Bab 13

Di sore hari, sepulang dari kerjaannya, Azam bersama dengan ketiga temannya, mampir makan di salah satu Restoran dekat Event tersebut berada.

...Di Restoran...

"Yakin lu Dek, gak mau ikut nanti malam?" Adel bertanya dan mengajaknya untuk datang ke acara pestanya nanti malam.

"Iya kak, gw udah ada acara sendiri nanti malam." Azam menolaknya karena sudah memiliki janji bersama dengan teman lamanya.

"Ah lu beib, gak asyik lu? Giliran kita punya acara, lo gak mau dateng! Padahal nanti malem gw mau ngenalin cowok gw ke lu." Ucap Vivi.

"Lagian temen lu yang mana sih cong? Bukannya lo hanya punya temen yang namanya Hendrik doank?" Ucap Lia.

"Seriusan lo Dek? temenan sama dia (Hendrik)? Bukannya dia itu orangnya kayak gitu ya?" Adel bertanya kembali dengan ekspresi yang lumayan kaget.

Sedangkan Vivi sedang sibuk foto selfi di sebelahnya Azam.

"Iya Del, gw pernah beberapa kali jaga promosi di dekat counternya. Kalau sedang istirahat, Hendrik suka SKSD ke para BC. Bahkan, Hendrik juga suka sebut-sebut nama Azam dan menjelek-jelekkan nama Azam. Itu juga sebelum gw mengenal dengan Azam. Makanya gw juga sempet jaga jarak sama lu cong." Lia menjawab Adel lalu mengucapkan kepada Azam kalau dirinya juga sempat jaga jarak dengan Azam.

"Alah, lagian lu maen nanggepin aja itu orang. Lu kan tau sendiri, dia itu orangnya kayak gimana? Gw aja pernah ribut sama dia." Adel pun menangkis jawabannya, spontan emosinya Adel mendadak muncul khas perempuan sedikit tomboy.

"Tunggu-tunggu, jadi kalian berdua ini kenal juga sama Hendrik?" Tanya Azam kepada Adel dan Lia.

"Kenal laaah. Tapi kalo deket sih? Enggak yah!" Jawab Adel dan Lia secara bersamaan.

"Lagian lu bisa-bisanya sih Dek, temenan sama dia?" Adel bertanya kembali kepada Azam.

"Ya, gw temenan sama dia, karena dulu..., sulit gw jelasinlah kak. Gw gak mau buka aib dia di masa lalu." Ucap Azam yang tidak ingin meneruskan untuk menjawabnya.

"Intinya? Gw sama dia itu teman senasib di Kota Perantauan ini kak." Ucap Azam kembali.

"Kayak apa sih bocahnya? Gw jadi penasaran? Biar gw gebog nih!!" Celetuk Vivi.

"Ah, dasar kecoa! Maen nyamber aja!" Ucap Azam kepada Vivi.

"*Intinya nanti malam itu, gw mau jalan bersama dengan teman lama-lama gw kak, bukan sama Hendrik. Hendrik juga tidak mengenal teman-teman lama gw, karena teman lama gw ini, temen di pekerjaan lama gw, sebelum gw terjun kerja di dunia Cosmetike." Ucap Azam menjelaskan kepada Adel dan Lia.

Azam tidak terlihat terpancing emosi maupun berprasangka buruk kepada Hendrik. Azam masih tetap yakin kalau Hendrik sahabatnya ini tidak akan mungkin tega untuk menjelek-jelekkannya di belakang.

********************************

Malam Harinya..

Usah menjalankan shallat Isya, Azam berdandan dan bersiap-siap untuk pergi bersama dengan teman-teman lamanya.

Setelah berdandan lumayan rapi, Azam duduk di kursi besi menunggu teman lama datang menjemput dan juga menunggu kedatangannya Hendrik pulang dari kerjaannya. Disela dirinya sedang menunggu tersebut, teman lamanya bernama Apri mengirimkan pesan Whatsapp kepadanya.

"Udah siap-siap belum lu?" Whatsapp Apri.

"Udah Mpok." Whatsapp Azam.

"Ya sudah, gw lagi on the way kesitu bareng cowok baru gw." Whatsapp Apri.

"Ok." Whatsapp Azam.

Sekitar jam sepuluh malam lebih, Hendrik pun baru pulang dari kerjaannya. Setelah menaruh motornya di lorong kosan lantai bawah, seperti biasa Hendrik langsung masuk lalu menaiki tangga menuju ke kamar barunya yang di lantai atas.

"Mau kemana lo?" Tanya Hendrik yang melihat Azam terkihat menggunakan pakaian rapih. Hendrik berkata sambil berdiri di depan pintu kamarnya sendiri.

"Ikut yuk blay?" Ucap Azam.

"Kemana?" Tanya Hendrik.

"Kongkow bareng temen-temen lama gw di Selatan." Ucap Azam.

"Daerah mana itu?" Tanya Hendrik.

"Deket dengan pekerjaan gw yang lama blaay." Ucap Azam.

"Ikut yuk blay? Biar nanti sekalian gw kenalin lu ke temen-temen lama gw?" Ucap Azam kembali.

"Gak ah. Gw juga udah punya acara sendiri. Deli ngajakin gw nongkrong di daerah Kota. Lagian gw juga gak pernah nongkrong di selatan. Yang ada nanti gw gak betah!" Ucap Hendrik sedikit ngegas.

KRING!! Ponsel Azam berbunyi. Azam segera menerima panggila telepon tersebut.

"Iya Mpok." Azam langsung menjawab panggilan telepon dari Apri.

"Dimana lu? Gw udah nyampe di depan gedung yang lu bilang." Ucap Apri.

"Ya udah bentar lagi gw meluncur kesitu mpok." Ucap Azam.

"Ya udah GPL ye!" Ucap Apri.

"Iya Empoook." Ucap Azam.

Telepon telah di matikan oleh Azam. Azam kembali mengajak mengobrol Hendrik sebentar.

"Blay, temen gw udah jemput di depan. Ikut yuk?" Ucap Azam.

"Oooooh." Ucap Hendrik.

"Ya udah sono lo pergi!" Ucap Hendrik kembali dengan nada suara ngegas.

"Yakin lu gak mau ikut? Banyak yang ganteng loh disana?" Ucap Azam meledek Hendrik.

"Iye Kagak!" Ucap Hendrik.

"Ok deh kalo gitu. Baaaay.." Ucap Azam dengan nada suara melambainya sambil berjalan cepat ke arah tangga.

Terpopuler

Comments

Risma Dwika

Risma Dwika

ini gimana ya tokohnya lekong gitu maksudnya??

2022-08-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!