Putusnya Hubungan

Selina yang masih mencintai Virgo tak putus asa terus mendekati laki-laki itu agar bisa kembali padanya.

Kini ia berdiri di depan Apartemen Virgo, menunggu laki-laki itu keluar untuk berangkat sekolah.

"Virgo, maafkan aku," ujar Selina saat Virgo membuka pintu.

Virgo mengacuhkan keberadaan Selina, terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan Selina yang terus memanggil namanya. Kini mereka berdua berada di dalam Lift. Tanpa membuang kesempatan, Selina memeluk Virgo dari samping, tetapi tak ada lagi balasan seperti sebelumnya.

"Berhentilah mendekatiku sial*an, kamu tau sendiri aku paling tidak suka gadis pembohong!" Mendorong tubuh Selina hingga terhepas ke dinding lift.

Amarah dalam diri Virgo belum mereda karena mengetahui Selina berani bermain di belakangnya. Awalnya ia tidak percaya, tetapi setelah menyuruh orang kepercayaan ayahnya, ia tahu bahwa akhir-akhir ini Selina memang sering jalan dengan laki-laki lain di belakangnya.

Tatapan Virgo penuh mengintimidasi mencengkram rahang mulus Selina hingga membuat gadis itu meringis kesakitan. Ia tidak segang-segang menyakiti orang-orang yang tidak ia sukai.

"Sekali lagi aku liat kamu berkeliaran di sekitarku, maka bersiaplah untuk sengsara, gadis sial*an!" makinya, melepaskan cengkramannya dengan kasar membuat kepala Selina tertoleh kesamping.

Selina menangis sejadi-jadinya di dalam lift setelah Virgo meninggalkannya, kakinya seperti tak bertulang, jatuh tersungkur di lantai lift. Baru kali ini Virgo menyakitinya selama mereka berpacaran hampir setahun.

Mengingat betapa kejamnya Virgo saat menyiksa orang yang tidak di sukainya, membuat Selina tak berani lagi untuk mendekati Virgo. Hari ini ia memutuskan tidak masuk sekolah dan pulang kerumahnya dengan keadaan kacau.

Teringat akan seseorang yang belakangan ini selalu memberinya perhatian melebihi Virgo, Selina mengambil ponselnya lalu menghubungi Panji, tetapi laki-laki itu tak menjawab panggilannya.

Sementara yang di telpon sedang sibuk merayakan kemenangan setelah berhasil membalaskan dendam. Keduanya berpesta kecil-kecilan di Mansion besar itu malam harinya. Hanya makan malam di taman dengan beberapa minuman halal menemaninya.

Om Alan yang baru saja datang, mengernyit heran saat tak mendengar keributan di kamar ataupun di ruang keluarga padahal biasanya kedua anak-anaknya akan heboh.

Seorang pelayan menghampiri om Alan, mengambil jas juga tas kerja di tangan laki-laki paruh bayah itu.

"Dimana Tuan muda dan Nona muda?" tanya Om Alan pada pelayan yang menyambutnya.

"Mereka sedang berada di taman belakang, Tuan. Sepertinya sedang merayakan sesuatu," jawab palayan tersebut.

"Pergilah!"

"Baik Tuan."

Om Alan berjalan ke kamarnya sembari mengulung lengan kemeja yang ia pakai. Pantas saja rumah begitu sepi, ternyata Panji dan Ziah sedang tidak berada di rumah, melainkan di tanam yang berjarak satu kilometer dari rumah utama.

Usai membersihkan diri, barulah ia menemui Panji dan Ziah menggunakan Mobil mini Jeep yang memang di sediakan agar tidak lelah berjalan ketaman.

"Wah ada pesta ternyata!" seru om Alan ikut bergabung dengan Ziah dan Panji yang asik tertawa sembari menikmati makan malam. "Dalam rangka apa nih?" lanjutnya.

"Merayakan kemanangan misi balas dendam om," jawab keduanya berbarengan.

"Sesingkat itu?" tanya Om Alan.

"Baru awal Om, belum di mulai balas dendam yang sesungguhnya, gimana Zi?"

"Iya om, kalau kata Panji, masih sesi sarapan," jawab Ziah dengan polosnya.

Om Alan dan Panji sontak tertawa, ia menepuk pundak Ziah. "Om suka kalau kamu berani kayak gini, jadi diri sendiri."

"Bagaimana sekolah kalian?"

"Aman terkendali om," jawab Panji di ikuti anggukan Ziah.

Om Alan mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya. "Pestanya hanya gini? Udah nggak ada yang lain lagi?" tanyanya memperhatikan hanya makan malam sederhana. Di jawab anggukan keduanya.

"Kita lanjut, mumpung besok hari libur," ujar om Alan penuh semangat mengebrak meja. "Bagaimana kalau kita karaoke?" tawar Om Alan membuat manik Panji berbinar, sementara Ziah planga-plongo tak mengerti.

Om Alan membawa kedua anaknya ke sebuah ruangan yang lumayan luas dengan berbagai pelengkapan karaoke dan alat musik lainnya. Mereka akan melanjutkan pesta di ruangan ini sampai puas, dengan bernyanyi bersama.

Panji mematikan ponselnya ketika Selina terus menghubunginya tanpa henti, lalu meletakkan ponsel itu dia atas meja.

"Siapa?" kepo Ziah.

"Orang gila," bisiknya.

Karena rencana pertama berhasil dan membuat Selina tersiksa hati dan fisik, mereka akan melanjutkan ke rencana kedua, dimana Ziah yang akan bergerak. Ziah akan mendekati Virgo dan membuat laki-laki itu jatuh cintai padanya.

