Usai makan malam Ziah dan Panji kembali membahas SMA Nuri yang akan menjadi tamu mereka di pertandingan basket nanti. Kini keduanya ada di kamar Panji, Ziah duduk di karpet bulu, sementara Panji duduk di atas sofa.
"Kira-kira Virgo bakal jadi salah satu anggota tim nggak?" ujar Panji sembari mengambil cemilan di tangan Ziah lalu memakannya.
"Sepertinya iya, Virgo jago basket pasti dia ikut," jawab siang Ziah mengambil cemilan lain tapi lagi-lagi Panji mengambilnya.
"Panji kayaknya hidup lo emang nggak tenang Ya, kalau nggak gangguin gue!" sungut Ziah merebut cemilan di tangan Panji.
"Mau balas dendam sama Virgo?" ide jahil mulai bermunculan di otak cerdas Panji.
"Huh?"
"Kalau benar Virgo salah satu tim basket SMA Nuri dan datang ke sekolah kita. Kita kerjain gimana? Balas perbuatan dia ke elo dulu."
"Membully dan main fisik?" tanya Ziah
Ziah mulai tertarik dengan obrolan Panji, ia Ikut duduk di sofa berhadapan dengan laki-laki itu.
"Jangan main kotor lah, kita main cantik aja." Panji menaik-turunkan alisnya sembari menyeringai licik.
"Gimana caranya?"
"Pakai perasaan." Ide brilian Panji mulai keluar.
Ziah mulai fokus mendengarkan Panji, mangut-mangut saat laki-laki itu bertanya padanya.
"Rencana pertama, buat Virgo dan pacarnya putus," ujar Panji menulis di kertas putih. "Siapa tadi nama pacarnya?" tanyanya pada Ziah.
"Selina," jawab Ziah.
"Kira-kira Selina bakal datang nggak ke pertandingan nanti?"
"Tentu saja, mereka berdua tuh udah kayak sepasang sepatu, tak terpisahkan," jelas Ziah.
"Ok, gue bakal deketin Selina, dan tugas lo ... fotoin gue," perintah Panji.
"Emang Dia mau sama lo?" ledek Ziah lalu berlari menghindari Panji.
"Enak aja, gini-gini gue tampan ya. Perkara nggak punya pacar karena buang-buang waktu."
"Pede banget," ledek Ziah.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, pertandingan basket antar sekolah. Semua siswa SMA Nusantara juga dari sekolah lain mulai duduk di pinggir lapangan membawa banner tulisan sekolah masing-masing untuk menyemangati. Kebetulan tempat duduk SMA Nusantara bersampingan dengan SMA nuri, Ziah duduk tepat disamping Selina dan antek-anteknya.
"Lihat deh gadis di samping lo!" bisik Celin saat menyadari keberadaan Ziah.
Selina menoleh memperhatikan Ziah yang sibuk berteriak menyemangati Panji ketua basket di sekolah mereka. Seketika ia merasa insekyur melihat kecantikan Ziah yang terlihat natural. Jujur saja, ia sebagai perempuan saja menyukai senyuman gadis itu.
"Cantik banget kan?" tanya Celin lagi. "Kira-kira dia dari SMA mana ya? pasti jadi rebutan di sekolahnya," lanjutnya.
"Dia tuan rumah, nggak lihat apa seragamnya!" jawab Selina sedikit jutek, dirinya merasa tersaingi.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Ziah ingin tertawa mendengar pembicaraan keduanya. Pertandingan basket antara SMA Nusantara dengan SMA Nuri. Hiruk pikuk suara bersahut-sahutan dari pendukung masing-masing.
"Panji semangat, kamu pasti bisa!"
"Virgo, semangat sayang!"
Selina dan Ziah berteriak bersamaan, tetapi hanya Panji yang menoleh dan memberi Sun jauh pada Selina sembari mengedipkan sebelah matanya membuat Ziah tertawa. Hampir satu jam lapangan basket SMA Nusantara ramai akan suasana hingga pertandingan berakhir. Mereka bubar satu-persatu, tuan rumah menjadi pemenang dan akan ikut ke babak selanjutnya, sementara SMA Nuri gugur di babak pertama, membawa kekecewaan di hati Virgo.
Ingin rasanya Ia berlari dan memeluk Panji untuk memberikan selamat, tetapi tertahan karena rencana mereka berdua.
Panji menyusul Ziah masuk ke kelas sebelum menjalankan rencananya.
"Hai cantik, Abang mau menjalankan misi dulu, Jangan cemburu ya," ujar Panji membuat Ziah tertawa.
"Semoga berhasil." Ziah mengepalkan tangannya memberi semangat.
"Harus, siapa sih yang berani menolak pesona seorang Panji," sahutnya, dengan percaya diri menyugar rambutnya ke belakang.
Ziah pulang ke rumah lebih dulu karena rencana mereka sedikit berubah, di mana Panji memberi tugas foto-foto pada salah satu anggota om Alan yang ahli dalam memata-matai, dan Ziah hanya menunggu hasil untuk dikirimkan pada Virgo dengan nomor sekali pakai.
Mengikuti Selina dan Virgo hingga mereka berpisah, barulah Panji mendekati gadis dengan dandanan yang sedikit menor itu. Ia pura-pura menabrak pundak Selina membuat Gadis itu terhuyung dan dengan sigap ia menangkapnya. Foto pertama berhasil, Panji tersenyum sangat manis, senyuman maut yang selalu memakan korban
"Sorry gue nggak sengaja," ujar Panji melepaskan pelukannya. "Kalau boleh tahu lo mau ke mana?"
"Mau pulang," jawab Selina.
"Gue antar ya, nggak baik cewek cantik berkeliaran seorang diri." Panji mulai menggoda, ini bukan pertama kalinya ia menggoda seorang perempuan demi misi.
Selina senyum-senyum sendiri mendapat pujian dari Panji. "Gue bisa pulang sendiri," gengsi Selina.
"Yah, sebagai permintaan maaf deh," bujuk Panji. "Oh iya lupa, belum kenalan ternyata. Nama gue Panji SMA Nusantara." Mengulurkan tangannya.
Mata Selina sontak membulat saat tahu nama laki-laki di depannya adalah panji, Kapten basket terkece yang berhasil mengalahkan pacarnya. ia tak dapat mengenali Panji karena tadi fokus pada Virgo
"Jadi lo Kapten Basket itu ...?"
"Hm, namanya siapa cantik?"
"Nama gue Selina, senang bisa kenal sama lo," jawabnya menyambut uluran tangan Panji.
Panji tertawa dalam hati, awal yang baik sepertinya Selina mulai tertarik padanya.
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
N Wage
insecure...insekiur
2022-06-01
1
Yati Raisa
gaskeun bang jangan kasih kendor.....nanti pas di udara hempaskan,😁😁😁
2022-03-25
1
sharma
next thor.
di tunggu cerita selanjut nya
2022-02-27
3