Setelah seminggu lebih, Hendrik bersikap acuh tak acuh kepada Azam. Lantas Azam berfikir untuk menghubungi teman-teman yang lainnya agar pertemannya dengan Hendrik kembali baik. Azam segera membuka ponselnya lalu menghubungi temannya yang bernama Mas Adam.
Tuuuuuut..
"Halo, Assallamu'allaikum conk?" Mas Adam menjawab telpon Azam.
"Wa'allaikum salam Jeung. Dimana Jeung?" Ucap Azam.
"Lagi dikosan aku. Emangnya ada apa cong?" Tanya Mas Adam.
"Kesini ya jeung? Ke kosan gw? Ada sesuatu yang mau gw omongin sama lo?" Pinta Azam.
"Eh-eh, tumbenan amat kamu conk?" Tanya Mas Adam merasa penasaran.
"Udah kesini aja. Sekalian kita koro-koro (karokean) nanti." Ucap Azam.
"Y uis lah, aku kesana habis Shallat Isya ya cong?" Ucap Mas Adam.
"Iya, sekalian jemput wahyu juga ya jeng, suruh ikut kesini?" Ucap Azam.
"Ok-ok. Ya udah kamu tunggu aja dikosan. Nanti aku kesana bareng wahyu ya?" Ucap Mas Adam.
"Ok, ditunggu ya Jeung? Thank youu." Ucap Azam.
"Ok sayang." Ucap Mas Adam.
"Owkk!!" Ucap Azam.
"Kenapa kamu conk?" Tanya Mas Adam.
"Gak apa-apa, mau muntah aja gw? Pas lo bilang sayang ke gw? Hahahha." Ucap Azam.
"Sialan kamu. Ya uis nanti aku kesana." Jawab Mas Adam.
"Ok, baaaaay." Ucap Azam.
Telepon pun telah di tutup.
****************************************************
Sekitar Jam delapan malam, Mas Adam bersama Wahyu datang ke Kosan Omah.
TIIIT, TIIIIT..
Azam segera membangkitkan badannya dari kasur lalu keluar dan melihatnya dari pagar pembatas kosan lantai atas.
"Bentar Jeung, gw turun?" Ucap Azam sambil berdiri dari pagar pembatas kepada Mas Adam.
"Iya." Ucap Mas Adam.
Azam segera berjalan kearah tangga lalu berjalan ke pintu gerbang menemui kedua temannya.
"Langsung bawa masuk aja Jeng motornya?" Ucap Azam sambil memegang pintu gerbang kosan Omah.
"Sek-sek, Ini cong?" Mas Adam memberikan kresek putih kepada Azam.
"Apaan ini Jeng?" Tanya Azam sambil menerima plastik kresek tersebut.
"Martabak Telor. Tadi aku mampir dulu dijalan." Ucap Mas Adam.
"Oh gitu, ya udah cepetan masuk?" Ucap Azam.
"Oke.."
Lantas mereka bertiga berjalan masuk ke lorong kosan menaruh motornya Mas Adam. Sesampainya di lorong Wahyu mendadak kebelet pipis.
"Eh conk, mau pipis gw? Nahan pipis dari tadi gw?" Ucap Wahyu sambil memegang resleting dengan kedua kakinya yang menghimpit ***********.
"Noh, toilet conk?" Azam menunjuk kekamar mandi yang berada di luar kosan.
"Mas Adam, Mas Adam, anter yuuuuk? Takut gw kalo sendirian?" Pinta Wahyu kepada Mas Adam dengan nada suara manjanya.
"Hadeeeuh, diatas ajalah blay kalo lo takut?" Ucap Azam.
"Udah nggak tahan gw bencoong." Ucap wahyu.
"Ya udah cong tidak apa-apa, biar aku anter dia dulu kedepan." Ucap Mas Adam kepada Azam.
"Dasar anak perawan!" Ucap Mas Adam kepada Wahyu.
"Ya udah nanti langsung ke atas aja ya?" Ucap Azam.
"Iya." Ucap mas Adam.
Mas Adam bersama Wahyu berjalan ke depan menuju ke kamar mandi yang berada di luar kosan. Sementara Azam langsung menaiki tangga lalu menunggu kedua temannya di kursi besi.
...Di Area Kamar mandi...
"Mas adam tungguin? Jangan kemana-mana looh?" Pinta wahyu sambil melangkah masuk kedalam kamar mandi dengan posisi pintu kamar mandi yang tidak ditutup karena merasa takut.
"Iya." Mas Adam menunggunya sambil duduk dikursi plastik.
"Ah legaa.." Ucap Wahyu setelah buang air kecil.
"Mas Adam masih disitu kaan?" Tanya wahyu sambil mengancing resleting celananya sambil sesekali menengok ke sekeliling.
"Iya masih." Jawab Mas Adam.
Wahyu mulai melangkahkan kakinya berjalan satu langkah keluar dari kamar mandi.
"Aaaaaaau. Mas Adaaaaaaam." Wahyu teriak melambai menjingkrakkan kaki, dengan kedua tangannya yang memegang kuping.
Mas Adam berdiri berjalan mendekati wahyu. Azam segera melihat kebawah dari pagar pembatas.
"Kenapa kamu?" Tanya Mas Adam kepada Wahyu.
"Kenapa lu cong?" Tanya Azam dari Pagar pembatas.
