan Sesuai Rencana
13 Putusnya Hubungan
14 Senyuman Manis
15 Dermaga Cinta
16 Cinta dan Persahabatan
17 Kesayangan
18 Salah Tingkah
19 Jadian
20 Jantung Ketar-Ketir
21 Menikah?
22 Tugas Baru
23 Jaga Hati Zi!
24 Gara-gara Ciuman
25 Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26 Satu kelompak dengan Cogan
27 Perasaan Aneh
28 Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29 Bukan orang Biasa
30 Ciri-ciri orang jatuh cinta
31 Panji Vs Rian
32 Kartu As terakhir
33 Kabar bahagia
34 Bertemu calon mertua
35 Apakah Aku mencintaimu?
36 Diary Panji
37 Isi Diary Panji
38 Suasana Canggung
39 Ziah bertingkah Aneh
40 Kenapa menghindar?
41 Rapat osis
42 Temu Kangen
43 Panji Vs Virgo
44 Awal kehancuran
45 Keluarga penj*ilat
46 Bibit-bibit Bucin
47 Menegangkan!
48 Jadian!
49 My Crush
50 Panji Bucin
51 Gombalan Ala Panji
52 Romeo dan Juliet
53 Kecurgiaan Virgo
54 Virgo mengetahui semuanya
55 Tidak ada yang perlu di takutkan
56 Cowok Fiksi lebih manarik.
57 Tuan bucin
58 Putri tidur yang terkutuk
59 Diam-diam menghanyutkan
60 Ketika cinta sudah bertahta
61 Pengakuan Rian
62 Pergi dari rumah sekarang juga!
63 Benar-benar pergi
64 Hari pertama tanpa Panji
65 Novel baru Author
66 Pertengkaran
67 Niat Baik
68 Novel Baru Author
69 Novel baru Author
70 Hasrat Terlarang Nona Muda
71 Pertunangan
72 Sejauh Matahari
73 Part 69
74 Part 70
75 Novel baru
76 Part 71
77 Part 72
78 Novel baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Pembulian
2
Orang Misterius
3
Bertemu orang baik
4
Pembalasan
5
Hidup Baru
6
Berubah 180°
7
Putri Om Alan
8
Hari Pertama Sekolah
9
Pengakuan Geri
10
Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11
Rencana Balas Dendam
12
Berjalan Sesuai Rencana
13
Putusnya Hubungan
14
Senyuman Manis
15
Dermaga Cinta
16
Cinta dan Persahabatan
17
Kesayangan
18
Salah Tingkah
19
Jadian
20
Jantung Ketar-Ketir
21
Menikah?
22
Tugas Baru
23
Jaga Hati Zi!
24
Gara-gara Ciuman
25
Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26
Satu kelompak dengan Cogan
27
Perasaan Aneh
28
Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29
Bukan orang Biasa
30
Ciri-ciri orang jatuh cinta
31
Panji Vs Rian
32
Kartu As terakhir
33
Kabar bahagia
34
Bertemu calon mertua
35
Apakah Aku mencintaimu?
36
Diary Panji
37
Isi Diary Panji
38
Suasana Canggung
39
Ziah bertingkah Aneh
40
Kenapa menghindar?
41
Rapat osis
42
Temu Kangen
43
Panji Vs Virgo
44
Awal kehancuran
45
Keluarga penj*ilat
46
Bibit-bibit Bucin
47
Menegangkan!
48
Jadian!
49
My Crush
50
Panji Bucin
51
Gombalan Ala Panji
52
Romeo dan Juliet
53
Kecurgiaan Virgo
54
Virgo mengetahui semuanya
55
Tidak ada yang perlu di takutkan
56
Cowok Fiksi lebih manarik.
57
Tuan bucin
58
Putri tidur yang terkutuk
59
Diam-diam menghanyutkan
60
Ketika cinta sudah bertahta
61
Pengakuan Rian
62
Pergi dari rumah sekarang juga!
63
Benar-benar pergi
64
Hari pertama tanpa Panji
65
Novel baru Author
66
Pertengkaran
67
Niat Baik
68
Novel Baru Author
69
Novel baru Author
70
Hasrat Terlarang Nona Muda
71
Pertunangan
72
Sejauh Matahari
73
Part 69
74
Part 70
75
Novel baru
76
Part 71
77
Part 72
78
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!