Setelah menutup dan mengunci pintu gerbang kosan Omah, Azam berjalan cepat menuju gedung yang terletak tidak jauh dari Portal Gang Perumahan kosannya untuk menemui Apri (teman lamanya) yang sudah menunggunya.
Sementara Apri bersama kekasih barunya sedang menunggunya sambil berdiri disamping mobil kekasih barunya.
"Nah, itu dia bocahnya yank?" Ucap Apri dengan nada suara cempreng khas betawi kepada kekasih barunya sambil menunjuk ke arah Azam yang sedang berjalan menemui mereka.
"Mmmmmmuach, mmmmmuach." Sambil berjabat tangan, Azam dan Apri sun pipi kanan dan kiri.
Setelah itu bersapa dengan Apri, Azam pun berkenalan dengan kekasih barunya Apri.
"Doni." Ucap kekasih barunya Apri sambil berjabat tangan dengannya.
"Azam. Salam kenal ya Bang Doni. Ini toooh cowok barunya si Mpok?? Ganteng ya cowok barunya si Mpok??" Celetuk Azam sambil berjabat tangan dengan Doni.
Doni merespon dengan kalem sambil tersenyum mendengar candaannya Azam.
"Sendirian aja lu?" Tanya Apri kepada Azam sambil menyeret tangannya kedepan menjauh dari mobil kekasih barunya.
"Iya sendirian. Lu tau sendirikan gw ini jomblo? Tadi gw sempet ngajakin temen gw yang dikosan, tapi dia nggak mau." Ucap Azam.
"Ya udah, lagian acara ini juga acaranya Novi. Bukan acara dari Om-om." Ucap Apri sambil berbisik di telinganya Nizar.
Doni sedang menunggu mereka berdua mengobrol sambil merokok disamping mobilnya.
"Emangnya dia ultah Mpok? Koq tumben banget sih gak ngasih kabar ke gw secara langsung?" Ucap Azam.
"Ada deeeh pokoknya. Sengaja surprice buat lu katanya." Jawab Apri yang membuatnya menjadi semakin penasaran.
"Ya udah ayok kita langsung jalan, gak enak noh dilihatin security?" Ucap Apri sambil berjalan masuk kedalam mobil kekasih barunya.
Lantas mereka bertiga pun langsung meluncur. Sesampainya di Selatan, terlihat Novi beserta dengan teman-teman lamanya Azam yang lain sedang menunggunya sambil berdiri dipinggir jalan raya di area halaman club tersebut.
"Mmmmmuach, mmmmuach." Seperti biasa mereka selalu sun pipi kanan dan kiri dulu satu per satu dengan Azam. Dan yang terakhir adalah si Novi.
"Lama amat sih lu beib?" Tanya Novi kepada Azam sambil bergandengan dengan kekasihnya.
"Iya Vi maaf?" Ucap Azam.
"Ya udah, kenalin nih tunangan gw?" Ucap Novi memperkenalkan kekasihnya. Kebetulan Azam pun belum mengenalnya.
"Andri." Ucap kekasihnya Novi memperkenalkan dirinya sambil berjabat tangan dengan Azam.
"Azam. Salam kenal ya Bang?" Ucap Azam.
"Udah beib jangan lama-lama kenalannya. Nanti laki gw kecantol sama lu?" Ucap Novi sambil memegang tangannya Azam yang sedang berjabat tangan dengan kekasihnya.
Azam, Novi dan Andri berjalan santai ke depan pintu masuk Club saling beriringan. Sementara teman-temanku yang lainnya berada dibelakang mereka bertiga.
"Malam ini sebenernya acara apa sih Vii?" Ucap Azam kepada Novi.
"Acara perayaan tunangan kita berdua beib." Ucap Novi.
"Koq tumben lu gak ngabarin ke gw langsung? Udah gitu, lu ngenalin bang Andri, Pas sudah bertunangan seperti sekarang ini?" Ucap Azam sedikit kesel kepada Novi.
"Jangan berisik deh lu beib? Dia itu sibuk terus. Jarang ada waktu buat kumpul bareng. Lagian, gw takut dia kecantol sama lu, kalo gw kenalin dari kemarin-kemarin ke lu." Ucap Novi bercanda.
"Sejahat itukah gw Viii??" Ucap Azam dengan nada suara melambai pelan.
