Pembalasan

Kika berangkat ke sekolah seperti biasanya, berangkat lebih awal dan berjalan kaki. Tidak ada yang berubah dari penampilannya, kacamata tebal juga rambut di kepang dua, tetapi hari ini ada keberanian juga tekat yang menyertai akibat dorongan semangat dari Om Alan juga Panji yang mengatakan akan selalu ada di sekitarnya.

Ia menarik nafas panjang lalu membuangnya, itu ia lakukan berulang kali sebelum masuk ke dalam kelas, kebetulan ia berangkat terlalu pagi jadi ia yang pertama datang. Kika mendudukkan dirinya di bangku.

Matahari mulai menyapa masuk kedalam kelas melalui ventilasi udara, menyilaukan mata yang memandangnya. Namun, Kika masih sibuk dengan dunianya sendiri, belajar dan belajar tanpa memperdulikan lalu-lalang teman sekolahnya, hingga Virgo datang dan langsung mengambil bukunya lalu merobeknya, padahal Kika mati-matian menulis itu semua untuk persiapan ujian kenaikan kelas nanti.

"Lihatlah orang miskin ini, di jaman moderen seperti ini, dia masih menulis di buku!" ejek Virgo membuat fokus yang lainnya tertuju pada Kika.

Kika bangkit dari duduknya merebut robekan buku itu di tangan Virgo dengan kasar. "Lalu apa masalahnya dengan lo?

"Beraninya Lo ...!" geram Virgo dengan gigi saling bergemelutuk, tak terima saat Kika dengan lancang menujuk wajahnya.

"Ya, kenapa? Apa orang miskin seperti gue nggak bisa melawan orang kaya seperti lo, tuan Virgo yang terhormat!" jawab Kika dengan nafas memburu, percayalah kakinya di bawah sana mulai gemetar karena takut.

Jangan takut, Om akan selalu berada di belakangmu.

Perkataan Om Alan beberapa hari yang lalu kembali berputar di kepalanya, membuat Kika mengepalkan tangannya. Meyakinkan diri bahwa ia bisa melawan semua orang yang membulinya sebelum pergi dari sekolah ini.

"Itu beneran Kika kan?"

"Kesurupan kali tuh anak."

"Nyari mati dia sama Virgo."

"Patut di abadikan nih."

"Nona buruk rupa yang berani melawan seorang pangeran. Judul yang pas tuh untuk berita hari ini."

Kasak kusuk mulai terdegar di antara mereka, di mana tak ada satupun yang membela Kika.

Merasa di permalukan di depan teman sekelasnya, Virgo hendak melayangan tanganya untuk menampar Kika, kebiasan yang selalu ia lakukan saat gadis itu tak mau menuruti perkataannya.

Namun, semua tak semudah itu, dengan sigap Kika menahan tangan kekar Virgo sebelum mendarat di wajahnya.

Plak

Tangan mungil berhasil mendarat di pipi Virgo, membuat wajah putih mulus itu memerah.

"Ini kan, yang mau lo lakuin sama gue? Nggak sengampang itu lo nampar gue, Virgo!" ujar Kika penuh tekanan.

Rahang Virgo mengeras tatapannya menghunus tajam pada gadis buruk rupa yang berani menamparnya, ia memegangi pipinya yang teras kebas. Jangan harap Ia akan membebaskan Kika begitu saja setelah penghinaan yang di lakukannya hari ini. Virgo Verdinan, laki-laki yang sangat di takuti di sekolah ini di permalukan oleh seorang gadis buruk rupa.

"Jangan harap lo bisa hidup tenang di sekolah ini!" geram Virgo sebelum meninggalkan kelasnya.

Kini tatapan teman-teman sekelasnya tertuju pada Kika.

"Ngapain kalian liatin gue sampai seperti itu? Apa orang miskin dan buruk rupa seperti gue nggak bisa melawan orang-orang yang berkuasa? Semua orang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu, tetapi kenapa orang miskin seperti gue harus kehilangan hak karena orang-orang berkuasa? Kenapa!" teriak Kika mengeluarkan seluruh apa yang ada di dalam hatinya.

"Dasar Gila."

"Kasihan sekali, kelaman hidup miskin membuatnya seperti itu."

Pada dasarnya tidak akan ada yang mendengarkan orang-orang sepertinya, Negara dan hukum hanya mendengarkan orang-orang berkuasa. Padahal dalam pelajaran PPKN sudah di jelaskan tentang HAM (Hak Asasi Manusia) hak yang sudah melekat pada diri setiap menusia sejak mereka di lahirkan.

Kika berlari keluar kelas menuju toilet, tempat paling aman untuk mencurahkan seluruh apa yang di rasakan, tapi bukannya bisa menenangkan diri, ia malah bertemu dengan Selina dan Celin di sana.

"Oh jadi ini gadis buruk rupa yang menghebohkan satu sekolah. Gadis yang berani mempar pacar gue?" sindir Selina mengkode Celin agar mengunci pintu kamar mandi, menyisakan mereka bertiga di dalam sana.

Kika tak menyahut, berjalan begitu saja masuk ke salah satu toilet tetapi rambutnya di jambak dari belakang oleh Selina, membuatnya meringis kesakitan karena mendapat serangan tiba-tiba.

"Dasar Ja*lang!" teriak Selina semakin mengeraskan jambakannya di rambut Kika walau gadis itu susah payah melepaskannya.

Dengan susah payah Kika mencari celah hingga ia bisa membalas jambakan Selina, menarik rambut panjang itu dengan sangat keras melebihi jambakan Selina di rambutnya

"Lepasin rambut gue sia*lan!" teriak Selina kesakitan, jambakannya semakin lemah tetapi jambakan Kika di rambutnya sangat menyakitkan.

