Bab 3

Hari telah berganti malam.

Waktu menunjukkan jam 20.31. Azam baru saja selesai dari kegiatan mengemas barangnya. Ia segera mengeluarkan barang-barang pindahannya satu per satu dari dalam kamarnya itu. Ia berjalan keluar dari kamar menuju ke teras kosan, menemui para tetangga kosan yang sedang mengobrol.

"Bang, saya pamit pindah ya?"

"Pindah kemana kamu Zam?"

"Masih dekat koq bang, hanya beberapa menit dari sini."

"Ya sudah, hati-hati kamu Zam. Jangan lupa untuk sesekali bermain kesini?"

"Tenang saja bang. Nanti sesekali aku akan bermain kesini koq."

"Ya sudah bang, saya mau pamitan dengan pemilik kosannya dulu."

"Iya."

Azam segera berjalan menuruni tangga. Ia menemui pemilik kosan itu di rumahnya.

Di depan Rumah Pemilik Kosan.

Tok! Tok!

"Bu.." Seru Azam.

Ceklek!

Ibu kosan membuka pintu rumah di temani anak gadisnya. Sementara suaminya itu, sedang duduk di kursi yang ada di dalam rumahnya.

"Mau bayar ya?" Tanya Ibu pemilik kosan memasang wajah senyuman ceria.

"Mohon maaf Bu. Saya mau ijin pamit pindah."

Ibu itu langsung memasang wajah sinis penuh amarah.

"Jika di perbolehkan, kasih saya waktu sehari lagi. Karena masih ada barang pindahan saya di kamar." Pinta Azam.

"Tidak! Kalo mau pindah? Malam ini juga kamar itu harus benar-benar dikosongkan!"

DEG!!

Spontan detak jantungnya berdebar kencang, matanya memerah, cairan bening menetes dengan sendirinya. Hatinya merasa sangat sakit dan benar-benar merasa terpukul.

Ia terdiam sambil menatap tajam ke wajah pemilik kosan tersebut. Dadanya terasa panas, emosinya naik, dengan kedua tangannya yang mengepal.

Pemilik kosan terdiam dan memalingkan wajahnya ke belakang. Anak perempuannya berbisik, sambil menunjuk kearah samping sebelah kanannya Azam lalu meminta masuk kepada kedua orang tuanya dengan wajahnya yang terlihat ketakutan.

Azam tidak mengerti maksud dari anaknya itu. Yang Ia lihat, wajahnya anaknya itu terlihat sangat ketakutan.

Azam segera berjalan kembali kekamar lalu menitipkan sisa barang-barang pindahannya itu kepada salah satu tetangga kosannya.

Setelah menitipkan barang, Ia segera berjalan menuju ke Jalan Raya untuk menunggu angkutan umum. Ia berjalan bersama dengan beberapa barang pindahannya. Yaitu koper yang dipegang ditangan kanan, Ransel yang digendong di Punggung, dan juga Magiccom Mini yang dibawa ditangan kirinya.

***

Setelah beberapa menit Ia menaiki angkutan umum, Ia pun berjalan dari Jalan Raya menuju ke Rumah Kosan barunya (Kosan Omah).

"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga." Ucapnya sambil menaruh koper didepan pintu gerbang kosan Omah.

Sejenak Ia menatap kearah Gang depan Kosan Omah yang mengarah ke utara dan selatan, terlihat membentuk lorong sempit memanjang, terlihat sepi dan juga gelap. Ia segera mencari lalu mengambil kunci pintu gerbang kosan Omah dari saku celananya. Ia membuka lalu mengunci kembali pintu gerbang kosan Omah.

Ia mulai melangkahkan kaki sambil menyeret koper melewati kamar mandi yang berada di sebelah kiri. Ia menghentikan sejenak langkahnya lalu menatap ke arah pintu kamar utama yang berada di sebelah kanan, yang menghadap jalan gang, terlihat kosong dan juga gelap.

Ia melangkahkan kakinya kembali memasuki lorong kosan lantai bawah. Enam langkah pertama, Ia melewati satu pintu kamar utama yang berada disebelah kiri, terlihat tertutup. Enam langkah kedua, Ia melewati dua pintu kamar kosan tengah yang saling berhadapan. Enam langkah yang ketiga, Ia melewati dua pintu kamar terakhir yang saling berhadapan, terlihat kosong dan juga tertutup. Satu langkah setelahnya, Ia mulai menaiki tangga.

Langkah demi langkah Ia menaiki tangga, sambil sesekali mengangkat dan menurunkan kopernya ditangga. Hingga akhirnya Ia berada ditangga lantai atas, Ia berjalan lurus mendekati kursi besi, Ia taruh barang-barangnya didekat kursi besi tersebut. Ia duduk dikursi besi ujung sambil menatap kearah depan, kearah pagar pembatas lantai atas.

"Hahhh.." Ia menghembuskan Nafas lelahnya sambil mendaratkan bokong di kursi besi itu, menatap kearah depan.

"Ckrek, ckrek,"

"Fyuuuuuh.."

"Lelah pun terasa hilang, kalo sudah merokok." Ucapnya didalam hati sambil mengeluarkan asap rokok dari dalam mulutnya.

Terpopuler

Comments

Linda Arsila Dewi

Linda Arsila Dewi

knp sih ambil kamar paling atas?

2024-08-23

0

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

lagian bukannya ambil kamar yg di bawah

2023-06-08

0

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

laki" bawaannya melebihi perempuan🤭🤭

2023-06-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!