"Gak siiih.. Hahaha.." Ucap Novi.
"Udah ah cepetan keluarin Member lu?" Ucap Novi menyuruh Azam untuk mengeluarkan kartu membernya untuk ditunjukkan ke Security Club.
Singkat cerita, malam itu Azam bersama dengan teman lamanya telah meminjm jus dan juga Dance floor di club tersebut. Hingga pada akhirnya, Ia menginap di rumahnya Andri bersama dengan Novi.
...Esok Paginya.....
"Huaaaach." Azam terbangun sambil menguliatkan badannya.
Ia membukakan matanya, turun dari kasur, lalu berjalan kr ruangan Televisi menemui Novi yang sedang mengobrol bersama dengan Andri.
"Udah siuman lu beib?" Tanya Novi kepada Azam.
"Udah donk. Tapi kalianlah yang lebih awal bangunnya daripada gw." Ucap Azam sambil mendaratkan bokongnya ke Sofa.
"Ya beda lah, kita berdua kan gak minum. Jadi masih tetep bisa bangun pagi." Jawab Novi.
"Udah, mendingan kita sarapan dulu yuk?" Ajak Andri dengan nada suara lembut khas lelaki kalem.
"Gak ah bang, Gw mau mandi, terus mau langsung pulang aja. Gak enak udah ngrepotin lu sama Novi." Ucap Azam kepada Andri.
"No, no, no!!!" Ucap Novi sambil menggoyangkan satu jari telunjuknya kepada Azam.
"Lu harus makan bareng dulu? Setelah makan, terserah lu dah mau kemana juga." Sambung ucapan Novi.
"Ya udah, iya. Dasar perempuan pemaksa!" Canda Azam kepada Novi.
Sementara Andri hanya tersenyum saja melihat mereka berdua.
"Ya udah Vi, bang, gw numpang mandi dulu?" Ucap Azam.
"Iya.." Ucap Novi bersama Andri.
Setelah mandinya selesai, mereka bertiga keluar makan di salah satu restoran yang berada di daerah selatan, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya Andri.
"Beib, selama kita tidak bertemu? Lu maen dan bertemen dengan siapa aja sih beib? Sampe-sampe, kalo Apri ngechat lu, bilangnya lu selalu tidak bisa?" Tanya Novi kepada Azam.
"Ya, maklumlah Vi nasib kuli. Waktu gw terjerat sama waktu pekerjaan." Ucap Azam.
"Kalo masalah bertemen sih, gw juga punya temen yang kayak lu dan temen-temen kita yang lainnya, yang care dan juga memahami satu sama lain. Akan tetapi, di dunia pekerjaan gw yang sekarang ini, gw gak bisa asal percaya gitu aja Vi. Soalnya banyak sekali temen yang berpura-pura baik. Namun di belakang kita, ya kayak gitu. Jadi gw sekedar deket biasa aja dengan mereka." Ucap Azam kembali.
"Berbeda dengan kita? Meskipun sompral, kita tidak pernah ngomongin orang, apalagi menjelek-jelekkan teman kita sendiri dibelakang." Sambung ucapan Azam.
"Aduh beeib, yang sabar ya?" Ucap Novi sambil memegang tangannya Azam di atas meja makan.
"Ah lu Vi? Kebawa Nostalgia gw lu. Hahaha." Ucap Azam sambil melepaskan tangannya.
Sementara Andri hanya makan sambil sesekali memperhatikan mereka berdua mengobrol disebelahnya Novi.
****Jeda Makan Hingga Selesai****
"Vi, lu anterin gw sampe Halte Bus aja ya? Kasihan Bang Andri, kalo harus nganterin gw ke kosan? Tau sendirikan kalo di jam segini macetnya kayak apa?" Ucap Azam.
"Yakin lu beib?" Tanya Novi.
"Iya, gpp Vi. Masih mending, kalian manfaatin waktu buat jalan kemana kek? Mungpung Bang Andri ada waktu untuk berduaan bersama lo? Kan kata lo dia super sibuk?" Ucap Azam.
"Ok lah kalo itu mau lu beib. Nanti kita anterin lu sampe Halte Bus aja." Ucap Novi.
Lantas Novi dan Andri pun mengantarkan Azam sampai di Halte Bus. Azam melanjutkan perjalanannya menuju pulang ke kosan menggunakan Bus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments