Hari begitu cepat berlalu, sejak pertemuan Ziah dan Virgo di halte, kini Virgo terus mendekati Ziah, bukan hanya karena wajah yang cantik, tetapi Ziah juga dari keluarga terpandang. Sikap Ziah yang mengemaskan semakin membuat Virgo ingin memilikinya.
Seperti saat ini, Virgo memarkirkan motornya tepat di depan pagar SMA Nusantara, menunggu gadis yang beberapa hari ini menganggu pikirannya. Akhir-akhir ini mereka sering bertemu, baik itu di pusat perbelanjaan, di Cafe atau di tempat-tempat santai lainnya. Seolah mereka memang di takdirkan bersama. Tanpa tahu, semua itu telah Panji dan Ziah rencanakan.
Seluruh siswa SMA Nusantara berhamburan keluar saat bel pulang berbunyi, seorang gadis dengan senyuman manis berjalan bersama teman-temannya menuju pagar, ia tersenyum manis saat melihat Virgo di sana.
"Dah, sampai jumpa besok." Sinta melambaikan tangannya, dan di balas oleh Ziah.
Ziah mendekati Virgo yang kini juga tengah tersenyum di atas motor. "Nyariin siapa?" tanyanya.
"Lo," jawab Virgo. "Gue mau ngajak lo ke suatu tempat," lanjutnya.
Ya sering bertemu membuat mereka sedikit akrab layaknya teman, tetapi belum pernah bepergian dengan rencana sendiri, maka dari itu hari ini Virgo mencoba mengajak Ziah.
"Serius? Takutnya ada yang marah nih." Pancing Ziah dengan suara manja. Ah rasanya ia ingin muntah, geli akan tingkah nya sendiri, terlebih laki-laki di depannya adalah musuhnya.
Bisa di pastikan Panji sedang menertawakannya.
"Awas aja lo Ji, bisa-bisanya nyuruh gue bersikap manja sama Virgo." Ziah
"Nggak bakal ada yang marah, orang gue nggak punya pawang," jawab Virgo seakan mengumumkan bahwa dirinya masih jomblo.
"Masih sih, cowok setampan lo nggak punya pacar, bohong lo ya?"
"Itulah kenyataanya. Gimana mau nggak?"
Ziah mengangguk malu, membuat Virgo tersenyum, Laki-laki itu memasangkan helm di kepala Ziah lalu menyuruhnya naik ke motor.
Peluk!
"Nggak mau!" jawab Ziah sedikit ngegas, membuat Virgo menoleh.
"Lo ngomong apa?" tanya Virgo.
"Hah? Nggak ... gue nggak ngomong apa-apa," bohong Ziah.
Suara cekikina Panji terdengar di seberang sana melalu intercome yang Ziah pakai di telinganya tanpa Virgo tahu.
Peluk Ziah ayangnya, nanti ilang!
Ingin rasanya Ziah menjambak rambut Panji sekarang juga, laki-laki itu tak henti-hentinya meledek. Mau tidak mau, ia melingkarkan tangannya di pinggang Virgo, membuat laki-laki itu tersentak. Refleks Virgo memegang tangan mungil yang melingkar di pinggangnya.
"Gue takut jatuh, nggak papa kan?" Alibi Ziah, agar tidak tekesan murahan.
Jika Virgo sedang bahagia, lain halnya dengan Panji yang memantau dari kejauhan, entah kenapa perasan laki-laki itu tak menentu melihat Ziah memeluk Virgo. Ada rasa tak rela tetapi ini adalah idenya.
***
Sore hari berada di sebuah dermaga adalah hal yang menyenangkan, dan itu yang sedang dirasakan Ziah saat ini, Virgo ternyata mengajaknya ke sebuah dermaga yang lumayan panjang. Mereka berjalan beriringan menuju ujung dermaga, sembari menikmati semilir angin sepoi-sepi.
"Cantik."
Lirih kedua laki-laki yang kini memerhatikan Ziah, dengan perasaan yang sama tetapi status yang berbeda, Virgo sebagai musuh, dan Panji sebagai sahabat. Rambut indah yang diterpa angin itu tergerai sangat indah disetai senyuman manis seorang gadis yang hampir mendekati ujung dermaga, membuat kedua laki-laki itu terhipnotis.
"Panji kapan-kapan kita kesini berdua, di sini sangat menyenangkan," ujar Ziah membuat Panji di seberang sana tersenyum.
"Diamlah, Virgo semakin dekat sama lo," sahut Panji.
Sontak Ziah berbalik, lalu melambaikan tangannya pada Virgo. "Virgo sini, kok lo lelet banget jalannya!" teriaknya, hanya di jawab gerakan tubuh oleh Virgo, yaitu berlari kecil kearahnya.
"Benarkah? Gimana kalau kita lomba sampai ujung dermaga," tantang virgo setelah berada di samping Ziah.
"Siapa takut."
Ziah berlari terlebih dahulu meninggalkan Virgo. Melihat keantusiasan Ziah, Virgo sengaja memperlambat larinya agar gadis itu senang karena menang darinya.
"Gue menang, yey ...!" sorak Ziah.
Sorakan Ziah seketika berhenti Saat Virgo mengusap peluh di keningnya. "Lo berkeringat," ujar Virgo.
"Ah ... ya ... gue emang mudah berkeringat." Menyingkirkan tangan kekar Virgo di wajahnya, melempar pandangannya pada lautan luas dengan tangan memegang pembatas dermaga.
"Kenapa lo ngajak gue kesini?" tanyanya setelah lama saling terdiam.
"Cuma mau nikmati senja sama orang spesial," jawab Virgo.
"Spesial?"
"Hm, lo orang spesial bagi gue." Virgo bergeser menghadap Ziah, meraih tangan gadis itu di penyanggah dermaga lalu mengenggamnya. Menatap mata bulat nan indah Ziah.
"Lo mau jadi pacar gue?"
"Hah?"
Virgo mangaruk kepalanya. "Terlalu spontan ya? Maaf gue nggak bisa merangkai kata apa lagi yang romantis, tapi percayalah cinta gue tulus sama lo. Gimana ya ... pokonya gue suka sama lo, itu aja."
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Got you.... virgo...
2022-05-13
1
Dhevy yuliana
hai mampir juga yuk di karya-karyaku berjudul.
Suami Dingin Itu Adalah Guruku Story Of Yulianika dan Antara Cinta Dan Sahabat
matur suwun.
2022-03-02
0
Nur Yani
smngt thor..aq baca maraton malam ini.😀😀 abis dr fb nyari deh sesuai instruksi author di fb td. akhirnya ketemu...
semangat up thor.
2022-03-02
4