"Nggak akan gue lepasin sebelum lo meminta maaf atas apa yang lo perbuat sama gue selama ini!" sahut Kika.

"Celin, apa yang lo lakuin bantu gue!"

"Kalau lo berani mendekat, maka lo juga akan bernasib sama seperti Selina!" ancam Kika.

Melihat betapa ganasnya Kika hari ini, nyali Celin seketika menciut, dan lebih memilih berdiri di dekat pintu.

...****************...

Huh ... huh ... huh .... Kika yang berkelahi dedek yang ngos-ngosan😪, sepertinya dedek butuh kopi.

Terpopuler

Comments

Sity Herfa

Sity Herfa

gitu donk di lawan /Chuckle//Grin/

2025-01-30

0

Darlan

Darlan

Virgoun di Indonesia dan di Novel kok gk jauh beda ya 🗿

2023-06-18

0

Cherry🍒

Cherry🍒

dikira selamanya orang diam OOO anda salah

2022-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Pembulian
2 Orang Misterius
3 Bertemu orang baik
4 Pembalasan
5 Hidup Baru
6 Berubah 180°
7 Putri Om Alan
8 Hari Pertama Sekolah
9 Pengakuan Geri
10 Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11 Rencana Balas Dendam
12 Berjalan Sesuai Rencana
13 Putusnya Hubungan
14 Senyuman Manis
15 Dermaga Cinta
16 Cinta dan Persahabatan
17 Kesayangan
18 Salah Tingkah
19 Jadian
20 Jantung Ketar-Ketir
21 Menikah?
22 Tugas Baru
23 Jaga Hati Zi!
24 Gara-gara Ciuman
25 Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26 Satu kelompak dengan Cogan
27 Perasaan Aneh
28 Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29 Bukan orang Biasa
30 Ciri-ciri orang jatuh cinta
31 Panji Vs Rian
32 Kartu As terakhir
33 Kabar bahagia
34 Bertemu calon mertua
35 Apakah Aku mencintaimu?
36 Diary Panji
37 Isi Diary Panji
38 Suasana Canggung
39 Ziah bertingkah Aneh
40 Kenapa menghindar?
41 Rapat osis
42 Temu Kangen
43 Panji Vs Virgo
44 Awal kehancuran
45 Keluarga penj*ilat
46 Bibit-bibit Bucin
47 Menegangkan!
48 Jadian!
49 My Crush
50 Panji Bucin
51 Gombalan Ala Panji
52 Romeo dan Juliet
53 Kecurgiaan Virgo
54 Virgo mengetahui semuanya
55 Tidak ada yang perlu di takutkan
56 Cowok Fiksi lebih manarik.
57 Tuan bucin
58 Putri tidur yang terkutuk
59 Diam-diam menghanyutkan
60 Ketika cinta sudah bertahta
61 Pengakuan Rian
62 Pergi dari rumah sekarang juga!
63 Benar-benar pergi
64 Hari pertama tanpa Panji
65 Novel baru Author
66 Pertengkaran
67 Niat Baik
68 Novel Baru Author
69 Novel baru Author
70 Hasrat Terlarang Nona Muda
71 Pertunangan
72 Sejauh Matahari
73 Part 69
74 Part 70
75 Novel baru
76 Part 71
77 Part 72
78 Novel baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Pembulian
2
Orang Misterius
3
Bertemu orang baik
4
Pembalasan
5
Hidup Baru
6
Berubah 180°
7
Putri Om Alan
8
Hari Pertama Sekolah
9
Pengakuan Geri
10
Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11
Rencana Balas Dendam
12
Berjalan Sesuai Rencana
13
Putusnya Hubungan
14
Senyuman Manis
15
Dermaga Cinta
16
Cinta dan Persahabatan
17
Kesayangan
18
Salah Tingkah
19
Jadian
20
Jantung Ketar-Ketir
21
Menikah?
22
Tugas Baru
23
Jaga Hati Zi!
24
Gara-gara Ciuman
25
Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26
Satu kelompak dengan Cogan
27
Perasaan Aneh
28
Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29
Bukan orang Biasa
30
Ciri-ciri orang jatuh cinta
31
Panji Vs Rian
32
Kartu As terakhir
33
Kabar bahagia
34
Bertemu calon mertua
35
Apakah Aku mencintaimu?
36
Diary Panji
37
Isi Diary Panji
38
Suasana Canggung
39
Ziah bertingkah Aneh
40
Kenapa menghindar?
41
Rapat osis
42
Temu Kangen
43
Panji Vs Virgo
44
Awal kehancuran
45
Keluarga penj*ilat
46
Bibit-bibit Bucin
47
Menegangkan!
48
Jadian!
49
My Crush
50
Panji Bucin
51
Gombalan Ala Panji
52
Romeo dan Juliet
53
Kecurgiaan Virgo
54
Virgo mengetahui semuanya
55
Tidak ada yang perlu di takutkan
56
Cowok Fiksi lebih manarik.
57
Tuan bucin
58
Putri tidur yang terkutuk
59
Diam-diam menghanyutkan
60
Ketika cinta sudah bertahta
61
Pengakuan Rian
62
Pergi dari rumah sekarang juga!
63
Benar-benar pergi
64
Hari pertama tanpa Panji
65
Novel baru Author
66
Pertengkaran
67
Niat Baik
68
Novel Baru Author
69
Novel baru Author
70
Hasrat Terlarang Nona Muda
71
Pertunangan
72
Sejauh Matahari
73
Part 69
74
Part 70
75
Novel baru
76
Part 71
77
Part 72
78
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!