Jantung Ketar-Ketir

Panji tak henti-hentinya ngedumel di dalam kamar benuansa pink, bisa-bisanya Ziah memaggilnya ayah.

"Ayolah, gue nggak setua itu Zi," gerutu Panji masih belum terima di panggil ayah. "Kenapa nggak ayang aja coba biar lebih ... ah sudahlah," pasrah Panji mendaratkan tubuhnya di kasur empuk Ziah entah kenapa kamar Ziah lebih nyaman daripada kamarnya, mungkin karena pemliknya orang yang ia suka.

Lama menunggu membuatnya tertidur di kamar itu, sementara pemiliknya masih asik berduaan dengan musuhnya sendiri yaitu Virgo.

Ziah terus melirik arloji di pergelangan tangannya, kenapa waktu begitu terasa lambat saat bersama Virgo? Mereka baru saja sampai di sebuah restoran untuk makan malam, tapi rasanya ia sudah ingin pulang, apa lagi sedari tadi tangannya terus di genggam sangat erat seperti anak kecil.

"Sayang, lo mau makan apa?" tanya Virgo meneliti menu yang baru saja di berikan pelayan.

"Terserah, gue makan apa aja kok," jawab Ziah berusa menampilkan senyum semanis mungkin agar tidak seperti terpaksa.

Virgo terus mengelus tangan mungil Ziah yang berada di atas meja, memainkan jari jemari gadis itu sembari menunggu makan malam datang. Ia tak menyangka akan pacaran dengan Ziah secepat ini padahal gadis itu terlihat jutek saat pertama kali bertemu.

Tak terasa makan malam berjala sesuai rencana, sangat romantis manurut versi Virgo tetapi tidak untuk Ziah, karena terkesan berlebihan. Virgo mengantar Ziah hingga di depan pintu. Sepeningglan Virgo, Ziah bernapas lega, akhirnya ia bisa lepas dari kebucinan anak SMA yang tak memikirkan masa depan dan hanya mengandalkan kekayaan orang tua.

Ziah mengelengkan kepala tak percaya saat melihat Panji kini tidur di ranjangnya, karena gerah ia tak menghampiri laki-laki itu tetapi masuk ke kamar mandi, tentu saja membawa baju ganti. Segar dan wangi, ia menghampiri Panji, hendak membangunkan dengan cara kasar seperti yang ia lakukan sebelumnya, tetapi merasa tubuh laki-laki itu hangat bahkan panas, ia mengurungkan niatnya.

"Kenapa malah tidur sih, harusnya minum obat dulu, Ji," gerutu Ziah memperbaiki selimut menutupi tubuh Panji.

Ia meminta pelayan untuk mambawakan air hangat juga kompres untuk Panji.

"Biar saya aja Nona yang merawat Tuan Panji, anda harus istirahat sudah larut malam," ujar pelayan yang membawa alat kompres ke kamar Ziah.

"Aku aja kak, belum ngantuk juga. Oh Iya, Om Alan udah pulang?"

"Belum Nona."

"Makasih kak."

Pelayan itu hanya menganggukkan kepala, lalu meninggalkan Ziah juga Panji di dalam kamar. Sepeninggalan pelayan itu, Ziah kembali duduk di pinggir ranjang, meletakkan kompres di kening Panji.

"Jangan sakit dong Ji, nanti siapa yang ngomelin gue, tidur sebelum bertengkar sama lo tuh rasanya aneh," ujar Ziah terus mengajak Panji bicara padahal laki-laki itu menutup mata.

"Gue mau curhat sama lo, udah deh nggak usah jawab, yang penting gue ngeluarin semuanya dulu," lanjut Ziah ikut tidur di samping Panji, bedanya ia tengkurap agar bisa mantap wajah itu. Rasanya berbicara tanpa menatap manik lawan bicara kurang srek.

"Tau nggak, Ji? Tadi gue resmi pacaran sama Virgo terus dia manggil gue sayang, tapi kok beda ya pas lo yang manggil sayang? Kalau Virgo yang manggil gue geli, tapi kalau lo gue suka." Cengir Ziah tanpa menyadari bahwa Panji sudah bangun dan pura-pura tidur.

"Apa karena lo abang gue dan Virgo musuh ya?" pikir Ziah. "Pokoknya gue risih di panggil sayang sama Virgo, kayaknya seminggu cukup buat dia bucin terus putus aja."

"Tidurlah jangan bicara mulu, ganggu orang tidur aja," gumam Panji menarik Ziah agar tidur di sampingnya, memeluk gadis itu seperti guling.

"Panji jangan peluk gue, jantung gue kayak mau copot," keluh Ziah dalam pelukan Panji.

"Jangan banyak alasan," gumam Panji.

"Beneran Panji, jantung gue mau copot kalau di peluk gini sama lo," jujur Ziah.

Mata yang semula tertutup itu kini terbuka dan menatap manik indah Ziah yang juga sedang menatapnya, semburat merah di pipi gadis itu sangat mengemaskan di mata Panji.

"Kalau Virgo?"

"Biasa aja, beda kalau dekat sama lo, jantung gue kayak mau keluar dari tempatnya. Apa gue harus jauh-jauh ya sama lo biar nggak sakit jantung?" tanya Ziah polos membuat Panji tertawa padahal tubuhnya sangat lemah.

"Jangan ketawa, Ji!" tegur Ziah.

"Lo suka sama gue?" tanya Panji tanpa basa-basi.

"Tentu saja gue suka sama lo, kalau nggak suka ngapain gue mau ikut lo sampai kesini, apa-apa curhat sama lo, percaya sama lo," jawab Ziah.

"Bukan itu Ziah!" kesal Panji.

"Ah kenapa sesusah ini sih ngomong sama cewek polos? Semua orang di sama ratakan, mana jujur banget lagi, nggak tau apa jantung gue udah ketar-ketir dari tadi,"

Batin Panji terus menjerit tak kuat akan tingkah Ziah.

...****************...

Jangan lupa meninggalkan jejak😊

Terpopuler

Comments

Nur Syamsi

Nur Syamsi

apa gengnya Asila Tdk bertanya kemana pindahnya si cupu ya

2024-08-18

0

Nur Syamsi

Nur Syamsi

dibiarin sja Panji, lambat Laun nti Ziahnya ngerti at nunggu penjelasan om Alan

2024-08-18

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Org polos ama orang o'on tuh 11-12 deh thor... gampang di kibulin... 🤭🤭

2022-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 Pembulian
2 Orang Misterius
3 Bertemu orang baik
4 Pembalasan
5 Hidup Baru
6 Berubah 180°
7 Putri Om Alan
8 Hari Pertama Sekolah
9 Pengakuan Geri
10 Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11 Rencana Balas Dendam
12 Berjalan Sesuai Rencana
13 Putusnya Hubungan
14 Senyuman Manis
15 Dermaga Cinta
16 Cinta dan Persahabatan
17 Kesayangan
18 Salah Tingkah
19 Jadian
20 Jantung Ketar-Ketir
21 Menikah?
22 Tugas Baru
23 Jaga Hati Zi!
24 Gara-gara Ciuman
25 Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26 Satu kelompak dengan Cogan
27 Perasaan Aneh
28 Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29 Bukan orang Biasa
30 Ciri-ciri orang jatuh cinta
31 Panji Vs Rian
32 Kartu As terakhir
33 Kabar bahagia
34 Bertemu calon mertua
35 Apakah Aku mencintaimu?
36 Diary Panji
37 Isi Diary Panji
38 Suasana Canggung
39 Ziah bertingkah Aneh
40 Kenapa menghindar?
41 Rapat osis
42 Temu Kangen
43 Panji Vs Virgo
44 Awal kehancuran
45 Keluarga penj*ilat
46 Bibit-bibit Bucin
47 Menegangkan!
48 Jadian!
49 My Crush
50 Panji Bucin
51 Gombalan Ala Panji
52 Romeo dan Juliet
53 Kecurgiaan Virgo
54 Virgo mengetahui semuanya
55 Tidak ada yang perlu di takutkan
56 Cowok Fiksi lebih manarik.
57 Tuan bucin
58 Putri tidur yang terkutuk
59 Diam-diam menghanyutkan
60 Ketika cinta sudah bertahta
61 Pengakuan Rian
62 Pergi dari rumah sekarang juga!
63 Benar-benar pergi
64 Hari pertama tanpa Panji
65 Novel baru Author
66 Pertengkaran
67 Niat Baik
68 Novel Baru Author
69 Novel baru Author
70 Hasrat Terlarang Nona Muda
71 Pertunangan
72 Sejauh Matahari
73 Part 69
74 Part 70
75 Novel baru
76 Part 71
77 Part 72
78 Novel baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Pembulian
2
Orang Misterius
3
Bertemu orang baik
4
Pembalasan
5
Hidup Baru
6
Berubah 180°
7
Putri Om Alan
8
Hari Pertama Sekolah
9
Pengakuan Geri
10
Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11
Rencana Balas Dendam
12
Berjalan Sesuai Rencana
13
Putusnya Hubungan
14
Senyuman Manis
15
Dermaga Cinta
16
Cinta dan Persahabatan
17
Kesayangan
18
Salah Tingkah
19
Jadian
20
Jantung Ketar-Ketir
21
Menikah?
22
Tugas Baru
23
Jaga Hati Zi!
24
Gara-gara Ciuman
25
Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26
Satu kelompak dengan Cogan
27
Perasaan Aneh
28
Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29
Bukan orang Biasa
30
Ciri-ciri orang jatuh cinta
31
Panji Vs Rian
32
Kartu As terakhir
33
Kabar bahagia
34
Bertemu calon mertua
35
Apakah Aku mencintaimu?
36
Diary Panji
37
Isi Diary Panji
38
Suasana Canggung
39
Ziah bertingkah Aneh
40
Kenapa menghindar?
41
Rapat osis
42
Temu Kangen
43
Panji Vs Virgo
44
Awal kehancuran
45
Keluarga penj*ilat
46
Bibit-bibit Bucin
47
Menegangkan!
48
Jadian!
49
My Crush
50
Panji Bucin
51
Gombalan Ala Panji
52
Romeo dan Juliet
53
Kecurgiaan Virgo
54
Virgo mengetahui semuanya
55
Tidak ada yang perlu di takutkan
56
Cowok Fiksi lebih manarik.
57
Tuan bucin
58
Putri tidur yang terkutuk
59
Diam-diam menghanyutkan
60
Ketika cinta sudah bertahta
61
Pengakuan Rian
62
Pergi dari rumah sekarang juga!
63
Benar-benar pergi
64
Hari pertama tanpa Panji
65
Novel baru Author
66
Pertengkaran
67
Niat Baik
68
Novel Baru Author
69
Novel baru Author
70
Hasrat Terlarang Nona Muda
71
Pertunangan
72
Sejauh Matahari
73
Part 69
74
Part 70
75
Novel baru
76
Part 71
77
Part 72
78
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!