Bukan dalam artian Ziah akan dengan murahnya menggoda Virgo, tidak! Panji mempunyai ide yang lebih brilian, seakan-akan semuanya terjadi seperti sebuah takdir yang mengalir layaknya air, karena mereka tau Virgo salah satu anak pengusaha yang lumayan berpengaruh yang bisa menyelediki sesuatu dengan mudah. Terbukti rencana mereka yang berjalan sangat lancar, karena Virgo menyelidikinya dengan Selina. Untung saja orangnya om Alan selalu bisa di andalkan.

...****************...

Jangan lupa meninggalkan jejak.

Terpopuler

Comments

dedek❤

dedek❤

hay kak susan auto kece se kebun aku mampir nih🤭🤭semangat yah

2022-03-01

1

NadyaKim

NadyaKim

Thor ziah jangan jatuh cinta beneran sama virgo dong kasian panji🥺

2022-02-28

10

Rahayu Prasetyo

Rahayu Prasetyo

lanjut🙂

2022-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Pembulian
2 Orang Misterius
3 Bertemu orang baik
4 Pembalasan
5 Hidup Baru
6 Berubah 180°
7 Putri Om Alan
8 Hari Pertama Sekolah
9 Pengakuan Geri
10 Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11 Rencana Balas Dendam
12 Berjalan Sesuai Rencana
13 Putusnya Hubungan
14 Senyuman Manis
15 Dermaga Cinta
16 Cinta dan Persahabatan
17 Kesayangan
18 Salah Tingkah
19 Jadian
20 Jantung Ketar-Ketir
21 Menikah?
22 Tugas Baru
23 Jaga Hati Zi!
24 Gara-gara Ciuman
25 Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26 Satu kelompak dengan Cogan
27 Perasaan Aneh
28 Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29 Bukan orang Biasa
30 Ciri-ciri orang jatuh cinta
31 Panji Vs Rian
32 Kartu As terakhir
33 Kabar bahagia
34 Bertemu calon mertua
35 Apakah Aku mencintaimu?
36 Diary Panji
37 Isi Diary Panji
38 Suasana Canggung
39 Ziah bertingkah Aneh
40 Kenapa menghindar?
41 Rapat osis
42 Temu Kangen
43 Panji Vs Virgo
44 Awal kehancuran
45 Keluarga penj*ilat
46 Bibit-bibit Bucin
47 Menegangkan!
48 Jadian!
49 My Crush
50 Panji Bucin
51 Gombalan Ala Panji
52 Romeo dan Juliet
53 Kecurgiaan Virgo
54 Virgo mengetahui semuanya
55 Tidak ada yang perlu di takutkan
56 Cowok Fiksi lebih manarik.
57 Tuan bucin
58 Putri tidur yang terkutuk
59 Diam-diam menghanyutkan
60 Ketika cinta sudah bertahta
61 Pengakuan Rian
62 Pergi dari rumah sekarang juga!
63 Benar-benar pergi
64 Hari pertama tanpa Panji
65 Novel baru Author
66 Pertengkaran
67 Niat Baik
68 Novel Baru Author
69 Novel baru Author
70 Hasrat Terlarang Nona Muda
71 Pertunangan
72 Sejauh Matahari
73 Part 69
74 Part 70
75 Novel baru
76 Part 71
77 Part 72
78 Novel baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Pembulian
2
Orang Misterius
3
Bertemu orang baik
4
Pembalasan
5
Hidup Baru
6
Berubah 180°
7
Putri Om Alan
8
Hari Pertama Sekolah
9
Pengakuan Geri
10
Kelakuan Random, Ziah dan Panji
11
Rencana Balas Dendam
12
Berjalan Sesuai Rencana
13
Putusnya Hubungan
14
Senyuman Manis
15
Dermaga Cinta
16
Cinta dan Persahabatan
17
Kesayangan
18
Salah Tingkah
19
Jadian
20
Jantung Ketar-Ketir
21
Menikah?
22
Tugas Baru
23
Jaga Hati Zi!
24
Gara-gara Ciuman
25
Jantung berdebar pertanda jatuh cinta?
26
Satu kelompak dengan Cogan
27
Perasaan Aneh
28
Sebenarnya hatiku untuk siapa?
29
Bukan orang Biasa
30
Ciri-ciri orang jatuh cinta
31
Panji Vs Rian
32
Kartu As terakhir
33
Kabar bahagia
34
Bertemu calon mertua
35
Apakah Aku mencintaimu?
36
Diary Panji
37
Isi Diary Panji
38
Suasana Canggung
39
Ziah bertingkah Aneh
40
Kenapa menghindar?
41
Rapat osis
42
Temu Kangen
43
Panji Vs Virgo
44
Awal kehancuran
45
Keluarga penj*ilat
46
Bibit-bibit Bucin
47
Menegangkan!
48
Jadian!
49
My Crush
50
Panji Bucin
51
Gombalan Ala Panji
52
Romeo dan Juliet
53
Kecurgiaan Virgo
54
Virgo mengetahui semuanya
55
Tidak ada yang perlu di takutkan
56
Cowok Fiksi lebih manarik.
57
Tuan bucin
58
Putri tidur yang terkutuk
59
Diam-diam menghanyutkan
60
Ketika cinta sudah bertahta
61
Pengakuan Rian
62
Pergi dari rumah sekarang juga!
63
Benar-benar pergi
64
Hari pertama tanpa Panji
65
Novel baru Author
66
Pertengkaran
67
Niat Baik
68
Novel Baru Author
69
Novel baru Author
70
Hasrat Terlarang Nona Muda
71
Pertunangan
72
Sejauh Matahari
73
Part 69
74
Part 70
75
Novel baru
76
Part 71
77
Part 72
78
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!