Putri Om Alan

Sebelum masuk sekolah, om Alan mengajak Ziah ke markas untuk latihan bela diri agar gadis itu bisa menjaga dirinya sendiri jika jauh dari jangkau om Alan ataupun Panji.

Mereka bertiga berjalan beriringan memasuki sebuah gedung, tempat Om Alan bekerja, mereka menundudukan kepala, ada juga yang bertanya-tanya siapa gadis di antara mereka. Namun, tak ada yang berani bertanya.

Sebelum menuju tempat latihan fisik, Om Alan mengajak Ziah kesebuah ruangan di mana terdapat banyak peralatan canggih yang biasa di gunakan untuk meretas apa saja, dan disini lah Ziah akan berkerja setelah lulus nanti bersama Panji.

"Mohon perhatiannya sebentar!" Intruksi Om Alan membuat semua karyawan kurang lebih 20 orang berhenti mengerjakan perkejaan masing-masing, berdiri lalu berbaris menghadap Om Alan.

Om Alan merangkul pundak Ziah, membuat gadis itu tersenyum kikuk apa lagi semua orang kini menatapnya, tetapi kini tetapan mereka berbeda, tak ada lagi tatapan merendahkan, hanya ada tatapan penuh penasaran juga kagum.

"Kenalkan, putri bungsu saya, adiknya Panji," ujar Om Alan.

"Selamat datang Nona Muda," sambut mereka berbarengan sembari menundukkan kepala.

"Hay, kenalin, nama aku Ziah, senang bisa kenalan dengan kakak," ucap Ziah dengan senyuman, untung saja Panji sudah menjelaskan bagaimana posisi Om Alan di kantor, jadi ia bisa menyesuaikan diri. Ah jujur saja ia kesulitan menempatkan diri. Dari yang tidak pernah di anggap kini semua orang menghormatinya, membuatnya merasa aneh.

"Ziah, ini adalah ruangan kekuasaan kamu, jika butuh sesuatu dan tidak mengerti akan sesuatu hal, tanyakan saja pada mereka," ujar Om Alan menepuk pundak Ziah. "Om keruangan dulu, lanjutkan penjelajahanmu dengan Panji di kantor ini!"

"Baik om, terimakasih," sahut Ziah sopan.

Sepeninggalan om Alan, Ziah mengamati ruangan penuh akan teknologi canggih itu, layar yang begitu besar terpampang nyata hingga kita bisa melihat dunia luar hanya dengan duduk di sebuah kursi.

"Ziah," panggil Panji, membuat gadis yang tengah sibuk mengamati para pekerja itu menoleh dan melempar senyum. "Gue ke lantai 4 dulu, kalau lo butuh sesuatu telfon gue. Lo udah ngertikan gimana cara gunainnya?" tanya Panji setengah mengejek membuat Ziah merengut.

"Tantu saja, gue kan pintar," sahut Ziah.

"Iya deh yang punya otak jenius," pasrah Panji mengacak-acak rambut Ziah sebelum meninggalkan ruangan paling besar di antara ruangan lainnya, dan ruangan ini hanya satu-satunya ruangan yang berada di lantai dua.

Harus Panji akui, otak Ziah jauh di atas rata-rata bahkan bisa mengalahkannya, sekali menjelaskan makan gadis itu akan mengerti semuanya, walau terkadang bertingkah lucu saat bertanya.

"Kak, apa kita juga bisa melihat tempat yang ingin kita kunjungi?" tanya Ziah pada salah satu wanita yang kini sibuk mengerjakan sesuatu hingga memperlihatkan layar penuh akan tulisan seperti menganalisis sesuatu.

"Tentu saja, Nona ingin melihat apa?"

"SMA Nuri," jawab Ziah.

Dengan lincah tangan wanita 27 tahun itu bergerak di atas kayboard hingga menampilkan sekolah SMA Nuri sesuai permintaan Ziah.

"Keren!" takjub Ziah. "Bagaimana bisa? Bisa ajari aku kak?"

"Semua bisa di lakukan di ruangan ini Nona."

Keasikan berada di ruangan serba canggih itu, sampai ia lupa bahwa Panji menunggu telfonnya, karena mereka akan menjelajahi kantor ini. Jika saja bukan Panji yang menghampiri Ziah di ruangan itu, gadis itu mungkin masih sibuk bertanya mengganggu pekerja lainnya.

Sama seperti sebelumnya, Ziah bertanya ini itu pada Panji saat melewati beberapa barang-barang yang menurut Ziah Aneh.

Usai menjelajahi kantor, Panji mengajak Ziah ke ruangan bela diri, sedikit mengajari gadis itu dasar-sadar bela diri terlebih dahulu, hanya sebentar dan mereka kembali kerumah untuk mempersiapkan keperluan sekolah untuk besok.

***

Malam harinya, beberapa pelayan masuk ke kamar Ziah, membuat gadis yang tengah belajar itu sedikit terganggu.

"Ada apa kak?"

"Tidak ada Nona, kami hanya ingin memastikan semua perlengkapan sekolah Nona lengkap sebelum berangkat besok," jawab sang pelayan.

Ziah mengangguk mengerti, duduk di kursi belajarnya memperhatikan aktivitas pelayan itu. Salah satu pelayan berjalan ke meja rias, memeriksa satu persatu scincare di atas meja juga beberapa make up.

Yang lainnya menata buku di rak buku tak jauh di dekat Tv, juga seragam sekolahnya yang mengantung dengan cantik setelah di setrika.

Dirinya seperti tuan putri, tak ada yang di kerjakan selain belajar, tidur dan makan. Kehidupan yang tak pernah terbayangkan di pikiran Ziah dahulu.

