Bab 7

Selama mereka berdua mengobrol itu, tak terasa haripun telah berganti malam. Waktu menunjukkan sekitar jam delapan malam.

"Blay, lu laper gak sih? Perut gw keroncongan njiiir." Ucap Azam sambil rebahan didalam kamarnya.

"Gw juga laper blay." Ucap Hendrik sambil memainkan Ponsel dikursi besi.

"Kita cari makan yuk? Tapi makan apa ya blay?" Ucap Azam sambil mikir.

"Ya terserah lo lah mau makan apaan." Ucap Hendrik.

Sejenak Azam membangunkan badannya lalu berdiri dipintu kamarnya.

"Ok-ok, gw lagi kepengen makan pecel ayam langganan gw yang di Pasar malam blay? Yang biasa gw minta anter lu waktu masih dikosan lama." Ucap Azam.

"Ya udah ayok! Tapi bayarin ya? Kan pake motor gw kesananya." Ucap Hendrik.

"Iya-iya gw bayarin. Masih aja lu perhitungan." Ucap Azam.

Sekitar jam setengah sembilan malam, mereka berdua berangkat meluncur ke tukang pecel ayam langganannya tersebut.

...Di Tukang Pecel Ayam...

"Blay, makan disini apa dikosan?" Ucap Azam sambil menurunkan kaki dari motornya Hendrik di depan tukang pecel ayam.

"Disini aja lah blay." Ucap Hendrik.

"Oke, mau makan apa'an lo?" Ucap Azam.

"Gw dada sama tempe aja blay." Ucap Hendrik.

"Ok." Ucap Azam.

Azam segera memesan makanan. Mereka berdua makan di tukang pecel ayam tersebut.

"Blay, gw kepengen es durian yang deket Pasar Malam itu deh? Habis ini kita kesana ya?" Pinta Azam sambil mengunyah makanan.

"Iya." Ucap Hendrik sambil mengunyah makanannya.

Pasar Malam yang dimaksud bukanlah pasar malam yang saat ini mereka singgahi. Melainkan Pasar Malam ditempat yang berbeda, yang letaknya lumayan jauh dari tempat yang saat ini mereka singgahi.

Selesai dari makannya, mereka berdua pun langsung meluncur ke Pasar Malam tersebut.

...Di Pasar Malam...

Selain membeli es durian, mereka berdua juga mampir kepasar malam tersebut. Mereka berdua melihat-lihat ini itu. Hingga tidak terasa mereka berdua telah menghabiskan waktu beberapa jam di Pasar Malam tersebut.

"Blay, udah lumayan malem loh kita disini? Pulang yuk?" Ajak Azam sambil melihat waktu di Ponselnya.

"Emangnya jam berapa blay?" Tanya Hendrik.

"Jam 23.00." Ucap Azam.

"Ya udah ayok balik. Lewat jalan alternatif aja ya blay? Biar cepet." Ucap Hendrik.

"Terserah lu deh." Ucap Azam.

Lantas mereka berdua pulang menuju ke kosan Omah melalui jalan alternatif/gang-gang kecil perumahan sesuai dengan permintaannya Hendrik. Didalam perjalanan, kerapkali mereka berdua menemui jalan gang yang telah di Portal.

"Koq udah di Portal sih blay?" Ucap Azam.

"Tau! Gw juga baru kali ini lewat sini." Ucap Hendrik sambil memegang setir motor.

"Hadeeeuh, kirain gw lu sering lewat sini?" Ucap Azam.

"Berisik lo! Mana gw tau daerah sini kalo jam segini portalnya sudah ditutup!" Ucap Hendrik dengan nada ngegas.

"Coba kita lewat sana aja blay?" Ucap Azam sambil menunjuk ke arah Jalan.

"Iya." Ucap Hendrik.

Lantas mereka berdua pun melanjutkan kembali perjalanannya dan lagi-lagi mereka berdua menemui jalanan yang telah di Portal kembali.

"Ya ampun blaaay, koq udah ditutup juga siih?" Ucap Azam.

"Gara-gara lo nih! Jadi nyasar gini!" Hendrik menyalahkan Azam.

"Koq Lu malah nyalahin gw? Yang ngajak lewat jalan beginian siapa?" Ucap Azam dengan nada ngegas.

"Berisik lo!" Ucap Hendrik ngegas.

"Iya-iya gw yang salah deh. Terus sekarang mau gimana?" Ucap Azam.

"Lo diem aja! Biar gw yang nyari jalan!" Ucap Hendrik sambil memutarkan motornya.

"Blay-blay, kalo ada orang berhenti aja? Nanti gw nanya ke orang aja? Daripada muter-muter kayak begini?" Pinta Azam.

"Iya-iya, bawel lo ah!" Ucap Hendrik.

Mereka berdua melanjutkan kembali perjalanannya mencari jalan keluar dari gang perumahan tersebut. Hingga pada akhirnya mereka berdua bertemu dengan tukang sate yang sedang berkeliling.

"Blay, blay berhenti!" Ucap Azam sambil menepuk pundak Hendrik.

Hendrik pun langsung memberhentikan motornya.

Azam langsung turun lalu bertanya kepada Abang tukang sate tersebut.

