Velove masih terlelelap dalam tidurnya. Dan Max masih setia menunggu di samping nya. Tak pernah bosan Max terus memandang wajah cantik di hadapan nya.
Tiba-tiba ponsel Max berdering dan membuyarkan lamunannya.
"KRIINNGG." ternyata Felicia lah yang menelpon nya.
Max mengangkat telpon dari putrinya.
"Hallo baby." ucap Max dalam sambungan video call nya.
"Daddy... Daddy jahat sudah melupakan ku." teriak Felicia kesal.
"Tidak mungkin daddy melupakanmu baby."
"Bohong buktinya daddy tidak pernah menelpon Felic."
"Oke Oke, Daddy minta maaf."
"Kapan daddy pulang?" tanya Felicia.
"Daddy belum tau kapan Felic."
"Daddy, di samping mu ada siapa? aku tadi liat rambut seseorang di situ."
Max yang sudah ketahuan pun memperkenalkan Velove pada putrinya.
"Siapa itu daddy? Kenapa daddy bersamanya? apa yang daddy lakukan?" tanya Felicia penasaran.
Max tersenyum sambil berkata. " Dia calon momy mu Felic."
"Apa benar yang daddy katakan? Daddy tidak bohong kan?"
"No Felic, daddy tidak bohong."
"Nanti daddy akan membawanya pulang bersama."
"Yeeeee baiklah kalau begitu, Felic tutup dulu ya telpon nya. Byee daddy, jaga calon momy ku baik-baik ya dad."
"Oke my sweety, Byeee." Max menutup sambungan telpon nya. Putrinya sangat senang sekali. Karena sejak bayi Felic tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu.
Setelah selesai menelpon Max mempunyai ide. Dia akan menyiapkan sebuah makan malam untuk Velove. Dia memulai memesan makanan dari koki hotel. Rencana nya ia akan makan malam di rooftop. Pemandangan nya cukup indah di malam hari.
Senja sudah tiba namun Velove belum menunjukkan tanda-tanda ingin bangun. Padahal Max sudah selesai mempersiapkan semuanya .
Max mulai membangunkan Velove.
"Love bangun, aku sudah siapkan makan malam untuk mu."
Velove tak bergeming sedikit pun. Max yang gemas mulai menjahili Velove. Di ciumi nya seluruh wajah Velove mulai dari dahi, hidung, bibir, dan pipi.
Velove akhirnya terbangun, ia membuka mata pelan-pelan.
"Max kamu minta di hajar atau di pukul?" ucap Velove kesal karena Max sudah membangunkan tidurnya.
"Akhirnya kau bangun juga Love."
""Biarin aku tidur Max, aku masih capek.
"No Love aku sudah mempersiapkan sesuatu buat mu."
Velove mengabaikan Max yang terus membangun kan nya dari tadi. Hingga akhirnya muncul keisengan Max. Dia masuk ke dalam selimut gadisnya dan ia menggosok-gosok kan dagu nya ke perut Velove.
Velove pun bangun seketika karena ia merasakan geli di perutnya.
"Max stop Max please...Iya ya aku akan bangun."
Max pun berhenti dengan kejahilan nya.
"Mana makan malam nya Max?"
"Pakai bajumu dulu Love."
"No.. Ambilkan aku bathrobe Max."
Max langsung menuju ke toilet mengambil bathrobe yang di perlukan Velove.
"Ini Love."
Velove pun memakai bathrobe nya. Namun dia masih enggan untuk berjalan.
"Ayolah Love nanti makanannya jadi dingin."
"Sepertinya aku tidak bisa jalan Max."
"Oke sini aku gendong." ucap Max.
Max menggendong Velove menuju ke rooftop. Dimana semuanya telah di persiapkan Max.
Velove terpana melihat semua yang di persiapkan Max.
"Kamu yang menyiapkan semua ini Max?"
"Ya aku sendiri Love. Gimana kamu suka apa tidak?" tanya Max sambil meletakkan Velove di kursi.
"Ya aku suka Max ini indah sekali."
"Kenapa kamu melakukan semua ini Max?"
"Karena kamu special untuk ku Love."
Max menatap sendu gadis pujaannya itu.
"Kamu kenapa menjadi melow seperti ini Max. Aku tidak suka." seru Velove sambil menyantap makanannya.
Velove mencoba mengalihkan pandangan Max yang melihat tajam dirinya.
"Love bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Hemm apa itu?"
"Kamu menyukai anak kecil tidak?"
"Suka, aku menyukai anak kecil Max. Memang nya kenapa?"
Max tersenyum simpul.
"Tadi Felicia menelpon ku Love. Dan aku perkenalkan dirimu ke padanya. Aku bilang kalau kamu calon momy nya."
"Max apa kamu mau membohongi putrimu?"
"Apa maksudmu Love?"
"Max kamu pikir kita akan bersama?"
"Ya kita harus bersama karena kita sudah melakukan sesuatu yang lebih Love. Dan juga aku sudah jatuh hati kepadamu." ucap Max sungguh-sungguh.
"Max Come on, kamu sudah mempersiapkan dinner ini tapi justru kamu merusak mood ku."
"Love kamu pikir aku main-main dengan ucapan ku?"
"Max ayolah jangan tegang seperti ini, relax saja Okey. Aku ingin menikmati liburan ku. Kamu tahu ini first dinner bagiku. So, aku ingin menikmatinya Max."
Max yang bersitegang akhirnya mereda. Dia terlalu menaruh harapan tinggi ke gadis yang baru di kenal nya itu.