"Kak itu semua mau di bawa kemana?" tanya Ziah saat pelayan membawa beberapa scincare.

"Mau di buang Nona, satu bulan lagi akan kadaluarsa, kami akan menganti dengan yang baru," jawab pelayan itu.

"Tapi satu bulan itu masih lama kak."

"Tuan Alan tidak suka jika ada barang kadaluarsa ada di rumahnya Nona."

...****************...

Terpopuler

Comments

Nur Syamsi

Nur Syamsi

Alhamdulillah, inilah buah dr kesabaran Ziah, 😭😭😭 terharu bacanya thor
...

2024-08-18

0

Aqil Aqil

Aqil Aqil

kepengn rasax jd ziah.

2024-05-22

0

Yati Raisa

Yati Raisa

Sultan mah bebas sebulan lagi ma kadaluarsa udah dibuang ganti yg baru

2022-03-25

5

lihat semua
Episodes
1 Pembulian
2 Orang Misterius
3 Bertemu orang baik
4 Pembalasan
5 Hidup Baru
6 Berubah 180°
7 Putri Om Alan
8 Hari Pertama Sekolah
9 Pengakuan Geri
10 Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11 Rencana Balas Dendam
12 Berjalan Sesuai Rencana
13 Putusnya Hubungan
14 Senyuman Manis
15 Dermaga Cinta
16 Cinta dan Persahabatan
17 Kesayangan
18 Salah Tingkah
19 Jadian
20 Jantung Ketar-Ketir
21 Menikah?
22 Tugas Baru
23 Jaga Hati Zi!
24 Gara-gara Ciuman
25 Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26 Satu kelompak dengan Cogan
27 Perasaan Aneh
28 Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29 Bukan orang Biasa
30 Ciri-ciri orang jatuh cinta
31 Panji Vs Rian
32 Kartu As terakhir
33 Kabar bahagia
34 Bertemu calon mertua
35 Apakah Aku mencintaimu?
36 Diary Panji
37 Isi Diary Panji
38 Suasana Canggung
39 Ziah bertingkah Aneh
40 Kenapa menghindar?
41 Rapat osis
42 Temu Kangen
43 Panji Vs Virgo
44 Awal kehancuran
45 Keluarga penj*ilat
46 Bibit-bibit Bucin
47 Menegangkan!
48 Jadian!
49 My Crush
50 Panji Bucin
51 Gombalan Ala Panji
52 Romeo dan Juliet
53 Kecurgiaan Virgo
54 Virgo mengetahui semuanya
55 Tidak ada yang perlu di takutkan
56 Cowok Fiksi lebih manarik.
57 Tuan bucin
58 Putri tidur yang terkutuk
59 Diam-diam menghanyutkan
60 Ketika cinta sudah bertahta
61 Pengakuan Rian
62 Pergi dari rumah sekarang juga!
63 Benar-benar pergi
64 Hari pertama tanpa Panji
65 Novel baru Author
66 Pertengkaran
67 Niat Baik
68 Novel Baru Author
69 Novel baru Author
70 Hasrat Terlarang Nona Muda
71 Pertunangan
72 Sejauh Matahari
73 Part 69
74 Part 70
75 Novel baru
76 Part 71
77 Part 72
78 Novel baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Pembulian
2
Orang Misterius
3
Bertemu orang baik
4
Pembalasan
5
Hidup Baru
6
Berubah 180°
7
Putri Om Alan
8
Hari Pertama Sekolah
9
Pengakuan Geri
10
Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11
Rencana Balas Dendam
12
Berjalan Sesuai Rencana
13
Putusnya Hubungan
14
Senyuman Manis
15
Dermaga Cinta
16
Cinta dan Persahabatan
17
Kesayangan
18
Salah Tingkah
19
Jadian
20
Jantung Ketar-Ketir
21
Menikah?
22
Tugas Baru
23
Jaga Hati Zi!
24
Gara-gara Ciuman
25
Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26
Satu kelompak dengan Cogan
27
Perasaan Aneh
28
Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29
Bukan orang Biasa
30
Ciri-ciri orang jatuh cinta
31
Panji Vs Rian
32
Kartu As terakhir
33
Kabar bahagia
34
Bertemu calon mertua
35
Apakah Aku mencintaimu?
36
Diary Panji
37
Isi Diary Panji
38
Suasana Canggung
39
Ziah bertingkah Aneh
40
Kenapa menghindar?
41
Rapat osis
42
Temu Kangen
43
Panji Vs Virgo
44
Awal kehancuran
45
Keluarga penj*ilat
46
Bibit-bibit Bucin
47
Menegangkan!
48
Jadian!
49
My Crush
50
Panji Bucin
51
Gombalan Ala Panji
52
Romeo dan Juliet
53
Kecurgiaan Virgo
54
Virgo mengetahui semuanya
55
Tidak ada yang perlu di takutkan
56
Cowok Fiksi lebih manarik.
57
Tuan bucin
58
Putri tidur yang terkutuk
59
Diam-diam menghanyutkan
60
Ketika cinta sudah bertahta
61
Pengakuan Rian
62
Pergi dari rumah sekarang juga!
63
Benar-benar pergi
64
Hari pertama tanpa Panji
65
Novel baru Author
66
Pertengkaran
67
Niat Baik
68
Novel Baru Author
69
Novel baru Author
70
Hasrat Terlarang Nona Muda
71
Pertunangan
72
Sejauh Matahari
73
Part 69
74
Part 70
75
Novel baru
76
Part 71
77
Part 72
78
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!