"Maaf Bang numpang tanya? Kalo mau ke Jalan Raya, lewat mana ya Bang?" Ucap Azam.

"Lurus saja banh, nanti ada pertigaan belok kekiri, setelah itu lurus kembali, nanti keluar Jalan Raya koq Bang." Ucap Abang tukang sate.

"Makasih banyak ya bang? Semoga dagangannya laris manis." Ucap Azam.

"Amien. Sama-sama Bang." Ucap Tukang Sate.

Lantas mereka berdua melanjutkan kembali perjalanannya sesuai dengan yang disarankan oleh tukang sate.

Sekitar jam setengah satu malam, mereka berdua baru sampai didepan portal gang perumahan daerah kosan Omah. Azam yang baru pertama kali pulang malam didaerah situpun merasa kaget.

"Koq udah diportal siiih?" Ucap Azam sambil berdiri didepan portal gang.

"Ya udah blay, gw langsung balik?" Pamit Hendrik sambil menancapkan gas motornya kembali.

"Ok Blay, Hati-hati lo!" Ucap Azam sambil menerobos kebawah portal gang.

"Terpaksa deh gw harus berjalan kaki malam-malam sendirian." Ucap Azam sambil berjalan.

Suasana gang perumahan terlihat begitu sangat sepi, sunyi dan gelap, beberapa rumah banyak yang mematikan lampunya. Jarak perjalanan berjalan kaki menuju ke kosan Omah, sekitar lima menitan lebih. Ia harus berjalan melewati beberapa rumah kosong, kebun kosong dan juga gedung sekolahan.

Selama Ia berjalan, tidak terlihat orang yang sedang begadang maupun hansip yang sedang berkeliling. Dikala Ia yang sedang berjalan santai, tiba-tiba ada angin yang berhembus.

..."hussssssssss.."...

Hembusan angin berhembus kebagian lehernya. Seketika bulu kuduknya merinding naik turun, Ia pun langsung memegang lehernya dengan satu tangannya sambil tetap berjalan santai dan juga sesekali menengok-nengok kebelakang dan kesamping.

Disepanjang perjalanannya berjalan, bulu-bulu disekujur tubuhnya merinding tiada henti. Mulutnya berkomat-kamit membaca ayat-ayat yang Ia bisa. Ia pun sesekali berucap dengan nada pelan "lo! lo! gw! gw!"

Sesampainya di depan gang kosan Omah terlihat sangat sepi dan gelap dengan bentuk gang kecil yang membentuk lorong panjang sempit.

Azam segera mengambil kunci dari saku celananya, Ia membuka menempelkan kunci ke gembok pintu gerbang kosan Omah. Ditengah dirinya yang sedang menunduk ke arah gembok yang sedang membuka gembok, tiba-tiba angin kecil berhembus kembali ke lehernya.

..."Husssssss.."...

Seketika Ia terdiam dan terhenti. Dalam diamnya, secara perlahan-lahan Ia menggerakkan kedua bola matanya ke arah atas, kearah pagar pembatas lantai atas kosan Omah.

Seketika bulu-bulu disekujur tubuhnya semakin naik turun merinding drastis, wajah dan bibirnya mendadak terasa kering.

Nampak terlihat jelas sosok Kuntilanak, tengah berdiri di pagar pembatas menatap kearahnya yang sedang membuka gembok pintu gerbang. Kuntilanak tersebut berdiri ditempat yang sama, seperti pada saat pertama kalinya Azam melihatnya.

Azam mencoba bersikap tenang dan mengabaikannya. Secara perlahan-laham Ia melirikkan kedua bola matanya kearah gembok kembali lalu membuka gembok pintu gerbang kosan Omah.

Setelah Ia membuka dan mengunci kembali gembok pintu gerbang, Ia masuk kedalam kosan Omah sambil sedikit berlari menuju ke arah tangga. Langkah demi langkah demi langkah Ia melewati pintu-pintu kamar kosong lantai bawah kosan Omah yang begitu sunyi.

"Astaghfirrullah." Ia terkejut kaget sambil menjingkrakkan kakinya ke tangga.

Nampak terlihat jelas sosok Kuntilanak tersebut berada dibalik hordeng kamar kosong yang berada sebelum tangga.

Ia segera berlari menaiki tangga lalu masuk kedalam kamarnya. Ia segera mengunci pintu kamar, menutup jendela dan menutup hordeng.

Badannya mendadak terasa menggigil, bergetar, wajah dan bibirnya terasa sangat kering seperti dehidrasi. Perasaannya merasa gelisah tak karuan dan otot-otot ditubuhnya terasa kaku. Ia merasa ketakutan.

Azam langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, menutupi tubuhnya dengan selimut. Dibalik selimut tersebut, mulutnya terus berkomat-kamit membaca ayat-ayat dan memohon perlindungan kepada Allah.Swt. Hingga pada akhirnya secara perlahan-lahan Ia merasa relax lalu tertidur pulas.

Terpopuler

Comments

sriyanti sriyanti

sriyanti sriyanti

maksudnya hordeng(korden/kelambu)
ya thor,😅

2023-06-15

0

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

aamiin

2023-06-08

0

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

emang ga bs pke nama aslinya drpd pke bahasa ga karu"an gitu

2023-06-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!