"Tau tuh Anak perawan!" Jawab mas Adam
"Gak apa-apa, gak apa-apa. Kirain gw uler tadi. Ternyata plastik item." Ucap wahyu sambil so cool kembali.
"Ya udah cepetan naik." Ucap Azam.
Mereka berdua segera berjalan masuk ke lorong lalu menaiki tangga. Sambil berjalan dari tangga lantai atas kearah Azam yang sedang duduk Mas Adam berkata "Eh cong, dari tadi aku tuh penasaran looh? Koq tumben banget, temenku yang satu ini mendadak ngubungin aku duluan? Ada apa si coong?" Tanya Mas Adam sambil duduk memeluk Azam ketika berkata "Ada apa si coong?".
"Please deh Jeng, jangan bikin gosip, Geseran dikit duduknya, dan jangan peluk-peluk gw, dasar Gatel." Azam menjawabnya dingin dan tidak menggerakkan badannya sama sekali.
Mas adam langsung melepaskan pelukannya dari badannya Azam.
"Sory-sory, aku kan kangen sama kamu cong?" Ucap mas Adam.
"Jadi begini Jeng? Gak tau kenapa, sudah beberapa minggu ini, Hendrik diemin gw? Perasaan gw, gw gak ada masalah sama dia. Gw udah mancing buat nagajakin ngobrol dan bercanda, tapi hasilnya tetep nihil." Ucap Azam.
"Kayaknya, dia juga pasti cerita sama si Wahyu? Secara, dia kan adeknya." Ucap Azam sambil memelototkan matanya ke wahyu.
Sejenak mereka bertiga duduk melingkar dilantai lalu membuka martanak. Sambil memakan martabak telor tersebut, mereka bertiga melanjutkan mengobrolnya.
"Gw tau siih, tapi gw nggak mau ikut campur ah!" Ucap Wahyu.
"Tuuuh kaaan gw keceplosan? Padahal gw udah janji ke Hendrik, kalo gw nggak bakalan cerita." Ucap Wahyu dengan nada suara feminimnya.
"Cerita aja perawan! Nanti aku tinggalin nih baliknya!" Ancam Mas Adam.
"Masalahnya sih sepele kalo menurut gw? Gw juga udah ngasih saran ke dia koq, kalo dia itu tidak seharusnya kayak begitu ke Azam. Tuuh kaan jadi keceplosan lagi gw ngomongnya?" Ucap Wahyu sambil menutup bibirnya ketika Ia berkata "Tuuh kaan jadi keceplosan lagi gw ngomongnya?"
"Gak usah kebanyakan cingcong deh cong? Masalahnya kenapa sama gw?" Ucap Azam dengan nada cepat.
"Tapi jangan bocorin kalo gw yang cerita ya?" Wahyu berkata sambil mengangkat satu jari telunjuknya kepada Azam dan Mas Adam.
"Tapi bodo ah, kalo pun nanti Hendrik tau kalo gw yang bocorin juga. Orang kita semua temen." Ucap Wahyu kembali.
"Gak usah bertele-tele deh perawan, cepetan ngomong!" Pinta Mas Adam.
"Jadi Mas, Hendrik itu ngediemin Azam, katanya beberapa minggu yang lalu Azam pergi jalan ke selatan, tapi dia gak ngajakin Hendrik. Makanya dia marah tuh ke Azam." Ucap Wahyu.
"Oh begitu, faham-aham aku." Ucap Mas Adam sambil menganggukkan kepalanya.
"Gak usah diterusin blay, gw juga udah faham." Ucap Azam.
"Terus sekarang kamu mau gimana cong?" Tanya Mas Adam.
"Lo taukan Jeng, dia itu suka sama lo?" Ucap Azam kepada Mas Adam.
"Terus?" Tanya Mas Adam.
"Ya gw yakin, kalo ada lo disini? Dia akan berubah ke gw." Ucap Azam.
"Tapi tetep sesuai dengan rencana awal. Tujuan kita nanti, ya koro-koro. Udah lama juga kan kita gak karokean bareng?" Sambung ucapan Azam.
"Tetep, aku deh yang kena Imbasnya. Tapi gak apa-apa lah, kalo bukan karena kamu aja, aku gak mau looh?" Ucap Mas Adam.
"Alaah, dasar munafikun! Kamu juga suka kan sama dia (Hendrik) Mas Adam?" Ucap Wahyu.
"Eh dasar perawan! Enggak lah, aku kan sukanya sama kamu.." Ucap mas Adam sambil mencubit pipinya Wahyu.
"Udah berisik ah! Kayaknya bentar lagi dia pulang." Ucap Azam.
"Yu, nanti kalo Hendrik dateng? Lo kagetin dia ditangga ya?" Ucap Azam kepada Wahyu.
"Ok bencoong." Ucap Wahyu.
"Dan Lo Jeng? Lo disini aja duduk?" Ucap Azam kepada Mas Adam.
"Iya sayaang." Ucap Mas Adam.
"Geli gw!" Ucap Azam sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Ester Kahawa
ini konsepnya gimana sii Thor ?? bingung sama Azam itu laki atau cewe
2024-04-07
1
Bintang Kejora Nesya
ini yg di ceritain kaum pelangi ya Thor? kok laki sama laki saling suka si
2024-02-26
0
Yuli Eka Puji R
kaya mayat aja di bangkitkan 😂🤣
2023-06-15
0