"Oke Love aku akan membuat liburan mu menyenangkan. Tapi kamu harus ingat jangan pernah pergi dari sisiku."
"Yeah, Yeah, Yeah. I Know Max."
Setelah perdebatan kecil Max dan Velove kembali melanjutkan dinner nya yang tertunda. Max sangat kesal dalam hatinya karena Velove tidak serius menanggapi perasaannya.
"Max temani aku ke Bar. Aku ingin bersenang-senang."
"Baiklah habiskan dulu makanan mu." jawab Max datar.
Velove tersenyum tipis ia tahu kalau Max sedang kesal padanya.
Dinner time pun selesai Max dan Velove segera bersiap untuk pergi ke Bar. Untuk menangani rasa gundah di hatinya Velove melampiaskan dengan pergi ke Bar untuk minum sepuasnya.
Pertanyaan Max tadi cukup mengusik hati dan pikirannya. Ada rasa yang aneh ketika ia melihat keseriusan Max tadi.
Max keluar dari Hotel di ikuti oleh Velove. Max hanya diam sedari tadi. Meskipun begitu Max tetap menggandeng tangan Velove dengan erat. Setelah sampai di mobil Max dan Velove masuk ke dalam nya. Lalu mobil itu melaju dengan kecepatan sedang.
Max membawa Velove ke sebuah Bar yang ada di sekitar kota Manchester. Salah satu bar yang cukup terkenal di situ Royal Albert Hall. Setelah sampai Max dan Velove langsung masuk. Mereka mencari tempat untuk duduk.
"Max bolehkah aku memesan minuman yang paling mahal disini?"
"No, kamu nanti akan mabuk Love."
"Aku kuat minum Max. Aku sudah terbiasa minum. Boleh ya?" ucap Velove dengan senyuman manja.
Max hanya bisa menuruti keinginan wanita nya. Lalu Max memesan sebotol minuman kepada bartender.
Billionaire Vodka
Minuman beralkohol termahal di dunia. Seperti namanya, ‘Billionaire’, yang memiliki arti bahwa, minuman ini memang dikhususkan, untuk para milyarder.
Berasal dari Rusia, minuman ini tak dibuat sembarangan, karena memiliki resep rahasia.
Bahkan, keaslian rasanya sudah teruji, oleh banyak kritikus minuman dan makanan dunia!
Selain dari rasa minumannya yang enak, kemasan botolnya juga sangat mewah. Bayangkan, botol Billionaire Vodka ini, tersemat 3,000 berlian Swarovski.
Maka tak heran, jika Leon mematok harga botol plus minuman ini, sebesar Rp55 miliar.
"Wow Max kamu memesan ini untuk ku?" Velove melotot tidak percaya jika Max memesan minuman termahal di dunia.
"Apapun itu Love akan aku berikan jika kamu meminta."
"Kamu tahu jenis jenis minuman Love?"
"Yeah cukup tau, karena aku berkerja di Bar juga Max."
"Kamu berkerja di Bar? itu sangat berbahaya Love."
"Aku bisa menjaga diriku Max. Bukan kah kamu sudah membuktikan nya kemarin malam." Velove menyindir dengan mengerlingkan matanya.
Velove menyesap minuman mahal yang di tuangkan Max ke dalam gelasnya.
"Sssspppp.. Woahhh ini enak sekali Max. Jadi begini rasanya minuman mahal."
"Aku penasaran dengan kehidupan mu Love."
"Apa yang ingin kamu ketahui Max?" tanya Velove.
"Aku ingin mengetahui semuanya Love. Semua tentangmu."
Velove tidak menghiraukan pertanyaan Max. Kepala nya terasa mulai berat.
"Max tidak ada yang special di hidup ku. Hidupku begitu membosankan. Terkadang aku merasa lelah dengan hidupku sendiri."
"Maka hiduplah dengan ku Love agar kamu tidak kesepian lagi."
Velove sudah mulai mabuk karena alkohol, tingkah nya jadi semakin liar.
"Hahahahah Max, priaku yang tampan. Sini sini aku mau melihat mu dengan dekat."
Velove menarik kemeja Max ia berdiri dan duduk di pangkuan Max. Ia menyentuh wajah Max. Menekan nekan dada bidang Max dengan manja
"Max kenapa kamu begitu tampan. Kau bisa membuat ku menggila Max. Aku suka itu."
Max hanya diam sambil memperhatikan tingkah gadis nya itu.
"Love ayo kita pulang kamu sudah mabuk."
"No No No. Aku tidak mau pulang Max."
"Aku mau minum lagi." ucap nya sambil memeluk Max.
"Max kenapa kita harus bertemu kalau pada akhirnya kita kan berpisah."
Velove mengatakan nya dengan pelan dan ia pun tertidur di pelukan Max.
"Kita tidak akan berpisah Love. Sampai kapan pun." ucap Max sambil mencium pipi Velove.
Max pun berdiri dan membopong Velove yang sudah tertidur. Lalu membawanya ke mobil dan pulang ke hotel.
...JANGAN LUPA KLIK LIKE KOMEN N FAVORITNYA YA DEARS TERIMA KASIH😍😍😘😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
55 m coy....vodka billioner...gmn ya rasanya...
2023-05-10
0
Aldi aldi
www
2022-04-13
1
Chandra Dollores
aq ngiler ama minumannya.. vodka bilioner apa rasanya ya....
dg senang hati q terima klo kisanak author mengirimkan buat q
hahahahah
2022-04-05
3